NovelToon NovelToon
Biar Aku Yang Pergi

Biar Aku Yang Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Sejak awal, Arini tahu posisinya. Dia bukan pilihan pertama.

Dia hanya "rumah singgah" bagi Rayhan yang hatinya masih tertinggal di masa lalu, di pelukan Sahira.

Bertahun-tahun Arini bertahan, berharap Rayhan akan memilihnya.

Sampai suatu hari Sahira kembali, sakit, dan butuh Rayhan lebih dari siapapun.

Di persimpangan itu Arini dihadapkan dua pilihan: bertarung mempertahankan, atau pergi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Rayhan menghentikan laju mobilnya dan meminggirkan nya, dia menatap dingin kearah Sahira yang kini mulai menyadari jika perkataannya itu mengundang masalah besar.

"Kamu tidak mau menikah denganku karena aku sudah diusir oleh orangtua ku?, karena aku bukan lagi pewaris keluargaku?". Tanyanya dengan tajam dan dingin.

Melihat tatapan Rayhan yang sangat dingin Sahira menelan salivanya bulat-bulat.

Dia berusaha menjaga suaranya dan juga mimik wajahnya agar Rayhan tidak marah padanya.

"Bukan seperti itu Ray, aku hanya ingin nantinya kita menikah dengan keuangan yang stabil dan memiliki rumah impian kita, kita tidak mungkin kan tidak punya anak nanti, sekarang saja kita masih tinggal di apartemen yang tidak terlalu besar dan luas". Jawabnya dengan hati-hati.

"Kita membutuhkan rumah yang lumayan untuk hidup kita kedepannya dan juga anak kita, gaji kita kan sangat cukup untuk itu apalagi sekarang kamu sudah naik jabatan".

Dia mendengus dalam hati dan mengumpat pelan kepada Rayhan tapi tak berani mengeluarkannya, dia takut Rayhan murka padanya apalagi sampai menarik kembali apa yang dia berikan kepadanya.

"Jika hanya itu, aku akan menjual dua apartemen itu dan akan membeli rumah yang cukup lumayan besar jika semuanya dijual". Jawabnya dengan dingin.

Dia ingin mencoba mencari tahu kebenaran yang mulai dia mengerti tentang pandangan Sahira padanya setelah dia kehilangan hak waris keluarganya, apakah dia sama seperti yang dikatakan kedua orangtuanya atau tidak

"Ya tidak bisa gitu dong, itukan apartemen aku, walau kamu yang memberikan nya tapi kamu sudah memberikan nya kepadaku jadi aku tidak mau menjualnya, enak saja". Sungut Sahira tanpa sadar.

Dia menutup mulutnya kemudian menatap horor kepada Rayhan yang kini menatapnya dengan tatapan menyelidik

"Maaf Ray, bukan maksud aku seperti itu, itu kan barang yang sudah kamu kasihkan kepada aku, jadi secara tidak langsung itu sudah milikku, kok kamu tega sih menjual apa yang kamu berikan sama aku?".

Dia memasang wajah sedih agar Rayhan percaya padanya.

"Kan kamu bilang tadi, kita ingin punya rumah dan yang lainnya, aku rasa jika aku menjual dua apartemen itu maka uang untuk membeli rumah yang lebih besar akan cukup, lagian itu masih atas namaku bukan nama kamu jadi terserah aku mau menjualnya atau tidak".

Rayhan memalingkan wajahnya, entah mengapa dia merasa jika Sahira mulai berubah sejak tadi dipersidangan atau memang itulah sifat aslinya yang tidak dia ketahui, dia harus mencari tahu sebelum dirinya menikah, setidaknya dia tidak akan menyesalinya terlalu dalam nantinya.

"Rayhan kok kamu ngomong kayak gitu sama aku sih, kalau memang sejak awal kamu tidak mau memberikan apartemen itu kepadaku bilang Ray, aku akan pergi dari sana malam ini juga, aku tidak mau kamu menilai aku matre seperti itu". Jawabnya dengan tidak suka.

Dia yakin Rayhan akan meminta maaf kepadanya setelah ini, Rayhan baginya hanya lelaki bodoh yang selalu dibutakan oleh cinta.

Mendengar ucapan Sahira, dia langsung merasa bersalah, mungkin ucapannya sedikit keterlaluan sehingga Sahira tersinggung, jika seandainya memang dia matre dia tidak akan mau meninggalkan apartemen itu dengan suka rela apalagi langsung seperti itu.

"Sudahlah, kita pulang saja, sebaiknya kita renungkan saja dulu mau dibawah kemana hubungan kita, aku bukan lagi pewaris keluargaku, jika kamu mau hidup denganku maka kamu harus menerima aku yang seperti ini". Ucapnya membuang muka.

Dia tidak akan meminta maaf karena baginya apartemen itu memang miliknya, dia bebas untuk melakukan apa saja pada apartemen itu tanpa persetujuan siapapun termasuk Sahira.

Sahira mengeram dalam hati, dia mengumpat dengan penuh emosi tapi tidak menunjukkan apa yang dia rasakan.

"Besok aku akan pindah dari apartemen itu, aku tidak mau kamu berpikir jika aku memanfaatkan kamu seperti kata keluargamu, terserah kamu mau lakukan apapun". Ucapnya tanpa memandang Rayhan.

Rayhan tidak menjawab apapun, dia menggenggam setir dengan erat hingga kukunya memutih.

Kini perasaannya mulai dilema, dia tidak tahu siapa yang benar dan yang salah tapi untuk sekarang dia harus mencari tahu kebenaran sebelum semuanya terlambat, sudah cukup dia kehilangan orangtuanya.

"Jangan bicara sembarangan Sahira, tidak ada yang mengatakan kamu cewek matre apalagi sampai mengusirmu, aku hanya menegaskan hal itu, aku tidak memberikannya Sahira, aku sengaja menempatkan kamu disana agar kamu tidak perlu mengontrak jangan memutarbalikkan perkataan ku yah".

"Perkataan kamu sangat menyakitkan untukku Ray, secara tidak langsung sejak tadi kamu menghinaku karena aku tinggal di apartemen mu, jika memang kamu tidak senang, aku bisa pergi dari sana".

"Jangan bertingkah aneh-aneh Sahira, tetap di apartemen dan jangan coba-coba pergi dari sana, dengar dan patuhi perkataan ku". Ucapnya penuh penekanan.

"Tapi aku tidak mau kamu merasa aku memanfaatkan kamu Ray, sudah cukup keluargamu menghinaku tadi, sekarang kamu bersikap seperti ini padaku, inilah yang disebut keterlaluan ".

Rayhan merasa dongkol melihat tingkah Sahira yang tidak mau mengalah itu, dia baru sadar selama ini dialah yang selalu mengalah dan berusaha meminta maaf sedangkan Sahira seperti orang yang menindak tegas padahal dia yang bersalah

Sesampainya di lobi apartemen, Rayhan hanya mengantarnya saja lalu dia akan pergi entah kemana dan Sahira pun bersorak girang, dia akan mengambil sertifikat apartemen itu untuk dirinya dan membalikkan nama itu menjadi miliknya jadi jika sewaktu-waktu Rayhan mengusirnya dia tidak punya hak.

"Turunlah, aku hanya akan mengantarmu, aku masih ada urusan yang harus aku selesaikan, ingat renungkan baik-baik mau dibawah hubungan kita ini, aku tidak mau terus menerus Dnegan status ini, kamu tahu kan aku sudah menunggu lama".

Rayhan sengaja mengatakan hal itu agar Sahira sadar jika dia tidak main-main Dnegan ucapannya tentang pernikahan.

Sahira hanya mendengus dalam hati karena tidak mau menikah Dnegan Rayhan karena Rayhan masih merintis, dia ingin menjadi istri pewaris yang punya banyak harta bukan menemani laki-laki yang bukan apa-apa hingga punya segalanya.

"Iya".

Dia langsung turun tanpa mau melihat Rayhan lagi, baginya lelaki itu hanya barang rusak yang nilainya tidak lebih dari 30 persen jika dibandingkan bos mereka.

Dia segera masuk kedalam apartemen Rayhan untuk mencari berkas itu dan beruntung dia bisa menemukannya dengan mudah.

Bibirnya menyunggingkan senyum sinis melihat kedua sertifikat apartemen dan BPKB mobil yang dia pakai, otaknya secepatnya mencari orang yang bisa mengalihkan nama itu dengan mudah.

Dia segera membawanya masuk ke apartemen sebelah untuk menyimpan berkas itu kemudian menghubungi kantor pengacara yang cukup bisa dipercaya mengurus berkas seperti ini.

"Aku tidak akan tinggal diam Ray, semua ini harus jadi milikku".

1
sunaryati jarum
Benar Rin, nafkah saja sampai bercerai tidak diberi tapi malah royal pada Sahira,cari kebaikan kamu sendiri Rin
sunaryati jarum
Astaga berarti selama enam taun itu Rayhan menumpang pada Arini, sungguh pria tidak tahu malu.Maka benar harta orang tua Rayhan sebagian diberikan Arini.
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 awalnya saling mencintai yang laki pengkhianat pernikahan , perempuannya pelakor ,jadi bermusuhan karena beda tujuan
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 syukurin , kebanyakan pelakor baik di dunia halu atau nyata yg dicari uang dan kemewahan duniawi secara instan.Nikmati penyesalanmu Rayhan
sunaryati jarum
Woww Rayhan masih mengamankan dua apartemen , mobilnya sekalian. Belum satu Minggu Penyesalan sudah datang,serta bisa melihat perangai asli wanita yang kamu agungkan,tak tak tahunya parasit raksasa
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣👋👋 Silahkan lanjutkan pertengkaran kalian di mobil.Rayhan firasat orang tua kok kamu abaikan, bagaimana? Eeenaaak,Ya
Lee Mba Young
lanjuttt
sunaryati jarum
Rayhan Sahira nanti di tempat baru cari mangsa yang lebih kaya darimu, walau jadi simpanan tidak jadi masalah asal bisa hidup mewah.Katma dan Penyedalan penyesalan kamu otw Rayhan.Up lagi Thoor /Pray//Pray/
Lee Mba Young
semoga di Pecat.. krn Kelakuan mereka yg mnjijikan.
semoga bos nya gk pilih kasih walau rayhan Salah ttp hrs di Pecat.
sunaryati jarum
Karena Viral saat kejadian di pengadilan , mempengaruhi citra perusahaan, seharusnya salah satu mengundurkan diri,jika tidak mau ya dipecat
sunaryati jarum
Sudah terlambat Rayhan ,dia mau kamu itu ya karena harta.Ingat pelakor itu hampir sama tujuannya ingin hidup enak secara instan.
Cerita ini bagus tidak bertele-tele ,tapi sayang upnya lama , hingga lupa alurnya.
Ummu Umar: maaf yah, akan di up setiap hari mulai kedepannya🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Sayang cerita bagus upnya tidak rutin
Ummu Umar: sabar yah, aku sedang menyelesaikan satu cerita dulu, aku akan up setiap hsri🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!