sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 15
Bel berbunyi nyaring,..
menandakan pelajaran telah berakhir.
Dalam hitungan detik, kelas yang tadinya hening langsung berubah ramai. Murid-murid berhamburan keluar, beberapa bahkan sudah berlari menuju koridor sambil memanggil teman mereka. Suara langkah kaki yang cepat memenuhi lorong sekolah.
Zean ikut keluar bersama Faris.
Zean sibuk menulis angka dan menggambar di bukunya. Faris tidak peduli,..
dia sesekali menawarkan Zean snack yang ada ditangannya.
Arine berlarian menghampiri mereka. seperti biasa, mereka pulang dan berangkat bersama.
mereka berjalan keluar...
"wihh"..
beberapa siswa dan siswi disana berseru kagum, entah apa yang mereka lihat. tepat saat Arine menepuk pundak Zean.
" Zean,. lihat.. dia wanita yang waktu itu. " ucapnya.
Zean kemudian mendongak melihat siapa yang Arine maksud. Zean terkejut,.. itu Clara, ibunya..
'apa yang dia lakukan disini? " batinnya.
dia berdiri di samping sebuah mobil mewah di depan gerbang sekolahnya. dia tersenyum meilihat Zean.
"waduhh. siapa dia? ingin menjemput siapa? " ucap salah satu siswa disana.
Zean berjalan melewati anak anak yang lain, dan disusul oleh Faris dan Arine.
... mereka sampai di depan Clara.
Clara mempersilahkan mereka masuk ke dalam mobilnya. awalnya Zean menolak. tapi, Clara mengatakan hanya ingin mentraktir mereka. Dan bisa Zean lihat seperti nya Arine dan Faris menginginkan itu. mereka kemudian masuk dan menuju sebuah restoran mewah.
"Zean, kau kenal ibu itu?" tanya Faris berbisik.
"tidak kenal. " ucap Zean ketus sambil melihat ke arah Clara yang sedikit menoleh.
Arine hanya diam, sepertinya ada sesuatu yang salah disini. dia memilih diam saja.
tibalah... mereka.
'wahhh' ucap kagum mereka bersamaan.
lalu mereka masuk ke dalam. ada banyak orang orang dengan tas dan baju dari brand mahal. Arine tau itu, dia melihat di internet.
"busett!! mimpi apa gua semalam. " lebay Faris.
" sama sekali bukan tempat untuk kita." ucap Arine menanggapi.
Clara hanya terkekeh melihat reaksi lucu teman teman anaknya ini. dia menoleh ke arah Zean, berharap dia juga sama seperti mereka.
tapi... nihil,..
Zean hanya menatap lurus,.. tanpa ekspresi apapun.
....
senyum Clara, memudar kemudian...
dia mencoba tersenyum kembali. dia mengajak mereka mencari meja. Clara meminta ruang untuk dirinya dan Zean. jadi, dia mengatakan kalau meja mereka akan terpisah.
Arine yang mendengar itu langsung menatap khawatir Zean. Zean yang sadar akan hal itu, tersenyum dan mengangguk.
"kalau dia macem-macem sama lu kasih tau gua. " ucap Faris berbisik pada Zean sambil pergi ke meja yang lainnya bersama Arine.
tentu hal itu tidak terskip oleh Clara. dia melihat semuanya.. mereka teman yang baik.
..
Setelah menentukan menu yang akan dipesan, mereka pun duduk dengan tenang sambil menunggu hidangan datang.
"Zean." ucap Clara memulai percakapan.
Zean hanya menatapnya, tidak berniat menjawab.
"mama dengar, sebentar lagi akan ada ujian nasional... pasti kamu belajar dengan sangat giat sekarang. " ucapnya.
"tidak ada alasan untuk ku bersantai. " jawab Zean.
Clara tersenyum.
"mama tau itu. kamu siswa yang berprestasi di sekolah . mama mendengar banyak dari mereka...
kau jenius, ramah, dan..papan yang ada di depan sekolah,.. itu membuktikan semuanya. mama bangga padamu Zean. " lanjut Clara.
ingin berbicara lagi,.. tapi hidangan sudah datang.
hidangan mahal tersaji di depan mereka.
Clara ingin melanjutkan perkataan nya yang terpotong tadi, tapi.. Zean lebih dulu bertanya..
"apa yang nyonya Adrian inginkan? " ucapnya.
"bisa mama meminta catatan pelajaran mu? " ucap Clara.
Zean terkejut dengan hal itu.
"Apa? " hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.
Clara menghela nafas, berusaha tabah..,.
"mama ingin meminjam catatan mu,. catatan yang kamu gunakan untuk belajar di ujian. mama ingin meminjamnya untuk anak mama yang lainnya. " jelas Clara.
bisa Clara lihat, tatapan kecewa dari putranya itu.
setelah mengatakan itu, Zean tertawa pelan. namun,.. sakit.
"apa,.. nyonya Adrian sudah tidak bisa menangani nya? dan.. memilih jalan ini. " ucapnya ketus.
"iya." jawab Clara.
Zean menggepal kan tangan dibawah meja. dia sangat kecewa,.. ibunya.. dia.. rela seperti ini hanya untuk anak suami kayanya itu. Zean ingin melihat sejauh mana ibunya itu berusaha demi anak itu.
"tidak." ucap Zean.