NovelToon NovelToon
Gadis Culun Kesayangan

Gadis Culun Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:805
Nilai: 5
Nama Author: RalenS

seorang gadis cantik berkulit putih berdiri menatap penampilan pada sebuah cermin...

Rambut di kepang dua, mengunakan kaca mata tebal, wajah nya natural tampa riasan make up tebal seperti gadis lainnya....


Bahkan baju yang di kenakannya kebesaran sehingga menutupi body aslinya....


" Satu hari sejuta impian, semangat Jasmine
kamu pasti bisa" gumam nya tersenyum manis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RalenS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Rose dan Wiliam

Setelah kejadian itu hubungan Isadora dan Jasmine semakin renggang, bahkan Jasmine jarang sekali melihat Isadora di rumah, entah kenapa perginya Isadora...

Dan sejak Jasmine untuk pertama kalinya melihat sisi lain dari Wiliam, Jasmine memutuskan untuk berhenti bekerja di cafe, alasannya karena dia benar' tidak ingin bertemu lagi dengan Wiliam...

Di sebuah taman yang tak jauh dari rumah Jasmine kedua sahabat ini bertemu..

" Kamu tau jas semenjak kamu berhenti bekerja disana,aku merasa sangat kesepian" tutur Naya dengan sedih

" Maaf nay aku hanya ingin mencari pekerjaan baru" jawab Jasmine

" Kita berteman sudah cukup lama jas dan aku rasa itu bukan jawaban yang tepat,pasti kamu menyembunyikan sesuatu" ujat Naya

Jasmine hanya terdiam tanpa ingin membahas nya

" Apa kamu sudah menemukan pekerjaan baru saat ini?" tanya Naya

" Belum nay,aku sudah memasukan lamaran kerja di beberapa tempat semoga saja aku di terima dari salah satunya" ucap Jasmine

" Aku juga akan membantu kamu mencari pekerjaan jas , dan aku selalu berharap semuanya bisa mudah untuk kamu lewati" ujar Naya

" Terimakasih ya nay kamu sudah banyak membantu ku,aku juga selalu berharap yang terbaik untuk kamu " ujar Jasmine

Naya dan Jasmine pun berpamitan dan berpisah...

Jasmine melangkah masuk ke dalam rumah nya, Jasmine mengerutkan keningnya melihat sebuah mobil terparkir di halaman rumah nya

Jasmine pun dan melihat Isadora bersama seorang pria yang Tidak di kenal nya

" Apa dia adik mu Isa?" tanya pria itu melihat Jasmine

Jasmine hanya terdiam, Isadora menoleh ke arah nya tatapan keduanya bertemu tapi kali ini Jasmine melihat tatapan Isadora tidak seperti biasa yang selalu menatap nya tajam tapi kali ini Isadora hanya menatap nya datar...

Melihat Isadora yang engan menjawab pria itu berjalan mendekati Jasmine

" Hai aku max teman Isadora,apa kamu adik isa?" ternyata pria itu adalah max

" Salam kenal kak aku Jasmine" ujar Jasmine tanpa menjawab seluruh pertanyaan max bukan tidak ingin mengakui siapa dirinya hanya saja Jasmine sangat tahu Isadora tidak pernah menganggap nya sebagai seorang adik

Max tersenyum dan Paham apa yang terjadi karena dia mengetahui kehidupan Isadora, hanya saja dia ingin mengobrol dengan Jasmine..

" Ayo pergi" ucap Isadora menghampiri keduanya

" Sekarang? Bukannya kamu ingin lebih lama disini?" tanya Max keheranan

Max masih ingat bagaimana Isadora membujuknya untuk ke rumah dengan alasan dia tiba-tiba rindu pulang dan ingin mengambil sesuatu di kamar nya, semenjak kejadian hari itu Isadora memutuskan untuk tinggal di salah satu apartemen milik max yang jarang di tempati nya,tapi max justru sekarang paham Isadora sebenarnya hanya ingin memastikan Jasmine baik' saja dengan melihat Langsung keadaannya, terbukti sejak sampai di rumah Isadora tidak ke kamarnya sama sekali justru hanya duduk di ruang tamu seakan menunggu kedatangan seseorang....

" Katanya Kamu ingin mengambil sesuatu di kamar mu?" tanya Max dengan menahan senyuman di wajahnya

Isadora memalingkan wajahnya seakan merasa gugup saat ini

" Aku baru ingat jika barang itu sudah ku ambil dan mungkin aku lupa menyimpan nya di kamar yang baru" tutur Isadora

Jasmine tertegun mendengar kata " Kamar baru" itu artinya Isadora sudah memiliki tempat tinggal yang lain...

" Ya sudah, Jasmine aku dan isa pamit ya jaga diri kamu baik'" ujar Max

Jasmine hanya mengangguk sambil tersenyum kecil, sementara Isadora berlalu pergi lebih dulu..

" Kak max aku titip kak dora ya, tolong jaga dia ku rasa kak max berteman baik dengan nya" ujar Jasmine tiba' saja

" Pasti aku akan menjaga nya" ujar Max sebelum pergi...

Di dalam mobil max

"Kamu ternyata menyimpan sisi yang tidak pernah ku lihat" ujar max tiba'

Isadora menoleh mengerutkan keningnya seakan tidak paham apa yang di katakan max...

" Apa maksudmu max?" tanya Isadora

"Tidak ada,mungkin kamu masih ingin menolak kenyataan itu tapi siapa yang tau kedepannya isa?" tanya Max

" Aku akan melakukan perjalanan bisnis beberapa Minggu kedepan" ujar Max tiba-tiba

Isadora menoleh menatap max sejenak

" Tapi aku janji akan menyempatkan mengirim kabar di sela kesibukan ku" ujar Max

Tanpa max tahu Isadora tersenyum kecil senyum yang jarang di tunjukkan pada siapapun, senyum tulus dan entah kenapa perkataan Max membuat nya senang, walaupun saat ini mereka masih mempertahankan untuk menjadi teman....

Wiliam company

" Tuan ini berkas yang harus di tanda tangani" ujar seorang pria yang menjabat sebagai asisten

Wiliam memeriksa sejenak berkas itu sebelum membubuhkan tanda tangan nya

" Tuan maaf saya baru saja mendapatkan kabar jika tuan Edmond ingin bertemu beliau baru saja tiba " ujar David

" Hm, di mana tuan Edmond ingin bertemu?" tanya William

" Di restoran Arabella tuan,pada pukul 19:00" ucap David

Wiliam menyetujui karena Edmond adalah rekan bisnis nya yang sudah lama menjalin kerjasama dengan perusahaan milik papa nya...

Restoran Arabella

Restoran nya mewah dan Elegan,

Lampu kristal yang menggantung di langit-langit memantulkan cahaya temaram yang indah, suasana yang nyaman dan santai serta para pelayan bergerak melayani tanpa membuat kesalahan karena mereka sudah terlatih,di tambah restoran ini sering di datangi oleh para petinggi negara dan para pengusaha....

Pukul 19:00

Wiliam memasuki ruangan VIP yang sudah di pesan oleh sang asisten David

" Selamat malam tuan Wiliam " sapa tuan Edmond yang baru saja tiba

" Selamat malam tuan Edmond" balas Wiliam

Keduanya pun memesan makanan serta berbincang terkait bisnis yang mereka jalankan dan tidak terasa waktu cepat berlalu Edmond pamit pada Wiliam.

" Terimakasih untuk hari ini tuan Wiliam,suatu kehormatan bagi Saya menjadi rekan bisnis Wiliam company" ucap Edmond

" Terimakasih juga tuan Edmond untuk kepercayaan nya" jawab Wiliam setelah nya mereka meninggal kan ruangan itu

Saat di perjalanan pulang Wiliam melihat sebuah mobil yang di hadang oleh beberapa pria

Wiliam ingin pergi tapi begitu melihat salah satu dari mereka menarik tangan seorang gadis dan ingin menyeretnya ke tempat yang sepi, gadis itu mencoba meronta berusaha melawan tapi tenaganya tidak sebanding dengan mereka....

Tiba-tiba saja William terbayang wajah ketakutan Jasmine membuat nya berpikir gadis itu pasti sangat ketakutan saat ini,dan Wiliam pun memutuskan untuk keluar dan melawan para preman itu

Bugh

Bugh

Akhhhh

bugh

Satu persatu mereka di hajar oleh Wiliam tanpa memberi kesempatan mereka untuk membalas nya, gerakannya sangat cepat dan mengenai titik titik yang bisa melumpuhkan mereka....

Preman itu pun berlari karena ketakutan.....

Gadis yang sedari tadi meringkuk ketakutan sampai menunduk tanpa berani melihat sekeliling nya

" Mereka sudah pergi,kamu aman saat ini" ujar Wiliam

Deg

jantung gadis itu berdetak kencang saat mengangkat wajahnya dan menatap seseorang yang sudah menolongnya...

" Tampan" ujarnya dalam hati tanpa sadar

Walaupun lampu jalanan itu bercahaya temaram tapi tidak membuat pesona seorang Wiliam hilang justru Wiliam semakin terlihat sangat tampan bahkan gadis yang di tolong nya tidak berkedip sedikitpun....

" Ehmm" Wiliam berdehem menyadarkan gadis itu

" Terimakasih sudah menolongku tuan, nama ku Rose" ujarnya

Ya gadis itu adalah Rose Arabella

Wiliam merasa tidak asing dengan nama gadis itu

" Mungkin hanya kebetulan " pikir Wiliam

" Tuan,nama tuan siapa?" tanya Rose menatap wajah Wiliam yang sedikit berantakan dan berkeringat karena baru saja bertarung dengan beberapa preman yang ingin berniat jahat padanya...

Wiliam tidak menjawab membuat rose menurunkan tangannya dan tersenyum canggung

" Pulanglah" ucap Wiliam singkat

Rose pun hanya mengangguk-angguk sembari membuka tasnya dan mencari sesuatu dan ketemu sebuah sapu tangan berwarna biru muda

" Ini tuan bisa mengunakan untuk membersihkan keringat di wajah tuan" ucap Rose

" Tuan tidak ingin menyebutkan nama tuan aku tidak memaksa tapi untuk yang satu ini tolong di terima" ujar Rose

Rose memberanikan diri memegang tangan Wiliam dan menyimpan sapu tangan itu di telapak tangan Wiliam

" Terimakasih tuan suda menolong ku,jika tidak ada tuan mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi" ujar Rose dengan lirih

" pulanglah,jika kamu masih disini para preman itu bisa saja kembali" ujar Wiliam

Rose menatap Wiliam sejenak lalu pada akhirnya pergi, sementara Wiliam hanya menatap kepergian dengan tatapan datar dan sebuah pertanyaan terus muncul dalam pikiran nya

" Apakah dia orang yang sama, Rose yang ingin di jodohkan dengan nya" ...,

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!