NovelToon NovelToon
Hidup Kembali

Hidup Kembali

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Balas Dendam / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:713.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: cahaya_bintang

Adelia adalah gadis yang pekerja keras, ia merantau di kota besar agar bisa memenuhi kebutuhan ayah dan kakanya yang berada di rumah. Semua ia berikan agar bisa membahagiakan kedua orang yang sangat ia sayangi namun penghianatan kakak Adelia dan Riki membuat dirinya dibunuh dan meninggal.

Tuhan masih berbaik hati memberikannya kesempatan kedua untuk hidup, namun masalahnya ia berada di tubuh orang lain. ia bertekad untuk membalas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunga Nisan

Hari ini Venessa ingin mengunjungi ayahnya karena ia sangat rindu. Terakhir kali ia melihat sang ayah itu dimana ia di usir sekaligus hari dimana ia di bunih oleh kakak dan pacarnya sendiri. Semoga sang ayah tidak menyadari jika ia adalah Adelia karena takutnya ia akan di usir kembali tanpa tau apa salahnya.

Sekaligus untuk tau mengapa sang ayah kala itu mengusirnya dan bilang jika ia anak tidak tau diri. Iya juga ingin tau dimana ia di makamkan agar ia berkunjung ke makamnya. Vanessa menghirup nafas dan menghembuskannya dengan kasar kala hendak berangkat.

"Kita berangkat pak". Vanessa memilih unyuk pergi menggunakan taxi karena jika menggunakan supir pastinya sang supir akan bertanya dan mencari tahu untuk apa dan kemana ia pergi.

Kini sampailah Vanessa di rumah yang sangat ia kenali karena ia hidup sedari kecil di sana. Rumah sederhana yang pernah sangat ia rindukan namun sang kakak selalu tak mengizinkannya pulang.

Tok tok tok

" Permisi". Vanessa mengetuk pinyu dan cukup lama pintu itu baru terbuka menampilkan seorang lelaki paruh baya.

Air matanya hendak jatuh namun ia coba untuk tahan, begitu ia melihat ayahnya yang berdiri di depan pintu dengan tatapan bingung melihatnya.

"Kau siapa ?". Tanyanya kepada Vanessa dan segera Vanessa menguasai diri agar tak nampak sedih.

" Hallo om saya Vanessa, teman Adelia apakah Adelia ada ?". Sebenarnya ia ingin langsung tau di mana ia di makamkan namun ia tak mau sang ayah curiga jadi ia memilih untuk pura-pura tak tau jika ia meninggal.

"Adelia sudah meninggal". jawabnya dengan datar.

" Benarkah". Vanessa memasang ekspresi terkejut agar lebih meyakinkan.

"Bolehkah saya masuk dan tolong certakan kronologinya agar aku tau bagaimana Adelia meninggal ?". Sang ayah lalu memberikan jalan untuk Vanessa masuk ke dalam.

Mereka berdua kini duduk saling berhadapan namun Vanessa duduk sebgai orang asing yang tak di kenali oleh sang ayah. Jika ia masih jadi Adelia pastinya ia akan segera memeluk sang ayah.

" Bisakah om menceritakan kapan dan bagaimana Adelia meninggal?". Tanyanya lagi.

"Adelia meninggal sekitar 1 bulan yang lalu karena kebakaran di rumah pacarnya, ia sangat bodoh karena memasak tapi lupa mematikan kompor jadi rumah pacarnya kebakaran, untung saja pacarnya baik dan tidak meminta ganti rugi".

"Kurang aj*r jadi mereka mengatakan kepada ayah kalau aku lupa mematikan kompor hingga membuat kebekaran, mereka sangat keterlaluan dan jahat. Gumamnya dalam hati.

"Anak itu tidak pernah bisa kubanggakan dan tidak pernah pulang kerumah bahkan tidak pernah juga kirim uang". Tutur sang ayah.

" Tunggu om yang ku tau Adelia itu sangat bekerja keras untuk om dan juga kakaknya, ia bahkan sampai meminjam uang kantor untuk segala keperluan om berobat". Jawabnya karena tak terima.

"Pinjam uang apa bahkan anak itu tak pernah kirim uang sepeserpun sejak kerja jauh, hanya putri sulungku yang bekerja keras dan membiayai pengobatanku".

Tangan Vanessa mengepal kuat karena tak terima mendengar penuturan sang ayah jika ia tak pernah mengirim uang, lalu dimana uangnya selama ini yang ia kirim, apakah kakanya yang bilang jika ia tak pernah kirim uang dan mengklaim uang itu sebagai kerja keras kakanya.

" Lalu dimana makam Adelia om ? Aku ingin mengunjungi makamnya ". Tanyanya lagi.

" Makamnya ada di dekat sini, makam desa letaknya di ujung dekat pohon besar". Jawabnya dan Vanessa mengangguk mencoba sabar.

Sang ayah kini memegang satu batang rokok dan menyalakannya, membuat Vanessa keheranan padahal kan sang ayah memiliki penyakit yang membuatnya tidak boleh merokok. Dan ia lebih terkejut lagi kala melihat botol minuman di belakang sang ayah.

" Om merokok ? Dan itu apakah itu minuman ? Bukankah om termasuk baru operasi dan om tidak boleh merokok dan minum kan nanti kalau penyakit om kambuh bagaimana ?". Sang ayah berdecak sebal karena ia baru saja di gurui oleh seorang wanita yang lebih muda dirinya bahkan ia sendiri tidak kenal.

"Kalau aku sakit lagi ya tinggal ke rumah sakit lagi pula putriku Anita akan merawat dan membiyai penyakitku hingga sembuh ". Jawabnya dengan enteng.

" Ayah kau tidak tau bahwa putrimu yang kau banggakan tidak lebih dari seorang penipu sekaligus pembunuh". Gumamnya dalam hati.

"Om terlalu yakin dengan putri om, asal om tau saja Adelia orang yang membiayai pengobatan om sampai sembuh dengan cara melakukan apapun dan mengirimkannya ke Anita agar om bisa berobat". Vanessa tak sanggup lagi mendengar bahwa Anita selalu di puji sedangkan ia yang selalu di salahkan.

" Hei kau itu siapa dari tadi ikut campur, mengoceh terus tiada henti, pitriku Anita itu yang terbaik sebaiknya kalau kau tidak ada urusan lagi silahkan pergi, dari tadi mengganggu istirahatku saja". Vanessa berdiri dan baru beberapa langkah sang ayah memanggilnya.

"Hei apa kau tidak meninggalkan uang santunan ?". Vanessa mengepalkan tangan kuat seraya menahan amarah.

Sang ayah yang sangat ia sayangi bahkan tak pernah menganggapnya namun ia selalu peduli walau begitu tetap saja ia tak pernah dianggap, dan kini saat ia datang sang ayah hanya peduli dengan uang santunan.

" Maaf aku tidak punya uang". Setelah mengatakan itu ia pergi meninggalkan sang ayah dengan gerutu yang masih terdengar.

"Penampilannya saja glamor tapi sangat pelit". Gerutu sang ayah.

"aku bekerja tanpa kenal lelah bahkan menjual diriku untuk pengobatan ayah dan kebutuhan keluarga tapi ayah malah menyianyiakan pengorbananku, sungguh keterlaluan". ucapnya saat sudah ada di luar rumah lalu menuju ke makam.

*******

Vanessa kemudian menuju ke pemakaman yang di mangsud sang ayah, ia menulusuri hampir seluruh makam dan membaca tulisan pada nisan untuk mencari makamnya. Ia teringat jika sang ayah bilang makamnya di bawah pohon jadi ia mencari pohon yang di mangsud.

Vanessa mengernyit bingung kala melihat ada bunga pada nisannya yang masih segar menandakan bunga itu masih baru. Itu berarti yang mengunjungi nisannya baru saja kemari.

*******

Vanessa seminggu sekali datang ke makamnya dan selalu ia melihat bunga yang masih segar, dan ia juga tak pernah melihat atau bertemu dengan orang yang selalu datang dang mengganti bunga di nisannya dengan yang baru.

Ia jadi penasaran siapa yang mengunjungi makam dan menaruh bunga itu, adakah orang baik yang masih mengingatnya, yang ia ingat dulu ia tidap pernah benar-benar punya teman baik hanya teman biasa di kantor.

" Siapa dia sebenarnya ?".

Kali ini ia melihat bunga itu lagi dan memang setiap seminggu sekali bunga itu baru dan masih segar. Ia jadi semakin tambah penasaran. Kali ini ia datang ke makamnya dan melihat seorang laki-laki dari kejauhan.

Vanessa mendekat dan melihat lelaki itu seperti seseorang yang ia kenal, laki-laki meletakkan bunga dan berbalik hendak pulang namun Vanessa sangat terkejut kala mengetahui dengan jelas wajah laki-laki itu.

"Mas Arya"

1
Atoen Bumz Bums
knpa gak dihotel
Atoen Bumz Bums
alena atau aneta thor
aldikn gak tau
Atoen Bumz Bums
pecat aja Riki biawak itu
Atoen Bumz Bums
manfaat kn kesempatan adel
Atoen Bumz Bums
nasib baik untuk Adelia
transmigrasi ke tubuh anak orang kaya men punya orang tua baik walaupun sibuk sama kerjaan jadi nggak perlu susah cari duit lagi
Atoen Bumz Bums
udah nggak ketulungan bege-nya
Atoen Bumz Bums
kenapa nggak pernah ngomong sama bapak nya
Atoen Bumz Bums
gara2 kakak taik
assalamualaikum semua maaf sebelumnya kak, aku izin pamit, mau cari novel lain saja, cerita mu sebenarnya sangat bagus tetapi terlalu vulgar, dan terlalu salah jika dibaca, maaf ya kak bukan menjelekkan tetapi di bab bab awal memang tidak baik, saya lebih suka dengan cerita yang mc nya berkelas dan tidak rendahan, bukan menghina tetapi tolong jika buat cerita dewasa jangan terlalu vulgar apa lagi sampai menjual diri, MC nya saja seperti itu apalagi alurnya
Atoen Bumz Bums: tinggal skip,
total 1 replies
hallo assalamualaikum semua maaf sebelumnya kak, tolong ya kak kalau buat cerita dikoreksi dengan baik, cerita mu di bab bab awal terlalu salah kak, bukan menjelekkan tetapi takutnya ada pembacamu yang masih dibawah umur
hah tor tor, kalo buat cerita jangan terlalu keterlaluan, kau sendiri pun juga enggak tahu pembaca karya mu itu ada yang di bawah umur atau tidak, aku bukan bermaksud menjelekkan tetapi secara tidak langsung kamu juga sudah melakukan hal hal yang tidak baik dengan membuat cerita seperti ini, cerita yang kau buat sebenarnya sangat bagus, tapi dikira kira juga kalau mau berkarya, yang ku takutkan itu satu kak, yaitu jika ada pembaca yang masih dibawah umur, tolong jika membuat cerita diperhatikan dulu ya kak, terimakasih
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
SantosaDebora
bego bgt sih, masa segtu gampangny ngasih uang byk gk curiga & gk ngecek dl
Nanik Lestari
Oon
ARA
Jadi ingat film Conjuring😱
ARA
Penasaran 😱😱😱
ARA
Arya lagi sama wulan?? 😜😁😁#typo
ARA
😁😁😁😁😁
ARA
Saking pengen ngerasain shoping sampai ke mall pagi2 barengan jam karyawan Absen😁😁😁
ARA
Semangat Adelia.. Bantai para penghianat cinta😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!