Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.
Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.
Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Damon Ber kultivasi
Damon langsung tersadar sembari berkata.
"Baiklah... Baiklah... Sekarang apalagi ini?" Ia menepuk-nepuk kepalanya yang pening akibat kejadian tak masuk akal yang dia temui saat ini. "Sedetik yang lalu aku bermimpi Succubus, sedetik kemudian aku melihat dewa pemburu iblis. Mana dunia nyata sekarang. Aku benar-benar tidak mengerti lagi harus bagaimana menyudahinya."
Damon meracau dengan kepala tertunduk dalam.
"Siapa dia, Kaisar Muchen?" suara Dewa Zhen Wu bergetar berat, melirik tajam kepada Damon.
"Eh, dia... Dia Damon... Manusia dari alam ini, aku mendidiknya sebagai pemburu iblis, tapi kurasa agak sedikit berlebihan." kata Muchen. Dua belas Liu gioknya berbunyi setiap dia bicara.
"Ting... Ting... Ting..."
Dewa Zhen Wu menatap lurus ke arah Damon yang meringkuk di sudut ruangan apartemen. Damon terlihat menggigil ketakutan sembari menelungkup. Kening Dewa Zhen Wu sontak berkerut rapat.
"Kau tidak salah pilih, memilih laki-laki lemah tanpa daya kekuatan. Aku tidak melihat energi spesial darinya."
Dewa Zhen Wu berkata serius, ia melihat Damon dengan mata ketiga Zhenwu-nya.
"Sama saja kau berniat mengirimkan dia ke lembah kematiannya, ibaratnya, kau memintanya menggali kuburannya sendiri, Kaisar."
Kaisar Muchen menyeringai tulus, wajahnya berubah seram.
"Bagaimana lagi, cuma dia satu-satunya manusia normal yang aku temui di dunia ini selain itu aku telah menunggu beribu-ribu tahun, tapi aku tidak menemukan orang yang pantas menjalankan tugas itu." ucap Muchen.
"Apa yang akan kau lakukan kepadanya, Kaisar?" tegas Dewa Zhen Wu.
"Aku memintanya untuk menemukan kelima Succubus terkuat supaya dia bisa mengalahkan Ibu Suri Kerajaan Tepi Barat dan membuktikan kalau wanita keji itu adalah Succubus jahat." sahut Muchen.
Sekali lagi pandangan mata Dewa Zhen Wu beralih ke Damon, ia mencoba menerawang Damon dengan mata ketiganya.
"Kau sudah gila, dia bahkan hanya manusia biasa, tidak ada titisan pemburu iblis maupun wahyu yang turun kepadanya. Sedangkan musuh yang harus dia hadapi bukanlah Succubus sembarangan." ucap Dewa Zhen Wu berkedip pelan.
"Yah, mau apalagi sekarang, semua sudah terlanjur terjadi, dia juga sudah berhasil menangkap satu Succubus Magnolia dari gunung Emei. kata Muchen.
Dewa Zhen Wu tertegun diam, namun tatapannya terlihat kagum pada Damon.
"Baiklah, aku mengerti, dan menerima keputusan mu. Tapi bukannya tugas itu turun langsung kepadamu, kenapa kau alihkan tanggung jawab itu pada Damon, Kaisar?"
Mata Dewa Zhen Wu menyala merah lalu redup berwarna oranye.
"Aku malas jika kau asal-asalan melempar tanggung jawab penting yang seharusnya kau sendiri yang menyelesaikannya, Kaisar." lanjutnya.
"Aku ini arwah. Cuma roh orang mati yang bergentayangan di alam ini, sedangkan kekuatan ku sebagai hantu terbatas, Dewa." ucap Muchen disertai bunyi dua belas Liu gioknya. "Lalu bagaimana aku mampu melawan Succubus sedangkan aku ini arwah yang tak pernah bermimpi lagi sejak aku jadi mayat."
"Hmm, baiklah, aku mengerti." sahut Dewa Zhen Wu sembari mengangguk paham.
"Dan apa yang harus kami lakukan agar kami bisa bertemu kelima Succubus terkuat itu dan menaklukkan mereka secepatnya?" tanya Muchen.
Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén mengelus-ngelus janggut nya seperti dia berpikir serius.
"Siapa yang akan menghadapi mereka?"
Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén bertanya lalu menoleh ke Muchen.
Muchen mengangguk cepat dengan senyum menyeringai sedangkan dua belas Liu gioknya berbunyi lagi. Ting... Ting... Ting...
"Dia...???" tanya Dewa Zhen Wu terperangah lagi.
"Ya, benar, dia." sahut Muchen.
"Hmmm... Kuharap kalian tidak main-main dengan tugas penting ini. Lawan yang akan kalian hadapi bukanlah lawan biasa, tapi lawan yang tangguh dan mungkin kalian sulit menghadapi mereka." kata Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén tidak yakin.
Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén melihat Damon masih meringkuk ketakutan di sudut ruangan apartemen. Membungkuk, dengan tubuh gemetaran.
"Cecunguk tak mati dua kali tapi dia mati berulang-kali sedangkan pemberani mati hanya sekali saja. Bagaimana dia mampu menerima tantangan itu dengan tubuh rentan, belum terbentuk sempurna?"
Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén semakin ragu akan kemampuan Damon dalam mengemban tugas mulia ini.
Ia memutar ujung jari-jarinya membentuk lingkaran yang disertai kilauan cahaya terang berbintang.
"Kling... Kling... Kling..."
Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén fokus, penglihatannya tertuju pada Damon lalu ia melemparkan sesuatu dari arah kilauan cahaya terang di ujung jari-jarinya ke arah Damon.
Seketika tubuh Damon terangkat naik, berpendar-pendar lalu berputar cepat, Damon yang menyadarinya langsung berteriak histeris.
"Hiyaaaa... !!! Sudah cukup. Sudah cukup. Hentikan ini. Tolong aku... !!!"
Suara Damon terdengar kencang ketika tubuhnya di bolak-balikan tak karuan oleh cahaya itu.
"Aku akan memberimu pil kultivasi yang bisa mengubahmu kuat."
Suara gemelegar milik Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén menggema hampir di seantero gedung apartemen ini bahkan sempat membuat gedung berguncang karenanya.
"Plash..."
"Telah ini, Damon!"
Belum sempat Damon terbebas dari kilauan cahaya yang memutar-mutar tubuhnya hingga jungkir balik, sebutir pil berukuran besar melesat cepat ke arah dirinya.
Damon melotot ngeri ketika pil kultivasi milik Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén terbang ke arahnya lalu menghujam masuk.
"Blesh...!"
"Ugh...?!" Damon bergumam pelan dengan kepala terdongak ke atas, kedua matanya terbelalak lebar ketika pil kultivasi dari Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén memasuki tubuhnya.
Urat-urat tipis di sekujur tubuhnya menonjol kuat, otot-otot Damon menguat keras. Dan wajahnya berubah ungu tua.
"Apa yang kau lakukan padanya, Dewa?" tanya Muchen keheranan lalu menoleh kepada Damon.
Tampak Damon mengerang kesakitan oleh pil kultivasi itu, dengan tubuh berwarna ungu terang, ia menahan rasa sakit berlebihan dalam dirinya, sedangkan pakaian yang Damon kenakan berangsur-angsur robek.
Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén hanya menanggapinya dengan senyuman namun pandangan matanya tetap tertuju pada Damon tanpa berbuat apa-apa.
Kaisar Muchen mulai cemas, ia tidak yakin akan kemampuan Damon menerima takdir pemburu iblis. Ia jatuh iba dan bermaksud menolong Damon.
"Jangan kau mendekatinya. Bisa-bisa tubuhmu terbakar hangus dan jiwamu tidak lagi bisa bereinkarnasi di kehidupan selanjutnya, Kaisar Muchen !"
Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén mencegah Kaisar Muchen untuk mendekati Damon, langkah Muchen terhenti cepat.
Keduanya saling berpandangan lama dan terdiam satu sama lainnya. Lalu Muchen bersuara.
"Tapi... Dia bisa mati, Dewa..." ucap Muchen ragu.
"Hmmm... Percayalah padaku, Kaisar. Dia akan berubah kuat. Jangan terlalu manjakan dia, itu tidak baik buat Damon nantinya." kata Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén.
"Ini salahku, tak seharusnya aku memaksakan dia menerima permintaan ku. Aku menyesalinya telah membuat hidupnya runyam." ucap Muchen sesal.
"Kau memang mempermainkan Damon, tapi pilihanmu sangatlah tepat karena kau memilih Damon yang berhati tulus. Ketulusan nya telah ia buktikan ketika Damon berurusan dengan Succubus Magnolia." kata Dewa.
"Tapi... Aku tetap menyesali perbuatanku padanya. Karena masalah ku dengan Ibu Suri bukanlah tanggung jawab Damon." kata Muchen.
"Awalnya kau memang ingin menakut-nakuti dia hingga dia menerima paksaan darimu untuk memburu Ibu Suri, tapi kau tidak mempersiapkan Damon sebelum ia menerima permainan mu itu, Kaisar." kata Dewa.
"Ini bukan sekedar permainan, tapi medan perang yang sesungguhnya..." kata Muchen.
"Para Succubus maupun Incubus adalah lawan tangguh yang harus dihadapi oleh Damon, tanpa kesempurnaan Yin-Yang dalam dirinya. Ia akan lenyap jika ia paksakan itu." kata Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén bijaksana.
"Lalu apa yang harus aku perbuat untuk menolongnya, Dewa?" tanya Muchen prihatin.
"Biarkan tubuhnya ber kultivasi sempurna maka kemampuan bela dirinya akan keluar dari dirinya. Latihlah dia setiap pagi, berlari di area tangga menuju makam. Kekuatan pemburu iblis nya akan terbentuk sempurna setelah pil kultivasi itu masuk ke tubuh Damon." sahut Dewa.
"Baik, Dewa." sahut Muchen dengan anggukan kepala mengerti.
"Pil kultivasi itu akan bekerja pada Damon dan membantunya menjadi kuat seperti pemburu iblis yang seharusnya." lanjut Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén.
"Aku akan mengingat petuah mu itu, Dewa." kata Muchen.
"Jika kau ingin tahu siapa kelima Succubus terkuat setelah ini. Tunggulah sampai Damon menyelesaikan kultivasi nya. Dan aku akan segera memberitahu kannya pada kalian siapa saja mereka." lanjut Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén lalu duduk di atas Kura-Kura Xuanwu yang dililit ular Hitam-putih tanpa alas kaki sambil menghadap lurus ke Damon yang ber kultivasi.