NovelToon NovelToon
Rahim Sewaan

Rahim Sewaan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Poligami / Tamat
Popularitas:18.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: risna afrianti

Johan Pranata, CEO tampan yang belum di karuniahi seorang anak dari pernikahannya yang sudah tujuh tahun. Keadaan sang istri yang tidak memungkinkan untuk mengandung karena penyakit yang di deritanya, membuat Johan harus mencari wanita yang mau mengandung benih anaknya.

Semua itu Johan lakukan hanya karena tuntutan sang Ibu. Karena dia harus melahirkan pewaris dari bisnis dan juga perusahaannya.

Lestari sang Ibu menemukan wanita yang tepat, yaitu Lilian. Karena perusahaan sang ayah mengalami kebangkrutan akhirnya Lilian mau menerima tawaran dari Lestari.

Lilian akhirnya menikah secara diam-diam dan tersembunyi dengan Johan. Tapi semenjak itu hidup Lilian menjadi susah, karena Johan banyak mengatur hidupnya.

Bertemu setiap hari dengan Johan membuat Lilian menaruh rasa kepadanya.Lalu, apakah Johan juga menaruh rasa terhadap Lilian? Atau dia tetap setia dengan istrinya? Simak ya😉😉😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risna afrianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa?

"Tunggu," ucap Stevia.

"Bukankah itu ibu?" ucap Stevia dengan penuh tanda tanya.

Lilian memberanikan diri membuka pintu ruang rawat tersebut. Setelah mereka benar - benar sudah masuk, Lilian baru percaya jika wanita itu memanglah Lestari.

"Ibu," panggil Stevia.

Lestari yang sadar dipergoki oleh kedua menantunya hanya bisa nyengir kuda.

"Loh kenapa Ibu ada disini?" tanya Stevia dengan wajah penuh curiga.

"Em iya, kapan kalian datang?" Lestari balik bertanya.

"Baru saja, dan kenapa Ibu disini?" Stevia masih penasaran dengan jawaban ibu mertuanya itu.

"Tentu saja itu hak Ibu. Bukankah rumah sakit ini milik Ibu? Kamu lupa saham terbesar rumah sakit ini adalah milik Ibu?" Pertanyaan itu lebih terdengar seperti ungkapan kesombongan di telinga Lilian.

"Kalian sendiri mau apa kemari?" tanya Lestari penuh curiga.

"Salah satu korban kecelakaan itu adalah saudara Lilian. Dia ingin menjenguknya, Bu." Lilian memandang wajah Stevia dengan serius, dia kira Stevia akan mengatakan yang sebenarnya. Kalau dia kesini untuk menjenguk ayahnya.

"Oh yasudah, Ibu pergi dulu." Lestari meninggalkan kedua menantunya.

Lilian memandangi wajah ayahnya yang sudah semakin tua. Tubuh dan wajahnya bersimbah darah dan juga tanah yang masih sedikit basah.

Perlahan Lilian melangkahkan kakinya mendekat ke tempat tidur pasien sang ayah. Ada desiran panas dalam hatinya, rasa rindu, kecewa, bahagia, sedih, semua bercampur menjadi satu.

Perpaduan semua rasa itu tidak lagi bisa Lilian ungkapkan. Hanya air mata yang bisa mengungkapkan rasa pilu yang mendalam di hatinya.

Lilian bahagia bisa bertemu ayahnya, tapi dia kecewa ternyata sang ayah ada di dalam negeri dan lebih lagi masih di kota ini. Lilian kecewa karena Raul tidak kembali ke rumah, dia membiarkan Lilian menanggung semua beban hutang yang dia tinggalkan.

Sekarang Lilian justru harus menyewakan rahimnya demi hutang sang ayah. Menyesal? Ada sedikit rasa penyesalan dalam hati Lilian. Dia memyesal bukan karena pernikahannya, tapi dia menyesal karena tidak pernah menyadari jika ayahnya sengaja melakukannya.

"Jangan buka mata ayah, kumohon." Lirih Lilian di sela - sela tangisannya.

"Li." Stevia merangkul bahu Lilian, dia berusaha untuk menguatkan wanita ini.

"Kamu yang sabar ya," ucap Stevia.

"Kita pulang aja, Stev." Lilian membalikkan tubunya, membelakangi Raul.

"Tapi, Li." Stevia berusaha mencegah Lilian.

"Tidak Stev, aku rasa tidak ada gunanya aku datang kemari. Kita pulang saja." Lilian menghapus sisa - sisa air matanya.

"Baiklah." Dengan pasrah Stevia mengikuti langkah gontai Lilian.

Sedangkan Rudi masih saja memikirkan Lilian. Dia sampai memandangi foto Lilian yang dia ambil saat pernikahan wanita itu dengan sahabatnya.

Rudi memutar otaknya, dia mengingat kejadian tiga bulan yang lalu. Saat dirinya dipakaa oleh sang mama untuk mengantarkannya pergi ke pasar.

Flash back on

Kala itu Rudi dengan cemberut mengikuti setiap langkah kali sang mama menyusuri pasar tradisional. Sampai saat mereka berhenti di salah satu penjual sayur, mata Rudi terpaku dengan pemandangan langka.

Gadis cantik dengan tangan yang sibuk memilih sayuran itu berhasil membuat Rudi terpanah. Siapa lagi kalau bukan Lilian, seorang gadis yang dulu terlahir dari keluarga kaya namun sekarang harus hidup sederhana. Tentu saja semua itu karena dia dililit hutang sang ayah.

Rudi memandangi setiap gerak - gerik Lilian. Kedua mata Rudi tidak luput dari setiap pergerakan tubuh gadis cantik itu. Sampai Rudi tidak sadar saat dirinya mulai mengikuti Lilian dan meninggalkan mamanya sendiri disana.

"Rudi," panggil Serina.

Rudi dan Lilian menoleh secara bersamaan, mendengar panggilan melengking Serina. Namun saat Rudi kembali melihat ke depan, Lilian si gadis yang ia ikuti sudah tidak lagi terlihat.

Itulah yang menyebabkan Lilian tidak pernah menyadari kalau Rudi pernah mengikutinya. Karena Lilian dan Rudi menengok secara bersamaan, dan saat Rudi kembali menengok ke arah Lilian, gadis itu justru sudah pergi dari sana.

Flash back off

"Pak," panggil Nadin sekertaris Rudi.

"Kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu?" tanya Rudi dingin.

"Eh iya Pak, maaf. Habisnya saya ketuk - ketuk terus saya panggil - panggil ngak ada jawaban dari Bapak. Makanya saya masuk aja," ucap Nadin.

"Ada apa?" tanya Rudi.

"Bapak ada meeting di luar setelah ini," ucap Nadin.

"Udah gitu aja? Kamukan bisa bicara lewat telfon." Kata - kata dingin Rudi membuat Nadin bergidik ngerih. Karena tidak biasanya Rudi bersikap sedingin dan seacuh ini padanya.

"Ini ada berkas yang harus Bapak cek dan tanda tangani juga." Nadin meletakkan berkas yang ada di tanggannya ke atas meja.

Sejenak Rudi melirik ke arah Nadin.

"Apa lagi?" tanyanya dingin.

"Eh enggak Pak, saya permisi." Tidak ingin kena terkaman singan lagi, Nadin akhirnya keluar dari ruangan Rudi.

"Pak Rudi kenapa si, emangnya aku salah apa dia sampai kaya gitu ke aku. Sebel banget, awas aja aku akan buat dia memohon kepadaku nantinya." Nadin berguman tidak karuan di belakang meja kerjanya.

Di rumah Johan, Lilian dan Stevia baru saja sampai. Lilian sudah tidak lagi meneteskan air matanya, tapi wajahnya masih sendu dan tidak terbaca.

Stevia berusaha menghibur Lilian semampu yang dia bisa, tapi kelihatannya semuanya percuma. Usaha Stevia menghibur justru membuat suasana menjadi kikuk dan begitu canggung.

"Stev," panggil Lilian dengan pandangan kosongnya.

"Iya Li, ada apa?" tanya Stevia.

Lilian tidak langsung menjawab pertanyaan Stevia, sejenak dia sibuk dengan pikirannya yang berkecamuk. Stevia juga hanya bisa memperhatikan tatapan kosong Lilian yang bisa membuat semua orang yang melihatnya ikut merasa sesak.

"Sebenarnya apa alasan ayahku meninggalkan aku sendiri. Kenapa dia tidak pernah mengunjungiku selama ini? Padahal kenyataannya dia ada di kota ini selama ini." Lilian berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.

"Mungkin dia punya alasan yang tidak kamu ketahui Li. Mungkin dia malu untuk mengunjungimu selama ini, mungkin dia merasa bersalah telah meninggalkanmu sendiri." Stevia mencoba menjawab Lilian dengan bijak agar tidak melukai perasaannya.

"Tapi Stev, kalau ayah memang merasa bersalah kenapa dia justru meninggalkan aku. Harusnya kalau dia memang merasa bersalah, dia tidak pergi meninggalkan aku sendiri dengan setumpuk hutangnya." Air mata Lilian masih bisa terbendung.

"Aku rasa dia sengaja melakukannya, dia sengaja pergi agar aku yang dikejar - kejar oleh para rentenir. Kenapa dia setega ini Stev, kenapa?" Air mata yang dengan susah payah Lilian bendung, akhirnya sudah tidak lagi teebendung.

"Apakah dia tidak tahu, aku sampai rela menjual rahimku untuk menutup semua hutang - hutangnya." Hati Stevia bergetar, entah apa yang terjadi tapi dadanya terasa sesak.

Stevia merasa oksigen di ruangan itu semakin menipis, hingga membuatnya sulit untuk bernafas.

1
Dian Wati
maksudnya pf ungu itu apa ya gk ngerti.....
Dasirah Yuna
Luar biasa
Cis Siu
yey
Rafinsa
Luar biasa
Rafinsa
Lumayan
Sa Tokkin
Luar biasa
Rizna Manizt
mantap Rudi dn lilian
Rizna Manizt
hahahaha kocak yah mereka lucu banget
Rizna Manizt
hehehehe terklepek klepek
Rizna Manizt
aduuuh Thor dr tahun kemarin aku ulang baca ini novelmu thor gak ada bosan bosannya aku
Rizna Manizt
rudi...suka banget ma dia
Rizna Manizt
salah satu novel andalanku sering aku baca berulang ulang krna suka banget ma karakternya rudi
Sunny Kwok
Luar biasa
oppa seo joon
ga ada akar..ilalang pun jadi 🤣
oppa seo joon
itu mulut Johan pst blm pernah cicipin geliga
oppa seo joon
karma
oppa seo joon
ular kox kedoknya blm terbongkar Kl tipu2
oppa seo joon
harusnya Johan ga usah d kasih tempe
oppa seo joon
mending bunuh2an aj tuh biar seru
oppa seo joon
bahaya ular berbisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!