Saquel Dijodohkan istri
Menceritakan tentang kisah saudara kembar yang terpisah selama 17 tahun.
"ALAN SAPUTRA ATMAJAYA"
Seorang laki laki remaja yang tampan, pintar dan kaya raya yang terlahir dari keluarga Atmajaya. Disekolah, Alan menjadi pria idaman setiap wanita. Semua wanita disekolah nya berlomba lomba untuk mendapatkan cinta nya.
"ALANA SAPUTRI ATMAJAYA"
Seorang gadis manis yang hidup serba apa adanya seperti ibu nya. Cantik, pintar dan juga kaya raya namun tidak membuat nya berbesar kepala.
Alan dan Alana adalah sepasang saudara kembar yang akan selalu berselisih paham dalam hal apa pun. Namun tidak memudarkan rasa sayang Alan kepada adik kembaran nya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalisa maisara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Hai hai para reader kesayangan author 😘
tetep jaga kesehatan kalian yah 😊🙏
yawlaahhh pandemi segeralah berlalu amiinn🙏🙏🙏😊😊😊
oke happy reading gays !!!
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Terik panas nya sinar matahari yang semakin naik terasa sangat membakar kulit laki laki tampan itu. Peluh keringat terus bercucuran membasahi dahi nya.
Selama sekolah, ini kali pertama nya Alan menjalani hukuman dari salah nya perbuatan dirinya. Membuat masalah dan terlambat adalah kebiasaan disetiap hari nya yang diperbuat laki laki tampan dan terpopuler disekolah itu.
Rasa dahaga kian menyerang tenggorokan nya. "Huh 2 kali gue ngerasain dihukum." lirih laki laki itu. "Haus banget pula." imbuh nya.
Tiba-tiba saja. Ada tangan seseorang yang menyodorkan sebotol air mineral ke hadapan Alan. Sontak terkejut, Alan menolehkan wajah nya ke arah kanan demi melihat sang pemilik tangan itu.
Sekejap.
Mata mereka saling memandang.
Gadis itu.
Ya,
Gadis itu adalah...
Adik.
Ya benar adik. Adik kembar nya.
Tapi tidak. Alan tidak bisa menolak kenyataan ini. Kenyataan yang menyatakan bahwa gadis itu adalah adik nya. Saudara kembar nya.
Dalam sekejap juga, jantung Alan berdetak dua kali lebih kencang. Tak terpompa seperti biasanya. Hingga membuat tubuh nya kian bergemetar.
"Kau, kenapa kau kemari !!" ketus laki laki itu yang membuang wajah nya ke sembarang arah.
Tersenyum tipis, Alana memandang wajah laki laki itu yang ternyata adalah kakak nya. "Kasih kakak minum. Pasti haus kan." ujar nya dengan santai.
Sontak menolehkan kembali wajah nya. Alan dibuat bengong dengan ucapan yang baru saja perempuan itu katakan.
Apa kata nya tadi ? Kakak !!!
Apa dia tidak salah dengar ? Oh, apa sepertinya pendengaran nya mulai terganggu ?
Tapi seperti nya tidak. Jelas jelas Alan mendengar dia mengucapkan kata kakak !
"Apa maksud mu." ketus laki laki itu lagi.
"Kakak.!" jawab nya cepat.
Alan semakin menajamkan pandangan nya menatap perempuan itu seperti akan menerkam mangsa nya saat ini juga.
"Kau lupa, kita kan saudara kembar. Aku adik mu. Dan kau adalah kakak ku." ucap Alana.
Oh ya,
memang ini lah kenyataan nya yang baru diketahui nya sekarang.
"Nih minum nya haus kan." ujar Alana yang tiba tiba saja terdengar jauh lebih akrab kepada laki laki itu.
Menatap sebotol air yang masih ditangan Alana. Akhirnya Alan pun menyahut air mineral itu dari tangan Alana dengan cepat lalu meminum nya dengan hanya beberapa tegukan karena sangking haus nya.
"Pergi .!!" sungut Alan setelah dia menghabiskan sebotol air dan melemparkan botol nya ke tempat sampah didekat lapangan itu.
"Ga mau makasih dulu gitu." jawab Alana.
Merasa kesal dengan perempuan itu yang terus saja berbicara. Alan tidak bisa menahan amarah nya lagi hingga membentak perempuan itu. "Udah sana pergi !!!". Bentak Alan yang cukup keras. Hingga membuat Alana tersentak kaget sambil mengelus dada nya.
Tanpa berucap lagi, Alana pun melangkah kan kaki nya pergi meninggalkan laki laki itu. Karena ia juga harus kembali ke kelas karena ia sudah cukup lama meminta izin kepada pak Alex untuk pergi ke toilet selama masih jam pelajaran berlangsung.
🌸🌸🌸
Bel istirahat terdengar sudah berbunyi. Semua murid yang selama 2 jam mengikuti pelajaran berhamburan keluar kelas untuk beristirahat. Begitupun dengan Alan, hukuman nya pun sudah selesai dan ia langsung melangkah kan kaki nya untuk pergi ke kantin sekolah.
Setelah membeli satu botol air mineral dingin Alan langsung mendudukkan diri nya dan meneguk habis air minum nya itu. Tertunduk lemas. Alan menopangkan kedua tangan nya sebagai penyanggah kepala nya di atas meja kantin.
"Woi boy." panggil teman teman Alan yang langsung ikut mendudukkan diri mereka masing-masing di kursi yang masih kosong.
"Tumben lu jadi murid bener. Biasa nya juga ngelawan kalo sama pak Alex doang mah." ujar Gilang yang duduk disamping kiri Alan.
"Ho'oh." sahut Adit.
Menghembuskan nafas nya kasar. Alan pun kembali menegakkan kepala nya. Seperti sedang malas dan enggan menjawab pertanyaan teman teman nya itu. Alan lebih memilih bangkit berdiri dan melangkah kan kaki nya pergi begitu saja meninggalkan teman teman nya itu tanpa menjawab sepatah kata pun.
Gilang, Adit, dan juga Novan pun dibuat melongo atas sikap ketua gank mereka itu. "Bos lu kenapa sih ?" tanya Novan kepada Adit.
Adit hanya mengangkat kedua bahu sambil menggelengkan kepala nya menjawab pertanyaan Novan. Karena ia pun juga sama bingung nya atas sikap Alan yang tiba tiba saja berubah jauh dari sikap Alan yang sebelum nya.
🌸🌸🌸
"Ras." panggil Ibnu yang menatap wajah perempuan itu dengan sendu.
"Aku mohon. Jelaskan semua nya kepada ku. Malam itu kau sudah memaafkan ku dan mau kembali menikah dengan ku. Lalu kenapa tiba-tiba kamu membatalkan semua nya Ras." Tanya Ibnu kepada Laras. Jujur demi apa pun, setelah pertemuan mereka bertiga. Ibnu, Laras dan Renata di cafe itu yang membahas tentang semua kejelasan yang terjadi di antara mereka.
Meski Ibnu memaksakan hati nya untuk menerima keputusan Laras untuk mundur dari rumah tangga mereka. Namun demi apa pun, didalam hati kecil laki laki itu masih belum rela jika ia harus kehilangan Laras perempuan yang saat ini dia cintai itu. Ibnu masih berharap, semoga Laras mau merubah keputusan nya dan mau kembali menjadi istri nya.
"Jujur aku masih sangat mencintai mu Ras." titah laki laki itu.
Sesak.
Sakit dan pedih.
Semua rasa itu kembali terasa di dalam dada Laras. Menarik nafas nya dalam, Laras berusaha untuk meringankan kan sesak di dalam sana.
Oh tuhan...
Andaikan ada sesuatu yang bisa mengobati rasa sakit dan pedih yang sedang menghantam hati nya saat ini.
"Aku sudah katakan mas, aku tidak bisa lagi kembali kepadamu." ujar wanita itu.
"Apa alasan nya Ras !!!" sahut Ibnu cepat. "Apa kau tidak ingin hidup bersama dengan anak anak kita ??". tanya Ibnu.
Pertanyaan macam apa itu.
Siapa yang tidak ingin hidup bersama dengan anak anak mereka dan hidup bersama menjadi satu keluarga seperti apa yang ia dambakan.
Justru Laras sangat sangat menginginkan nya. Menginginkan menjadi seorang istri dan menjadi seorang ibu yang mengurus semua keperluan suami dan anak anak nya itu.
Tapi tidak.
Semua itu hanya menjadi sebuah andai andai bagi seorang Laras Safitri. Andai andai yang terlalu tinggi untuk bisa ia mencapai nya dan merasakan nya.
"Aku masih bisa menjadi ibu mereka meski aku tidak menjadi istri mu kan mas." jawab wanita itu. "Aku mohon. Berhenti untuk mengganggu ku. Karena aku sudah katakan bahwa aku tidak akan pernah bisa untuk kembali menjadi istri mu." kecam perempuan itu.
Meneteskan air mata nya.
Ya,
Mungkin perempuan itu tidak akan pernah lagi bisa kembali kepada diri nya. Tidak akan pernah bisa untuk kembali kedalam pelukan nya.
Mungkin.
Inilah kenyataan pahit yang harus di terima nya bahwa ia memang harus kehilangan wanita yang sangat dicintai nya itu.
.
.
.
.
.
****************************************
Insyaallah nanti malam lanjut ya gays 😂
jangan lupa dukungan nya yah
like, komen, vote sebanyak banyak nya 🙏
karena dukungan kalian sangat berarti untuk membangkitkan semangat ku 🙏😂😋
oke
see yuuuu ❤️❤️❤️