NovelToon NovelToon
MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Action / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:623.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ekouchi Aya

Apa?!! Menikahi Musuhku? Apa itu mungkin?... Namaku adalah Demian Wulfric, yaitu raja dari kerajaan Endom, kerajaan terkuat di belahan bumi Eropa. Aku disebut sebagai raja dari kayangan, karena parasku yang sangat rupawan dan sifatku yang sangat dingin.

Selama hidupku, aku menanggung amarah yang amat dalam kepada musuh yang telah membunuh orang tuaku dan memporak-porandakan rakyat serta kerajaanku.

Namun, takdir berkata lain, aku terpaksa harus menikahi putri dari musuhku, yaitu putri dari kerajaan Alamore yang bernama Putri Aurora Delacour. Ia adalah putri yang sangat cantik jelita yang memiliki 'Mutiara Abadi' di dalam tubuhnya. Mutiara yang membuatku sangat bergantung kepadanya dan aku harus menahan rasa cinta yang mendalam kepadanya, hanya karena masa lalu yang sangat menyakitkan di antara kami.

Bagaimana kisah perjalanan cinta kami selanjutnya? Jangan lewatkan kisah kami ya...

Jangan lupa like, komen & dukung cerita ini dengan 5 Vote yaah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekouchi Aya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit Yang Tak Tertahankan

"Yang Mulia apa yang telah Anda lakukan?" Aurora menarik nafas dalam karena merasa sesak.

"Aku hanya memperingatkanmu, jangan sekali kali mempermainkanku!" cetusku mulai merenggangkan dan melepas badannya dari pelukanku.

"Apa maksud Anda,Yang Mulia?" tanya Aurora mengusap bibir indahnya itu.

"Jika kau sengaja menciumku lagi, aku tak segan-segan akan melakukan hal yang sama padamu," timpalku beralasan.

"Siapa yang sengaja mencium Anda?" Aurora mulai emosi kecil.

"Sudahlah, kali ini akan aku maafkan, tapi lain kali tidak akan aku maafkan," terangku untuk mengakhiri pertemuan malam itu.

Aku pun segera kembali ke kamar dan merasakan apa reaksi yang terjadi setelah aku dan Aurora saling bersentuhan fisik.

"Sepertinya rasa sakit yang aku alami sedikit berkurang, tapi entah apa karena sebuah ciuman tadi?" Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri.

Keesokan harinya, paman menyampaikan hal yang sama kepada Aurora. Aurora pun bersih keras untuk menolak saran paman.

"Anda menyuruh saya untuk tidur dengan Yang Mulya Raja Demian?" Aurora terkejut dengan permintaan Paman.

"Saya mengerti jika kalian sangat merasa kesakitan, dan itulah satu-satunya cara," kata pamanku yang sempat bertemu dengan Aurora di taman kerajaan.

"Apakah Anda merasa kesakitan Tuan Putri?, kenapa Anda selama ini tidak bercerita apa pun kepada saya," tanya Mia yang waktu itu sedang menemani Aurora.

"Maaf Mia ini hanya sakit kecil, jangan terlalu khawatir," timpal Aurora.

"Mungkin kali ini masih bisa Anda tahan putri, suatu saat dalam waktu dekat ini saya yakin, Anda akan melakukan apa yang telah saya sarankan," jelas pamanku yang kemudian meninggalkan Aurora dan Mia.

"Apakah ini semua harus terjadi? bahkan kami berdua saja tidak cocok satu sama lain dalam segi apa pun! Bagaimana kami berdua harus tidur bersama? mustahil," gumam Aurora dengan suara pelan.

*****

Di Aula kerajaan terjadi sebuah kegaduhan. Terdengar suara para menteri yang sedang menungguku untuk menanyakan sesuatu hal yang penting. Terlihat telah berbaris rapi beberapa menteri yang tak sabar ingin melontarkan banyak pertanyaan kepadaku.

"Yang Mulia Raja, beberapa hari ini saya mendengar bahwa ada seorang Dewi yang disembunyikan di dalam istana, apakah itu benar, Yang Mulia?" tanya menteri dengan antusias.

"Banyak sekali warga yang ingin melihat sosok wanita itu Yang Mulia, apakah benar wanita itu adalah seorang Dewi, Yang Mulia?" tanya menteri yang lain.

"Maafkan aku, sebetulnya semua yang kalian ketahui dan yang kalian dengar bukanlah sebuah rumor, tapi sebuah kebenaran," jelasku dengan santai.

"Jadi benar ada seorang Dewi?" tanya para menteri lagi.

"Dia bukanlah seorang Dewi, dia hanyalah putri dari sahabat paman yang sementara akan tinggal di sini, mungkin sebentar lagi kalian akan tahu," terangku pada mereka semua.

"Kai, tolong panggil Aurora kemari supaya para menteri tahu, dan mereka tidak salah faham atau curiga pada kita," bisikku pada Kai.

Beberapa menit kemudian Aurora datang dan memberi salam kepada para menteri.

"Perkenalkan, saya Aurora," tutur Aurora sambil tersenyum memperkenalkan diri kepada para menteri.

"Dia benar-benar cantik Yang Mulia, pantas saja rumor dari luar kerajaan mengatakan dia adalah seorang Dewi!" ujar salah satu menteri yang terus menatap wajah Aurora.

"Maafkan aku yang baru mengenalkan Aurora pada kalian," kataku basa basi.

"Mungkin lain kali kita bisa makan bersama dengan Nona Aurora, Yang Mulya," pinta salah satu menteri.

"Baik, akan aku jadwalkan untuk makan bersama dengan keluarga istana," kataku membuat para menteri senang.

*****

Ketika sore hari, turunlah hujan yang sangat lebat, suara gemuruh guntur dan petir membuat kaca cendela bergetar. Aku memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan negara di ruang keluarga istana, tepat di depan perapian aku pun duduk dengan tenang.

Tiba-tiba Pangeran Brian dan Aurora berlarian karena basah kuyup dan menuju ruang tengah.

"Kalian dari mana saja, kenapa basah kuyup seperti ini?" tanyaku yang tak sengaja melihat mereka berdua.

"Maaf Yang Mulia, kami tadi hanya bepergian sebentar dan tiba-tiba turun hujan," jelas Pangeran Brian sambil membereskan rambutnya yang mulai acak acakan.

"Aurora, bukankah acara makan malam dengan para menteri akan dilaksanakan malam ini, tapi mengapa kau malah berkeliaran tidak jelas?" kata-kataku sedikit kesal.

"Saya sudah tahu Yang Mulia, oleh karena itu saya memaksa kembali meskipun hujan," terang Aurora mencoba membela dirinya

"Saya yang bersalah dalam hal ini Yang Mulia, saya yang memaksa Aurora untuk pergi," tambah Pangeran Brian ingin melindungi Aurora.

"Sudahlah, cepat kalian ganti baju, dan Aurora bersiaplah segera dan menuju ruang makan istana" perintahku padanya.

Setelah kejadian itu, tibalah waktu makan malam dan para menteri telah siap berkumpul di meja makan istana.

*****

"Terimakasih atas semua hidangan ini Yang Mulia, kami sangat menikmatinya," kata menteri sambil menyantap makanan di atas meja makan.

"Apakah Nona Aurora betah tinggal di kerajaan Endom ini?" tanya salah satu menteri kepada Aurora.

"Iya, bagaimana tidak, seluruh anggota kerajaan sangat baik kepada saya," jawab Aurora dengan senyum tipis di wajahnya

"Mungkin tak hanya Nona Aurora saja yang betah di kerajaan ini, mungkin Raja Demian pun juga senang ada wanita yang sangat cantik tinggal di istananya." Salah satu menteri mulai mencairkan suasana.

Aku hanya pura-pura tersenyum menanggapi gurauan mereka.

"Coba lihat, Nona Aurora sangat cocok jika bersanding dengan Raja Demian, benar begitu?" kata menteri membuatku dan Aurora saling menatap dan salah tingkah.

"Benar Yang Mulia, Anda sangat tampan dan Nona Aurora pun sangat cantik, sungguh pasangan yang sangat cocok," kata mereka lagi.

"Janganlah kalian mengada-ngada dan membuat rumor yang tidak benar, Nona Aurora hanyalah tamu di kerajaan ini, tolong jaga ucapan kalian," timpalku enggan meneruskan gurauan para menteri.

"Benar, saya juga tak ingin menjadi pasangan seorang raja, sangat merepotkan," kata Aurora membuat semua menteri tertawa.

"Bagi wanita yang berwawasan luas dan berkarakter baik, tidak akan merasa terbebani atau merepotkan untuk menjadi seorang ratu," jelasku membantah perkataan Aurora.

"Benar, Yang Mulia," kata menteri mulai serius kembali.

Mereka semua berbincang-bincang dengan santai, tapi tiba-tiba dadaku terasa sangat panas dan sakit sekali.

"Malam ini sungguh indah, malam bulan purnama menyinari malam sunyi ini, tapi sayangnya, kami harus pamit Yang Mulia," salah satu menteri hendak pamit untuk kembali pulang.

"Malam bulan purnama?" sahut Aurora dengan suara lirih, dia mulai memegang dadanya karena merasakan sakit yang luar biasa.

"Mia, antarkan aku kembali ke kamar, dadaku sakit sekali," kata Aurora sambil merintih kesakitan.

"Baik, Tuan Putri," jawab Mia memapah Aurora kembali ke kamarnya.

"Yang Mulia, apa Anda baik-baik saja?" tanya Kai penuh khawatir.

"Panggilkan pamanku, aku ingin istirahat di kamar," perintahku dengan menahan rasa sakit ini.

Kami berdua merasakan sakit yang luar biasa, bulan purnama mengakibatkan rasa sakit kami semakin parah dan entah apa yang akan terjadi jika kami hanya diam merasakan rasa sakit ini.

 BERSAMBUNG....

1
snaaflh_desu
mangat thor
Fetry Nokas
aa terharu banget 🥲
Fetry Nokas
aurora cantik banget raja damian juga 👑🤩
Fetry Nokas
Raja Nuel ko gatel banget yah
seorang raja ko sifatnya seperti itu menyebalkan
Fetry Nokas
ftonya ratu aurora dong
Ika Fitri
the best
Ika Fitri
semangat up Thor
Ika Fitri
like so much
Ika Fitri
aku padamu Thor
Ika Fitri
lanjut
Ika Fitri
seru abiss
Ika Fitri
vote ku untukmu thor
Ika Fitri
up
Ika Fitri
bagus karyamu Thor
Ika Fitri
seru banget
Ika Fitri
aku mendukungmu Thor
Ika Fitri
wow bintang Korea semua Thor
Ika Fitri
lucu thor
Ika Fitri
musuh dalam selimut
Ika Fitri
like like like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!