Sequel Story Of [ISTRIKU HARAM DISENTUH]
Aida adalah seorang wanita malam, suatu hari dia mendapati dirinya ditebus dan dinikahi oleh seorang pria asing bernama Darion.
Aida pikir, hidupnya akan lebih baik tapi rupanya dia malah diceraikan oleh Darion yang harus menikah dengan wanita pilihan orang tuanya.
Dua tahun berlalu, Aida mendapati Darion sedang mencari seorang Ibu Susu untuk anaknya, dikarenakan istri Darion sudah meninggal.
Aida yang merasa kasian, akhirnya melamar sebagai Ibu Susu, akankah kisah dua tahun lalu kembali terulang diantara Darion dan Aida?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14. Rival Percintaan
Aida berjalan meninggalkan kantor Adin dengan langkah kaki yang cepat, dia bergegas menuju halaman kantor karena dia memarkirkan mobilnya disana, sebab kantor Adin tidak memiliki basemant khusus untuk parkir mobil.
"Kak Ion, kenapa sih?" Aida menggerutu dalam hati setelah mendengar kabar ini.
Aida memilih berangkat langsung ke rumah sakit setelah menelepon tetangga Darion tadi untuk menjaga Reza sementara waktu.
Sementara itu Adin yang melihat Aida pergi, memilih masuk ke dalam mobilnya dan menyusul Aida ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit, Aida langsung berjalan menuju resepsionis disana.
"Permisi Mbak, Pasien yang baru aja dibawa atas nama Darion Dirgantara ada tidak?" tanya Aida pada penjaga resepsionis tersebut.
"Darion yah, sebentara saya cari dulu," Resepsionis tersebut tampak membuka beberapa lembaran kertas dihadapannya sebelum kembali mengangkat wajah menatap Aida. "Kayaknya gaada Bu, kalau untuk pasien yang baru di bawa itu data yang kami simpan belum ada, kalau ibu ada fotonya barangkali saya lihat tadi, soalnya ada seorang pria yang dibawa tadi."
Aida mengangguk, ia meraih ponsel di dalam tasnya kemudian mencari foto Darion, setelah menemukannya, Aida memperlihatkan foto tersebut kepada resepsionis itu.
"Ada Mbak, tadi pasien ini terkena serangan jantung, ruangannya ada di depan lorong sebelah sana," ujar resepsionis tersebut menunjuk sebuah lorong dengan tangannya.
"Serangan jantung? Kak Ion punya riwayat penyakit ini?" bisik Aida dalam hatinya.
Aida berterimakasih kepada resepsionis tersebut kemudian berjalan menuju ruangan Darion yang resepsionis tadi maksud, sementara itu Adin yang juga ada disana menyusul Aida secara sembunyi-sembunyi.
Sesampainya di ruangan itu, Aida langsung berjalan cepat menuju sebuah ranjang dimana ada Darion yang berbaring disana.
Aida meraih tangan Darion dan menatapnya dalam. "Kak Ion?"
Aida menyebut lirih nama Darion yang terbaring di ranjang tersebut, Darion perlahan membuka matanya dan menatap Aida dalam.
"Ai, kamu ngapain disini?" tanya Darion yang membuat Aida menatapnya dalam.
"Tadi, ada yang ngabarin aku, kalau kak Darion masuk rumah sakit, kakak gak pernah bilang sama aku, kalau kakak ada penyakit jantung?"
Darion tampak terdiam, ia mengangkat kembali kepalanya kemudian menatap Aida dalam. "Saya mengidap ini setahun yang lalu, mungkin karena pola kerja yang berantakan."
Aida menghela napas panjang, sementara Darion dia mengambil posisi duduk, walaupun sudah ditolak oleh Aida dia tetap memaksa untuk duduk.
Kini posisi kepala Darion sudah sejajar dengan Aida yang berdiri. "Kenapa kamu panik?"
"Maksud kak Ion?"
"Yah, maksud saya kamu tidak harus sepanik itu."
"Aku panik karena Reza masih kecil, dia udah ditinggal Mamanya masa kak Ion bilang gitu aja, kalau kak Ion kenapa-napa siapa yang kasian Reza kan, ini demi Reza aja bukan demi siapa-siapa."
Aida terdiam sesaat dia menggantung ucapannya pada Darion.
"Semua, hanya demi Reza?"
Darion menatap sesaat Aida setelah dia melontarkan kalimatnya, Aida enggan menjawab dia langsung membalikkan badannya. "Aku ngurus administrasi dulu."
Aida melangkahkan kakinya begitu saja meninggalkan Darion yang masih menatapnya, tak lama setelah kepergian Aida, Adin yang memang mengikuti Aida langsung masuk ke ruangan Darion.
"Kau sakit atau kau hanya ingin menarik perhatian Aida?"
Darion membalikkan kepalanya dia menatap sosok suara itu yang merupakan Adin.
"Adin? Sedang apa kau disini?"
"Aku tidak ingin mengobrol banyak Darion, aku sudah tahu kalau Aida adalah mantan istrimu dan kau berusaha ingin kembali padanya, dengarkan aku bastard! Aku tidak akan membiarkan Aida jatuh kembali ke tanganmu."
Adin menarik kerah baju Darion dan menatapnya tajam, Darion menatap lekat Adin kemudian melepaskan tangan Adin.
"Apa maksudmu?"
"Kau gila! Kau sudah menceraikan Aida dulu dan kau berpikir kau masih memiliki kesempatan, apa kau sadar saat kalian berpisah, Aida Hamil-"
"Hamil? Maksudnya?"
"Sudah! Lupakan saja! Aku hanya ingin memberikan tanda perang, bahwa jika kau ingin mendapatkan Aida kau harus melewati ku dulu," ujar Adin berjalan meninggalkan Darion.
•
•
•
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like
tapi karakter Aida di sini mirip Dirga di novel sebelah, bikin gemes soalnya gak cepet mau nerima cinta Darion lg..
tapi namanya orang trauma, ya wajar sih, hehe..
semua emang gara2 keegoisan Babah Arga, tau sendiri gimana sifat temprentalnya..
untung udah berkurang karena bertambahnya usia, tapi keras kepalanya masih tetep ada..
ya gak nyalahin jg seh, soalnya kan Aida emang mantan wanita malam..
setiap orang tua ingin yg terbaik buat anak2nya..
tapi masalahnya terkadang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut Allah..
bener kata dek othor, kita ini hanya pemeran yg tugasnya menjalankan skenario dari Allah saja..
hanya saja kita bisa milih, mau jalan sesuai syariat atau nggak..
oke deh lanjut novel berikutnya..
makasih banyak atas ceritanya dek, semoga sehat selalu ya..
tetap semangat untuk berkarya dan semoga sukses selalu dan lancar2 kuliahnya..
barokallahu fiik🙏
mewek aku bacanya
dan ternyata aku udah baca kisah anak2 mrk, Reza dan Syahnaz 👍👍👍👍😍😍😍😍