NovelToon NovelToon
Ketika Pengorbanan Dipermainkan

Ketika Pengorbanan Dipermainkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Mentari adalah CEO konglomerat besar yang menyamar menjadi karyawan biasa demi mencari cinta sejati. Ia bertemu dengan Bara seorang pekerja yang sangat ulet dan ambisius. Selama tiga tahun ia menjalin hubungan dan diam-diam membantu pria itu membangun perusahaan.

Bara pernah berjanji akan memberikan pernikahan yang megah setelah sukses, tetapi setelah berhasil meraih kejayaan sikap pria itu ternyata berubah.

Pada malam peresmian perusahaan, Vanya, sahabat sekaligus sekretaris Bara menghina dan mempermalukan Mentari. Namun, Bara hanya diam dan berpura-pura tidak melihat.

Kecewa dengan sikap pria itu, Mentari pun pergi dan menghentikan seluruh bantuan yang selama ini diberikannya.

Saat Bara menyesali perbuatannya dan berusaha mendapatkan Mentari kembali, wanita itu telah menemukan kebahagiaan bersama Titan, seorang miliarder yang mencintainya dengan tulus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15.

.

“Aku yakin,” jawab Vanya mantap. “Orang itu punya kuasa penuh untuk memasukkan nama perusahaan kita sebagai pemenang tender itu. Tapi... seperti yang aku bilang sebelumnya, kita butuh modal untuk memuluskan jalannya.”

Bara tidak bisa langsung menjawab. Uang seratus juta di saat kondisi keuangan mereka sedang benar-benar di ujung tanduk. Kalau uang itu keluar dan mereka tetap gagal, maka perusahaan mereka akan semakin terpuruk.

“Kita tidak akan gagal, Bara!” Vanya kembali mencoba meyakinkan. “Percaya sama aku. Aku akan memastikan semuanya dengan orang dalam. Kalau kita tidak ambil risiko ini sekarang, perusahaan kita pasti hancur total dalam hitungan minggu. Apa kamu mau kerja keras kita selama ini musnah begitu saja?”

Bara terdiam dengan nafas memburu, sementara pikirannya berkecamuk hebat antara akal sehat dan keputusasaan. Ia menatap tajam ke arah Vanya, mencari keyakinan di mata wanita itu. Di satu sisi, ia tahu keputusan ini sangat berisiko dan mempertaruhkan sisa-sisa harga diri perusahaannya. Namun di sisi lain, ia benar-benar sudah buntu dan tidak memiliki jalan keluar lain.

Setelah beberapa saat berfikir, Bara akhirnya menghilang nafas panjang sambil mengusap wajahnya dengan kasar.

“Baiklah...” suara Bara terdengar lirih, sarat akan keputusasaan. “Lakukan apa pun yang kamu anggap benar. Urus dananya, dan pastikan kita menang tender itu. Kita sudah tidak punya pilihan lain.”

Sudut bibir Vanya terangkat membentuk sebuah senyuman tipis penuh kemenangan. Jika mereka benar-benar menang tender, Bara akan semakin berterima kasih padanya, dan perlahan ia bisa membuat pria itu untuk melupakan Mentari.

*

Malam harinya, di sebuah restoran semi-privat bernuansa remang-remang yang cukup tenang, Vanya duduk berhadapan dengan pria yang sebelumnya di hadapan bara ia sebut sebagai kenalan penting di Danuarta Global. Pria berjas rapi dengan jam tangan mewah di pergelangan tangannya itu bernama Hendrik, salah satu kepala divisi pengadaan yang memegang kendali atas penentuan mitra proyek.

Vanya terus saja berbicara, merangkai kata demi kata untuk meyakinkan Hendrik agar perusahaannya bisa diloloskan dalam tahap seleksi tender kawasan bisnis terpadu tersebut. Setelah merasa waktu dan situasinya pas, Vanya membuka tas kerjanya dengan gerakan yang terukur, lalu mengeluarkan selembar cek yang telah ia isi nominalnya.

Dengan senyuman manis dan gerakan yang begitu gemulai, Vanya menyodorkan cek tersebut melewati meja.

“Untuk awal, ini sebagai bentuk apresiasi kerja sama kita, Pak Hendrik,” ucap Vanya lembut, membiarkan jemarinya menyentuh permukaan cek bernilai seratus juta rupiah itu sebelum akhirnya berpindah ke tangan sang pria.

Hendrik melirik sekilas ke arah cek tersebut, lalu mendengus pelan sambil tersenyum miring. Ia melipat kertas berharga itu tanpa tergesa-gesa dan menyelipkannya ke dalam saku jasnya.

“Soal meloloskan perusahaan kalian ke tahap seleksi awal? Itu urusan gampang, Nona Vanya. Tangan kananku bisa mengurusnya dalam hitungan jam,” kata Hendrik dengan nada santai namun tersirat ketegasan.

Ia memajukan tubuhnya, menatap Vanya lekat-lekat dengan pandangan yang membuat bulu kuduk wanita itu meremang.

“Tetapi, apakah uang seratus juta ini cukup sepadan dengan keuntungan berkali-kali lipat yang akan kalian dapatkan nanti dari proyek raksasa ini?” lanjut Hendra, menekankan setiap suku kata.

Vanya langsung mengerutkan keningnya. Jantungnya berdegup lebih kencang. Ia tidak menyangka nominal sebesar itu masih dianggap remeh oleh pria di hadapannya.

Dengan perasaan cemas yang mulai merayap di dadanya, Vanya memberanikan diri untuk bertanya, “Maksud Bapak... apa? Kalau seratus juta ini masih kurang, lalu berapa yang harus saya keluarkan agar perusahaan kami bisa benar-benar memenangkan tender itu?”

Hendrik menyeringai tipis melihat ekspresi bingung di wajah wanita itu. Perlahan, ia bangkit dari sandaran kursinya, “Kamu tidak perlu mengeluarkan uang lagi," ucapnya lalu mencondongkan tubuh melewati meja. Pria itu mendekatkan mulutnya tepat di telinga Vanya dan berbisik pelan,

“Temani aku malam ini, maka aku pastikan tender itu menjadi milikmu.”

Vanya tersentak mendengar perkataan tersebut. Seketika itu juga tubuhnya menegang dan matanya membelalak lebar. Ia melirik sekilas ke arah Hendra, memperhatikan penampilan pria itu. Perutnya yang buncit di balik kemeja, serta helai-helai rambut di atas kepala pria itu yang sudah mulai dihiasi oleh uban.

Rasa jijik langsung merayap naik, membuat perutnya mual dan sekujur tubuhnya meremang. Namun, bayangan wajah Bara yang menaruh seluruh harapan padanya, serta ancaman kebangkrutan yang sudah di ambang mata, berputar cepat di kepalanya. Apalagi dia sendiri yang sudah meyakinkan Bara bahkan dengan mengambil uang perusahaan untuk langkah nekat ini. Ia tidak punya jalan jalan keluar lain. Jika dia mundur, proyek itu tidak jadi mereka dapatkan, dan barang pasti akan kecewa padanya.

Dengan napas yang tercekat dan dada yang terasa sesak karena merasa terhina, Vanya akhirnya memejamkan mata sejenak, lalu perlahan menganggukkan kepalanya.

Dan akhirnya malam itu juga, Vanya terpaksa menurut saja ketika Hendrik membawanya untuk check in di sebuah hotel.

*

*

*

Pagi datang, Vanya bangun tidur dengan rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya. Wanita itu membuka matanya dan mendapati Hendrik masih mendengkur di sebelahnya.

“Dasar tua bangka bau tanah,” umpatnya pelan sambil meraba sekujur tubuhnya yang terasa perih akibat tindakan brutal Hendrik.

Baru kali ini ia benar-benar merasa terhina. Walaupun dia memang suka mencari kesenangan, tetapi selama ini yang menjadi lawannya adalah pria-pria muda yang tampan dan mereka melakukan atas dasar suka sama suka. Selain itu, mereka tidak memiliki kelainan seperti Hendrik.

“Bara… demi kamu aku bahkan berkorban sejauh ini. Kalau sampai kamu masih juga ingin kembali dengan Mentari, kamu akan tahu apa yang bisa aku lakukan.”

1
Ayudya
malu kan kamu Vanya dan bara dllihat kenyataan yg ada bawa mentari dan Titan telah tunangan🥰🥰🥰🥰🥰
Ayudya
hey jalang Vanya ya jelas lah mentari bisa duduk dengan para petinggi Danuarta group lah Titan kan calon suaminya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
👍👍👍👍😍😍😍😍😍😍😍
Ayudya
siapa juga yg mau balikan ma kamu bara 🤣🤣🤣🤣😍😍
Ayudya
nah kaget kan kamu bara siapa mentari yg telah kau sakiti dan kau sia sia kan🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
jalan keluarnya ya kehancuran bara.CEO kok bego banget🤣🤣🤣🤣🤣
Siskasuryaningsih
lain kali semua barang ambel aja semua nya, jangan di tinggal kan, teros jual kan,, kan keren tu, 🤭🤭🤭🤭..
Ayudya
gercep banget babang Tristan langsung main tembak aja🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
panik panik dah kamu bara🤣🤣🤣🤣
Ayudya
nah bara kamu akan kembali jadi gembel🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
ayo mentari balaskan semua rasa sakit yg telah bara berikan.tunjukan pada bara dan Vanya kalau kamu kuat
Mundri Astuti
bener" y si Vanya ...ga kapok juga...
Lucy
moga para preman bayaran Vanya ketangkap dan dikasih pelajaran,dan kau Vanya tunggu senjata makan tuan😀😀😀
Ariany Sudjana
semoga anak buahnya Titan bisa menangkap si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
Titan Modus itu, supaya bisa dekat sama mentari 🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
segera*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
tadi itu*
Muft Smoker
mau di bantu gx Titan ,, bntar aq ambil 🔨 🔨 🔨 dlu ,,

Mak boleh yx getok dikit anak ny ,, 🤭
Muft Smoker: ok klo bgtuuu ,, 👍🏻👍🏻👍🏻😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
jjiiiiaaaaah si ibu malah pesen cucu ,,
SIM ny blum ad Bu ,, 🤭🤭🤣🤣
Patrick Khan
gws ya anak emak🤲
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih.
Alhamdulillah sudah baikan kok
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!