Selama 10 tahun menjalin ikatan pernikahan, Farel dan Amira belum juga di karuniai seorang anak hingga sebuah tragedi kecelakaan menimpa Amira yang membuatnya hilang tanpa jejak.
Di tengah keterpurukannya, Hana yang merupakan sahabat baik Amira datang ke dalam kehidupan Farel. Sinta menggunakan kesempatan itu untuk menyatukan Farel dan Hana agar ia segera mendapatkan seorang cucu.
Satu tahun pernikahan Farel dan Hana, Amira kembali ke dalam kehidupan Farel dibantu oleh Raihan. Amira semakin berani melawan orang - orang yang telah merebut semua kebahagiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 - Kemarahan part 2
Hana melampiaskan kekesalnya kepada semua barang - barang yang ada di dalam kamarnya. Hana menjatuhkan semua barang - barang yang ada ke lantai dan membuat semuanya pecah. Kamar Hana sekarang terlihat sangat berantakan.
"Amira,"
"Sialan,"
"Perempuan itu, ngapain sih dia kembali lagi ke rumah ini,"
"Kenapa gak mati aja sih dia,"
"Kalau aku mati pun, aku gak akan pernah tenang di akhirat sebelum aku mengetahui semuanya, Hana,"
Amira masuk ke dalam kamar Hana dan menutup pintunya agar Farel tidak dapat mendengar keributan yang akan terjadi antara ia dan Hana nantinya.
"Mau ngapain lagi sih kamu kesini, Amira,"
"Belum puas juga kamu membuat aku buruk di mata Farel,"
"Hana, Hana,"
"Dengan aku tidak membuatmu buruk di mata Farel saja, kamu memang sudah ternilai buruk dimatanya,"
"Buktinya saja saat pertama kali kamu menginjakan kaki mu di rumah ini, Farel saja sudah tidak suka dengan kehadiranmu, Hana,"
"Aku tau semuanya, Hana,"
"Kamu ini benar - benar perempuan munafik Amira,"
"Bermuka dua,"
"Hahahahahaha,"
"Kamu lucu sekali, Han,"
"Aku mau tanya sekarang sama kamu,"
"Aku atau kamu yang munafik, Hana,"
"Yang bermuka dua juga aku atau kamu,"
"Kamu memang dari dulu tidak pernah berubah, Hana. kamu selalu memutuskan sesuatu tanpa berfikir terlebih dahulu. Lalu, kamu memberikan tanggung jawab atas kesalahanmu itu padaku,"
"Kamu yang meninggalkan Farel di hari kalian bertunangan dan aku yang menggantikanmu. Lalu, saat aku dan Farel saling mencintai. Kau menyesali keputusanmu sendiri,"
"Kamu itu egois, Hana,"
"Aku hanya ingin bahagia,"
"Kamu sudah hidup bahagia dengan harta berlimpah sejak kecil, Hana,"
"Kamu hidup layaknya seorang puteri kerajaan ditambah lagi saat kehadiran Farel di hidupmu,"
"Apa lagi yang kamu inginkan,"
"Kamu sendiri lah yang merusak jalan takdir hidupmu,"
"Kamu membuatku menggantikan posisimu di hari pertunanganmu dan kamu juga lah yang membuat ayahmu jatuh sakit akibat shock dengan kelakuanmu Hana,"
"Diiiaaaamm,"
"Kamu diam Amira,"
"Kamu cuma perempuan sialan yang seharusnya gak pernah hadir di dalam kehidupanku,"
"Kamu merusak segalanya Amira,"
"Kamu juga telah merebut semuanya dari aku,"
"Aku tidak pernah merebut apapun dari kamu Hana,"
"Bahkan aku sudah memperingatkanmu dari dulu, kalau kamu harus berfikir terlebih dahulu sebelum kamu bertindak,"
"Tapi kamu tidak pernah mau mendengarkanku,"
"Kamu selalu saja bersikap seperti ini, bersikap seolah - olah apa yang terjadi sama kamu sekarang adalah kesalahanku,"
"Dulu aku memang tidak pernah memiliki niat untuk merebut Farel dari kamu, karena aku sadar Farel itu adalah calon suamimu. Tapi sekarang keadaannya berbeda Hana, Farel telah menjadi suamiku jauh sebelum dia menjadi suamimu,"
"Dan, aku tidak akan pernah mau di madu,"
"Aku akan merebut Farel dan juga semua yang telah kamu ambil dariku Hana,"
"Kamu harus ingat kata - kata ku ini baik - baik, Hana,"
Amira pun pergi begitu saja dari kamar Hana. Hana sekarang benar - benar sangat kesal dengan Amira. Amira sekarang sudah jauh lebih berani daripada sebelumnya.
"Aahhhhh,"
"Dasar wanita sialan,"
"Berani sekali dia sekarang berkata seperti itu kepadaku,"
"Lihat saja nanti, aku akan membuatmu menyesali kata - katamu tadi,"
"Amiiiirrraaaa,"
"Malam ini aku dan Farel akan makan malam berdua dan aku yakin malam ini kamu akan terbakar api cemburu,"
"Dan, kamu hanya akan meratapi hidupmu yang malang di dalam kamar dengan tetesan - tetesan airmata,"
"Aku tidak akan pernah membiarkanmu menang, Amira,"
"Hallo Readers, ini adalah novel pertama author. Mohon maaf kalau ada typo dan kesalahan yang lainnya. Berikan like dan pilih episode favorite kalian, dukungan kalian sangat berarti untuk melanjutkan Novel ini"
Terima Kasih🥰🤗🤩