NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Mr. Arrogant

Takdir Cinta Mr. Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: gustikhafida

Siapa sangka, Pria kaku dan arrogant berumur 27 tahun, yang bernama Angga Pratama di paksa menikah dengan wanita muda yang beberapa hari lagi akan merayakan kelulusannya di sekolah menengah atas (SMA) yang terkenal di kota Jakarta. Wanita itu bernama Indah Cantika karena insiden yang terjadi di malam hari derasnya hujan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gustikhafida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Terimakasih, Bu!" ucap Angga kemudian membuka pintu kamar istrinya.

Setelah pintu terbuka. Segera Angga masuk dan menutup pintu kamarnya lagi.

'Kemana wanita itu?' batin Angga saat tak melihat batang hidung istrinya. Samar-samar dia mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi. 'Oh, rupanya dia sedang mandi siang!' batinnya lagi, lalu mendudukkan pantatnya di tepi ranjang.

Melepas dasi yang melilit di leher serta kemeja yang melekat di tubuhnya, membuat dadda Angga yang berotot terlihat jelas.

Sedangkan di dalam kamar mandi. Indah mendinginkan tubuhnya di dalam ember yang besar. Karena tak ada bathup yang menemani ritual mandinya.

"Sumpah, ya! Pria itu memang nyebelin! Apa dia tidak tahu, aku ini sedang pusing! Kenapa harus di tambah pusing dengan hukuman konyolnya!" geram Indah mengambil gayung lalu membasahi tubuh bagian atasnya.

Byur!

"Untung pintu kamar ini sudah aku kunci! Jadi, aku bisa aman. Malas sekali lihat wajahnya yang sok tampan dan berwibawa! Padahal, hatinya seperti buah busuk! Aku heran, deh! Sebenarnya, aku pernah melakukan kesalahan apa! Sampai-sampai aku di beri hukuman yang berat ini! Sehari hidup dengannya ... mungkin aku tidak akan masalah. Tapi ini seumur hidupku! Mana lagi, dia tidak mau menceraikanku. Sudah kelar hidupku! Padahal, aku mau nikah sama orang yang satu frekuensi. Huh! Tidak enak menikah dengan pria sombong dan arrogant sepertinya!" pekik Indah melempar gayungnya sampai membentur pintu kamar mandi, membuat Angga yang tengah fokus memantau grafik perusahaan di layar ponsel sedikit terkejut.

"Ada apa lagi! Apa dia tidak capek membuat ulah! Tidak di sekolah, tidak di rumah! Sama saja! Membuatku pusing!" gerutu Angga meletakkan ponselnya dan memijat pelipisnya yang terasa pening.

Setelah beberapa menit mengumpat dan mencaci maki suaminya. Kini Indah terasa lebih segar. Beban di pikirannya sedikit berkurang karena membanting semua barang yang ada di kamar mandi.

"Awas saja! Jika aku melihat wajahnya di saat mood ku hampir kembali sempurna, aku akan melemparnya ke jendela!" gumam Indah mengambil handuk dan melilitkannya di tubuh.

Krek!

Indah membuka pintu kamar mandi dengan raut wajah bahagia. Syair lagu yang mengalun merdu, membuat Angga yang tengah bersantai di ranjang terasa damai.

"Huo .... Huo .... Huo ..... uhuk ... uhuk!" Ucap indah tersedak saat tak sengaja melihat pria yang tengah bersantai di ranjang empuknya. "Kamu! Kenapa kamu bisa masuk ke kamarku!" pekik Indah di abaikan Angga.

Merasa di abaikan, Indah berjalan beberapa langkah menuju ranjang, "Hei, aku sedang bicara! Kenapa kamu bisa ada di sini!" ketus Indah lagi.

"Aku punya nama! Dan namaku Angga!" jawab Angga sambil memainkan game online yang berada di ponselnya.

"Terserah! Mau namamu Angga atau Anggi, itu bukan urusanku! Sekarang, aku tanya ... kenapa kamu ada di sini! Siapa yang mengizinkanmu masuk ke dalam kamarku! Ini kamar pribadiku! Tidak sepantasnya, kamu masuk ke dalam kamarku!" ketus Indah menarik tangan suaminya agar turun dari ranjang. "Pergi sanah! Kamu bisa tidur di luar!" ketusnya lagi.

"Aku lebih suka tidur di sini!" jawab Angga santai. Dirinya berpura-pura memejamkan mata.

"Hei, pria tua!" pekik Indah.

Mendengar istrinya selalu menyebut dirinya dengan sebutan pria tua. Angga merubah posisi tidurnya menjadi duduk. Wajahnya menatap wajah wanita di depannya.

"Apa guru di sekolahanmu tidak pernah mengajarimu sopan santun, ha!" ujar Angga emosi.

"Tidak perlu bicara sopan santun! Ini bukan kamarmu. Dan yang berhak tidur di sini, itu aku! Bukan kamu! Jadi, pergilah!" titah Indah.

"Semudah itu kamu memintaku untuk pergi!" ejek Angga berdiri dari tepi ranjang. "Apa kamu tahu, sikapmu yang seperti ini, bisa membuat nama sekolahmu jelek seketika!" sindir Angga.

"Aku tidak butuh ceramah darimu! Sekarang, pergilah!" titah Indah.

"Kau! Apa perlu, aku mendidikmu agar mengerti akan arti menghargai!" kesal Angga.

"Jangan bawa-bawa kata menghargai! Aku sudah menghargai Bapak di sekolah tadi, tapi apa! Bapak malah meminta Pak Hendrik memberiku hukuman yang aneh!" kesal Indah.

"Setiap kesalahan harus mendapatkan hukuman yang setimpal! Seharusnya, kau tahu itu! Dan kesalahanmu sudah sangat banyak! Jadi, aku mau ... semua siswa di sekolahan harapan bangsa juga ikut terhibur dengan hukumanmu!"

"Tapi tidak seperti ini juga, Pak! Aku capek! Besok, aku harus bangun pagi dan menyiapkan segala yang aku perlukan! Dan ini ... Bapak meminta aku dan teman-temanku pentas! Apa Bapak tidak pernah berpikir bagaimana sibuknya aku?" kesal Indah.

"Aku peringatkan sekali lagi! Jaga sikapmu di depanku! Aku tidak suka di ada wanita yang berani melawanku!" ketus Angga.

"Kalau aku tidak mau bagaimana?" tantang Indah. "Bapak mau menutup sekolahan itu? Silahkan tutup! Aku sudah mau lulus!" ujarnya lagi.

"Argkh! Kepalaku pusing, Ndah! Jangan buat aku semakin pusing dengan ocehanmu!"

"Kalau pusing minum obat! Kalau mau matti minum bay*gon!" ketus Indah seketika membuat tangan Angga melayang ke udara.

Melihat tangan yang melayang ke udah, Indah kembali berteriak sekencang mungkin, "Ibu!" pekik Indah ketakutan.

Angga tersenyum tipis, dia menurunkan tangannya lagi, lalu menjatuhkan pantatnya di tepi ranjang, "Aku pikir, jiwamu pemberani tapi ternyata pengecut! Melihat satu tanganku melayang, kau sudah ketakutan berteriak meminta tolong ... apalagi ke dua tanganku bergerak! Mungkin, seisi kota heboh!" ejek Angga membuat Indah yang menutup wajahnya tersadar.

"Kau! kau pria yang paling jahat!" ketus Indah berjalan keluar kamar mencari keberadaan ibunya. "Ibu! Ibu, hiks ... hiks ..."

Iis berlari saat mendengar tangisan putrinya, "Ada apa, Ndah? Apa yang terjadi denganmu?" tanya Iis memeluk putri kandungnya yang memakai handuk.

"Dia, Bu! Dia jahat! Aku takut!"

"Memangnya, suamimu melakukan apa, sayang? Sampai-sampai kamu takut, Hem?" tanya Iis lagi yang penasaran.

"Dia hampir saja memukulku, Bu! Aku takut! Aku tidak mau mempunyai suami sepertinya. Ibu tolong bujuk pria itu untuk menceraikanku, Bu! Apa ibu mau ... anak ibu menjadi korban penganiayaan? Aku ini masih kecil, Bu!" lirih Indah menarik tubuhnya.

"Kamu tidak bercanda, kan? Suamimu mana mungkin melakukan hal itu! Dia pria baik dan ibu percaya itu! Kamu yang tenang, dulu, ya!" titah Iis.

"Ibu! Kita ini baru kenal dia semalam. Dan ibu sudah membelanya terus-terusan. Apa jangan-jangan, ibu sudah kenal lama dengannya? Dan ibu menutupi semua ini dariku?" tuduh Indah.

"Menurutmu? Di mana ibu kenal pria seperti nak Angga, Ndah! Tapi ibu melihat cara dia menghadapimu. Ibu yakin, dia pria baik-baik." titah Iis.

"Baik-baik dari mana? Buktinya, aku hampir saja di pukul! Apa pria baik-baik akan memukul istrinya, Bu?" tanya Indah membuat Iis terdiam.

1
Bayu Nugroho
lanjutannya mana mesti deh ...pts2 .jgn bikin boring...
Bayu Nugroho
kenapa sih kalian berantem trs.ngslah dong....salah satu
miss lie
gak suka SMA sikp nya indah...
mski msih anak seklh spttnya tau sopan santun Krn d sekolh d ajrkn sopn santun..
smga nnti indah yg jatuh cinta duluan
Yuni Cerewet
banyakin up ny ea Thor, semangat 😘 😘😘
Yuni Cerewet
semangat Thor....
Yuni Cerewet
up ny banyakin Napa Thor??
pelit amat....
Yuni Cerewet
lanjut thor, semangat!!!!
𝓜𝓲𝓼𝓼 𝓙 ❥➻📴🌼
hahahahaha awal yg menarik kak, aq suka karakter indah yg bar bar wanita yg tdk mudah ditindas oleh laki2 💪next kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!