NovelToon NovelToon
GADIS TARUHAN ALVARO

GADIS TARUHAN ALVARO

Status: tamat
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vicka Villya Ramadhani

Alvaro Genta Prayoga, seorang mahasiswa tajir melintir tak juga menyerah setelah ditolak oleh seorang mahasiswi cantik yang bernama Nurul Aina dan itu berkali-kali. Nurul yang hanya anak panti asuhan itu menolak karena ia ingin menyelesaikan kuliahnya tanpa embel-embel percintaan.

Tiga bulan waktu yang diminta Alvaro untuk menunggu jawaban Nurul dan saat waktu itu tiba akhirnya Nurul bersedia membalas perasaan Alvaro karena ia sudah menyelesaikan skripsinya namun justru yang ia dapatkan adalah kenyataan pahit dimana ia hanyalah gadis yang dijadikan taruhan oleh Alvaro dan teman-temannya.

Setelah kejadian penuh derai air mata, Nurul kembali ke panti asuhan dan tanpa ada yang ditutup-tutupi pada Ibu pantinya, ia menceritakan bahwa ia sudah dinodai dan juga menjadi korban kekerasan fisik.

Seperti apakah nasib Nurul kedepannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicka Villya Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Andai

Setelah puas berbincang-bincang bersama Ikram, Nurul pun memutuskan untuk pulang. Ikram sempat menawarkan untuk pulang bersama, namun Nurul yang mendengar cerita dari Ikram jika Alvaro sempat melihatnya di kafe tadi memilih menyusun rencana sendiri.

Taksi yang ditumpangi Nurul berhenti di halaman panti. Benar saja, sesuai dugaannya, Alvaro mendatangi panti dan untung saja ia tadi tidak langsung pulang melainkan mengunjungi rumah Dessy dan ia saat ini sedang bersama Dessy dan Mas Bian.

"Alvaro?" panggil Nurul pura-pura terkejut.

"Siapa Nur?" tanya Dessy yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan dengan Mas Bian.

"Teman kampus, Des. Kalian masuk aja nanti aku nyusul," jawab Nurul.

Dessy dan mas Bian pun masuk dan tinggallah Alvaro yang sedang menatap Nurul.

Dia bersama orang lain? Tadi cewek di kafe bukan pakai baju ini. Apa gue salah lihat?

"Ngapain malam-malam kesini?" tanya Nurul tanpa mempersilahkan Alvaro duduk.

"Ck ... orang datang bukannya disuruh duduk dulu. Sinis amat sih calon mamah dari anak-anak gue ini," goda Alvaro.

Jika ini masih Nurul yang tadi pagi sebelum datang ke kafe maka bisa dipastikan saat ini pipinya sudah merona dan jantungnya pasti sudah berdegup kencang.

Entah mengapa gue jijik!

"Ya udah duduk dulu," ajak Nurul.

Keduanya pun duduk di kursi yang ada di teras panti. Nurul diam-diam memperhatikan Alvaro. Hatinya kembali berdenyut, terasa begitu ngilu saat tahu cowok di sampingnya ini adalah cowok berwajah palsu.

"Lu dari mana?" tanya Alvaro.

"Gue dari rumah Dessy. Suaminya kerja dan tadi gue nemenin dia di rumah karena ibu mertuanya sedang pergi ke rumah saudaranya," jawab Nurul dibumbui sedikit kebohongan.

Orang bermuka dua dan palsu kayak lu nggak perlu diberikan kejujuran. Karena kejujuran itu mahal dan lu nggak layak untuk itu.

"Lu nggak kerja?" tanya Alvaro.

"Nggak. Seseorang meminta gue buat berhenti bekerja karena nggak mau gue dekat sama cowok teman kerja gue," jawab Nurul ketus.

Ia ingat betul kalau Alvaro memaksanya berhenti karena tidak suka pada Riswan. Ia mengancam akan membuat mini market itu bangkrut seketika dengan kekuasaan keluarga Prayoga. Padahal alasan Nurul sebenarnya ya karena dia akan segera pindah dan teman-teman kerjanya sudah tahu semuanya.

Alvaro menampilkan cengirannya. Ia juga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Lagian emang lu nggak usah kerja. Kalau kita nikah, lu hanya harus fokus ngurus gue dan anak-anak kita nanti. Tenang, gue masih mampu menghidupi lu dan anak-anak kita meskipun lu ngelahirin kesebelasan," ucap Alvaro dengan bangganya.

Dan gue berharap lu bakalan jatuh bangkrut tanpa sempat memiliki anak. Biar lu tahu susahnya nggak punya apa-apa.

"Lu datang kemari jauh-jauh cuma buat curhat atau buat halu doang?" sarkas Nurul.

"Ck ...." Alvaro mencebikkan bibirnya.

Dulu kalau gue ngelihat gaya ngambek ala Alvaro gue bakalan bilang 'ya ampun nih cowok cute banget' tapi sekarang gue eneg banget sama dia.

"Pulang gih. Gue capek banget. Lagian besok juga 'kan waktunya lu nyari gue," usir Nurul tanpa tedeng aling-aling.

"Nurul, seenggaknya lu pura-pura senang ke," protes Alvaro.

Emang lu nggak tahu kalau gue bahkan sedang pura-pura senang ngobrol sama lu. Dan ucapan gue emang nggak pura-pura. Mending lu cepat menyingkir dari hadapan gue.

"Maaf. Terus lu mau apa dong? Mau nginap disini?" tanya Nurul dengan memasang ekspresi wajah bersalah.

"Nah gitu dong. Gue cuma mau mastiin kok kalau lu masih ada di bumi. Gue nggak mau lu ngilang dari gue. Setiap hari yang gue lalui, setiap waktu dan setiap detiknya gue selalu ingin mastiin kalau lu masih ada di bumi untuk gue," ucap Alvaro dengan wajah penuh ketulusan dan di mata Nurul wajah itu penuh dengan kemunafikan.

"Lu kok sweet banget sih, Ro. Bikin gue pingin muntah," celetuk Nurul yang membuat Alvaro menjitak kepalanya.

"Ya sakit dong," keluh Nurul.

Dengan cepat Alvaro mengusap bekas jitakannya dan meniup-niupnya. Nurul sempat terpana dengan tindakan Alvaro namun beberapa detik kemudian ia tersadar bahwa cowok di depannya ini adalah manusia palsu.

Andai ....

"Udah nggak sakit lagi, 'kan?"

Nurul menjawab dengan anggukan pelan.

"Seenggaknya lu hargai dikilah usaha gue buat nyenengin lu. Besok-besok kalau kita berjauhan atau kita nggak ketemu lagi, lu pasti bakalan rindu ke gombalan receh gue. Gue sayang sama lu, Aina. Lu ngerti nggak sih?!"

Nurul terdiam. Andai saja ia tidak mengetahui kebenarannya maka detik ini juga ia akan menjawab iya pada Alvaro. Namun sayang, kenyataan tak sesuai dengan ekspektasi. Hati Nurul begitu ngilu mendengar ucapan Alvaro. Dadanya sesak dengan sikap manis Alvaro yang palsu.

Rasanya Nurul ingin berteriak namun ia tidak sanggup. Ia tidak ingin Alvaro tahu jika ia sudah mengetahui bahwa dirinya hanyalah seorang gadis yang sedang menjadi bahan taruhan.

"Emang lu mau ninggalin gue?" tanya Nurul dengan suara lemah.

Apakah ini isyarat dari Alvaro kalau sebentar lagi dia bakalan ninggalin gue? Tapi sebelum itu terjadi, gue yang bakalan pergi.

"Lu kok ngomong gitu? Itu hanya perandaian gue. Gue hanya mau lu mikir kalau gue nggak ada, gimana sama lu? Lu bakalan rindu gue nggak? Seenggaknya kita menikmati momen-momen kebersamaan sebelum perpisahan sialan itu datang menghampiri kita. Kalau gue sih, selamanya nggak mau pisah sama lu. Nggak tahu kalau lu," ucap Alvaro panjang lebar dan semakin panjang celotehannya, semakin sesak pula dada Nurul.

"Lu benar, yakin deh pasti gue bakalan rindu sama lu kalau besok atau lusa dan entah kapan nantinya kita akan berpisah. Gue pasti bakalan rindu dan gue bakalan ingat pernah ada seorang Alvaro yang selalu ngasih gue gombalan recehnya," ucap Nurul dengan sebenar-benarnya dari dalam hati.

Dan gue bakalan selalu ingat pernah ada Alvaro yang membuat gue jatuh cinta dan ternyata gue hanya jadi bahan taruhan. Gue nggak bakalan lupa soal ini. Lu benar, lu bakalan jadi daftar orang yang akan selalu gue kenang karena dari sekian banyak, lu yang paling nyakitin gue.

Alvaro mengelus rambut Nurul yang terikat.

"Tapi lu tenang aja, itu nggak bakalan terjadi. Selamanya lu dan gue bakalan terikat satu sama lain. Jika ada yang misahin kita, maka gue yakin entah itu kapan maka akan ada yang bakalan nyatuin kita lagi. Gue optimis," ucap Alvaro dengan penuh keyakinan.

Mendadak gue pingin muntah sama kata-kata gue sendiri. Mulut gue jadi aneh semenjak mendekati Nurul.

"Tetap sama, lu selalu PD dalam segala hal," sindir Nurul dan Alvaro hanya mengangkat kedua bahunya.

Keduanya sama-sama terdiam. Masing-masing larut dalam pikirannya. Cukup lama mereka terdiam hingga akhirnya Alvaro memutuskan untuk berpamitan.

"Hati-hati di jalan," ucap Nurul saat keduanya sudah berdiri di dekat mobil Alvaro.

Alvaro tersenyum lalu mengangguk. Ia dengan perlahan mengecup kening Nurul agak lama namun kemudian ia segera menarik bibirnya.

"Good night, Aina. Gue tunggu jawabannya besok. Semoga lu nggak ngecewain gue ya. Jangan patahin hati gue," ucap Alvaro, ia mengacak-acak rambut Nurul sebelum ia masuk ke dalam mobil.

Jangan ngecewain? Lu kali yang udah buat gue kecewa. Lu itu maunya apa sih? Atau lu emang hebat dalam bersandiwara. Gue lihat lu totalitas banget dan natural banget ngelakuin semuanya. Gue yang bodoh atau lu yang emang sempurna ngejalanin misi lu.

1
rahmawaty
nah gtu donk xell km ikhlas aja , kn dirimu sudh ada kandidat yg cantik dan pintar
rahmawaty
suatu saat nnti klo si farah pulg smoga aja dia ga ngerusak hubungan ikram dan tara
rahmawaty
thor bahasa nurul dan varo di ganti donk jangan lu gua lu gua ga enak dngernya🤭
rahmawaty
mau donk direbutin sma cogan cogan🤭
rahmawaty
udhlah cel km ikhlasin aja nurul buat alvaro . lgian ribed nnti klo kau berhubungan sma nurul krna kluargamu tdk ada yg setuju, yg ada nnti mlah bikin sakit si nurul lagi
rahmawaty
tara jodohnya ikram nih smoga aja wkwk biar ga jomblo bae
rahmawaty
lg berantem sempet2 nya ngebayangin pose😂
rahmawaty
yaelah msih pcran aja, lgsug ajak nikah lah hrsnya, udh jd orgtua ge😂
rahmawaty
pacar pala lu peyang
Irma Eripani
Laki-laki pake otak
pempuan pake perasaan
tapi di novel ini kebalikannya.
Rika
bagus
Edwin Akbar
Luar biasa
Lya Fatih Bayan
kita udah baca novel dg0 puluhan judul novel. jadi kita bisa membandingkannya dg novel2 yg lain.. dari segi penempatan bhsnya, alur ceritanya.. jadi kita bisa membedakan mana novel yang bertelur tele nggak.. ada novel yg bikin kita mau baca lagi karena alurnya bagus dari awal cerita sampai akhir..
Lya Fatih Bayan
udah gitu pakai kata loe gw sampe udah mau jadi kakek2.. pinter buat novel tapi penempatan kata2 tidak disesuaikan.. jadi jangan salahkan nitizen protes ya. seharusnnya jadikan pelajaran untuk memperbaikinya..
Lya Fatih Bayan
Thor, berhenti pake kata loe gue.. udah pada mau tua jg.. udah nggak enak didengar.. udah pada nggak remaja lagi.. bagusan pakai kata aku kamu..
Lya Fatih Bayan
jadikan Alvaro seorang CEO dulu Thor baru pertemukan dg Aina..
Lya Fatih Bayan
kayaknya ikram yang chat Nurul..
rahmawaty: iyalahh
total 1 replies
Kikio
Luar biasa
Kikio
semakin seru
ira rodi
genta sama yani kemana.....kok gak ada...apa alvaro sdh tidak tinggal sama orangtuanya lagi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!