Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.
"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"
"Iya, Mas!"
"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"
"Iya, Mas ...."
"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"
"Iya, Mas."
"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"
Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.
Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?
Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 12
Mohon dukungan vote-nya ya..
○○○
"Duh Pak, pelan-pelan..! Haiss, ini semua karena ulah gigitan anak Bapak itu, simiauuu. Giginya tajem amat sih, sampai kakiku masih sakit sekarang, agrhh...sakit Pak!" Omel Nana sambil mengerang sakit.
"Jadi sekarang kau mengakui kalau Momo itu anak kita Naya?"
"Siapa bilang? Dih, mana aku jadi emaknya kucing. Punya anak manusia saja aku belum siap." Jawab Nana sambil menggerutu
"Agrhhh... duh Pak sakit!" Bentak Nana tanpa sadar.
Sontak saja Marcel menatapnya tajam dengan raut wajah dingin, meskipun begitu dia masih mengobati kaki Nana dengan telaten. "Kalau kau mau sembuh diam, atau luka dikakimu akan infeksi dan alhasil kakimu akan dipotong."
Nana menelan ludahnya kasar. Yang benar saja, digigit kucing bisa menyebabkan kehilangan kaki. Tapi meskipun ragu Nana pada hal itu dia tetap menurut pada omongan Marcel. Nana diam meskipun rasa sakit itu kian sengit melandanya.
"Perasaan kemarin aku mengobati kakimu dengan baik, kenapa lukanya sampai melebar gini Nana? Kamu apain kakimu!" Omel Marcel fokus mengobati kaki Nana.
"Kenapa masih berdarah begini?" Marcel meringis khawatir, "Sore nanti kalau kau masih merasa sakit tidak ada perubahan atau lukanya makin terasa sakit, katakan padaku. Agar kita periksa ke dokter segera."
Nana mengangguk mengiyakan tanpa suara dan Marcel kini telah selesai mengobati luka dan membalut luka Nana dengan perban.
"Kau mendengarkanku bicara tidak sih, Kenapa diam saja? Jawab Nana! Mulutmu diciptakan buat apa? Kalau tidak untuk dipergunakan." Suara Marcel sedikit meninggi kesal merasa Nana mengabaikannya padahal Nana sebelumnya sudah mengangguk, cuma dia saja yang tidak melihat.
"Iya Pak." Jawab Nana dengan nada pelan.
"Pak, Pak dan Pak. Terus saja panggil aku begitu. Lihat saja nanti pembalasanku diakhir semester."
Nana meringis takut, dia mengerti arah perkataan Marcel. Apalagi kalau bukan menyangkut nilainya pada mata kuliah yang dibawakan Marcel sedang dipertaruhkan.
'Kalau bukan suami dan dosenku mungkin nasibmu sudah tamat ditangan dukun Pak. Astaga, huhhh.. tuh kan aku jadi hilaf.' Nana membatin jengkel.
"Jangan Pa.. eh Mas. Nanti aku gak akan manggil gitu lagi kok. Aku janji akan membiasakan panggilan Mas." Mohon Nana sambil menatap Marcel menggunakan wajah memelas.
"Kita lihat saja nanti. Aku butuh pembuktian bukan cuma omongan doang."
"Naya janji. Akan membuktikan hal itu pada Mas."
Marcel menatap Nana sekilas. "Mas pegang ucapanmu. Jangan lupakan hal itu."
'Iya iya, bawel. Aku bakal melakukan kemauamu. Puas! Huuhhh kuatkanlah kesabaran dan imanku ya tuhan.' Batin Nana.
Marcel bersedekap sambil melirik Nana. "Besok aku mau keluar kota, mau ikut." Tawar Marcel hampir saja membuat Nana mengangguk kegirangan. Dia pikir Marcel akan membawanya jalan-jalan.
"Tapi aku kesana bukan mau jalan-jalan melainkan urusan perkerjaan. Kalau kau ikut aku akan senang sekali. Tetapi aku tidak akan membiarkanmu keluar selama disana kalau tidak bersamaku, kalau kau merasa bosan dan soal jatah absenmu aku tidak mau bertanggung jawab akan hal itu."
'Kalau begitu ngapain mengajakku. Ini sama saja kau menawariku meminum alkohol, menenangkan sejenak dan merusak kemudian.' Sebal Nana dalam hatinya.
○○○
TO BE CONTINUED
03-04-2020
Ditunggu like dan komentar ya beib..
Aku akan senang jika teman-teman menyapaku..
Facebook : Saiyaara Saiyaara
Wattpad : Saiyaarasaiyaara
Instagram : Nindatanjung1204
Noveltoon : Saiyaarasaiyaara
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..