NovelToon NovelToon
Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Kultivasi / Pendekar / Petualangan Fantasi-Fantasi Timur / Fantasi Timur / Harem / Dikelilingi wanita cantik / Pusaka Ajaib / Action / Budidaya dan Peningkatan / Dan budidaya abadi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.5
Nama Author: Sam Ilfar

Menceritakan anak remaja bernama Fei Chen yang menjadi korban pembantaian keji dan bertahan hidup di kerasnya dunia persilatan. Disepenggal nafas terakhirnya Fei Chen diselamatkan oleh seekor kucing yang merupakan jelmaan Dewa Naga dan sebuah pedang yang merupakan jelmaan Raja Neraka. Berkat pertemuan itu Fei Chen terjebak dalam takdir yang lebih besar, dia terkena Kutukan Raja Neraka yang dapat dipatahkan dengan menikahi sebelas wanita yang tulus mencintainya. Dari sinilah perjuangan Fei Chen untuk membalaskan dendam kedua orang tuanya dan mematahkan kutukan itu dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sam Ilfar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PPFC 14 - Sekte Iblis Buas

PPFC 14 - Sekte Iblis Buas

Fei Chen mendapati Fang Huo yang datang bersama Murong Liuyu. Keduanya terlihat sedang menahan puluhan Binatang Iblis yang sedang mengamuk di gerbang kota.

“Senior Fang, Senior Murong. Sedang apa kalian disini?” Fei Chen bertanya sambil mengamati puluhan Binatang Iblis yang mati karena terkena potongan tebasan pedang Fang Huo dan Murong Liuyu.

Berbeda dengan Fang Huo yang menjawab ramah, Murong Liuyu justru terlihat kesal dengan pertanyaan Fei Chen.

“Bukankah dilihat sudah jelas? Kenapa masih bertanya?!” Murong Liuyu nampak galak. Fei Chen yang mendengarnya menelan ludah.

‘Apa-apaan dia? Kenapa marah?’ Setelah itu Fei Chen merapatkan giginya sebelum memejamkan matanya karena merasakan ada beberapa hawa membunuh yang mendekat.

“Chen‘er, maksud kedatangan kami kemari karena Manusia Buas. Kami mendapatkan misi untuk menangkap atau membunuh salah satu anggota Sekte Iblis Buas. Di Hutan Terlarang kami tidak dapat menemukan jejak keberadaan anggota Sekte Iblis Buas. Dan aku tidak menyangka menemukan petunjuk disini.” Fang Huo menjelaskan secara singkat. Sementara Murong Liuyu sudah bersiap menyambut serangan Manusia Buas yang datang dari jauh.

Konsentrasi Murong Liuyu membuat Fei Chen takjub.

‘Aku bisa merasakan jika dia melakukan konsentrasi secara penuh.’ Fei Chen membatin, lalu melakukan hal yang sama dengan Murong Liuyu.

Saat melihat Fei Chen melakukan konsentrasi secara penuh, Fang Huo dan Murong Liuyu dibuat takjub. Bagaimanapun umur Fei Chen masih muda, tetapi kemampuan dan ketenangan Fei Chen menghadapi pertarungan benar-benar membuat Fang Huo dan Murong Liuyu tidak pernah menyangka.

‘Hmmm...’ Murong Liuyu memperhatikan Fei Chen dengan ekspresi datar sebelum tersenyum tipis. 

Fang Huo yang melihat Fei Chen justru tertawa pelan, “Andai usia Chen‘er sama denganmu, Yu‘er, mungkin aku sudah menjodohkan kalian berdua.”

Tangannya mengelus jenggotnya, perkataan Fang Huo membuat mata Murong Liuyu melotot lebar menatap Fei Chen.

“Hah? Apa yang kakek bicarakan?!” Nada bicara Murong Liuyu terdengar tidak menyukai perkataan kakeknya.

Sementara Fei Chen dibuat tidak bernapas selama tiga detik karena jujur saja dia terkejut mendengar perkataan Fang Huo. Namun setelah merasa tenang, Fei Chen melompat ke belakang dan bergerak cepat ke arah Manusia Buas yang hendak menyerang para penduduk kota.

Beberapa penduduk kota terlihat sedang mengemasi barang-barang mereka, walau sebagian ada yang menata ulang benda milik mereka. 

Kerusakan karena ulah Binatang Iblis dan Manusia Buas membuat kerugian yang cukup besar bagi penduduk. Dan bayangan hitam yang menyinari Kota Huafei membuat semuanya jelas.

Saat jarak Manusia Buas dan penduduk kota semakin dekat, Fei Chen menebaskan pedangnya dari jauh dan memotong salah satu kaki Manusia Buas.

“Cih!” Fei Chen melihat Manusia Buas itu dapat bergerak walau hanya dengan satu kaki. Dengan mempercepat langkah kakinya menggunakan ilmu meringankan tubuh, Fei Chen mempersingkat jaraknya.

‘Aku menginginkan informasi justru mendapatkan masalah yang seperti ini!’ Fei Chen mengumpat dalam hatinya, sedangkan Kucing Manis mengamati pertarungan Fei Chen.

‘Chen, bukankah kau seharusnya terlihat senang. Kenapa justru terlihat marah?’ 

“Diam dan jangan banyak bicara!” Fei Chen membentak perkataan Kucing Manis, tetapi justru Fang Huo dan Murong Liuyu yang terkejut karena mendengar perkataan Fei Chen penuh emosi.

Pertukaran serangan singkat terjadi saat Manusia Buas memukul tebasan pedang Fei Chen. Selain memiliki tubuh yang kuat, Manusia Buas justru terlihat lebih mengerikan dari Hewan Buas sekalipun.

Fei Chen menajamkan permainan pedangnya saat mengetahui tebasan pedangnya ditahan dengan baik oleh Manusia Buas.

Bakat Fei Chen membuat Fang Huo tersenyum, bahkan Murong Liuyu sendiri mengakui jika tidak ada bocah yang seperti Fei Chen di Kekaisaran Yin.

“Bagaimana menurutmu, Yu‘er?” Fang Huo bertanya.

Murong Liuyu menjawab, “Kuakui jika Junior Fei berbakat. Tetapi aku merasa dia menyembunyikan sesuatu. Dan aku tidak ingin dijodohkan dengannya. Kakek, aku sudah mempunyai lelaki yang aku suka. Lagian aku tidak tertarik dengan bocah.”

Jawaban Murong Liuyu membuat Fang Huo mengangkat alisnya. Terlihat Fang Huo tidak menyukai cucu kesayangannya saat membahas laki-laki yang dimaksud Murong Liuyu.

Tanpa berkata apapun lagi dan mengabadikan Murong Liuyu, Fang Huo pergi menuju tempat Fei Chen.

“Kakek, aku tidak bermaksud. Aku mengerti, aku mengerti, maafkan aku.” Murong Liuyu merasa bersalah, namun Fang Huo tetap mengabaikannya.

Sementara itu Fei Chen telah berhasil membunuh Manusia Buas melalui pertukaran serangan yang teramat singkat.

Situasi didalam Kota Huafei aman terkendali saat Manusia Buas terakhir dibunuh oleh Fang Huo. Namun diluar kota terlihat seratus Binatang Iblis dari berbagai jenis berbaris rapi bersama lima puluh Manusia Buas.

“Chen‘er, kau tidak pernah berhenti membuatku kagum. Aku jadi semakin ingin mengangkatmu menjadi muridku.” Fang Huo berkata demikian membuat Fei Chen tersenyum.

“Tentang Sekte Iblis Buas...” Fang Huo menjelaskan kepada Fei Chen jika dirinya telah lama mengincar petinggi Sekte Iblis Buas yakni Tiga Gelap Buas.

“Jadi menurut Senior Fang penyerangan ini ada hubungannya dengan Tiga Gelap Buas?” Fei Chen bertanya.

Fang Huo mengangguk pelan, “Karena aku ingin membalaskan kematian anakku!”

Fang Huo bergerak cepat kedepan sambil memainkan pedang menggunakan ilmu pedang Lembah Persik. Fei Chen yang melihatnya ikut tergerak.

Fei Chen melangkah lebih jauh dari Fang Huo dan berniat membuat Binatang Iblis maupun Manusia Buas agar tidak mendekati Kota Huafei.

Murong Liuyu yang melihat Fang Huo terlihat akrab dengan Fei Chen terkejut. Karena bagaimanapun sosok Fang Huo tidak pernah menyukai laki-laki yang mendekati dirinya. Bahkan banyak bocah jenius dari berbagai sekte yang hendak berguru padanya, dia menolak semuanya secara mentah-mentah. Namun dihadapannya sekarang, Murong Liuyu melihat Fang Huo terlihat begitu menyukai sifat Fei Chen.

“Chen‘er, kau teruslah kedepan. Aku akan menahan mereka semua.” Fang Huo berkata sambil melepaskan tenaga dalamnya dalam jumlah besar.

Pedang Fang Huo berwarna emas sebelum melepaskan tebasan yang membelah tanah karena kilatan petir.

Jarak antara Fang Huo dan Fei Chen sudah jauh, sekarang Fei Chen justru merasakan aura manusia dalam jangkauannya. Aura pembunuh yang dirasakannya ini merupakan aura terbesar yang pertama kali dia rasakan.

‘Aura pembunuh ini lebih besar dari dua manusia itu karena orang ini membunuh manusia tak bersalah, Chen. Tidak peduli seorang anak kecil, bahkan bayi sekalipun telah dia bunuh.’ Penjelasan Kucing Manis membuat Fei Chen memejamkan matanya.

“Kenapa kau bisa mengetahuinya?” Fei Chen bertanya karena merasa penasaran.

‘Karena aku adalah Dewa Naga.’ Jawaban Kucing Manis justru membuat Fei Chen menghela napas panjang.

“Benar juga, kau adalah Dewa Naga. Aku baru ingat.” Perkataan Fei Chen yang sekarang membuat Kucing Manis dipenuhi emosi.

Fei Chen tertawa pelan, “Majulah!” Dihadapannya terlihat sepuluh Binatang Iblis Tahap Raja yang mengepungnya.

“Seni Napas Naga...” Saat sepuluh Binatang Iblis Tahap Raja berlarian kearahnya, Fei Chen tersenyum menyeringai sebelum melangkahkan kakinya melakukan gerakan tarian pertama Seni Pedang Raja Neraka

1
Annisa Zakki
best author best story👍👍👍
Iwa Kakap
makin bingung
OI
heheheh semoga cpt ke alam baka mc nya
wan st.iskandar
sama
Pery
tidak seru..
tidak masuk akal ,walaupun cerita fiksi...masak bocah sepuluh th udah mau balas dendam..kepandaian cetek..malas berlatih.

sok sok An lagi..mampus dah ...
Duajie
author menunjukan pertempuran sengit penuh rasa persaudaraan ??😴😢
Agen One: Mampir yok, judulnya Iblis penyerap darah, Mc psikopat+gila
total 1 replies
Duajie
MC mulai dari bocil sampai remaja selalu bertemu dgn wanita baik itu gadis, janda, istri orang yang jauh lebih dewasa/tua....?
Mungkin author ini punya obsesi sex thd wanita yg lebih tua dari dirinya, jangan² nanti bisa²nya ada keinginan menggauli ibunya atau bahkan neneknya sendiri.... kha..ka..kakh..ha...ha...heh...heh..😅😋😋😥😯😝😜😜😜😜
Duajie
Setiap wanita baik itu perawan maupun janda memang harus berada di depan laki² apakah suka di bawah ataupun nungging........./Doubt//Gosh/
Duajie
Ceritra yg menggunakan nama Tionghoa, tapi suami istri selalu menggunakan SHE/marga yg sama, itu bertentangan dengan budaya Tionghoa dimana sesama satu marga tidak bisa/boleh melakukan perkawinan. Budaya itu mirip/= budaya Batak.....?!🤔
Duajie
kekacauan apa yg diperbuat oleh ketua Qiao...?
mc yg ngaco atau author tak mampu menggambarkan situasi....dialog yg tak jelas.....author aneh..😉
Duajie
Kematian mc dan beberapa koleganya merupakan awal ceritra selanjutnya.....??
$ keberadaan kucing manis dan pedang gila yang sia sia sebagai awal ceritra..!
# kematian mc (dalam tanda petik) telah menyia²kan waktu bagi pembaca...!
{{ kesimpulan: CERITRA YANG TIDAK MENARIK...! apapun kelanjutannya logikanya tidak pernah menjadi ceritra yg masuk akal....!}}
Duajie
Thor... makanya mbuat ceritra itu harus merancang GBAC (Garis Besar Alur Ceritra) dan tabel pemeran protagonis/antagonis yg berisi ID seperti Nama, umur, l/k, alamat, peran dlm ceritra dll./Tongue//Doubt//Curse//Curse//Curse/
Duajie: Lalu tempel di dinding dekat meja tuk menghindari lupa bin pikun.....hahahak😀
total 1 replies
Duajie
'Meledek' bukan mengeledek karena kata dasarnya 'ledek'......😎
Duajie
Ledek(an)-> meledek =mengejek/merendahkan.
Mengeledek ??= seperti geledek/petir??!
geledek = petir
/Tongue//Tongue//Tongue//Tongue//Doubt/
Duajie
tak kira kira anak 10 thn sudah kenal debar asmara......
apa author kedewasaannya terlambat...?😀😝
Duajie
lebih populer sebutan inti iblis dibanding permats iblis, permata lebih berkonotasi perhiasan.../Casual/
Duajie
Lucu rasanya anak umur 6 thn sudah faham masalah beristri.....
mungkin author tidak pernah menjadi anak².... 😅
Duajie
karakter naga yg sombong dan brangasan sama sekali tidak sesuai dengan sebutan kucing manis.
Umur mc terlalu muda tidak seimbang dgn cara berfikir dan berucap seperti orang dewasa.
Abah Kpu
no coment
Abah Kpu
ganti judul
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!