Andriana sallasya (32) seorang ketua detektif terkenal di New york yang sudah banyak memecahkan kasus pembunuhan yang janggal dan sulit di pecahkan hingga sering kali orang memanggilnya dengan sebutan detektif "G" yang berarti genius. Selain pintar menangani kasus dia juga pintar dalam menyembunyikan identitas nya termasuk masa lalu kelam yang membuat dirinya kini menjadi detektif.
Regan nathaniel (34) seorang pengusaha dan anak sulung dari seorang konglomerat. Ia menjadi sosok tertutup setelah istrinya andriana sallasya meninggalkannya 10 tahun lalu membawa penyesalan dan keterlambatan di hatinya menyadari bahwa dia mencintai andriana.
Sampai akhirnya Andriana mendapatkan tugas untuk ke indonesia dan itulah awal dari semua kasus rahasia terbongkar termasuk jati diri Red sun ax yang selama ini menghantuinya?
pertemuan yang tidak di inginkan Andriana terjadi di sana. Mempertemukan dirinya dengan Regan nathaniel yang masih menyandang status sebagai suaminya.
Dan bagaimana cara Regan untuk menahan Riana agar tetap berada di sisinya? Dengan sifat Riana yang kini sudah berubah 180° dari Riana yang dulu ia kenal.
⚠PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!!
First publish: 29-5-2019
Ikuti kisahnya!
Typo bertebaran.
Cover By Rziyyh_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ressa ♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Riana membasuh mukanya berkali-kali, di wastafel. Bahkan sudah hampir 1 jam lebih dia selesai mandi dan memakai baju tapi dia belum juga keluar dari kamar mandi tersebut.
"Akh.. Bagaimana ini aku bisa gila jika terus di sini, ini semua karna Red sun ax. Liat saja kau ******** kali ini tidak akan ku lepaskan kau!" Ujar Riana sambil menatap tajam pantulan wajahnya di cermin.
Kemudian dia mulai mengeringkan wajah dan tangan nya dengan handuk kecil, hingga suara getaran ponselnya terdengar.
Drrttt..drrtt
Reflek Riana menaruh handuk kecil itu di atas meja wastafel untuk mengambil ponselnya. Di lihatnya nama Harry terpampang.
"Halo,"
"Halo detektif, kau baik-baik saja kan?" Tanya Harry terdengar cemas.
"Iya aku baik, memang nya kenapa?"
Suara helahan nafas lega terdengar dari sebrang sana.
"Ruby bilang detektif mengiyakan permintaan pria itu untuk tinggal di indonesia, apa itu benar?"
Riana menepuk keningnya. Ah bodohnya dia belum berdiskusi dengan yang lain tentang masalah ini.
"Halo detektif kau masih di sana kan?
"Iya," Ucap Riana pelan.
"Detektif jika kau tinggal di sini karna akses mu yang di tutup oleh pria itu kau tidak perlu mengikuti permintaannya, kita akan minta bantuan pada komosaris di New york untuk membukanya," Jelas Harry dengan suara berat.
Riana menghela nafasnya pelan. Bukan itu yang dia takutkan jikapun dia ingin kembali ke New york dia akan dengan mudah meminta kakek nya untuk membuka aksesnya dan kembali, tapi kini yang menjadi permasalahnya di sini sekarang adalah Red sun ax ******** itu sekarang sedang berkeliaran di Indonesia dan dia mulai mengancam akan membunuh keluarganya walau dia kecewa pada keluarganya tapi dia masih punya rasa sayang terhadap keluarganya. Dia tidak mungkin meninggalkan negara ini dengan Red sun ax yang masih berkeliaran di dekat keluarganya.
"Halo detektif, jika kau mau aku akan menelfon komosaris untuk membuka akses mu,"
"Tidak Harry aku tidak bisa kembali ke New york dalam waktu dekat ini, karna ada ******** yang harus ku tangkap dulu," Desis Riana.
"Maksud mu?" Kini suara Henry terdengar.
Sontak Riana menaikan wajahnya.
"Kau ini lama-lama jadi tidak sopan dengan detektif G, kau seharusnya memanggilnya detektif atau komandan." Sahut Harry di sebrang sana terdengar ketus.
"Tidak pa-pa Harry, Eh.. Begini besok aku akan menjelaskanya kepada kalian di rumah Ruby dan kemungkinan aku akan meminta izin kepada ke polisian New york untuk memberi kita izin tinggal di sini agar aku dengan mudah menangkap ******** yang sedang ku cari,"
"Memang siapa ******** yang detektif maksud?" Tanya Harry.
"Dia ******** yang telah membunuh banyak orang salah satunya detektif Martha." Ucap Riana sambil mengepalkan tangan nya.
Terdengar suara pekikan di sebrang sana. Usai mengatakan itu Riana langsung mematikannya dan keluar dari kamar mandi.
"Kau sudah selesai," Kata Regan
Baru saja Riana keluar dari kamar mandi suara Regan membuatnya hampir terjungkal kebelakang, kalo saja Regan tidak sigap menarik pinggang.
"Bisakah kau berhati-hati. Kau hampir saja terjatuh, Baby." Ujar Regan dengan suara serak.
Riana dengan cepat bangun dari posisinya, "Kau yang mengagetkan ku, Bodoh." Ketus Riana lalu berjalan melewati Regan begitu saja.
Regan menghampiri Riana lalu mengelus rambutnya tanpa memedulikan pelototan tajam yang di berikan Riana kepadanya.
"Turunlah kita akan makan malam dan setelah itu ada yang mau aku bicarakan dengan mu."
"Kalo begitu sekarang saja, kau ingin membicarakan apa?" Tanya Riana datar.
Regan menggeleng pelan."Kita bicara nanti setelah makan malam, sekarang kita turun dulu," Ucapnya lembut.
Riana hanya berdecak kesal kepada Regan.
-oOo-
Setelah selesai makan malam, semua Pelayan berkumpul di ruang tamu. Termasuk Riana yang kini duduk di samping Regan dengan muka datarnya, sungguh dia benar-benar risih duduk di samping Regan yang memeluk pinggangnya dengan posesif. Jangan tanya dimana Leon anak itu sudah tidur di kamarnya.
"Kalian tau siapa wanita di samping ku?" Regan membuka suara dengan suara dingin nya, mampu membuat atmoster di ruangan itu berubah menjadi mencekam.
Ada dari mereka para pelayan yang menganggukan kepalanya ada juga yang menggeleng tidak tau."Kalo begitu biar aku perkenalkan dia. Wanita yang kini duduk di samping ku adalah istri ku dan anak laki-laki bernama Leon tadi adalah anak kami."
Semua pelayan yang tidak tau tentu saja kaget.
"Apa?! Tapi bagaimana bisa wanita itu?!"Pekikan salah satu pelayan wanita membuat semua mata mengarah padanya.
Bisa Riana lihat jika pelayan ini menyukai Regan dan selalu melirik sinis kearahnya. Coba Lihat saja pakaian nya yang ketat itu dan jangan lupakan bibirnya yang di beri lipstik setebal darah kental. Riana hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ada-ada saja wanita sekarang.
"Gita jaga sikap mu," Ucap Ellis tajam.
"Tap-i dia——."
"Jaga sikap mu di depan istriku! Bukannya aku pernah katakan pada kalian jika aku masih mempunyai istri." Potong Regan dengan intonasi tinggi. Membuat Pelayan bernama Gita itu menunduk.
Sedangkan Riana hanya diam di samping Regan."Dan kau Gita jika sekali lagi ku lihat kau berlaku tidak sopan di depan istri ku, aku akan memecatmu satu lagi gunakan baju yang pantas jika kau sedang bekerja!" Ucap Regan dengan ancaman.
"Ellis, ada berapa pelayan di rumah ini?" Tanya Regan kearah Ellis.
"Ada 25 orang tuan," Jawab Ellis.
"Kalo begitu perketat semua penjagaan di mansion atur ulang semua jadwal shif malam para pelayan. Aku mau 15 orang tetap terjaga di malam hari untuk menjaga keamanan, dan nantinya aku akan menambahkan 10 bodyguard di depan mansion." Titah Regan.
"Baik tuan." Jawab Ellis.
'10 bodyguard!?' batin Riana.
Riana membulatkan matanya menoleh kearah nya."Apa maksud mu dengan menambah 10 bodyguard? Kau tidak lihat di dalam mansion saja sudah ada 25 orang dan kau mau menambahnya lagi!?" Kesal Riana.
Regan yang mendengar cerocosan Riana tersenyum menggoda membuat Riana bergedik ngeri. Sampai akhirnya Regan menarik pinggangnya membuat wajahnya hampir bersentuhan dengan wajah sang suami. Para pelayan yang melihat apa yang dilakukan tuan dan nyonya nya lantas meninggalkan mereka.
"A-apa ya-ng k-au--" Regan menaruh telunjuknya di bibir Riana agar diam.
"Aku menambah 10 bodyguard untuk menjaga mu dan Leon, jadi nyonya Nathaniel berhentilah bertanya. Oke" Ucap Regan kemudian memberikan kecupan di dahi Riana.
'Kau lah yang sedang di incar oleh Red sun ax, bodoh." Batin Riana berteriak.
----
Di kamar Riana tidur membelakangi. Jantung nya berpacu layaknya orang yang habis lari maraton. Regan belum tidur dia masih terjaga di meja kerjanya yang ada sudut kamar, entah apa yang pria itu kerjakan tapi sepertinya dia terlihat gusar sekali.
''Tanya tidak ya? Ah tidak-tidak nanti dia jadi berfikir yang macam-macam," Batin Riana.
"Ada apa?" Tanya Riana yang membuka suara.
"Ah sial, Riana kau sungguh memalukan!" Runtuknya pada dirinya.
Regan menoleh kearah Riana sambil terseyum manis."Ada sedikit masalah di kantor tapi kau tenang saja aku akan menyelesaikan nya malam ini juga. " Jelas Regan.
"Oh," Balas Riana mengangguk.
"Riana boleh aku bertanya?" Tanya Regan.
"Tanyakan saja." Acuh Riana sambil tidur miring dengan tangan yang menjadi bantalan.
"Waktu kamu tinggal di New york. Apa saja yang kamu lakukan?"
Riana menghela nafasnya pelan,"Aku bekerja dan merawat Leon." Jawab Riana.
"Apa pekerjaan mu di sana?" Pertanyaan Regan kali ini membuat Riana bungkam sebentar.
"A-ku bekerja sebagai pelayan Caffe. Ya pelayan," Seru Riana.
Regan yang mendengarnya meringis, karna dia istri dan anak nya harus hidup susah. "Kau memang laki-laki sialan, Regan. Bodoh.. Bodoh!" Runtuk Regan.
"Regan.. Hey kau melamun!"
"Tidak. Tidurlah kembali," Ucap Regan yang baru tersadar dari lamunan nya.
Riana mengangkat bahunya acuh kemudian memejamkan matanya, karna besok dia harus kerumah Ruby. Masa bodo dengan dia tidur seranjang dengan Regan yang pasti dia sudah kelelahan dan ingin tidur.
30 menit sudah lewat, Regan juga sudah menyelesaikan pekerjaanya. Kini dia menyenderkan tubuhnya di kursi kerja nya, matanya menatap lurus kearah wanita yang tertidur di depannya satu kata yang terlontar dari mulutnya. "Cantik"
Dia menelisik semua bagian wajah istrinya. Kemudian dia mulai menerawang kejadian dimana dia berselingkuh dengan Keyna. Dan berlanjut dimana Riana menatapnya dengan sorot kecewa, benci, dan terakhir dimana Riana mengucapkan kalimat yang menyakitkan baginya.
"Riana apa kau masih mencintai ku?"
"Tidak, perasaan ku pada mu sudah musnah di waktu kau memilih Keyna di bandingkan diriku." Ucap Riana.
Regan mulai menggeram di tempat rasanya dia ingin berteriak sekecang-kencangnya. Tapi suaranya tertahan karna Riana yang sedang tertidur. Regan mulai beranjak dari tempat dan mendekat kearah Riana.
Di usapnya rambut sang istri."Sangat cantik. Kau tau sayang? Kau satu-satu wanita yang bisa membuat ku gila karna di tinggal oleh mu, dulu saat aku berpacaran tidak ada satupun dari wanita itu bisa membuat ku segila aku mencintai mu." Curhat Regan.
Riana bergerak dalam tidurnya. Kemudian Regan mulai merebahkan tubuhnya di samping Riana yang tertidur tangannya bergerak menarik tangan Riana agar memeluk pinggangnya."Ssst...Tidurlah sayang. Aku akan selalu menjaga mu walau nyawa taruhan nya," Sumpah Regan.
"Good night, sayang. Aku mencintai mu Andriana sallasha nathaniel," Ucap Regan kemudian mengecup bibir Riana.
TBC.
tapi karna cerita aku, aku smpai donwlod aplikasi ini, cuman mau baca lanjutannya aja🤣
kerasa parah feel-nya
kalo ada kata kerja nya yaitu: love, maka He nya ngga pake is, karena love nya jadi loves.
mengernyitkan dahi.
kalo mengernyitkan dahi ada di KBBI
saya baca di kamus besar bahasa Indonesia, menyerit artinya menyisir rambut dgn serit (serit itu sisir kutu rambut)