Seorang anak yatim yang tumbuh tanpa arah…
kembali sebagai sosok yang tak bisa diabaikan.
Bima pemuda sederhana dengan senyum tenang, pulang ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun merantau. Ia hanya ingin hidup damai… membuka tempat latihan, dan menjalani hari seperti orang biasa.
Namun kampung itu… sudah berubah.
Di balik senyapnya desa, kekuasaan gelap mengakar. Orang-orang tak lagi bebas. Ketakutan bersembunyi di setiap sudut.
Dan tanpa ia sadari…
kepulangannya justru mengusik sesuatu yang seharusnya tetap terkubur.
Diserang tanpa alasan. Diawasi tanpa henti.
Bahkan darahnya sendiri… menginginkan kematiannya.
Tapi mereka melakukan satu kesalahan besar.
Mereka mengira Bima masih belum bangkitkan yang ada dalam dirinya.
Padahal…
di balik sikap polosnya, tersembunyi kekuatan yang besar dalam dirinya yang sedang terkunci.
Saat kegelapan mulai bergerak…
dan para pemburu datang mengincar…
Bima tidak lagi berlari.
Ia berdiri.
Dan untuk pertama kalinya, dunia akan melihat kembangkitan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhin Pasker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMBALI KE JALAN YANG BENAR
Tiga preman yang kabur tadi sudah sampai di rumahnya bima Mereka agak sungkan.
Bingung
"apakah harus kita ketok atau bagaimana?
Mereka berbisik-bisik.
"kamu aja yang ketok
mereka terus-menerus saling berbisik-bisik dan mendorong satu sama lain.
Sampai akhirnya Bima membuka pintu dan keluar.
"hai dek Bima
mereka bingung harus ngomong apa,
Karena sungkan Jadi mereka berniat mau pergi
"eeh bang mau kemana?
bukannya kalian baru sampai
Tidak mau masuk dulu?
"apa boleh kami masuk?
"boleh lah kita kan teman
para mantan preman itu terharu mendengar ucapan bima, yang sudah menggap mereka teman mata mereka berkaca-kaca.
"bang kenapa seperti mau menangis.
tanya bima kepada Mereka.
"tidak tadi ada yang masuk di mata mungkin tai cicak
"hahaha bima ketawa melihat kekonyolan mereka bertiga
"dek Bima sebenarnya ada yang mau kami sampaikan.
"Apa itu bang?
"Sebenarnya kami adalah anggota preman-preman yang meresahkan kampung ini.
Tapi tenang saja sekarang kami sudah berubah, kami berencana keluar dari kelompok mereka.
"Yaa dek kami datang untuk minta maaf kepada dek Bima.
"saya juga mau minta maaf, pokoknya kami bertiga sudah bertobat
Bima tersenyum dan menjawab.
"Ya bang dari awa aku sudah tau karna tidak ada yang beres dengan gerak-gerik kalian
Mereka bertiga kaget dan agak merasa takut.
"Karena kalian sudah minta maaf, yaa aku maafin.
Mereka kembali merasa legah.
"Bukannya dek Bima sudah tau kami ada niat yang tidak baik di awal, kenapa tidak menghajar kami?
"Karena aku lihat kalian sebenarnya orang baik, cuma keadaan saja yang memaksa.
ucap bima kepada Mereka, sambi tersenyum.
Ketiga mantan preman itu tidak bisa menahan kesedihan mereka, mereka menangis dan terus meminta maaf kebima
"sebenarnya kalian tidak perlu meminta maaf ke aku, kalian harus pergi minta maaf ke warga kampung
karna Mereka selama ini sudah merasa tertekan karna ulah kalian
mereka bertiga saling bertatapan.
"kami takut bima,
"sudah lah nanti kita bahas lagi,
kalian bertiga pasti belum makan kan, Aku masak mie dulu untuk kalian.
Mereka bertiga serentak bilang Terimakasih ke bima
"Terimakasih dek Bima
Setelah itu mereka makan, bima melihat mereka makan sangat lahap tersenyum.
"Kalian tidur lah di sini malam ini.
"Kamu tidak takut kami ada niat jahat.
Mereka sampai heran kok bisa bima percaya dengan mereka padahal sudah tau mereka adalah mantan anggota Preman.
Mereka belum tau bima bisa merasakan aura negatif dan positif pada manusia.
Bima merasa tidak ada aura jahat pada mereka, makanya membiarkan mereka tetap tinggal untuk semalam.
Ke esok kan paginya...
Bima sedang berlatih di depan rumahnya.
Para mantan preman itu terbangun mendengar bima sedang berlatih,
Mereka menonton bima yang sedang berlatih.
Satu tendangan dari bima menghancurkan satu pohon besar hingga berkeping-keping
Mereka yang melihatnya sampai kaget dan menelan air ludah,
"Syukur-syukur kita tidak menantang dia kemarin
"Betul kalau tidak hancur semua tulang kita.
Bima Sadar mereka melihat nya sedang latihan langsung menoleh ke arah mereka
"Maaf sudah membangun kan kalian, apa aku terlalu berisik ?
"Tidak...
"Tidak...
"Tidak...
Mereka menjawab dengan serentak.
"Kami memang sudah bangun dari tadi
"Kalian bertiga sangat kompak yah kalau lagi kaget hahaha
Bima ketawa melihat muka mereka yang panik
"Oyah dek Bima ada satu lagi yang mau kami sampaikan.
Bos berencana menemui pak kades, dia berniat bekerja sama dengan pak kades untuk mengusir dari kampung ini.
Kamu harus berhati-hati
Dan satu lagi, Aku sempat pendengar bawah orang yang mengirim untuk membunuhmu kemarin adalah pak kades
"Apa?
Bima sangat kaget mendengarnya.