NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Daniela Arden Atmaja terpaksa masuk ke dunia malam demi bertahan hidup.

Darren Arkhanio Callister adalah pria perfeksionis yang menilai segalanya dari apa yang terlihat. Baginya, Daniela tidak pantas berada dalam hidupnya, apalagi ia sudah memiliki Crissiana, kekasih sempurna.

Namun di ujung napasnya, sang kakek memohon Darren menikahi Daniela, cucu dari almarhum sahabatnya.
Pernikahan pun akhirnya terjadi secara diam-diam. Tanpa cinta. Tanpa pengakuan. Tanpa diketahui siapa pun.

Darren tetap merendahkan Daniela dan tidak pernah ingin mengenalnya. Sementara Daniela memilih cuek dan tak perduli. Mau menikah pun karena permintaan terakhir dari sahabat almarhum kakeknya.

Hingga sebuah insiden terjadi.
Harga diri Daniela direnggut.
Saat Darren akhirnya menyadari bahwa Daniela tidak seperti yang ia kira, semuanya sudah terlambat.

Daniela pergi tanpa penjelasan dan tanpa jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiganelas

Darren berdiri dengan tetap gagah meski hatinya sudah jungkir balik. Dengan sisa akal sehatnya, dia mengeluarkan ponsel dan merekam semua kejadian di depan matanya menggunakan kamera video ponselnya.

Lelaki di atas ranjang itu mendadak menghentikan gerakannya saat menyadari siluet tubuh seseorang yang berdiri di ambang pintu. Pekikan tertahan lolos dari mulut Crissiana begitu matanya menangkap sosok Darren yang menatap mereka dengan dingin.

"Darren?!" jerit Crissiana panik, langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.

Lelaki selingkuhannya itu ikut terperanjat, buru-buru turun dari ranjang dan memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai dengan gugup.

Darren tidak mengeluarkan suara sepatah pun. Rahangnya mengatup rapat, mengeras menahan badai kemarahan yang siap meledak. Matanya yang tajam menyorot bergantian antara Crissiana yang pucat pasi dan lelaki asing yang kini sibuk memakai celananya dengan tangan gemetar. Tangannya masih tetap memegang ponsel dan masih merekam.

Bagi seorang perfeksionis seperti Darren, pengkhianatan ini adalah noda terbesar yang merusak semua tatanan hidup yang dia bangun. Semua ego, harga diri, dan keyakinannya runtuh seketika di kamar ini.

"Darren, tolong jangan merekam lagi, aku bisa jelaskan... ini tidak seperti yang kamu lihat," rintih Crissiana dengan suara gemetar, air matanya sudah luruh semakin deras saat ia mencoba mendekati Darren.

Darren mundur satu langkah, menghindari sentuhan Crissiana seolah wanita itu adalah wabah yang menjijikkan.

"Keluar," desis Darren dengan suara rendah yang sangat dingin, tertuju pada lelaki selingkuhan Crissiana.

Tanpa perlu diperintah dua kali, lelaki itu menyambar sisa pakaiannya dan berlari tunggang-langgang melewati Darren, keluar dari unit Crissiana secepat yang dia bisa. Kini, menyisakan Darren dan Crissiana yang masih tergugu dengan airmata buayanya.

Darren menutup pintu kamar dengan tendangan kaki yang keras, membuat Crissiana tersentak. Lelaki itu melangkah mendekat, auranya begitu mengintimidasi hingga tubuh Crissiana semakin menggigil yang didorong oleh rasa takutnya.

"Darren, maafkan aku... dia yang memaksaku, aku..."

"DIAM!" potong Darren menggelegar, hingga membungkam kalimat Crissiana seketika.

Darren menatap tajam wajah Crissiana yang pucat pasi, lalu menurunkan pandangannya pada selimut yang membungkus tubuh wanita itu dengan sorot mata jijik. Kenyataan ini benar-benar menghantam harga dirinya yang setinggi langit. Bagaimana mungkin Crissiana, wanita yang selama ini dia anggap sebagai kekasih yang sempurna dan paling ideal untuknya, ternyata melakukan perbuatan sehina ini di belakangnya? Segala ekspektasi dan kepercayaan yang dia bangun runtuh seketika, menyisakan rasa jijik yang teramat sangat.

Darren mematikan rrkaman videonya. Lalu menghubungi orang kepercayaannya.

"Kosongkan unit apartemenku yang di Orchard Road Singapura besok pagi. Ganti semua kode aksesnya, dan buang semua barang wanita yang tinggal di situ," perintah Darren dingin, lalu langsung mematikan sambungan tanpa menunggu jawaban.

"Darren! Kamu tidak bisa melakukan ini padaku! Aku tidak punya tempat tinggal lain di sini!" tangis Crissiana pecah.

"Besok sebelum siang, kamu kosongkan unit apartemen ini. Kalau tidak, aku akan menyerahkan bukti rekaman ini pada atasanmu!"

Bagai disambar petir di siang bolong, wajah Crissiana semakin pucat pasi. Saat ia mencoba menghalangi langkah Darren, laki-laki itu tetap tak perduli dan menghentikan protes wanita itu dengan tatapan tajam dan wajah dinginnya.

Dan tanpa membuang waktu lagi, ia membalikkan badan, melangkah lebar meninggalkan unit apartment itu, mengabaikan tangisan histeris Crissiana yang terus memanggil namanya.

***

Setengah jam kemudian, Darren sudah berada di dalam unit griya tawang miliknya yang terletak di kawasan utama Singapura. Suasana di sana sangat sepi dan dingin, tipe ruangan yang memang jarang dia tinggali namun selalu dirawat dengan standar kesempurnaan yang dia mau.

Darren langsung berjalan menuju bar kecil di sudut ruangan. Dia menuangkan segelas wiski tanpa es, lalu meneguknya dalam sekali hentakan hingga tenggorokannya terasa panas.

Ponsel di saku celananya bergetar. Darren melihat layar, tertera nama asisten pribadinya, Reymond, di Jakarta. Dia langsung menggeser tombol hijau dan menempelkannya ke telinga.

"Ya, Rey," jawab Darren pendek. Suaranya serak namun terdengar stabil.

"Selamat malam, Pak Darren. Saya hanya ingin menginfokan kalau tim yang bertugas mengosongkan unit apartemen di sana akan mulai bergerak pukul delapan pagi waktu setempat," lapor Reymond di seberang telepon.

"Pastikan semua barangnya dikeluarkan semua, tanpa ada satupun yang tersisa. Jika dia melawan, ambil tindakan tegas! Dan setelah itu, aku ingin unit itu langsung dijual!" kata Darren tegas, menekankan setiap kata.

"Baik, Pak. Lalu mengenai jadwal Anda besok pagi di Jakarta? Apakah saya perlu mengatur ulang pertemuan dengan tim legal?"

Darren terdiam sejenak, menatap pemandangan lampu-lampu kota Singapura dari balik jendela kaca yang menjulang tinggi. Kilas balik pengkhianatan Crissiana tadi sempat melintas, namun dengan cepat dia tekan kembali ego dan emosinya ke dasar terdalam.

"Undur semua jadwalku di Jakarta sampai tiga hari ke depan. Aku akan tetap di Singapura. Oh iya, kamu urus juga kepulangan asisten rumah tangga di rumahku yang bernama Aisyah. Aku tidak ingin wanita itu masih di sana saat aku pulang nanti. Dan satu lagi, kamu tetap awasi Daniela!" perintah Darren mutlak.

"Dimengerti, Pak. Saya akan urus semuanya."

"Bagus."

Darren langsung memutuskan panggilan sepihak. Dia meletakkan ponselnya di atas meja, lalu kembali menuangkan wiski ke dalam gelasnya. Di ruangan yang sunyi ini, dia akan menghabiskan beberapa hari ke depan sendirian, menata ulang semua pikiran dan tatanan hidupnya yang sempat terusik, sebelum akhirnya siap untuk kembali ke Jakarta.

***

Keesokan harinya, tepat pukul delapan pagi waktu Singapura, ketukan keras di pintu depan unit membuat Crissiana tersentak dari sisa tidurnya. Dengan mata sembab dan wajah pucat karena semalaman menangis, dia bergegas membuka pintu, berharap itu adalah Darren yang datang untuk memaafkannya.

Namun, harapan itu pupus seketika. Di ambang pintu berdiri empat orang pria berbadan tegap mengenakan pakaian serbahitam, didampingi oleh seorang teknisi kunci.

"Selamat pagi, Nona Crissiana. Kami diperintahkan oleh Pak Darren untuk mengosongkan unit ini sekarang juga," ucap pria yang berdiri paling depan tanpa ekspresi. "Kami beri waktu satu jam bagi Anda untuk mengemas barang-barang pribadi Anda."

"Nggak! Kalian nggak bisa melakukan ini! Ini tempat tinggalku!" jerit Crissiana panik, mencoba menahan pintu dengan kedua tangannya. Dia menolak bergerak dan terus menangis histeris, berharap bisa mengulur waktu agar mereka pergi.

Pria tegap itu tidak terpancing oleh tangisan Crissiana. Tatapannya tetap sedingin es saat dia memberikan peringatan terakhir.

"Jika Anda tetap membangkang, terpaksa kami mengambil tindakan tegas. Kami sendiri yang akan mengeluarkan barang-barang Anda!"

Mendengar ancaman itu, tangis Crissiana seketika terhenti. Matanya membelalak horor membayangkan baju-baju mahal, kosmetik, dan barang pribadinya disentuh serta diacak-acak oleh pria-pria berbadan besar ini. Gengsinya jelas menolak keras hal itu terjadi.

"Jangan! Jangan sentuh barang-barangku!" teriak Crissiana histeris.

Dengan panik dan tubuh gemetar, dia langsung berbalik dan berlari ke arah kamar. Crissiana menarik paksa tiga koper besar berlogo maskapai penerbangan miliknya dari dalam lemari. Sambil terus terisak dan mengumpat dalam hati, jemarinya bergerak secepat kilat menyambar pakaian-pakaian yang tergantung, tas mewah, dan sepatu, lalu memasukkannya ke dalam koper tanpa sempat melipatnya lagi.

Namun, waktu satu jam yang diberikan terasa begitu sempit. Karena barang-barangnya terlalu banyak dan kopernya sudah penuh sesak, Crissiana terpaksa menyambar kantong-kantong plastik besar yang dibawa oleh orang suruhan Darren. Dengan sisa waktu yang terus mengejar, dia menyapu bersih seluruh botol kosmetik dan sisa barang di meja rias ke dalam kantong plastik itu sendiri, asalkan tangan para pria itu tidak menyentuh properti miliknya.

Sementara di area depan, sang teknisi sudah selesai membongkar panel kunci digital dan mengganti seluruh kode akses unit tersebut.

Tepat satu jam, seluruh jejak keberadaan Crissiana di tempat itu sudah hilang. Unit tersebut kini kembali ke kondisi semula, hanya menyisakan perabotan mewah dan barang-barang interior milik Darren yang tertata rapi tanpa terusik sedikit pun.

Tiga koper besar dan belasan kantong plastik yang diisi sendiri oleh Crissiana sudah dikeluarkan dan ditumpuk di lorong luar oleh para pria tersebut.

"Proses pengosongan selesai. Silakan Anda keluar dari unit ini, Nona," ucap pria tegap itu sambil berdiri di ambang pintu.

"Nggak... tolong, biarkan aku tinggal di sini beberapa hari lagi. Aku nggak punya tempat tinggal lain di Singapura!" tangis Crissiana kembali pecah, dia bersimpuh di lantai unit, memohon belas kasihan.

Dua pria tegap langsung memegangi lengan Crissiana, membimbingnya keluar dari dalam unit dengan tegas, lalu menutup pintu besi itu dengan rapat.

Pintu terkunci otomatis dengan bunyi klik yang nyaring. Crissiana terduduk lemas di lantai lorong yang dingin, meratapi nasibnya di antara deretan koper dan tumpukan kantong plastik berisi barang-barangnya. Dia benar-benar diusir tanpa sisa dari unit itu karena kebodohannya sendiri.

1
mimief
Wkwkwk dia yg ngidam...ya nak siksa aja ayah mu 🤣😭
Ariany Sudjana
Darren couvade syndrome, makanya Daniela ga merasa ngidam 😄
Neng Nosita
giliran Darren yg ngidam😄
Muft Smoker
astagaaaa Darren lupa ingatan ,, jgn sampe si Selina ngaku2 jdi istri ny Darren deeh ,,
kak jgn jahat2 sama Daniela yx kak ,,
lgi hamil looo dy ,,
🤭🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
Nessa
sudah ku dugaa akan ada drama hilang ingatan, it’s okay lah semoga darren dan daniela segera bertemu
Brilliante Brillia
Assalamualaikum
para readers tercinta, jika buku induk ada kesamaan dengan buku lain, mohon jangan nge-judge ini plagiat ya. otor bersumpah demi apapun tak ada plagiat karena sudah merasakan bagaimana rasanya di-plagiat-n. mungkin hanya kesamaan beberapa part aja.
terimakasih 🙏🫶
mimief
jgn kejam kejam lah Thor sama Daniella😔
Brilliante Brillia: tenang aja kk, semua akan indah pd waktunya 😄
total 1 replies
partini
OMG ko bisa sama jalan cerita nya Thor welehhhhh , sama yg lagi kau baca ok lah aku selesai dulu yg itu soalnya Agi seru"nya jadi aku tinggal yg ini
Nessa
waduhhhh darren 🙊🙈🙈🙈
Neng Nosita
plies jangan dibikin amnesia Thor,kasihan nanti daniela😄
mimief
ya...dibikin amnesia ya Thor.trus lupa ntar Ama Daniella
bayinya gimana Thor nasibnya 🫣😭😭
partini
berharap Darren di bikin muntah" lemes sama Debay ternyata kecelakaan wehh,, jangan" sama nih kaya novel yg lagi aku baca kecelakaan terus hilang malah nikah sama ulet bulu 🤦🤦🤦 Ampe bininya lahiran
Ivy
Daniela hamidun wah tocker juga Darren 😂
Muft Smoker
ni Mah Darren versi sachet udh hadiiir ,,
🤭🤭🤭🤭🤭
next kak
mimief
lagi Thor....lanjut
lanjut
partini
Darren Junior ini mah,,si Kunti bogel Selina pintar kamu yah luar biasa emeng si yg namanya ulet bulu di mana" selalu beruntung punya seribu cara bikin huru hara pernovelan
Nessa
daniela hamil ea thor
Neng Nosita
apakah ortu Darren gak tahu tentang wasiat kakeknya Darren?
olyv
lanjut
Nessa
akan syok saat tau wanita yang kalian hina itu istri sah nya darren menatu kalian sendiri wkwkwk…
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!