Mendapati kenyataan jika tunangannya bermain gila dibelakangnya membuat Fernando Nicholas Sanjaya sangat terpukul, sehingga membuatnya menyeret satu wanita dalam kehidupannya. Wanita yang menjadi budak nafsunya karna salah mengetuk pintu kamar hotelnya.
Bagaimana kisah Nicho dan Ganesa selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sokhibah El-Jannata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TMYS. Akan melamarmu
"Kak, apa ada yang ketinggalan? Kenapa kembali lagi?" tanya Ganesa yang mendengar beberapa suara dari pintu.
Tak ada jawaban, Ganesa seolah mengabaikan dan menatap ke arah luar sana. Dua malam di rumah sakit rasanya sangat bosan. Dia sudah ingin pulang, tetapi Nala menyarankan besok.
Krek
Suara pintu penghubung balkon dan kamar rawat terbuka, Ganesa memutar pandangan nya.
"Ada apa kembali ka.. ?" ucapannya menggantung saat melihat siapa yang datang. Dan yang jelas itu bukan Dani.
Ganesa membolakan matanya, saat matanya menata ke arah sosok tinggi tegap yang berdiri di depan pintu. Tatapan lelaki itu datar, tapi seakan melemahkan semua saraf dalam tubuhnya.
"Ada apa lagi kamu kesini? Berhentilah! Jangan mendekat!" sentak Ganesa saat melihat Lelaki yang sangat dibencinya itu berada dalam kamar rawatnya.
Ganesa mundur beberapa langkah, tatapan mata Nicho mengarah pada Ganesa yang terus mundur hingga mentok di pagar pembatas sebatas pinggang.
Menyadari sesuatu akan terjadi, lelaki tampan itu maju dan menarik tangan Ganesa. Tak mau saja dia melihat wanita di depannya sekarat untuk yang kedua kalinya karna jatuh dari lantai atas.
"Pergi!" sentak Ganesa.
Ganesa terkejut saat dirinya hampir saja terjatuh ke belakang, tangan Nicho seakan sigap dan menarik Ganesa dalam rengkuhannya.
Ganesa tampak syok, bahkan infus terlepas dari tempatnya dan Nicho memasangnya kembali. Wajah Ganesa. memucat, tak disadari tangannya melingkar sempurna di leher Nicho. Keduanya saling bertatapan, pandangan mata mereka beradu.
Hingga pada saatnya Ganesa menyadari posisinya sangat dekat dengan Nicho dan saling berpandangan.
"Turunkan aku!" sentaknya pada Nicho.
"Turunkan aku!" sentaknya lagi. Nicho tampak acuh dan seakan terganggu dengan teriakan Ganesa yang memekak telinga itu.
"Apa kau tak bisa diam? Diamlah!" sentaknya.
Nicho membawa tubuh Ganesa Masuk, merebahkan Ganesa di ranjangnya sedikit kasar. Dia membenahi infus yang sempat lepas dari tiangnya juga.
Ganesa tampak memandang Nicho dan melotot sempurna atas perlakuan lelaki jahat itu. Dia menatap waspada, takut saja Nicho berbuat yang tidak tidak padanya lagi.
"Kenapa kau datang lagi? Kau tau, aku benci kamu dan aku tidak mau melihat wajahmu!" sentak Ganesa dan tidak mendapatkan tanggapan yang berarti dari Nicho.
Ganesa melepas infus yang terpasang itu, sepertinya dia tak lagi membutuhkan itu. Dia menariknya dan terlepas, Ganesa turun. Tak sanggup dia berada dalam ruangan yang hanya ada dia dan lelaki jahat itu. Pikiran buruk pada Nicho menguasai hatinya.
Dia ingin pergi saja, Nicho tampak menghela napas kasar melihat pergerakan wanita yang telah digagahinya itu. Sangat kekanak-kanakan. Dia kesini untuk bicara sesuatu, tapi kenapa wanita itu malah lari lari tak jelas? Sangat menghabiskan waktu.
Nicho mencegah langkah Ganesa, meraih pinggang Ganesa sehingga wanita itu tidak bisa keluar.
Ganesa panik, pikirannya tidak karuan. Dia menatap sorot mata Nicho yang seolah mengintimidasinya.
"Lepas! Apa maumu?" sentaknya dengan tatapan waspada.
Nicho mengunci pintu, kemudian lelaki itu mengangkat tubuh Ganesa lagi.
Ganesa meronta dan memintanya untuk dilepaskan. Pria itu mendudukan Ganesa di sofa, dia duduk di samping Ganesa.
"Kau, persiapkan untuk hidup bersamaku. Aku akan melamar mu setelah kau keluar dari sini," ucap Nicho dengan tatapan datarnya. Lelaki itu membuka bungkusan martabak dan menyuap ke mulut Ganesa.
Ganesa tampak membelalakan matanya, apa maksud lelaki itu? Sangat tidak sopan.
Ganesa menepis tangan yang menyuap makanan padanya, dia berdiri dan memberikan satu tamparan keras di wajah Nicho.
Nicho tampak terkejut, diletakkan martabak dalam kotak lagi. Dia berdiri dan menatap tajam ke arah Ganesa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...