Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita. Tidak peduli sesederhana apapun itu,sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman yang baik.
Mau berakhir tragis, bahagia, atau menggantung sekalipun, setiap cerita tentang cinta selalu ada hikmah yang bisa kita ambil.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daetsma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 14
Sifat Gilang
Matahari pagi kini terasa lebih hangat dibelahan bumi utara. Gilang yang masih tidur tersorot itu sinar matahari yang masuk melalui jendela kaca disampingnya. Kemudian Gilang bangun dari kasurnya, lalu membereskan tempat tidurnya. Gilang langsung pergi ke kamar mandi, karena harus siap-siap untuk bekerja.
Setelah selesai mandi dan memakai pakaian lalu Gilang turun ke bawah pergi ke ruang makan untuk sarapan. Di sana sudah ada Bundanya yang lagi menyiapkan makanan.
"Selamat Pagi Bun." Ucap Gilang yang masih berjalan di tangga
"Pagi juga sayang, sini makanan sudah matang." Ucap Bundanya sambil menyiapkan piring dan makanan untuk sarapan.
"Lang, pagi-pagi sekali kamu berangkatnya." Kata Ayah gilang yang heran dengan Gilang karena berangkat pagi sekali.
"Sengaja Yah, karena hari senin biasanya sibuk banyak kerjaan jadi berangkat pagi." Jawab Gilang
Setelah sarapan Gilang pamit kepada orangtuanya untuk pergi ke perusahaan. Sementara Bunda Gilang membantu membereskan meja makan dan pembantu yang mencuci piring.
Seperti biasa Gilang menjemput Ayu untuk berangkat bareng ke perusahaan. Rumah Gilang dengan rumah Ayu hanya membutuhkan waktu, dua puluh lima menit untuk sampai di rumah Ayu. Gilang kini sudah sampai di rumah Ayu.
Tiinn..tiinnn.tiinnn
Gilang membunyikan klakson mobil tepat di depan gerbang rumah Ayu. Ayu yang masih bersiap-siap, mendengar klakson mobil itu Ayu langsung membuka jendela kamarnya lalu berteriak kepada Gilang untuk tunggu sebentar.
Sudah sepuluh menit Ayu belum juga keluar dari rumahnya. Gilang yang dari tadi hanya menunggu di dalam mobil, karena lama Gilang akhirnya keluar dari mobil dan masuk ke rumah Ayu. Lalu Ibu nya Ayu yang bukain pintu, Ibu nya Ayu mempersilahkan masuk kepada Gilang dan bilang kepada Gilang untuk tunggu sebentar. Lalu Ibu nya Gilang menyuruh pembantu untuk membuatkan susu untuk Gilang.
Lima menit kemudian Ayu turun dari lantai dua. Sudah siap berangkat kerja, Ayu meminta maaf kepada Gilang karena sudah menunggu lama. Gilang hanya tersenyum, padahal Gilang aslinya kesal karena lama sekali menunggu Ayu. "Dasar perempuan apa-apa di bikin lama. Gua aja tadi cuma bangun tidur, mandi, memakai pakaian, terus sarapan, udah beres." Ucap Gilang dalam hati.
Gilang dan Ayu pamit kepada Ibu Ayu untuk berangkat kerja. Gilang langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena sudah jam setengah tujuh. Diperjalanan menuju perusahaan Gilang menabrak seekor kucing, lalu kucing itu mati. Konon kata orang kalo menabrak kucing pertanda akan menyebabkan kecelakaan. Gilang langsung berhenti dan mengambil kucing itu, kucing tersebut ditaruh di kursi belakang.
Sampai di perusahaan Gilang langsung mengubur kucing tadi yang mati kena tabrak di jalan. Waktu di jalan tadi alhamdulillah Gilang dan Ayu tidak celaka walau sudah menabrak kucing.
Hari ini Gilang dan Ayu full bekerja sampai jam setengah dua belas. Adzan dzuhur sudah berkumandang Gilang dan Ayu langsung mengambil air wudhu dan memulai ibadahnya. Setelah ibadah Gilang dan Ayu makan siang di restoran terdekat. Jam setengah dua Gilang dan Ayu pulang ke rumah karena tugas di perusahaan sudah selesai.
Setelah pulang Gilang langsung ganti baju dan pamit kepada kedua orangtuanya untuk bermain dengan temannya. Orang Tua Gilang heran dengan anaknya, bukannya pulang ke rumah istirahat dulu, ini anak malah pergi lagi untuk bermain. Teman Gilang sudah menunggu di halaman rumah Gilang. Lalu Gilang dan temannya pergi ke suatu tempat, ternyata tempat itu khusus tempat untuk balap mobil. Gilang selain hobinya bermain basket, Gilang juga hobi dengan balap mobil dan motor.
Setengah jam Gilang dan temannya sampai di area balap mobil. Gilang langsung daftar untuk mengikuti balap mobil tersebut. Dua puluh menit nama Gilang terpanggil untuk memulai balap mobil itu. Teman Gilang ikut di dalam mobil bersama Gilang, Gilang sudah ada rencana untuk mengerjainya temannya itu yang bernama Surya. Setelah kain merah terbang ke atas Gilang langsung menancap gass mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Surya ketakutan dengan ulah Gilang yang membawa mobil dengan sangat cepat. Gilang hanya tertawa melihat Surya yang ketakutan seperti itu.
Surya: "Woy Gilang lu hati-hati dong bawa mobilnya, Lu kecepatan bawa mobilnya itu orang-orang masih tertinggal jauh dibanding lu kali, jadi santai aja napa jantung gua mau copot nih."
Gilang: "Hahaha emang enak, gua sengaja kali bawa mobil ini dengan kecepatan tertinggi buat ngerjain lu."
Surya: "Emang sialan lu, dari dulu emang lu nggak ada berubah-ubahnya jahil in orang."
Gilang: "Nggak jahil nggak seru bro hahaha iya nggak."
Surya: "Terserah lu dah idiot emang."
Gilang sepanjang jalan hanya tertawa terbahak-bahak dengan ulahnya. Sedangkan Surya hanya takut dengan ulah Gilang, dan Kaki Surya sampai gemetar. Tiga puluh menit Gilang sampai di area finishing balap mobil, sedangkan orang-orang yang mengikuti balap mobil tersebut masih tertinggal jauh, belum sampai finished. Gilang yang juara ke satu balap mobil itu.
Gilang mengajak Surya untuk ke cafe makan dan santai-santai di sana.
"Surya lu mau nggak ke cafe buat santai-santai aja sih, makan juga boleh gua yang traktir deh karena gua udah jahil in lu." Gilang menawarkan kepada Surya yang kini masih gemetar karena ulahnya.
"Yaudah ayok, gua makan sama minum yang gua suka yakni sambil menghabiskan uang lu sekalian." Ucap Surya yang kesal kepada Gilang.
"Iya deh terserah lu mau makan minum apa aja yang lu suka. Mau beli semua yang ada di cafe juga nggak apa-apa kalo lu mau hahaha." Gilang hanya tertawa melihat Surya yang kesal kepada dirinya.
Lalu Gilang dan Surya pergi ke cafe. Gilang di tengah perjalanan menuju cafe Gilang mengerjai Surya. Gilang membawa mobil dengan kecepatan tinggi lalu mengerem mendadak. Hal itu membuat Surya jantungnya berdetak kencang lalu berteriak kepada Gilang. Gilang hanya tertawa puas melihat temannya itu.
Ketika sudah sampai di cafe gilang hanya pesan minuman saja. Sedangkan Surya memesan makanan dan minuman banyak, Surya borong apa saja makanan dan minuman yang dia suka.
Gilang: " Surya lu robot apa pesan makanan sama minuman sebanyak itu."
Surya: " Bodoh lah orang gua lapar gimana, yang bayar juga bukan gua jadi santai aja."
Gilang: " Dasar gendut, makan banyak tapi olahraga cuma satu jam udah cape."
Surya: " Satu jam udah lama itu Gelang anjing."
Gilang: " Nama gua Gilang bukan Gelang, satu jam nggak ada apa-apanya lah kalo tiga jam baru tuh lama."
Gilang dan Surya ngobrol ala mereka sambil memakan makanan minuman masing-masing. Perut Gilang berbunyi keroncongan, karena Gilang hanya pesan minuman jadi Gilang minta sebagian makanan kepada Surya.
Surya: " Lu lapar juga, kenapa lu cuma pesan minuman."
Gilang: " Diem aja napa, gua tadi nggak lapar tapi liat lu makan sebanyak itu, perut gua langsung keroncongan."
Surya: " Iya in aja gua, ini semua juga yang bayar lu bukan gua."
Gilang: " Nah lu pintar jadi diem aja."
Sampai jam setengah sembilan malam mereka berdua pulang.Surya yang membawa mobil karena dia tidak mau dijahili oleh Gilang lagi. Surya menjahili Gilang dengan kecepatan yang sangat lambat, menyetir dengan kecepatan 20, hal itu menyebabkan Gilang kesal dengan surya karena lambat sekali.
sukses selalu buat karyamu
mampir juga di karyaku Thor
kisah Aluna
My Kids My Hero