Cerita ini adalah lanjutan dari novel ~MIRA~
_____
Enam tahun telah berlalu di mana kejadian aksi bunuh diri Mira belum bisa dilupakan oleh Raka Alendra. Pria muda tampan yang memiliki kelebihan dapat mendengar isi pikiran orang lain.
Dengan kemampuannya itu ia dapat membangun perusahaan terbesar serta perusahaan lainnya. Seorang Presdir termuda di Perusahaan Welfin di kota Byusan. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Sovia indriani, wanita yang baru tiba dari luar negri sekaligus seorang single mom yang memiliki rupa yang sama dengan Mira dan memiliki seoarang Putra yang bernama Deva. Sovia bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan Welfin.
Tiba-tiba saja seorang wanita lain hadir dan memiliki wajah yang juga mirip dengan Mira. Wanita itu mencoba untuk mengambil perhatiaan Raka. Namun karena gadis kecil yang bernama Dean, Putri kecil dari Raka mencoba untuk menyingkirkan wanita tersebut, karena tak ingin Ayahnya terjebak akan rencana jahatnya.
Begitupun dengan bocah yang bernama Deva, ia mencoba membantu Dean untuk mempersatukan Ibunya dengan Ayah Dean. Dan ternyata kedua bocah itu adalah saudara kembar yang artinya Sovia dan Raka adalah orangtua kandung mereka.
Lalu bagaimana semua itu terungkap?
Yuk kita baca sampai selesai:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Mencari Wanita
...(Beri like dan komen)...
Sedangkan di ruangan Presdir, Erika duduk memandangi sepupunya itu yang hanya terdiam dari tadi, dia merasa kasihan padanya, mamiliki wajah yang tampan, sekaligus bisa dibilang Pria idaman bagi kalangan Wanita diluar sana dan sampai sekarang masih berstatus jomblo.
"Kak Raka. Hari perayaan perusahaan Welfin akan segera tiba, apakah sudah ada pasangan untuk menghadiri pesta perayaan?" Erika mulai berbicara.
"Belum, itu tidak perlu." jawab Raka dengan tampang tidak peduli sambil mengotak atik komputernya.
"Tapi, semua pendiri akan hadir dalam acara itu, Paman Hendra pasti sangat marah jika kamu tak memiliki pasangan untuk pesta perayaan nanti, lagi pula kamu adalah pewaris sekaligus pemegang saham." jelas Erika merasa jengkel dengan sikap Raka yang tak peduli padanya.
"Terus? Aku harus datang dengan seorang Wanita?" tanya Raka menatap Erika.
"Tentu saja, Kak Raka kan bisa memilih Wanita yang dipilih oleh Paman Hendra." jawab Erika bersilang tangan.
"Oh!" Raka mengabaikan ucapan Erika.
"Tuh kan akan seperti ini lagi, jadi malas berbicara denganmu, bikin kesal saja lebih baik aku keluar mencari Dean." Erika berdiri lalu meninggalkan ruangan itu.
"Dipiki-pikir memang benar juga, tapi tanpa dicari pun, semua Wanita akan datang juga padaku." gumam Raka dengan sikap dinginnya.
"Jika saja Wanita itu adalah Mira, tanpa harus memilih Wanita lain, aku pastikan hanya Mira yang patut di sampingku." Raka berjalan menuju dekat jendela.
"Sebenarnya, di mana dirimu, Mira?" Raka melamun menyentuh Jendela. Masih terbayang di pikirannya dengan cinta pertamanya itu. Meski orang tuanya telah beberapa kali mengatur perjodohan untuknya, dia tetap tak bisa membuka hati untuk Wanita lain.
..._____...
Di ruangan Sovia, ia terlihat begitu dekat dengan Dean, dan itu memberikan rasa sirik bagi Wanita yang datang mengunjungi Raka. Namun, mereka yakin dengan penampilan Sovia yang biasa-biasa saja tidak akan membuat Raka melirik Wanita itu.
Kini seorang Wanita cantik dengan postur tubuh yang menawan masuk ke dalam ruangan Raka lalu berjalan mendekati Raka yang sibuk dengan pekerjaannya.
"Haha kamu masih saja seperti dulu, Ka. Berhati dingin dengan tampan tidak pedulimu itu. Tapi, bagaimana jika malam ini kita keluar makan malam?" tanya Wanita itu bernama Anggita Septian, ia sedikit merayu Raka. Dia adalah salah satu Wanita yang dipilih oleh Ayahnya Raka sendiri. Namun, Raka tetap saja tidak pernah meliriknya.
"Tidak bisa, aku ada urusan jangan menggangguku." Raka mengabaikan Anggi, membuat Wanita itu kecewa dengan tingkah Raka yang berhati dingin.
"Hmp!" Anggi berjalan keluar dengan amarah yang dipendamnya.
"Hufftt, mereka bagaikan belalang penggangu yang datang hanya untuk menjadi Nyonya muda di keluarga Welfin." ucap Raka terlihat lesu dengan semua ini.
****
Dilain sisi, Deva sedang menunggu kedatangan Putri, dia masih saja mondar-mandir tak jelas membuat Bibi dan Neneknya makin heran dengan tingkahnya.
"Hantu bodoh itu kemana sih?!"
"Isshh, apa mungkin dia menipuku."
Deva semakin kesal menunggu kedatangan Putri, terlalu lama baginya untuk bersabar. Vani yang sedang menyiapkan makan siang melihat Deva yang berjalan di depan TV, ia pun memanggilnya.
"Deva, kamu kenapa? duduklah kemari, jangan berjalan di depan TV seperti itu."
"Tidak! Ini darurat, dia sudah menipuku, Bibi." Deva yang tidak menyadari perkataan Bibinya langsung saja menjawab.
"Dia? Menipu? Siapa?" Vani heran dengan perkataan Deva.
"Eh! Maksudku i-itu, Deva lapar Bi, hehe ..." Deva mulai sadar lalu segera memberi alasan, dia tidak ingin Bibi cantiknya ini keheranan dengan tingkah anehnya.
"Yakin?" Vani bertanya memastikan.
"Ya Bibi, aku sudah lapar lebih baik kita makan." Deva tersenyum sambil merayu Bibinya agar melupakan hal barusan.
"Haha ... Baiklah." Vani tertawa geli melihat tingkah Deva. Entah siapa sebenarnya Ayah dari Bocah menggemaskan ini.
Beberapa jam kemudian, Deva kembali ke kamarnya, karena dia harus menjaga tubuhnya tetap sehat. Tidur dan makan teratur sangan penting untuknya. Deva masih saja memikirkan perkataan Putri semalam dan itu membuatnya tidak bisa tenang.
"Hantu bodoh itu kemana sih? Ini sudah lama aku menunggunya, hmp!"
Deva merasa kesal sambil duduk di kasurnya. Karena terlalu lama menunggu, dia mulai mengantuk, disaat dia menoleh untuk membaringkan tubuhnya, dia dikejutkan oleh Putri di sampingnya.
"Hai! Deva!" Putri yang tiba-tiba muncul, membuat Deva sontak terkejut.
"Aaahhh! Hantu jelek!" Deva berteriak pelan.
"Apaan sih, dasar manja!" balas Putri duduk dengan wajah ngembeknya.
"Apa? Mau aku tendang keluar?" Deva membentak tidak mau kalah.
"Hehe, maaf ya, pasti nungguin ya? Hihihi ..." Putri tertawa cekikikan sambil menghibur Deva.
"Tidak! Lagian kenapa baru datang?" Deva kini mulai tenang.
"Oh ya, hampir lupa tadi di sana aku lihat ada gadis kecil, hem ... kira-kira dia seumuran denganmu, mereka itu sangat akrab banget, jangan-jangan kamu bakal di tinggalin deh sama Ibumu." jelas Putri mulai mengada-ada.
"Jangan membuatku takut!" Deva membentak tidak terima ucapan Putri.
"Ya sudah, besok kamu datang saja, lagian juga aku lihat dengan mataku sendiri! Hmp!" Putri kesal lalu pergi meninggalkan Deva. Kini terlihat di wajahnya rasa cemas dan takut jika perkataan Putri menjadi kenyataan.
"Tidak bisa dibiarkan, besok aku harus pergi melihatnya sendiri, ishh ... dasar hantu Jelek!" Deva mengumpat kesal lalu melompat ke tempat tidurnya dan mulai tertidur.
Sedangkan Putri, ia masih memikirkan Erika, seperti ada sesuatu yang harus dia selidiki, perasaannya seperti dia kenal dengannya.
"Lebih baik, besok aku ikut saja dengan Deva, selidiki gadis itu, kenapa aku rasa dia tak asing bagiku, ya." gumam Putri berjalan lalu menghilang bersama terpaan angin sejuk yang masuk.
..._____...
...Wah apakah Putri ada hubungannya dengan Erika?...
...Jangan lupa...
...Like...
...Komen...
...Dan...
...Vote...
Maaf aku blm bca season 1 soalnya . Mau bca tp males ah..kpngen lgsug bca yg ini aja🤭