NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Xena

​Benar.

​Benar ternyata dugaannya. Hasil medis yang tertulis tak salah dan tak berubah sedikit pun dari hasil tes sebelumnya. Secarik dokumen digital berformat PDF dari klinik kesuburan mutakhir itu menyatakan dengan sangat gamblang, hitam di atas putih, bahwa Reyhan-lah yang bermasalah.

​Xena menarik napas dalam-dalam, euforia karena rasa puas yang tak terkira. Untuk mendapatkan penjelasan lebih detail dan resmi, Xena segera mengirimkan pesan singkat ke nomor resmi klinik yang tertera di dokumen.

Namun balasan yang diterimanya hanyalah pesan otomatis. Pihak klinik meminta maaf karena respons agak lambat akibat antrean chat yang menumpuk, serta harus menunggu jam praktik dokter spesialis selesai malam nanti. Hal itu dikarenakan yang balas adalah dokter yang bersangkutan.

​Xena mengembuskan napas panjang lalu menutup ponselnya. Baru saja ia hendak mengantongi benda pipih itu, suara Reyhan memanggilnya dari arah ruang tengah.

​"Xena! Kamu di mana? Cepat siap-siap, ganti baju. Acaranya mau mulai, tamu-tamu juga sudah banyak yang datang," teriak Reyhan dari kejauhan.

​Tanpa menyahut dengan teriakan balik, Xena melangkah keluar dari sudut sepi di dekat area cuci. Ia mengangguk pelan saat berpapasan dengan Reyhan yang tampak sudah rapi. Xena pamit ke kamar hanya untuk ganti baju saja. Tidak berdandan wah, sehingga pergerakannya cepat.

​Tidak sampai sepuluh menit, Xena pun sudah keluar dan ikut bergabung kembali di pusaran keramaian.

​Rumah itu kini sudah dipadati oleh manusia. Banyak tamu yang datang silih berganti, mulai dari rekan bisnis Reyhan, teman-teman nongkrongnya, hingga rombongan pengajian dan tetangga sekampung bawaan Bu Mirna. Suasana begitu riuh oleh tawa dan obrolan. Namun ada satu pemandangan yang kontras, tamu dari pihak keluarga Xena tak ada satu pun yang menampakkan batang hidungnya.

​Sebenarnya, beberapa hari lalu Reyhan sempat menyuruh Xena untuk mengundang keluarganya, namun Xena sengaja tidak melakukan hal itu. Pernikahannya saja dulu tak disetujui, hingga yang datang hanya ayahnya saja. Apalagi acara sekarang.

​Tentu saja absennya keluarga Xena langsung menjadi bahan cibiran empuk bagi para tetangga dan keluarga besar mertuanya. Bisik-bisik miring mulai terdengar sengit.

​"Mentang-mentang anak bukan dilahirkannya sendiri, sampai tak ada empati sama sekali buat datang ke acara syukuran," cibir seorang tetangga berbadan subur sambil menyendok es buah.

​"Iya, keterlaluan ya. Keluarganya sama sekali gak ada yang datang. Dingin banget hatinya jadi perempuan," timpal bibi Reyhan, menggeleng-gelengkan kepala dengan tatapan sinis yang sengaja diarahkan pada Xena.

​Xena bersikap masa bodoh dengan segala bisik-bisik dan tatapan menghakimi itu. Biarlah mereka menganggapnya sebagai antagonis untuk saat ini.

​Yang lebih mengejutkan Xena adalah ketika ia berjalan melewati ruang keluarga, ia mendengar percakapan antara dua sepupu laki-laki Reyhan yang sedang merokok di dekat jendela. Salah satu dari mereka bergelagat seolah tahu rahasia besar Reyhan. Mereka tahu bahwa Reyhan sebenarnya sudah menikah lagi, dan bayi Aksara yang sekarang sedang diadakan tasyakuran ini adalah anak kandung betulan dari hubungan Reyhan dan Nadine sang bini simpanan.

​"Hebat si Reyhan, gila," bisik sepupu itu sambil terkekeh kagum. "Waw, ternyata dia bisa juga menyatukan dua bini dalam satu rumah. Bisa-bisanya si Nadine datang ke rumah ini, ikut sibuk."

​Xena mengetatkan rahangnya. Rupanya sebagian keluarga Reyhan sudah tahu dan menganggap pengkhianatan ini sebagai sebuah prestasi yang patut dipuji. Betapa busuknya lingkaran ini.

​Tak berhenti di situ, takdir seolah sengaja menyoroti posisi Xena sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Kostum yang dikenakan Xena hari ini sama sekali tidak senada dengan keluarga besar, bahkan berbeda jauh dengan Reyhan.

Bu Mirna, Reyhan, Nadine, dan seluruh kerabat dekat mengenakan pakaian seragam bernuansa hijau sage yang serasi, meskipun model potongan bajunya agak berbeda-beda sedikit. Sementara Xena? Ia hanya mengenakan gamis sederhana berwarna biru dongker polos.

​Benar-benar Xena yang paling berbeda di sana, tampak asing bagai seorang tamu.

​"Duh, Xena. Kok bajunya warna biru sendiri? Kamu gak diajak rembukan seragam ya?" ejek Tante Rika setengah tertawa, memancing perhatian orang-orang di sekitar.

​Melihat momen itu, Nadine langsung mengambil panggung untuk memainkan perannya sebagai wanita suci.

​"A-ah, maaf, Mbak Xena... Tadi saya sebenarnya mau kasih baju seragamannya ke Mbak. Tapi keburu Mbak Xena sudah pergi salin ke kamar. Ini Mbak, seragamnya. Maaf aku kurang gercep."

​Nadine menyodorkan baju hijau sage itu. Xena menatap baju itu datar. Tanpa sepatah kata pun, ia mengambil kain tersebut dari tangan Nadine dan hanya memegangnya begitu saja di sisi tubuhnya.

​Melihat Xena yang hanya diam, keponakan remaja Reyhan, anak dari Tante Rika yang terkenal manja dan kurang ajar, tiba-tiba berulah. Anak remaja itu baru saja menumpahkan segelas sirup merah di atas lantai tepat di depan Xena. Bukannya meminta maaf, ia malah menatap Xena dengan pandangan meremehkan, memperlakukan istri pamannya itu bagai seorang babu.

​"Tante Xena, tuh tumpah. Lap dong, lengket nih kaki aku. Kan Tante gak ngapa-ngapain dari tadi."

​Bu Mirna hanya diam melihat cucunya bertingkah seperti itu, sementara Reyhan baru saja hendak menegur karena merasa tindakan keponakannya agak keterlaluan. Tapi sebelum ada yang bergerak, Xena maju selangkah dengan wajah teramat tenang.

"Oh iya ya, mau di lap? Oke!"

​Dengan entengnya Xena membentangkan baju seragam hijau sage yang baru saja diberikan oleh Nadine. Sret! Ia melemparkan baju itu ke lantai, lalu menggunakan kaki kanannya untuk menggosokkan baju tersebut ke atas tumpahan sirup merah yang lengket.

​Semua orang di ruangan itu tercengang, merasa tidak terima baju mereka saat ini sama dengan lap. Suara obrolan seketika senyap.

Reyhan membeku di tempatnya. ​Xena pasti marah bajunya tak sama denganku. Aku harus ganti baju, batin Reyhan.

​Dengan tingkat kepedean yang luar biasa, Reyhan langsung berbalik untuk mengganti kemeja hijau sagenya dengan kemeja koko berwarna biru dongker, warna yang sangat serasi dengan gamis yang dikenakan Xena.

Xena melirik perubahan pakaian Reyhan. Ia sama sekali tidak peduli, bahkan merasa muak melihat aksi heroik kesiangan suaminya itu. Ketika Reyhan berdiri di sampingnya dengan napas yang masih sedikit ngos-ngosan, Xena membalikkan tubuh, menatap suaminya lurus-lurus.

​"Reyhan," panggil Xena.

​"Ya, Sayang? Kamu lihat kan, aku sudah ganti baju yang sama denganmu? Kamu jangan marah lagi soal seragam tadi, ya--"

​"Hasil tes medis kita sudah dikirim ke email," potong Xena cepat tanpa ekspresi. "Kamu lihatlah sekarang."

​Reyhan mengerutkan kening, sedikit terkejut dengan peralihan topik yang begitu mendadak di tengah acara penting ini.

Demi menuruti permintaan Xena dan membuktikan bahwa dirinya tidak menyembunyikan apa pun, Reyhan merogoh saku celananya, mengeluarkan ponsel, dan membuka aplikasi email bersama mereka.

​Reyhan membaca baris demi baris dokumen digital itu dengan saksama. Awalnya wajahnya tampak santai, tapi lama kelamaan dahinya mulai mengernyit. Matanya tertuju pada lembar lampiran analisis untuknya. Di bagian kesimpulan terbawah, tercetak sebuah istilah medis yang ditebalkan. Azoospermia.

​Reyhan berdeham, "Xen... ini maksudnya apa? Kata yang ini... ini diagnosisnya atau apa?"

​"Iya, itu diagnosis untuk kecebong kamu."

​"Artinya apa?" tanya Reyhan lagi, mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres merayap di tengkuknya.

​"Kalau kamu tidak tahu, searching saja apa itu artinya. Aku sedang chat dokternya sekarang untuk meminta penjelasan lebih detail. Tapi kamu bisa cari tahu sendiri dulu biar cepat."

Reyhan langsung searching, dan ketika lihat hasilnya, ​tubuhnya mendadak kaku.

​Nggak mungkin. Ini pasti salah karena berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya.

"Xen, kayaknya pihak klinik salah. Mereka pasti tertukar atau salah input data. Kenapa hasilnya bisa beda dengan pemeriksaan kita waktu beberapa waktu yang lalu? Dulu kan kamu yang divonis susah hamil karena masalah hormonal? Ini pasti ada kekeliruan, Xen. Klinik ini pasti keliru."

​Xena menatap kehancuran di mata Reyhan. Ia memajukan wajahnya sedikit, berbisik tepat di samping telinga suaminya.

​"Itu dia masalahnya, Reyhan. Sebenarnya... hasilnya tidak pernah berubah dari dulu. Hasilnya sama persis dengan waktu itu."

​Reyhan tercengang, "M-maksudmu bagaimana, Xena?!"

"Dulu aku telah membohongimu. Aku bilang akulah yang bermasalah, padahal bukan. Kalau kau tidak percaya, mari aku tunjukan dokumen aslinya."

​Tiba-tiba suara dari tokoh masyarakat yang memanggil Reyhan agar mulai acara, telah menginterupsi percakapan penting anatar Reyhan dan Xena.

Bersambung.

1
rain✨
Tjih
rain✨
Bebek kali ah netes
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
MULIANA 💦
eh, sampai kayak gini
Zenun: ya begitulah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!