NovelToon NovelToon
Love My Enemy

Love My Enemy

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Menikah dengan Musuhku / CEO / Nikah Kontrak / Romantis / Cinta setelah menikah / Enemy to Lovers
Popularitas:97.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: N Afriyan

Selama 21 tahun hidup, Lera merasa baik-baik saja, tidak ada satupun kesusahan yang ia lami sampai dimana sang Nenek datang untuk menyita semua asetnya, kartu ATM juga diblokir oleh Nenek dan Ayahnya.

Kesialannya bertambah ketika hidupnya digenggam oleh Stephano Bian Atmaja. Entah kesalahan apa yang sudah Lera perbuat pada pria itu, yang pasti pria itu tidak bisa membuatnya melarikan diri.

"Kau pikir aku menikahimu karena aku mencintaimu?" bisik Bian tepat ditelinga Lera.

Lera mengepalkan tangannya, "Aku tidak akan membiarkanmu merusak keluargaku, Bian! Tidak akan!"

Bian tersenyum, "Maka tetaplah disisiku untuk mengontrol apa yang boleh dan tidak boleh aku lakukan pada mereka."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N Afriyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

"Bian brengsek!"

Umpatan yang sama kembali terdengar untuk yang ke seratus kali dalam satu jam ini.

Seorang gadis tengah berjibaku dengan peralatan gali tanah. Setelah membuat lubang sedalam 10 centi meter, ia kemudian memasukkan sebuah kain berwarna putih ke dalam sana. Perasaannya sangat hancur, air matanya masih mengalir seperti anak sungai.

"Aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa melindungi kalian dari si brengsek itu, hiks ...." isak tangis kembali terdengar, "aku harap kalian bisa tenang di dalam sana, ke tempat yang lebih baik." ucapnya kembali.

Ingatan 1 jam lalu kembali terlintas di kepala Lera. Bagaimana kejamnya Bian memotong 8 kukunya yang tersisa hingga pendek.

"Nah, begini lebih rapi. Sekarang kerjamu akan lebih cepat dan leluasa saat menggosok kaca ataupun kloset," Bian mengambil lap pembersih kemudian ia menggenggamkannya pada tangan Lera. "Gosok dengan kencang seperti ini tanpa harus khawatir kuku mu akan patah lagi."

"Dasar brengs—" umpatan Lera tidak sempat terucapkan karena Bian kembali menyela.

"Kau bisa memanjangkan kuku mu lagi saat kau sudah kembali menjadi tuan puteri, Lera. Tapi saat ini, kau harus belajar untuk menjadi rakyat jelata karena bagaimanapun kau tidak akan mampu pergi ke salon untuk memanjakan kuku-kuku itu." setelah mengatakan semua hal kejam itu, Bian pergi begitu saja. Tanpa rasa bersalah maupun meminta maaf padanya.

"Lihat nanti Bian, kau akan merasakan pembalasan dariku!" sungut Lera sambil meratakan tanah di depannya seperti semula.

"Di sini kau rupanya?"

Suara ini?

Lera segera membalikkan tubuhnya dan benar saja kalau orang yang saat ini berdiri di belakangnya adalah sepupunya, Demon—br3ngsek—Estanbelt!

"Apa yang kau lakukan di sini, br3ngsek?!" sungut Lera bersamaan dengan sendok penggali tanah yang melayang. Dalam benaknya, dia berharap sendok itu tidak benar-benar mengenai sepupunya tersebut.

Walaupun kesal, tapi Lera sangat menyayangi Demon lebih dari apapun. Karena dia satu-satunya keluarganya, tentu saja selain nenek dan sang Ayah.

"Kau marah?"

Lera mendengkus, "Apa aku kelihatan bahagia dengan mengenakan pakaian kotor dan mengerjakan hal menjijikan di toilet?" jawabnya sarkastik.

Demon memutar bola matanya. Sungguh, Lera dengan keahlian drama Queen-nya membuat pria itu jengah. "Aku tidak bermaksud kejam, Omah membuatku tidak punya pilihan. Kau tahu itu, Lera."

Gadis di depannya menunduk, suara sesenggukan mulai terdengar samar-samar.

"Kau menangis?" tanya Demon hati-hati.

"Bawa aku pulang Emo, Omah pasti mau mendengarkan ucapan mu. Aku janji kali ini tidak akan menghambur-hamburkan uang lagi."

Pria itu mundur satu langkah, kepalanya menggeleng secara konstan. "Tidak bisa, Lera. Kali ini Omah tidak bisa dibujuk, aku sudah mencobanya sejak awal." jawab Demon jujur, "Aku sudah bilang hanya dua bulan, Le. Tunjukkan kalau kau bisa melakukannya maka Omah akan mengembalikan semuanya padamu. Hanya dua bulan saja, aku mohon."

Lera menyeka pipinya, dia menggeleng. Dua bulan, Lera tidak mungkin bisa bertahan selama itu. Tidak, Lera tidak mau lebih lama lagi berurusan dengan Bian.

"Kalian tidak tahu bagaimana sulitnya aku di sini, dengan seorang bos gila seperti Bian!" adu Lera, berharap air matanya bisa membuat hati sang sepupu luluh. "Lihatlah Em, pria gila itu bahkan memotong kuku indah yang sudah lama aku rawat tanpa perasaan!" ia menjulurkan kedua tangannya ke hadapan Demon.

"Wah ..." Demon berdecak takjub saat melihat kesepuluh kuku gadis itu yang semula panjang kini terpotong pendek dan tidak rapi. "Lera, sebenarnya ... itu hal yang ingin aku lakukan sejak bertahun-tahun lalu pada kuku mu kalau kau mau aku jujur. Tapi syukurlah karena Bian sudah melakukannya untukku." aku Demon dengan cengiran jahil.

"EMO!!!"

"Well, kuku mu itu banyak menghabiskan uangku, tahu!"

Lera menganga tak percaya. Ini adalah penghianatan ganda!

Memijit kepalanya yang mulai berdenyut, Lera kemudian mengatakan, "Pergilah Em, aku tidak mau melihat wajahmu mulai sekarang!"

"Kau yakin?" tanya Demon, satu alisnya yang terangkat seakan menantang keteguhan hati Lera. "Baiklah kalau itu mau-mu, aku akan pergi. Well, sekedar informasi, tadinya aku mau mengajakmu keluar untuk membeli sesuatu di mall bersama Erry. Tapi sayang sekali tante Lera sedang tidak mau diganggu—"

Apa? Dia datang ke sini untuk mengajaknya keluar dan jalan-jalan ke mall dengan Erry? Apa telinganya tidak salah dengar? Seorang Demon yang itu?

"Kau dan Erry mau beli apa? Aku tahu tempat yang bagus!" Lera memberi tanggapan dengan cepat, saat ini dia sedang membersihkan tanah yang menempel pada bajunya. "Katakan padaku kau mau beli apa? Perlengkapan sekolah Erry? Atau kau butuh pakaian formal untuk acara jamuan kantor?"

Demon hanya bisa menghela napas saat tangannya ditarik Lera menjauh dari halaman kantor menuju tempat di mana kendaraannya terparkir manis.

Astaga, kenapa marahku hanya seharga jalan-jalan dan belanja di mall?

1
forain
Gamau dilanjut nih thor, seru bgt ini 😻😻
Yuni: nanti aku lanjut tapi bukan di sini say
total 1 replies
Hilma Rizqina
lanjut dong kaaa
Salwa
lanjutt kakk
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
woooo,, slow kenan 😂😂
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
yg usil memang bikin kangen ya Le 🤭
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
makasih updatenya thor 🤗
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
laahhh B boong dong, katanya dirumah 😛
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
muat Lee.. muaatt kok 🤭🤭
Salwa
lanjut aja kak cerita alur ceritanya bagus kak
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
dikenalin atuh pelan² ama Lera ularmu Bi 😂😂
Yuni: wkwkw nggak bahaya tah?
total 1 replies
Salwa
lanjut kak
Salwa: jangan lama" kak update aku nungguin kyk nunggu kepastian wkwkwk
total 2 replies
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
poor Bian 🥲
Bagus, alurnya rapi dan enak dibaca. Karakter tokohnya juga hidup, jadi pengen nampol si Bian ini
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
cerita yang menarik
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
jiiaahhh.... gumusshh gak sih mereka berdua ini 😃
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
gak mungkin lah Bi kamu metong secara kamu pemeran utamanya, yaa paling babak belur lagi sedikit 😂
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
savage 😂😂
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
poor keenan 😥
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
tom en jerry gak tuh mereka berdua 😁😁
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
jiiaahhh... preman kok pingsan sih 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!