Berkali-kali Velly Alexander (26 tahun) mengungkapkan perasaannya pada seorang pria. Velly tergila-gila, pada pesona seorang David Stuart (33 tahun). Yang tak lain adalah sahabat kakaknya sendiri. Berkali-kali juga, David tak peduli dengan apa, yang dikatakan Velly.
Namun seiring berjalannya waktu, Velly yang tak pernah bosan mengejar cinta David, membuat David pun semakin dekat dengan Velly. Tentu saja, awal yang indah bagi Velly. Perhatian David membuat Velly akhirnya, menganggap hubungan mereka, seperti sepasang kekasih. Sementara David, tak pernah menyatakan, bahwa hubungan mereka lebih dari teman. Pada akhirnya, entah mengapa David berusaha menghindari Velly. Membuat Velly merasakan kekecewaan lagi dan lagi. Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah memang David, tak memiliki perasaan apapun pada Velly selama ini? Di kisah ini, masa lalu David dan Velly akan hadir. Apakah mereka sebenarnya berjodoh? Yuk kepoin novel ku yang kedua ini guys. Jangan lupa like dan komen nya ya. Love you readers🌷
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Octa_since, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#16
Malam ini, Velly sudah sampai di rumah David. Sementara, Agnes pergi ke apartemen Lucky kekasihnya. Ya sekarang sudah jam 8 malam, David sudah menunggu kedatangan Velly.
“ Kamu datang,” sapa David ketika Velly sudah masuk, ke rumah David.
“ Hmm, seperti yang sudah ku katakan tadi,” sahut Velly.
David pun menghampiri Velly, lalu memegang tangan Velly.
“ Ayo, kamu bilang mau berenang,” kata David.
“ Baiklah,” ucap Velly tersenyum.
Mereka berjalan, menuju kolam renang yang ada di rumah David. Sementara, Velly tak banyak bicara. Tak seperti biasanya, dia akan heboh dan bar-bar ketika bertemu dengan David.
“ Aku ganti pakaian dulu,” kata Velly serius. Seketika, mata David membelalak lebar, Velly membuka pakaiannya di depannya.
“ What? Apa dia ga malu?” batin David yang masih terkejut.
Velly bisa menangkap sikap David, lalu dia menghela nafasnya.
“ Tenang lah David, aku tak akan telanjang di depan mu!” ketus Velly membuat David pun gelalapan.
“ Aku hanya memakai pakaian renang, bukan bugil!” seru Velly lagi, membuat David malu setengah mati.
Setelah itu, Velly pun bersiap-siap untuk berenang malam ini. Dia tak memperdulikan David, yang kelihatan masih terkejut.
“ Hah! Dia terlalu berpikir negatif!” batin Velly.
Seketika, Velly berjalan ke kolam renang itu dan mulai menceburkan dirinya.
BYURR
Velly pun berenang dengan lincah, membuat David menelan salivanya. Velly sangat pintar berenang, dan tentu saja malam ini Velly sangat sexy. Tak bisa di pungkiri, jantung David pun merasa berdebar.
“ Shit! Kenapa dia sexy sekali!” batin David, merutuki otaknya yang mulai mesum.
“ Oh ya ampun, kenapa harus menegang sih!” batin nya lagi melihat ke bawah celananya.
“ Ini ga bisa! Aku harus menuntaskan dulu, aku tak mungkin berbuat lebih dengan nya!” gumamnya pelan, lalu dia pergi ke kamarnya. Velly melihat kegelisahan David dari tadi. Dia hanya Menggelengkan kepalanya, dan sedikit tertawa hambar. Tak bisa di pungkiri, Velly masih memikirkan perkataan mamanya tadi sore. Velly terus melanjutkan renangnya, setidaknya dia merasa sedikit lebih baik. Karena dia sangat suntuk, karena keputusan mamanya.
30 menit kemudian…
David sudah kembali lagi ke kolam renang itu, sekitar 10 menit yang lalu. Dia hanya diam, dan duduk melihat kelincahan Velly berenang. Matanya tetap memandang ke arah Velly. Lalu Velly pun, naik ke permukaan dan berjalan ke arah David yang sedang duduk. Velly mengambil handuknya dan mengikatkan di pinggangnya.
“ Minumlah, kamu sudah 30 menit berenang,” kata David pura-pura santai.
Lalu, Velly melihat ada jus apel yang di sediakan, para pelayan David.
“ Thank you Dav,” ucap Velly tersenyum, membuat jantung David lagi-lagi berdebar. Ya, senyuman Velly sangat manis sekali.
“ Kamu ga mau berenang Dav?” tanya Velly yang sudah duduk di hadapan David.
“ No! Sudah malam,” jawab David dan Velly lagi-lagi tersenyum.
“ Oh Tuhan, kenapa dia sangat mempesona!” batin David lagi karena senyuman Velly.
Velly pun meminum jus apel itu, dan dia bersikap biasa saja. Tak ada sikap bar-bar, di tunjukkan Velly malam ini.
“ Dav,” ucap Velly pelan membuat David menatap Velly.
“ Hmm,” suara David pelan.
“ Apa sebenarnya hubungan kita?” tanya Velly tiba-tiba. Tentu saja, David tak menyangka Velly akan bertanya seperti itu.
“ Kenapa kamu tanya begitu?” tanya David kembali.
Velly memegang gelasnya lagi, dia meminum jus itu dengan melihat David.
“ Aku ingin kepastian,” kata Velly pelan.
“ Kepastian apa?”
“ Apa kau tak ingin menikah?” tanya Velly serius, sambil meletakkan gelasnya di meja.
David terdiam, menundukkan wajahnya ke arah meja. Membuat Velly lagi-lagi menghela nafasnya. Inilah yang membuat Velly takut, untuk mengatakan tentang perasaan pada David.
“ Apa kau masih menunggu seseorang?” tanya Velly dengan hati yang sakit, melihat sikap David.
David pun langsung melihat Velly, dia heran kenapa Velly bisa berpikir ke situ.
“ Ada penjelasan darimu Dav?” tanya Velly lagi.
“ Sebaiknya, kamu tidak usah terlalu dalam ikut campur, untuk urusan pribadiku Vell!” seru David tiba-tiba dan membuat hati Velly melemah.
Velly tersenyum sinis, melihat David. Dia merasa menjadi wanita murahan di hadapan David. Apakah Velly baru menyadarinya? Bisa jadi.
“ Kalau dia datang kembali, apa kau akan tetap bersamanya?” tanya Velly dengan nada sinis. Seketika David mengeraskan rahangnya. Baginya, Velly sudah terlalu lancang ikut campur se dalam itu.
“ Kalau iya kenapa?” tanya David sedikit emosi. Dan mata Velly pun mulai berkaca-kaca. Dia tak menyangka, David akan menjawab nya dengan keras.
“ Hah! Ga apa-apa! Aku hanya bertanya, lagian aku minta maaf kalau aku lancang!” seru Velly datar.
“ Baguslah kalau kamu tau diri!” kata David lagi.
Velly lagi-lagi merasa kecewa dan sakit hati. Malam ini, tepat dimana dia baru saja melawan mamanya, hanya karena seorang pria yang tak pernah menghargainya. Velly mengangguk, dengan hati yang sangat sakit.
“ Aku sangat berharap, kamu adalah takdirku. Tapi, mungkin takdir kita bukan untuk bersama. Sekuat apapun aku mengejarmu, kalau memang tidak berjodoh ya pasti ga berjodoh kan,” kata Velly tertawa hambar.
Seketika, David merasakan ada yang sakit di dadanya, ketika mendengar perkataan Velly. Entah kenapa, dia tak setuju yang di katakan Velly. Tapi dia menepis perasaan itu.
“ Mulai sekarang, aku tak akan mengejar mu lagi! Maaf aku lelah Dav,” luruh sudah air mata Velly. David yang melihat itu pun hatinya bergemuruh hebat. Dia masih saja, tidak mengetahui ada apa dengan perasaanya.
“ Sebaiknya, kita memang lebih baik berteman. Kita mungkin, tak cocok untuk menjadi pasangan dalam hal asmara,” terang Velly tersedu-sedu.
“ Velly,” lirih David yang hatinya merasa sesak.
Velly mengangkat satu tangannya, dia masih menangis tersedu-sedu. Pada Akhirnya, dia menyadari bahwa dia telah menjadi bodoh karena cinta.
“ Dont say anything! Aku mundur Dav, malam ini aku berjanji tak akan menganggu mu lagi,” isak Velly menutup wajahnya, dengan kedua telapak tangannya.
“ Vell,” lirih David lagi.
“ Cukup! Aku akan menghentikan kebodohan ku ini! Jalan hidup kita berbeda, kau tak pernah mencintaiku Dav! Aku pun tak mau memaksa mu lagi, aku sadar cinta tak harus memiliki!” isak Velly tapi suaranya tegas.
David pun bingung, dia tak suka dengan ucapan Velly. Akan tetapi dia juga merasa tak mencintai Velly.
Velly berdiri, memakai pakaiannya di depan David. Walau pakaian renangnya masih basah, dia tetap memakai pakaiannya yang tadi di pakainya.
“ Kamu.. kamu mau kemana Vell?” tanya David seperti ketakutan.
“ Aku mau pulang,” jawab Velly datar. Lagi-lagi, David seakan tak terima dengan sikap Velly.
“ Kamu baru datang Vell, kenapa secepat itu?” pertanyaan David, seolah-olah tak ingin Velly cepat berlalu.
“ Ya! Ga apa-apa, aku hanya ingin istirahat,” ucap Velly yang terlihat biasa saja sekarang.
“ Tapi Vell,”
“ Berhenti sok perhatian Dav! Aku tak akan mengganggumu lagi!” bentak Velly dengan mata yang masih basah.
David terdiam, dia tak tahu kenapa dia tak ingin Velly pergi. Dia sudah terbiasa, dengan kehadiran Velly. Walau awalnya, dia sangat membenci Velly. Sementara itu, Velly yang sudah tak memperdulikan David lagi, langsung pergi berjalan. Ya, dia pasrah sekarang dengan takdirnya. Dia sudah sangat lelah, menjadi wanita pengemis cinta.
“ Velly! Vell!” teriak David sambil mengejar Velly. Tentu saja, Velly sudah tak peduli lagi. Dia tetap berjalan, keluar dari rumah David.
“ Vell!” suara David dan menarik Velly ke dalam pelukannya. Ya, Velly tadi hendak membuka pintu mobilnya, seketika David langsung menarik tangan Velly.
“ Lepas! Lepaskan aku!” Velly memberontak di pelukan David.
“ Kamu kenapa sih? Kenapa kamu harus cepat pulang?” kata David yang memeluk Velly erat. Dia tak sadar, dia mencium kepala Velly. Dia seakan tak mau Velly pergi dari pandangannya.
“ Aku mau pulang! Lepaskan!” kata Velly lagi dengan emosi.
“ Ga! Jangan begini, aku..” ucapan David terjeda.
Velly pun terdiam, dan lagi-lagi terisak di pelukan David. Apa sebenarnya mau David? Kenapa dia tak membiarkan saja Velly pergi?
“ Kamu ga mencintaiku Dav, biarkan aku pergi,” isak Velly dengan tersedu-sedu.
David terdiam, tapi dia masih memeluk erat, wanita yang mengejar-ngejar dia selama ini. David melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah Velly yang sangat cantik.
“ Aku menyerah, tolong Dav jangan bersikap seperti ini. Please, biarkan aku pergi dan melupakan mu,” isak Velly.
Seketika, David ingin mencium Velly akan tetapi Velly menolak. Ya, ketika David hendak mencium Velly, seketika itu juga Velly menolehkan wajahnya kesamping. Dia tak ingin lagi, ada sentuhan maupun ciuman bersama David.
“ Vell,” lirih David yang merasa kecewa dengan sikap Velly.
Lalu Velly mendorong dada David, dan segera masuk ke mobilnya. Velly lalu menyalakan mesin mobilnya, dan ingin segera berlalu dari kediaman David. Tetap saja, David tak terima dan menggedor pintu mobil Velly.
“ Vell! Buka pintunya!” teriak David.
“ Velly! Velly!” teriak David lagi tapi, Velly tak memperdulikan teriakan David. Velly tetap menjalankan mobilnya, dan berlalu dari kediaman David.
“ Velly!” David berteriak lagi hingga dia tersungkur.