Bim kecewa berat, istri yang dikasihi selingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Disaat Bim kecewa berat, ia hampir saja terjerumus pada minuman keras. Disaat yang tepat, Bim bertemu dengan Nana yang ternyata gadis cantik berwajah oriental, yang ketika kecil, suka ia ganggu karena terpesona dengan kecantikannya.
Bim tidak perduli dengan kelamnya kehidupan Nana. Cinta yang dulu pernah singgah di hatinya, akan Bim raih kembali walau Nana ragu dengan kesungguhannya.
Bim harus berjuang sekuat tenaga untuk memulihkan kepercayaan dan kesungguhan cintanya terhadap Nana.
Apakah Nana menerima cinta Bim? Apakah Nana bisa bangkit dari keterpurukannya?
untuk endingnya seperti apa, baca saja keseruannya ..
Jangan lupa ya, kasih dukungan agar saya semangat untuk menulis novel berikutnya.
Saya menunggu komentar dan saran yang membangun untuk meningkatkan kualitas tulisan novel saya di kemudian hari.
terima kasih kakak- kakak yang sudah mampir😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SINUH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Pentingnya sebuah harga diri
Bells di pintu gerbang nyaring terdengar berkali kali. Setelah melihat dari Cctv-nya ternyata Lina mantan istri Bimbim. Satpam sebenarnya sudah mengusir dengan halus sesuai perintah Bimbim, tapi Lina seakan tak mau diperlakukan seperti itu.
Ia ingin Bowo memanggil bos nya menemui Lina atau Lina ingin menemui anak anak nya di dalam. Tapi Bimbim tidak menggubris nya, karena ia patuh pada majikannya.
"Cepat panggil bos mu!!" dengan lantang Lina menghardik Bowo satpam rumah yang sudah 10 tahun ikut dengan Bimbim.
"Bapak baru keluar bu, tidak ada di rumah," tantang Bowo.
"Bohong, bukannya ini hari libur, biasanya juga dia ada di rumah," tantang Lina.
"Buat apa saya bohong sama ibu? kan ibu juga tahu siapa saya. Memangnya selama ini saya suka bohong?" Bowo mengingatkan.
" Eh.... kamu sudah mulai kurang ajar ya sama aku!!" hardik Lina kesal
"Siapa yang kurang ajar? Saya kan bicara baik baik pada Ibu, Pak Bimbim tidak ada di rumah," bela Bowo.
" Ibu saja yang tidak mau mengerti."
"Saya tahu jika Bimbim ada di dalam, dia saja yang takut menghadapi saya," bentaknya kasar.
"saya kesini bukan untuk menemuinya, tapi saya kesini untuk anak anak saya," bentaknya kasar.
" Bu tadi saya kan sudah bilang jika Pak Bimbim tidak ada, jika ibu ingin ke sini hubungi Pak Bimbim dulu bu, jika sudah ada ijin baru ibu boleh saya ijinkan masuk," Bowo berkata tegas.
" Buat apa saya ijin pada dia hanya untuk menemui anak anak saya?" bentak Lina lagi.
"Apakah kamu tidak punya ibu? Kamu tahu perasaan seorang ibu yang rindu pada anak anaknya tidak ? Bukan nya kamu seorang manusia?" Lina berupaya melemahkan hati Bowo.
"saya tahu itu bu, saya juga tahu perasaan anak anak yang ditinggal pergi hanya karena laki laki lain," sindir Bowo. Tentu saja ini memancing kemarahan Lina.
" Hai kamu jangan menyindir saya seperti itu ya, kamu tidak sadar jika kamu di sini cuma seorang satpam?" sindir nya marah.
" Saya sadar bu, karena itu saya ingin mematuhi semua yang diperintahkan bos saya."
"Apa saya harus memberimu tips biar saya bisa masuk?" tak bisa digugah perasaannya, Lina akhirnya mencari cara lain, menyogok. Dikeluarkan nya 5 lembar uang yang berwarna merah agar Lina bisa masuk kedalam rumah.
Tapi bowo tak bergeming, ia tak akan tergiur hanya diberi uang 500 ribu, sementara ia harus mempertaruhkan kepercayaan orang lain pada dirinya.
"Saya bekerja di sini sesuai instruksi bos saya bu. saya tidak akan bisa di sogok. Jadi jika Ibu mau ke rumah, Pak Bimbim harus ada di rumah," Bowo menyampaikan pesan Bimbim pada Lina. Lina yang mendengar menjadi geram dan tembok yang di pegang nya menjadi tempat penyaluran kemarahannya, dengan meninju sekeras kerasnya.
" Kurang ajar kamu Bimbim!!" gumamnya.
"Ingat ya, bilang sama majikan kamu, jangan pengecut, jika saya japri harus dilihat atau jika saya telepon, harus diangkat," perintahnya pada Bowo.
"Baik bu, akan saya sampaikan," balas Bowo.
Sebetulnya ketika Lina menjadi istri Bimbim, Bowo tidak betah dengan nyonya yang keras kepala, angkuh dan sok ini, tapi karena ia butuh sesuap nasi dan Pak Bimbim sangat baik memperlakukan dia, karena itu Bowo betah kerja disini.
Mungkin jika Pak Bimbim nya juga kasar,
Akhirnya Lina pulang dengan kekecewaan yang dalam karena tidak bisa bertemu dengan anak anak yang telah dilahirkan nya dengan rasa sakit.
cuss baca jan lupa tinggalkan jejaak🤗
tkn prfil aq aja yaa😍
vielen danke😘
seeruuu nih ... semangat kak😊
saling menjejak kita yak💪😊
Mmpir balik ya, biar aki rajin datang kesini. Semangat!!
Hai kak, aku dah mampir. Ditunggu feedback nya ke ceritaku yg judulnya "If You Hate Me So" ya 💖 Terus semangat berkarya💖
semangat terus buat up lagi 😍
owwh ya udah aku tambah ke favorit biar bisa bekerjasama.
mampir juga kak
salam I LIKE ROSE