WARNING ! JANGAN DI BOOM LIKE! KASIH JEDA WAKTU minimal 3 menitan.
Selamat membaca!
Julia, gadis baik hati yang mempunyai seorang sahabat bernama Dela, namun setiap Julia tertarik pada seorang lelaki, sahabatnya ini selalu menginginkan pria itu.
"Apakah aku harus merelakan Kevin untuk Dela? ataukah aku haru memperjuangkan cintaku?"
Saat Julia ingin memperjuangkankan cintanya, takdir berkata lain, karena Julia terkena penyakit. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Julia bisa sembuh dan berdampingan dengan Kevin, pria yang ia cintai? Atau kan Kevin akan bersanding dengan Dela, sahabat Julia? Skuylah simak kisah Cinta Julia dan Kevin.
jangan lupa like, komen and vote
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sebuah ide
ortu julia merasa senang mendapat persetujuan dari julia..
julia pun pamit berlalu ke kamarnya.
"andre, om mohon tolong selamatkan putri om" ujar ayah julia
"saya akan berusaha semaksimal mungkin tuan" dr. andre menyeruput jus nya..
"aish kau ini. panggil saja om .. kau kan putra rekan kerja om" ayah julia menepuk bahu andre.
"baiklah om"
"jadi kapan pengobatan julia akan di mulai?" tanya ibu julia tidak sabar
"sekarang hari sabtu.. hari selasa bawa julia cek ke RS ya ten. soalnya besok andre masih ada jadwal lain"
"hmm.. baiklah." ibu julia agak kecewa
***
malamnya..
di sisi lain di rumah kevin
kevin tengah berdiri di pinggir jendela kamarnya. menikmati angin malam sepoi-sepoi menyapa kulit halusnya.
"julia.. tak mengertikah dirimu. bahwa aku mencintaimu. kaauu... adalah cinta pertamaku.. andai kau tau, sejak pertemuan pertama saat SMP aku menyukaimu.. hufftt tapi keduluan si indra.. sekarang? malah kau yang menjauh.. lalu sekarang.. apa aku harus benar-benar menjauh darimu.." kevin memijat pelipisnya yang agak nyeri.
"bertahun-tahun memendam rasa ini tanpa kau sadari sedikitpun.. aku merasa aku ini pengecut yang tidak berani menyatakan cinta ini.. setelah aku persiapkan matang-matang, kau malah menghindariku. kadang aku merasa bingung dan lelah dengan sandiwara kehidupan ini.. " kevin memgegang dadanya yang agak sesak.
****
di sisi lain di kamar julia.
julia memandangi pantulan dirinya di cermin.. ia terus memandangi penjepit rambut dari kevin.
dengan hati yang berbunga-bunga julia membayangkan ia berumah tangga dengan kevin..
tapi.. wajah julia tiba-tiba murung..
"haha. sayangnya itu hanya hayalanku saja.. tidak lama lagi aku akan meninggalkanmu kevin." batin julia.
"bukan karena aku membencimu sehingga aku menghindar.. hanya saja aku tidak mau terjebak dalam rasa cinta padamu .. apalagi sampai membuatmu jatuh cinta padaku. sedangkan aku akan segera pergi.. " gumam julia.
ia melepas jepit itu.. ia memandangi jepit rambut berwarna pink itu..
💡 lampu kuning melintas di kepala julia. ia punya ide.
"aha.. bagaimana kalau aku memberikan kevin dan dela sebuah kado sebagai kenang-kenangan.. ide bagus julia.. saat akan menjelang maut pun kau tetap cerdas ya.. heheh.."julia terkekeh.
dengan semangat ia meletakkan jepitnya di meja riasnya dan segera menghamburkan dirinya di ranjang empuknya..
"selamat malam.." ucap julia pada dirinya sendiri.
***
cuuitt cuuiitt cuuiitt
"ah sudah pagi ya.. " julia memposisikan dirinya menjadi duduk. sebuah senyum terukir di bibirnya yang imut dan pink merona.
ia segera bangkit dari dduknya dan menyambar handuk dan menuju kamar mandi.
"lah lah lah.. aku senang sekali.. doraemon.. lah lah lah aku senang sekali.. hari minggu.." sambil bersenandung kecil ia masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual mandinya.
---
"pagi ma, pa." sapa julia yang kemudian duduk di meja makan
"pagi putri mama yang cantik."
"iyalah cantik.. kan bukan cowok" ledek ayah julia.
"apa sih papa.. " julia pura-pura manyun.
"julia cantik kan ma? iya kan.." tanya julia dengan bahagianya
" iya dong.. anak mama gitu loh.. ngomong-ngomong ada apa ini.. sepertinya putri mama sedang bahagia hari ini." ibu julia menuangkan air putih di gelas.
"iya dong ma. harus bahagia. mana boleh sedih terus.. heheheh" julia tersenyum lebar.
"papa harap senyum ini akan selalu ada sampai kami tiada sayang" batin ayah julia
"pinter deh anak mama." ibu julia menoel hidung putrinya itu.
"anak papa kalee" sambung ayah julia
"memangnya papa yang melahirkan ? wkwkw" ledek ibu julia
"aduh ma, ma. kalau tidak ada iuran dari papa, julia mana bisa hadir di dunia. kalaupun itu iuran dari pria lain, julia tidak akan lahir dengan secantik ini. wkwkwk" balas ayah julia.
"adduhh papa mama.. ngomongin iuran.. ingatt. ada anak usia di bawah 20 th loh ya." goda julia.
mereka bertiga pun tertawa bersama.
"pa, ma. julia ijin keluar ya. mau beli-beli" ijin julia di sela makannya.
"boleh. tapi harus sama supir ya" ucap ibu julia.
julia meletakkan tangannya di kepalanya membentuk hormat.
"siap ibu negaraku"
#bersambung
jangan lupa like, komen dan vote ya readers.. makasih udah mampir.
sedih bgttt, keren banget ceritanya
knapa mesri mati sich
knapa mesri mati sich
Thor, mau Baksonya yang pedas pakai lontong.
Eh, Julia kamu sakit apa