NovelToon NovelToon
PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Di kehidupan pertamanya, Valerie Vespera mati sebagai pecundang. Sebagai putri kandung konglomerat Elrod yang tertukar sejak bayi, dia malah dibuang ke gudang pengap demi menjaga perasaan si anak angkat palsu yang manipulatif. Tiga tahun dia habiskan mengemis kasih sayang, hingga akhirnya mati dikhianati.
Kini, takdir memutar kembali jarum jam. Valerie terbangun di hari penjemputannya di usia 18 tahun. Namun, Valerie yang naif telah mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: LANGKAH PERTAMA SANG TANGAN KANAN

Bab 13: Langkah Pertama sang Tangan Kanan

Sesuai dengan draf rencana per bab kita, Bes, fokus kita di Bab 13 ini adalah memperluas jaring gurita bisnis Pecunia Corp di bawah kendali Julian Prakasa di lapangan. Sementara di rumah Menteng, sisa-sisa keharmonisan palsu keluarga Elrod mulai retak karena tekanan finansial dari Valerie.

Matahari baru saja tergelincir melewati garis cakrawala kota Jakarta ketika Julian Prakasa melangkah keluar dari salah satu hotel butik tersembunyi di kawasan Menteng. Setelan jas hitam desainer yang melekat di tubuh tegapnya masih tampak sangat rapi. Di tangannya, sebuah tas kerja berbahan kulit buaya premium menyembunyikan tumpukan berkas hukum berkekuatan mutlak.

Tiga bulan lalu, Julian adalah seorang pria hancur yang namanya diinjak-injak di lantai bursa oleh kekuatan Gilbert Elrod. Namun malam ini, atas perintah dari sang kaisar bayangan—Nona V—Julian bergerak seperti malaikat maut finansial bagi dinasti Elrod Corp.

Target operasionalnya malam ini sangat spesifik: memastikan pemilik dari tiga vendor semen yang baru saja dialihkan piutangnya tidak memiliki celah untuk berkhianat atau kembali ke pelukan Elrod Corp. Dengan amunisi tunai sisa dari dua miliar rupiah pertama milik Valerie, Julian bergerak mengeksekusi akuisisi penuh atas aset operasional mereka di lapangan.

"Tuan Prakasa," sapa pemilik PT Garuda Beton, seorang pria paruh baya bernama Haryono, yang menyambut Julian di dalam ruang VIP restoran hotel dengan tubuh yang sedikit membungkuk hormat. Wajah Haryono tampak sangat lega setelah mendapatkan kepastian pencairan dana talangan darurat dari Pecunia Corp sore tadi. "Saya beneran tidak tahu bagaimana harus berterima kasih. Kalau bukan karena dana segar dari Pecunia Corp, malam ini buruh-buruh saya sudah melakukan demonstrasi besar-besaran di depan pabrik karena gaji mereka tertunda akibat ulah Elrod Corp."

Julian duduk dengan tenang, meletakkan tas kerjanya di atas meja marmer dengan ketukan yang berwibawa. Dia membetulkan posisi jam tangan Rolex barunya—sebuah simbol status luar yang sengaja dia pakai atas draf instruksi Valerie agar wajah publik Pecunia Corp terlihat sangat meyakinkan di mata para pelaku bisnis lokal.

"Terima kasih Anda simpan saja untuk pertumbuhan masa depan, Tuan Haryono," ucap Julian dengan nada suara yang tegas dan penuh percaya diri. "Pecunia Corp tidak hanya tertarik untuk membeli surat utang Anda dari Gilbert Elrod. Kami menginginkan kepemilikan saham mayoritas mutlak sebesar lima puluh satu persen di PT Garuda Beton, lengkap dengan kendali atas seluruh armada truk molen Anda di koridor Jawa Barat."

Haryono tertegun sejenak, matanya membelalak kaget. "Maksud Anda... akuisisi penuh?"

"Benar," sela Julian dingin, mengeluarkan selembar dokumen draf kontrak baru dari dalam tasnya. "Dana segar senilai sepuluh miliar rupiah tambahan akan langsung masuk ke rekening korporasi Anda dalam waktu lima menit setelah Anda menandatangani draf ini. Pilihan Anda hanya dua: tetap mandiri namun hancur tergilas utang macet Elrod Corp, atau tunduk di bawah bendera Pecunia Corp dan menjadi bagian dari gurita bisnis baru yang akan menelan Jakarta."

Tekanan mental yang dilemparkan oleh Julian malam itu begitu kuat, persis seperti metode dominasi yang dia pelajari dari ketenangan Valerie. Hanya butuh waktu kurang dari lima belas menit bagi Haryono—dan dua pemilik vendor lainnya di tempat terpisah—untuk menyerah secara hukum. Mereka menandatangani akta pengalihan saham tersebut dengan tangan yang sedikit bergetar.

Dengan selesainya transaksi malam itu, PT Pecunia Investama Indonesia resmi memegang kendali atas rantai pasokan logistik beton terbesar ketiga di pulau Jawa secara senyap, tanpa memunculkan nama seorang gadis remaja bernama Valerie Vespera di dokumen legalitas mana pun.

Sementara itu, suasana di dalam ruang tengah lantai satu mansion Menteng terasa begitu mencekat bagai kuburan. Makan malam keluarga yang biasanya dipenuhi oleh tawa manja Alethea dan obrolan bisnis yang sombong, malam ini berubah menjadi ajang pembagian stres domestik yang luar biasa berat.

Gilbert Elrod duduk di kepala meja dengan wajah yang tampak sepuluh tahun lebih tua. Efek dari berhentinya suplai semen di proyek jalan tol sejak pagi tadi telah memicu panggilan darurat dari pihak kementerian, menuntut kejelasan operasional Elrod Corp dengan ancaman penalti pencabutan izin tender nasional.

"Nicholas! Bagaimana bisa firma hukum kita belum juga menemukan siapa orang di balik Pecunia Corp?!" bentak Gilbert, melempar sendok peraknya ke atas piring porselen dengan bunyi dentangan yang nyaring, membuat Victoria dan Alethea tersentak kaget di kursi mereka.

Nicholas yang duduk di sebelah kanan Gilbert tampak memijat pelipisnya yang berdenyut kencang. "Firma hukum kita sudah melacak hingga ke jaringan bursa Singapura, Papa. Tapi perlindungan hukum mereka berlapis. Nama pemilik utamanya disembunyikan di balik tiga entitas cangkang yang berbasis di George Town, Cayman Islands. Secara hukum korporasi internasional, draf identitas pemilik Pecunia Corp benar-benar tidak tersentuh."

"Sialan!" umpat Gilbert dengan napas yang memburu, memegangi dadanya yang kembali terasa sesak. "Mereka sengaja mengunci leher kita di proyek tol seksi empat! Kita butuh dana tunai tiga puluh dua miliar rupiah untuk menebus piutang itu besok pagi, atau konstruksi besi kita akan dinyatakan cacat oleh tim penguji nasional!"

Victoria yang melihat suaminya begitu tertekan segera mengulurkan tangan, mencoba menenangkan. "Pa, tenang dulu, ingat kesehatan Papa. Apa tidak bisa kita menggunakan sisa dana dari lini ritel butik kosmetik milikku untuk sementara waktu?"

"Tidak bisa, Victoria!" sahut Gilbert kasar, membuat istrinya langsung bungkam dengan wajah pias. "Dana butikmu itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kebutuhan likuiditas korporasi saat ini! Kita benar-benar sedang dikepung oleh bayangan yang tidak berwajah!"

Di tengah kepanikan dan perdebatan panas yang terjadi di atas meja makan marmer mewah itu, pintu koridor belakang dapur mendadak terbuka pelan. Valerie Vespera melangkah masuk ke dalam area ruang tengah dengan langkah kaki yang teramat anggun dan konstan. Tas kanvas usangnya terlampir longgar di bahu, dan wajahnya tampak begitu datar, bersih dari segala bentuk emosi.

Dia berjalan melewati meja makan utama untuk menuju ke arah tangga semen bawah tanah tempat kamar gudangnya berada. Langkah kakinya yang santai seolah menganggap bahwa badai kepanikan yang sedang melanda keluarga Elrod malam ini tak lebih dari sekadar hiburan komedi murah di matanya.

Alethea yang sejak tadi duduk diam menahan kesal, seketika berdiri dari kursinya begitu melihat sosok Valerie. Kegagalannya dalam membuntuti Valerie di stasiun MRT sore tadi membuat rasa iri dan curiganya meledak menjadi amarah yang tidak terkendali.

"Kak Valerie!" seru Alethea dengan suara yang sengaja dikeraskan, menarik perhatian Gilbert, Victoria, dan Nicholas yang sedang bertengkar. "Kakak dari mana saja baru pulang jam segini? Papa dan Mama di rumah sedang pusing memikirkan masalah besar perusahaan, tapi Kakak malah keluyuran tidak jelas di luar sana sampai malam! Di mana hati nurani Kakak sebagai anak di rumah ini?!"

Valerie menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu koridor bawah tanah. Dia membalikkan tubuhnya perlahan, menatap Alethea dengan sepasang mata hitam pekat yang teramat hambar—sebuah tatapan kosong yang memancarkan aura kegelapan yang absolut, sanggup membuat kata-kata makian Alethea selanjutnya mendadak tertahan di tenggorokan.

"Masalah besar perusahaan, katamu?" suara Valerie beralun begitu tenang, memutus seluruh kebisingan di ruang tengah. "Jika urusan internal bursa dan pengelolaan arus kas Papa Gilbert begitu rapuh hingga bisa diguncang oleh satu nama perusahaan baru, lalu apa hubungannya dengan keberadaan saya yang hanya menumpang di kamar gudang bawah tanah ini?"

"Valerie! Jaga bicaramu!" bentak Victoria, berdiri dari kursinya dengan wajah memerah karena merasa otoritasnya sebagai seorang ibu ditantang. "Alethea itu bicara karena dia peduli dengan keluarga ini! Sedangkan kamu? Sejak kembali dari panti asuhan, kelakuanmu benar-benar seperti orang asing yang tidak tahu diuntung! Masuk ke kamarmu sekarang! Jangan membuat kepala Papamu makin pecah!"

Valerie melepaskan seulas senyuman tipis di bibirnya—sebuah senyuman yang teramat anggun namun sarat akan ejekan dingin yang tersembunyi. Dia tidak membalas makian Victoria. Dia memilih membalikkan badannya dan melangkah menuruni anak tangga semen yang gelap menuju kamarnya.

Sambil berjalan di dalam kegelapan koridor bawah tanah, jemari ramping Valerie bergerak membuka ponsel pintarnya yang retak seribu. Sebuah pesan teks dari Julian baru saja masuk, mengonfirmasi bahwa akta akuisisi tiga vendor semen telah selesai ditandatangani 100%.

'Nikmati sisa malam ini dengan kepanikan kalian, Gilbert, Victoria, Alethea,' batin Valerie Vespera dengan kepuasan yang mutlak sebelum menutup pintu kamar gudangnya. 'Karena besok pagi, tepat saat bel pembukaan bursa saham berbunyi... jaring pertama yang saya bentangkan lewat tangan kanan saya akan menarik leher dinasti Elrod Corp satu tingkat lebih dekat menuju jurang kematian.'

Bersambung.....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Moreno
draf dref draf dref 😑
Moreno
gimana caranya uang tunai tiba2 masuk menjadi saldo digital
masijacoke021205: Sudah diperbaiki ya, Kak! Terima kasih banyak bantuannya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!