Xarena yang seorang anggota tingkat 1 di sebuah kelompok mafia harus terbunuh karna ledakan sebuah bom saat melakukan misi,namun bukannya meninggal,Xarena justru bertransmigrasi ke tubuh gadis yang memiliki nama dan wajah yang sangat mirip dengannya
" siapa sebenarnya gadis yang tubuhnya kini aku tempati..."
" kemana dia.... "
" dan kenapa wajah dan nama kita hampir sama..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risma Reyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Sudah 2 hari ini Leon sengaja mendiamkan Xarena,ia bahkan tidak berusaha menghubungi tunangannya itu meskipun Rani sudah berbaik hati mengirim nomor Xarena yang baru padanya.
Itu karna Leon sengaja ingin menggunakan strategi baru dalam memikat hati Xarena,dan strategi itu ia namakan dengan strategi tarik ulur,entah kenapa ia sangat yakin kalau sebenarnya Xarena masih menyimpan rasa untuknya meskipun gadis itu sedang amnesia.
Entah dari mana Leon mendapatkan rasa percaya dirinya itu,hingga ia berfikir Xarena akan merasa kehilangan dan merindukannya saat ia sengaja menjauh dari tunangannya itu.
" apa hari ini kau akan mampir ke mansion Bagaskara..? " tanya Julian pada Leon.
" mungkin iya pa..aku harus mengambil smartwatch milikku yang aku beli bersama Xarena, sayang sekali,padahal aku berencana untuk menghindarinya sementara waktu ,aku ingin dia sadar kalau aku tidak suka dengan sikapnya belakangan ini " keluh Leon.
" apa kau yakin ingin mendiamkan Xarena.?...kau juga harus berhati-hati,Xarena itu cantik,dia juga anak tunggal keluarga Bagaskara,salah satu orang terkaya di negara ini,tidak mungkin tidak ada pria yang menyukainya " ujar Julian berusaha menasehati Leon.
" dia tidak mungkin bisa berpaling dariku,papa tenang saja,untuk sementara ini aku akan fokus pada Daniella dulu,aku butuh dukungan dari keluarganya untuk membuka perusahaan kita "
" terserah kau saja,tapi ingat,main yang rapi,termasuk soal dana perusahaan Bagaskara yang kita gelapkan,usahakan juga untuk mendapat kepercayaan sebagian besar karyawan yang berpengalaman di kantor,agar saat perusahaan kita siap di buka,kita tidak perlu pusing-pusing lagi merekrut orang"
" papa tenang saja,aku anaknya Julian Sutomo sudah pasti aku tahu apa yang harus aku lakukan,tapi papa jangan lupa melobi beberapa kelompok lain untuk jaga-jaga,papa tau kan kalau BLACKDIAMOND Mempunyai hubungan yang baik dengan tuan Aditya "
" maka dari itu,kau harus benar-benar bisa menaklukan Daniella nak,karna untuk saat ini belum ada kelompok Mafia lain yang bisa menandingi kekuatan BLACKDIAMOND "
Saat dua orang dewasa itu tengah asyik membicarakan rencana jahat mereka,tiba-tiba saja handphone milik Leon berbunyi,terlihat pemberitahuan di layar jika ada pesan masuk dari Daniella,bukannya langsung membacanya Leon malah dengan bangga sengaja memperlihatkan notifikasi tersebut ke Julian terlebih dahulu.
" lihat pa....wanita manapun tidak akan mampu menolak pesona seorang Leon" ujarnya jumawa.
" kamu memang mirip dengan papa nak " ucap Julian dengan wajah sumringah.
Namun senyum di wajah Leon lenyap seketika saat ia membaca pesan dari gadis incarannya itu.
maaf kak,kayaknya hari ini gak bisa ketemu dulu deh,kebetulan aku ada tugas mendadak dari kak Daniel.
" sial " ucap Leon sambil manaruh kasar handphone miliknya di atas meja.
"kenapa..? " tanya Julian penasaran.
" Daniella membatalkan janji bertemu denganku,dia bilang harus mengerjakan tugas mendadak dari kakaknya"
" kakak.....setahuku sebelum si kembar,Darius Abraham tidak punya anak lagi "
" yang dia maksud memang kakak kembarnya itu pa,entah kenapa aku merasa keberadaan orang itu akan sangat mengganggu rencana kita".
" kurasa kau benar nak,memang kita harus mulai mencari sekutu sebanyak-banyaknya supaya kita bisa siap kalau suatu saat nanti kita harus berhadapan dengan BLACKDIAMOND"
Selesai dengan percakapannya dengan Julian,Leon segera berangkat menuju lokasi dimana perusahaan milik keluarga Sutomo akan segera di resmikan,perusahaan yang susah payah mereka dirikan dari hasil korupsi mereka selama bekerja di BG group,sementara Julian kini sedang bercosplay menjadi bawahan setia Aditya yang senantiasa mendampingi tuannya saat suka maupun duka.
Tak banyak hal yang bisa dilakukan di tempat tersebut,selain karna Leon dan Julian sengaja membuat tempat itu tertutup,juga karna di lokasi tersebut masih banyak preman-preman yang saling berebut wilayah kekuasaan.
Baru juga 15 menit Leon berada di sana,beberapa orang preman terlihat berjalan menghampirinya,yah inilah yang Leon takutkan,seandainya hari ini ia bisa bertemu dengan Daniella pasti ia bisa mendapat solusi dari permasalahan nya ini.
Melihat itu,Leon pun mau tak mau harus segera pergi dari tempat itu,ia tak mau kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak ia inginkan
" mending aku segera pergi dari sini,sebelum aku jadi Leon geprek" gumam Leon.
***
Seharusnya Daniel tetap berada di sisi Xarena selama kepergian Aditya ke kota B,namun ia memutuskan untuk kembali ke mansion Abraham sejenak untuk menemui Daniella sekaligus menenangkan pikirannya,ia pun sudah menghubungi beberapa anggotanya untuk setia berjaga di depan mansion Bagaskara sampai ia kembali dari mansion.
Sesampainya di mansion Abraham,Daniella yang memang sudah dari tadi menunggunya pun segera menghampiri kakak kembarnya itu untuk melapor apa saja yang ia temukan selama penyelidikannya bersama Berto.
" akhirnya kakak datang juga,aku sudah menunggumu dari tadi.." celetuk Daniella saat melihat Daniel memasuki mansion.
" jadi...bagaimana hasilnya..?" tanya Daniel tanpa basa-basi.
" aku hanya menemukan ini " jawab Daniella sambil menyerahkan sebuah foto pada Daniel.
" apa menurutmu foto ini ada hubungannya dengan Pamella..? "
" aku tidak yakin,tapi..bukankah papa pernah bilang kalau sebagian besar anggota yang tinggal di mess masih punya keluarga "
" sebaiknya aku konfirmasi langsung saja pada Pamella saat dia sudah sadar nanti " ucap Daniel yang tentu mengundang pertanyaan di dalam benak Daniella.
" apa Pamella sudah di temukan kak..?"
" yah...karna itu papa memanggilku tadi "
" lalu ..dimana dia sekarang..? "
" ada di rumah sakit"
" sedang di rumah sakit katamu,memang kenapa dia?"
" entah...saat di temukan tubuhnya sudah penuh luka dan lidahnya juga di potong"
" jangan-jangan itu ulah pelaku yang sebenarnya kak "
" apa tadi kau juga mengawasi serafin,seperti yang aku tugaskan...?"
" tentu saja kak "
" lalu...apa ada yang mencurigakan "
" sejauh ini tidak,hanya saja tadi aku melihat kak Sera terburu-buru pergi keluar mansion,sesaat setelah kepergian Berto ,dan saat aku lacak lokasi yang di tuju oleh kak sera lewat gps yang terpasang di mobilnya,dia menuju ke rumah sakit Bina Asih kak"
Mendengar itu Daniel pun segera menelfon Berto untuk memastikan apakah Serafin mengikuti Berto atau tidak,ia tak mau kalau sampai keberadaan Pamella di ketahui oleh siapapun sebelum kecurigaan nya pada Serafin benar-benar terbukti.
" halo...Berto apa tadi kau berpapasan dengan Serafin di rumah sakit..? " tanya Daniel pada bawahan setianya itu.
" tidak wakil ketua,saya sama sekali tidak melihat keberadaan nona Sera disini "
" apa kau yakin.. ?"
" benar ketua..atau bagaimana jika saya coba memeriksa cctv yang ada disini untuk memastikan...?"
" ide bagus..segera periksa dan laporkan padaku..!" ucap Daniel memberi perintah,lalu mengakhiri sambungan telfonnya dengan Berto.
" baiklah kaka harus pergi mengawal seseorang dulu,kau tetaplah disini dan awasi Serafin baik-baik...! " pamit Daniel pada adik kembarnya itu.
" mengawal...? Siapa kak...? " tanya Daniella yang bingung karna baru kali ini sang kakak mau melakukan pengawalan.
" Kuntilanak" jawab Daniel singkat.
Mendengar jawaban sang kakak,Daniella pun makin bingung dan terheran-heran
" kayaknya dia emang bener-bener butuh mandi garam rukyah sama daun bidara deh,siapa tahu dia jadi aneh karna ketempelan jin yang nyamar jadi arwahnya Xarena " gumam Daniella pelan.