NovelToon NovelToon
Kau Pilih Selingkuhanmu, Aku Pilih Adikmu

Kau Pilih Selingkuhanmu, Aku Pilih Adikmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hashifa

“Aku akan bantu ungkap perselingkuhan suamimu, tapi setelah itu, ceraikan dia dan menikahlah denganku.”

Sekar tak pernah menyangka kalimat itu keluar dari mulut adik iparnya, Langit Angkasa. Lima bulan menikah dengan Rakaditya Wiratama, ia tengah hamil dan merasa rumah tangganya baik-baik saja. Sampai noda samar di kemeja suaminya dan transfer puluhan juta rupiah ke rekening-rekening asing membuka satu per satu kebohongan yang selama ini tersembunyi.

Sekar harus memilih: bertahan dalam luka, atau menyetujui ide gila yang bisa menghancurkan semuanya.

Dan ketika balas dendam berubah menjadi pernikahan, siapa yang sebenarnya akan terluka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekar, Langit dan Strategi

"Aku mau kuliah lagi, Mas,” ucap Sekar sambil meneguk jusnya.

Ucapan itu membuat Raka menghentikan suapannya. Keningnya langsung berkerut.

“Kok, mendadak pengin kuliah lagi? Bukannya dulu kamu bilang capek kuliah dan mau fokus jadi ibu rumah tangga?” Raka menatapnya heran. “Lagipula kamu sedang hamil, Sayang. Mas takut kamu kecapekan.”

Sekar tersenyum kecil.

“Nggak tahu juga. Tiba-tiba saja kepikiran. Mungkin ngidam,” katanya ringan. “Anak kita pengin ibunya jadi mahasiswi lagi.”

Raka terkekeh.

“Ngidamnya aneh banget. Masa ada yang ngidam pengin kuliah?”

Sekar cemberut pura-pura kesal. Ia bangkit lalu duduk di pangkuan Raka.

“Mas, aku serius. Ini bukan cuma soal ngidam.”

Ia berhenti sebentar sebelum melanjutkan.

“Kata orang, ibu adalah madrasah pertama untuk anaknya. Aku mau jadi ibu yang baik buat anak kita nanti. Aku mau belajar lagi ... biar nanti anak-anak kita punya ibu yang berwawasan luas, yang bisa membimbing mereka, mengantarkan mereka sukses dengan jalannya masing-masing.”

Raka mengangkat alisnya sedikit, ia menghela napas panjang. Jemarinya mengusap pipi halus milik Sekar.

“Tapi kamu sedang hamil, Sekar. Buat Mas, kamu sudah sempurna untuk jadi ibu.”

Sekar hanya tersenyum tipis.

Sempurna? Kalau aku sempurna, kenapa kamu masih mencari perempuan lain di luar sana? batinnya pahit.

“Tidak ada yang benar-benar sempurna, Mas,” ucapnya lembut. “Lagipula sekarang juga banyak, kok, kuliah S2 yang bisa daring. Jadi aku nggak harus ke kampus setiap hari.”

Perempuan itu menggenggam tangan Raka. “Boleh, ya?”

Raka menatap istrinya sejenak, seolah menimbang “Kamu yakin kuat?”

Sekar mengangguk cepat.

“Kalau capek, kan, ada kamu.” Ia tersenyum manja. “Kebetulan kampus lama aku lagi buka pendaftaran S2.”

Ia berhenti sebentar sebelum menambahkan dengan santai. “Mas Langit juga mengajar di sana, kan? Jadi kalau ada apa-apa aku bisa minta bantuan Mas Langit.”

Raka menyeringai tipis, alisnya naik.

“Minta bantuan Langit? Bukannya kalian selalu berantem kalau ketemu?”

Sekar berdecak kesal. “Ya itu karena dia nyebelin!”

Ia kembali meraih lengan Raka dan menggoyangnya manja.

“Makanya bantuin, dong, Mas … bilang sama Mas Langit supaya bantu aku nanti di kampus. Ya ... please....”

Ia mengusap perutnya pelan. “Anggap saja demi calon keponakannya.”

Dalam hati Sekar berbisik lirih. Maaf ya, Sayang … Mama pakai kamu sebagai alasan.

Raka tidak langsung menjawab, ia kembali menghela napas. “Ok, Mas setuju. Tapi ingat, kamu nggak boleh kecapekan. Ambil yang full daring aja. Kalau kamu merasa kelelahan, nggak boleh dipaksa dan harus berhenti. Deal?”

Sekar menganggukkan kepalanya cepat. Senyumnya melebar. “Makasih, Mas ...”

***

Sementara di tempat lain, Langit tengah menyesap kopi di ruang tamu apartemennya saat sebuah pesan masuk dari nomor yang sangat ia kenal.

[Kamu ada waktu? Datanglah ke kantor hari ini. Ada yang ingin aku bicarakan. Ini soal Sekar.]

Langit langsung membalas. [Sekar kenapa?]

Balasan Raka muncul beberapa detik kemudian.

[Dia mau kuliah lagi. Aku butuh bantuan kamu. Nanti saja kita bicara. Aku tunggu di kantor.]

Langit mengerutkan kening. Sekar mau kuliah lagi? Apa maksudnya? Apa ini salah satu langkah Sekar untuk membalas semuanya?

Pria itu mengembuskan napas panjang sambil memutar ponselnya di tangan. Ia tahu, jalan yang akan ia tempuh sekarang bisa menghancurkan banyak hal. Terutama hati ibunya.

Ayunda selalu menyayangi kedua anaknya tanpa pernah membedakan. Ia juga sangat menyayangi Sekar sebagai menantu.

Namun bagi almarhum ayahnya, sejak dulu semuanya selalu jelas. Raka adalah kebanggaan keluarga.

Raka yang cerdas. Raka yang ambisius. Raka yang selalu memenuhi ekspektasi keluarga Wiratama. Sedangkan Langit?

Ia hanyalah Langit.

Pria yang tidak pernah tertarik mengejar kekuasaan atau bisnis besar seperti ayahnya. Ia tidak pernah tertarik menjadi seperti kakaknya. Ia menyukai dunia yang berbeda. Dunia yang lebih tenang. Dunia pendidikan.

Langit memang tidak sepenuhnya meninggalkan bisnis. Ia bahkan memiliki sebuah kafe kecil di sudut kota. Namun usaha itu lebih sering ia serahkan kepada manajernya. Langit hanya datang sesekali.

Bukan karena tidak mampu mengelolanya. Ia hanya tidak pernah memiliki ambisi sebesar ayahnya. Untuk Langit, kata ‘cukup’ itu adalah kunci hidupnya.

Bertahun-tahun berlalu, tapi kalimat itu selalu terngiang di kepalanya.

“Belajarlah dari kakakmu. Raka itu calon penerus Papa.”

Sejak kecil ia sudah terbiasa mendengarnya. Telinga dan hatinya sudah terlalu kebal untuk menerima perlakuan berbeda dari ayahnya.

Hingga suatu hari semuanya meledak. Hari ketika ia bertengkar dengan Raka karena seorang perempuan saat mereka berada di bangku kuliah. Perempuan yang dulu ia cintai.

Langit masih ingat bagaimana ia dan Raka hampir saling memukul malam itu. Namun ayahnya hanya mengatakan satu kalimat yang tidak pernah bisa Langit lupakan.

“Kalau dia memilih Raka, berarti memang dia lebih cocok untuk kakakmu.”

Langit memejamkan mata sejenak. Kalimat itu menghancurkan sesuatu di dalam dirinya saat itu. Tapi bukan hanya itu, kalimat itu juga mengubah hidup seorang gadis … untuk selamanya.

Ia menarik napas panjang saat membuka matanya kembali. Tatapannya berubah dingin.

“Aku sudah menunggu lama untuk melakukan ini, Raka,” gumamnya pelan.

Ia menatap layar ponselnya sekali lagi. “Sudah cukup kamu mempermainkan semuanya. Maaf … tapi aku nggak akan selamanya mengalah. Aku pernah mengalah sekali.”

Ia tersenyum tipis.

“Dan kali ini … aku nggak akan melakukannya lagi,” gumamnya lirih tapi penuh perhitungan. “Kita lihat bagaimana semua ini berakhir.”

Pria itu menyesap kopinya sekali lagi sebelum meninggalkan apartemen.

***

Hari itu sangat melelahkan. Beberapa meeting yang menumpuk membuat Raka baru bisa menarik napas panjang menjelang sore. Ia meregangkan pundaknya, menatap langit-langit ruang kerjanya sejenak, sementara Bagas mengamati dari ujung meja.

“Ada perkembangan tentang proyek baru kemarin?” tanyanya pada Bagas.

Bagas mengangguk pelan, ia menyerahkan map di tangannya.

Hening sejenak, Raka fokus pada kertas ditangannya.

“Pak, mohon maaf jika saya lancang. Tapi apa tidak sebaiknya kita periksa sekali lagi proyek itu, Pak.” Bagas mencoba membuka percakapan.

Raka melirik sekilas lalu kembali fokus pada kertas di tangannya.

“Maksudmu?”

“Pak. Saya mendapatkan informasi dari beberapa sumber. Proyek itu dibangun di tanah sengketa pemerintah dan pihak ketiga, karena itu sempat mangkrak. Dan sekarang tiba-tiba saja proyek itu berjalan lancar.”

“Justru bagus, dong. Berarti pihak kita bisa bernegosiasi dan menyelesaikan sengketa lahan itu.”

Bagas terdiam. “Pak, tapi—“

Raka menghela napas, menutup berkas dengan tegas. Matanya menatap Bagas tajam. “Kamu tidak perlu meragukan keputusan saya. Apalagi soal Anita. Dia lebih berpengalaman dalam bisnis dibanding kamu. Dia sudah memulai semuanya bersama ayahnya sejak lama. Saya yakin, dia sudah memikirkan semuanya matang-matang.”

Bagas terdiam, tak berani membantah lagi.

Tanpa Raka sadari, wanita yang selalu ia puji cerdas dan berpengalaman itu justru sedang menyusun langkah demi langkah untuk mengambil keuntungan darinya.

“Jadi gimana hubungan kamu sama Raka?” tanya Salma—ibunya, suaranya tenang tapi penuh maksud, saat mereka dalam perjalanan pulang berbelanja.

Anita menoleh, wajahnya datar. “Biasa aja, Ma. Kenapa tiba-tiba mama nanya soal Raka?”

Salma menghela napas panjang. “Sebenarnya Mama lebih suka kalau kamu jadi istri sahnya daripada cuma jadi … ya, simpanan.”

Anita mengerutkan kening. “Maksud Mama gimana?”

“Anita … Raka itu aset terbesar kita. Hartanya ada di mana-mana. Kalau kamu cuma jadi simpanan, kamu cuma dapat sebagian kecil. Tapi kalau kamu jadi istri sah—apalagi kalau punya anak—hakmu jauh lebih besar. Hidupmu dan anakmu akan lebih aman.”

Anita menghela napas, setengah percaya, setengah skeptis. “Tapi Mas Raka nggak mau, Ma. Dia selalu bilang aku nggak usah mikirin status. Lagian selama ini dia sudah kasih apa yang aku mau—apartemen, mobil, jatah bulanan. Semua cukup.”

Salma menyela cepat, nada suaranya sedikit mendesak. “Tapi itu belum seberapa dibandingkan istrinya, Nita. Kalau kamu jadi istri sahnya, kamu bisa minta apapun yang kamu mau.”

“Mas Raka nggak mau nikahin aku, Ma. Dia bilang tipe istri idealnya ya Sekar. Sedangkan aku cuma pemuas nafsu,” gerutunya sedikit kesal.

“Ya, kamu harus pakai akal, dong, sayang. Gimana kek? Misalnya aja kamu hamil anak Raka. Mama yakin setelah itu dia nggak akan bisa meninggalkan kamu,” Salma menekankan sambil melirik jalan di depan.

Anita menoleh cepat.

“Hamil?!“

1
bintang laut🌟
drpd milih opsi menikahi Anita apa Raka akan melenyapkan Anita🤔
Hashifa: kita lihat yaa😎
total 1 replies
Yuli Yulianti
aduh Raka kali ini penyesalan tidak akan berguna cuma nunggu giliran terbongkar aj
bintang laut🌟
astoge Raka kenapa pake masuk ruang kerja sih. kan bang Langit belum nemuin bukti2 ny🤭
Hashifa: kalau di kasih tahu langsung bukannya dinikahin malah di penjara kak😅
total 2 replies
bintang laut🌟
syukurin lu Rak selamat datang huruhara kehancuran mu😂
bintang laut🌟
itung2 latihan napa bang Lang, ntar kalu Sekar hamil anakmu km gak kaget lagi ngadepin ngidam ny bumil😂
Hashifa: 🤣🤣🤣🤣 ga ngefek kak 🙈🙈🙈
total 5 replies
Yuli Yulianti
anita kamu mau mengakui dirimu selingkuhan Raka dihari pengajian 4 bulanan Sekar malah memudah kan Sekar lho kamu nggak tau aj berapa banyak perempuan nya Raka yg ad kamu sendiri syok
Hashifa: mereka sama-sama licik kak 😌
total 1 replies
bintang laut🌟
astoge ini anak nya Raka atau yg pacar aslinya. duh mana lupa nama😂
gile nih ulet bulu ya kali bikin rusuh dipengajian 4 bulan an
bintang laut🌟: 😂😂 nama ny juga ulet bulu gak ada yg bener. ntar juga mereka lama2 pd nyungsep itu nunggu panen ny atas kelakuan yg tidk bermoral😂
total 5 replies
bintang laut🌟
kalau dulu ada kisah antara Kania n Langit...lah proses terjadi Zayn gimana gak sengaja ap salah satu ada yg mabok..thor aku lupa kisah nya pernah di spil belum sih di bab seblumnya🙈
Hashifa: udah pernah di Spil cuma baru secuil. dulu si Kania ini pacarnya Langit tapi direbut sama Raka. Pas hamil, ditinggalin tuh, malah disuruh gugurin kandungannya 😌😌😌
jahat banget ya si Raka tuh
total 1 replies
bintang laut🌟
duh sayang teh nya masih utuh😂
bintang laut🌟
apah ini. ada kisah dimasa lalu ternyata🤭
Hashifa: iyaa... tapi pas udah sama Sekar dia juga main sama Anita. bahkan honeymoon aja dia bawa tuh gundik. kurang edan apalagi coba 😌😌
total 3 replies
bintang laut🌟
huaaaa baru juga baca udah dibikin mewek😭
bintang laut🌟: ho'oh apalgi proses ada ny Zayn diluar pernikahan apa gak dobel2 nyesek nya tuh si Zayn. Zayn km awet aj jd bocil biar gak sakit terima kenyataan
total 2 replies
bintang laut🌟
semangat Gas, semoga cepet dpt informasi dan video nya...
bang Langit kau dimana ih lagi sibuk ama mahasiswa mu kah😂
Hashifa: tenang... part selanjutnya muncul kok. dan siap2 baper sama istri orang 🤣🤣🤣
total 1 replies
bintang laut🌟
apah. serius Zayn bapakmu macam Raka. kok aku gak ikhlas km punya bapak Raka😭😭😂
bintang laut🌟: wkwkwk. kan jdi penasaran🙈😂
ok siap menunggu bab selanjutnya😂
total 5 replies
bintang laut🌟
hoh ternyata Raka tak direstuin ama bapak nya Sekar ish kongkalikong ini am yg buat kecelakan bapak ny Sekar
Hashifa: ada alasan kenapa ga setuju bapaknya. wait yaaa... nanti terbuka satu persatu 😁
total 1 replies
bintang laut🌟
oh jadi video potongan ini ya thor yg waktu itu Raka bilang ama Anita kan ya kalau Bagas berani bicara maka Bagas bisa masuk penjara
Hashifa: yess... betul.. ketemu kan benang merahnya 😎
total 1 replies
bintang laut🌟
ini yg ngirim file rekaman gak bisa ditelurusi kah waktu itu. minta bantuan tim IT gitu🤭🙈
Hashifa: buntu Kak, penjelasan di next part yaaa
total 1 replies
bintang laut🌟
duh rekaman video opo maneh iki🙈😂
Hashifa: hampir benar... next bab yaa... kebuka dikit2 🤭
total 3 replies
bintang laut🌟
ini kan....
ap mungkin foto Kaina Raka🙄
ish kebiasan si othor😂
Hashifa: wkwkwk... sabarr
total 1 replies
bintang laut🌟
belum jd bini, udah perhatian aj nih bang Lang🙈
Hashifa: ya gimana dong... calon-calon bucin 🤭🤣
total 1 replies
Endang Supriati
lagian ngapain kirim pesan ke Raka!!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!