NovelToon NovelToon
Shevanya For Arion

Shevanya For Arion

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:883.8k
Nilai: 5
Nama Author: Duajempol

21+
Harap bijak memilih bacaan yah!

Semua kamu yang mengaturnya Sheva sayang. Nasib lelaki itu apakah hidup atau mati atau cacat semua tergantung dari sikapmu. Cukup mudah, jadilah gadis baik dan turuti semua kemauanku.
- Arion Caramont Nostra

Catat ini dipikiran anda tuan Arion yang agung! Baik lima tahun lalu maupun hari ini perasaan yang tersisa tetap sama yaitu rasa benci yang besar hingga ketulang tulangku!
- Shevanya Bernand

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duajempol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuruti keinginan Arion

Ange menghempas tubuhnya kasar keatas kasur, emosinya meluap hingga membuatnya sulit untuk mengontrolnya.

" Arion br*ngsek!!" Tidak pernah ada pria yang menolak Angelica, sebelum mengenal Arion dia menggunakan cara licik untuk mencapai posisi teratas, semua direktur dunia permodelan sudah mengenal Ange dan pernah tidur bersamanya. Semua Ange lakukan hanya demi mencapai keinginannya, bukan karena Theo ayahnya tidak mampu memberikan semuanya tetapi karena ibunya yang selalu bersikeras ingin mendidik Ange menjadi wanita yang pandai mengatur uangnya jadi selama masa debut dunia modeling diawal karirnya, Ange tidak mempunyai cukup uang untuk menunjang penampilannya dengan mewah. Ange butuh pengakuan dari para senior di dunia permodelan ini, jadi hanya tidur dengan para petinggi lah satubsatunya cara Ange untuk mendapatkan posisi serta uang yang banyak sekaligus. Enam bulan lalu bagaikan kejatuhan bintang, Arion Caramont Nostra meliriknya pada acara amal yang di gelar oleh kalangan kelas atas tanpa Ange tau bahwa Arion mempunyai maksud terselubung dan mengira Arion terpikat oleh kecantikan wajahnya. Awalnya Arion bersikap cukup manis meskipun mereka jarang menghabiskan waktu berdua selain untuk bermesraan di kantor Arion pagi hari ataupun having sex di malam hari di apartemen milik Arion yang Ange tinggali. Berbagai fasilitas kelas atas sudah Ange rasakan saat dulu 'dekat' dengan para direktur dunia model, pebisnis kaya ataupun artis yang pernah dia kencani. Tetapi sekarang saat namanya mencuat sebagai kekasih Arion Caramont Nostra, bukan hanya fasilitas tetapi berbagai akses kemudahan pun Ange dapatkan, belum lagi betapa takutnya orang orang mendengar nama Nostra yang menyandang sebagai kekasih Ange, maka dari itu mungkin bisa disebut sebagai idiot jika melepas Arion saat ini.

Tetapi Angelica tetaplah Angelica, dia tidak bisa bertahan dengan hanya satu pria terlebih saat ini Arion selalu mengabaikannya. Sebenarnya dia sudah tidak bermain belakang semenjak bersama Arion, terlebih permainan ranjang Arion sangat memuaskan dirinya tetapi belakangan ini Arion sedikitpun tidak mau menyentuhnya dan lebih banyak Ange yang berinisiatif memancing Arion tetapi lagi lagi sialnya Arion tidak terpancing meski seperti tadi Ange sudah tidak menggenakan sehelai benangpun di tubuhnya. Sesaat Ange berpikir apa mungkin Arion sudah memiliki wanita lain, sebab mustahil juga jika Arion setia karena Ange sendiripun tau berapa banyak nya wanita yang mengincar Arion, pria itu terlalu luar biasa untuk dijadikan pasangan bahkan Ange sendiripun tahu bahwa putri president negara ini juga mengincar Arion hanya saja tidak Arion tanggapi.

" Tidak akan aku biarkan dia menjadi milik orang lain, akan aku hancurkan siapapun yang ingin merebut Arion." Begitulah Ange, sesuatu jyang sudah menjadi miliknya hanya akan tetap menjadi miliknya seorang terkecuali dia yang membuangnya. Ange meraih ponselnya dan menghubungi seseorang,

" Halo, bagaimana? Apa dia sudah tiba di negara ini?! Kenapa penyelidikanmu lamban kali ini??!" Begitu telepon tersambung Ange langsung bertanya memburu dicampur dengan emosinya yang belum reda.

" Baik, aturkan bagaimanapun caranya agar aku bisa bertemu dengan orang itu secepatnya!!" Ange menghempas ponselnya dan memakai pakaiannya kembali, dia berencana untuk melepas penatnya dengan berpesta malam ini. " Arion br*ngsek!" Umpatnya tak henti henti.

****

" Kamu tidak akan mempersilahkan aku masuk?" Tatapan Arion cukup dingin membuat bulu kuduk Sheva bergedik entah karena takut atau hawa dingin malam hari yang menusuk ini diluar sana.

" Bagaimana kau bisa..." Tenggorokan Sheva tercekat dia tidak melanjutkan kalimatnya karena sadar dengan jawabannya sendiri, bagaimana mungkin Arion tidak mengetahui tempat tinggalnya dengan mudah, seorang penyelundup di psrusahaannya yang besar itu saja bisa dia temukan kurang dari 3 hari, apalagi hanya mengetahui tempat tinggal dirinya mungkin semudah mengedipkan mata saja untuk dia.

" Sepertinya memang tidak akan di persilahkan masuk, tetapi aku bersikeras." Tanpa menunggu jawaban Sheva, Arion menerobos masuk kedalam rumah Sheva yang berukuran mungil, dia melihat sekeliling dan melepas mantel panjangnya. " Jadi kamu suka jika di beri rumah seperti ini?? Aku bahkan bisa memberikan kamu seluruh rumah di komplek ini Shev." Arion tersenyum miring menatap Sheva.

Sheva cukup terkejut dan marah dengan perkataan Arion,

" Apa yang kau bicarakan tuan Arion???!" Sheva memasang wajah tidak sukanya.

" Dimana yang kurang jelas Shevanya-ku sayang? Jika kamu suka diberikan rumah seperti ini maka aku juga bisa memberikan manssion mewah untukmu agar kau senang." Arion merengkuh pinggang Sheva dan membawa gadis itu rapat dengan dirinya.

" Lepaskan dan jangan kurang ajar tuan Arion, aku tidak sedikitpun..." Saat amarah menguasai Sheva seketika itu dia tersadar bagaiamana Arion tau bahwa rumah ini pemberian, ber..berarti Arion tahu tentang.. seketika wajah Sheva berubah pucat.

Tanpa melepas rengkuhannya Arion menatap mata Sheva dalam dan mendekatkan bibirnya di samping telinga Sheva dan berbisik halus, " Kenapa? Sepertinya kamu terkejut atau.. sudah sadar bahwa aku mengetahui seluruh kehidupan kamu dan.... pria itu."  Perkataan terakhir Arion benar benar membangkitkan ketakutan dalam diri Sheva.

Sheva membeku menelaah perkataan Arion, jika dia sudah mengetahui perihal Benjamin berarti dia telah mengamati Sheva sejak lama dan Sheva tidak berani membayangkan jika keselamatan sahabatnya terancam karena dirinya. " Aku bermalam disini saja, aku lelah." Arion membaringkan dirinya diatas sofa setelah melepas Sheva dan lagi lagi Sheva terhenyak akibat perkataan Arion.

" Apa kau sudah tidak waras tuan Arion, pergi dari rumahku sekarang juga!!" Sheva menunjuk pintu keluar.

Arion duduk dan memandang Sheva, " Jika aku tidak diijinkan disini maka, kamu ikut denganku saja menginap di manssion milikku. Lagipula aku yakin disini tidak ada tempat yang cukup untuk aku tidur" Arion menggenggam tangan Sheva hendak menarik gadis itu mengikuti dirinya. Tetapi dengan cepat Sheva menghempas tangannya dan menampar Arion cukup keras, Sheva sendiri pun cukup terkejut mendapati dirinya dengan berani menampar mantan kekasih yang juga menjadi atasannya itu.

Pria itu memegang pipinya, ada rasa hangat menjalar dari bekas tamparan Sheva. Arion menatap Sheva dingin dan menarik Sheva hingga terduduk di sofa dan mengungkungnya lalu mengangkat dagu Sheva dengan jemarinya agar wanita itu menatap matanya . " Aku tidak terbiasa menerima pembangkangan, cukup turuti semua keinginanku!" Desis Arion tajam.

" Jangan bermimpi tuan Arion, lebih baik aku menderita dalam kubangan dari pada harus menuruti keinginanmu!!" Sheva meninggikan suaranya seolah menantang Arion, dia sendiripun bingung dari mana asal semua keberaniannya saat ini.

Arion menegakkan badannya dan tersenyum meremeh pada Sheva, " Apa kamu yakin dengan perkataanmu Shev??"

" Tidak perlu aku mengulang apa yang telah aku ucapkan tadi tuan Arion, aku tidak akan pernah menuruti semua kemauanmu sekalipun aku harus sangat menderita!"

Arion merogoh kantong celananya dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang, Sheva sempat mengendurkan kewaspadaannya sampai dengan Arion bersuara berbicara pada sambungan teleponnya,

" Jadi apa yang sudah aku perintahkan untuk keluarga Fazio.. lakukan saja!" Arion mengucap lambat lambat kalimatnya. Begitu Sheva mendengar nama Benjamin disebut dia langsung terperangah dan menarik lengan Arion dengan wajah yang pucat. " Tunggu.." lanjut Arion, dia beralih menatap Sheva. " Ada apa Shev???" Senyum Arion mengembang sempurna.

" A..apa yang..akan kau lakukan pada Bent??" Dengan tergagap Sheva bertanya pada Arion, dia sangat takut membayangkan apa yang bisa terjadi pada sahabatnya jika Arion sudah turun tangan mengingat bahwa hari ini baru saja Arion menghilangkam nyawa orang lain tanpa merasa bersalah.

" Aku cuma melakukan apa yang harus aku lakukan jika aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan." Dengan gerakan lambat Arion hendak menempelkan kembali ponsel pada telinganya, tetapi Sheva tetap menahannya.

" Akan aku lakukan!!"

Arion menoleh kembali pada Sheva menaikan sebelan alisnya yang tebal dengan senyum khas nya, " Melakukan apa Shev??"

" Se..semua yang kau ingingkan! Tapi jangan pernah menyentuh Bent seujung kuku pun!!" Dengan putus asa Sheva berkata demikian hanya untuk melindungi sahabatnya.

Arion menipiskan bibirnya, " Tunda dan tunggu perintahku selanjutnya." Lalu dengan santainya Arion memutus sambungan telepon itu dan meraih tengkuk Sheva menarik gadis itu mendekat hingga hanya berjarak 10 centi dari Arion. " Semua kamu yang mengaturnya Sheva sayang. Nasib lelaki itu apakah hidup atau mati atau cacat, semua tergantung dari sikapmu. Cukup mudah, jadilah gadis baik dan turuti semua kemauanku." Lalu dengan lancarnya Arion menanamkan bibirnya pada bibir ranum milik Sheva yang sudah lama dia dambakan sedari awal mereka bertemu. Jelas Sheva memberontak tetapi rengkuhan Arion terlalu kuat memaksa Sheva untuk membuka mulutnya hingga dengan bebas Arion menjelajah tiap rongga mulut Sheva. Setelah dirasakan pegangan Sheva pada mantelnya mengendur dan lemas barulah Arion melepas pangutan bibir mereka, tubuh Sheva bergetar dan menahan tangis tetapi bulir air mata itu tetap lolos dipipinya.

Arion menghapus bulir airmata itu dengan ibu jarinya dan langsung ditepis oleh Sheva, " Bersiaplah dan ikut ke manssionku malam ini." Arion melepaskan Sheva dan gadis itu menatap Arion tajam.

" Catat ini dipikiran anda tuan Arion yang agung! Baik lima tahun lalu maupun hari ini perasaan yang tersisa tetap sama yaitu rasa benci yang besar hingga ke tulang tulangku!" Desis Sheva tajam.

Mohon dukungan like nya yaahh 🥰🥰🥰

1
Surati
bagus
Yetty Puspa Dewi
Luar biasa
Nabila
jangan sama Arion
Firgi Septia
lebih jahat lagi dirimu bilangnya cinta tapi selingkuh dengan banyak wanita sampai tidur dengan wanita lain /Shame/
Firgi Septia
tdk tegas dan naif jadi bisa di perlakukan sesuka hati
Firgi Septia
dasar laki2 menjijikan bilang cinta tapi TDK setia egois pula🤬🤬
Aba Bidol
Baru nemu karya ini othor. Pas baca episode 1..eehh kok kayak seru neh. Auto langsung penasaran baca episode selanjutnya. Tetap semangat berkarya othor. Cayooo ✊🌻🌻
Ersa
Luar biasa
Erna M Jen
memang pantas arion dibenci shevanya...kasihan
falea sezi
Seva murahan knp peran wanita bs di injak2 di sini hmmmmm
falea sezi
jijik q sumpah pengen muntah laki ngaku cinta tp. enak. enak. ma jalang
falea sezi
klo cinta Seva ya gk sentuh angelica lah dih jijik
falea sezi
dia main perempuan celup2 Seva gk boleh pcrn ma cwok lain egois bkin donk peran utama. cwek dpet cwok baik kaya
falea sezi
sumpah g rela dpet laki. plin plan menjijikkan
falea sezi
laki. celup. celup jijik
falea sezi
munafik uda ditinggalin mau balik gk semudah itu
falea sezi
jahat bgt sih pantes dia benci bgt
falea sezi
sok jual mahal seva
Siti Zu
lulusan terbaik tapi bodoh yungalah jengkel aku sa sheva
D.airy
mantap t.o.p
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!