NovelToon NovelToon
Kemampuan Tak Pernah Sama

Kemampuan Tak Pernah Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen
Popularitas:518
Nilai: 5
Nama Author: Geb Lentey

Setiap orang punya kemampuan yang berbeda-beda, ada yang berbakat di olahraga, ada yang berbakat di ilmu pengetahuan, ada juga yang berbakat di seni. Kayla seorang siswa yang membuktikan bahwa setiap orang bisa berubah asal punya kemauan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Geb Lentey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Hari-hari setelah pembicaraan dengan Caca terasa berbeda bagi Kayla. Ia masih tersenyum seperti biasa, masih ikut latihan, masih belajar. Namun hatinya tidak lagi selembut dulu. Ia mulai menjaga jarak. Tidak terlalu dekat dengan Arga. Tidak terlalu berharap. Arga pun menyadari perubahan itu.

"Kayla… kamu kenapa sih akhir-akhir ini?" tanyanya suatu sore setelah latihan.

Kayla tersenyum kecil.

"Gak apa-apa, Kak. Cuma lagi capek aja."

Jawaban itu terdengar ringan tapi tidak jujur sepenuhnya. Arga menatapnya. Seperti ingin bertanya lebih jauh. Namun akhirnya ia hanya mengangguk. Hari itu berlalu seperti biasa. Sampai suatu hari semuanya berubah. Sore itu, latihan drumband selesai lebih cepat. Kayla memutuskan untuk mengambil jalan memutar ke arah lapangan belakang. Tempat yang jarang dilewati orang. Ia hanya ingin mencari suasana tenang. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti. Dari kejauhan ia melihat dua orang berdiri dekat pohon besar. Ia menyipitkan mata. Dan jantungnya langsung berdegup kencang. Itu Arga. Dan di depannya seorang perempuan. Kayla diam. Tidak bergerak. Ia tidak berniat menguping. Namun jaraknya cukup dekat untuk melihat Perempuan itu tertawa kecil. Arga juga tersenyum. Mereka terlihat nyaman. Lebih dari sekadar teman. Kayla merasakan sesuatu di dadanya. Sakit. Ia mencoba meyakinkan dirinya.

"Mungkin cuma teman…" pikir Kayla

Namun. Perempuan itu tiba-tiba menyentuh lengan Arga. Dan Arga sama sekali tidak menolak. Kayla menunduk. Semua kata-kata Caca dan semua ucapan Maya kembali terngiang di kepalanya.

"Dia bukan orang yang serius…"

"Perhatian itu bukan berarti serius…"

Air matanya mulai menggenang. Tanpa berpikir panjang Kayla berbalik. Ia berjalan cepat. Hampir berlari. Ia tidak ingin melihat lebih jauh. Tidak ingin tahu lebih banyak. Karena apa yang ia lihat saja sudah cukup menyakitkan. Malam itu, Kayla duduk di kamarnya. Lampu mati. Hanya cahaya dari jendela yang masuk. Ia memeluk lututnya. Air matanya jatuh.

"Aku bodoh ya…" bisiknya pelan.

Ia merasa marah. Pada dirinya sendiri. Karena sudah mulai berharap. Padahal ia sudah diingatkan. Keesokan harinya di sekolah, Kayla datang lebih awal. Ia duduk di kelas, diam. Salsa datang dan langsung menyadari.

"Kay… kamu kenapa?"

Kayla menggeleng. Namun matanya tidak bisa berbohong.

"Ada apa sih?" tanya Salsa lagi.

Kayla akhirnya berbicara pelan.

"Aku lihat Arga… sama cewek lain."

Salsa langsung terdiam.

"Hah… serius?"

Kayla mengangguk.

"Kayaknya… aku cuma salah satu aja."

Salsa langsung memegang tangan Kayla.

"Jangan langsung mikir gitu…"

Namun Kayla hanya tersenyum pahit.

"Gapapa, Sal… aku udah siap kok."

Padahal tidak sepenuhnya. Beberapa jam kemudian, saat istirahat Arga datang menghampiri Kayla seperti biasa.

"Kayla—"

Namun kali ini Kayla berdiri lebih dulu.

"Kak, aku ada urusan," katanya cepat.

Arga terdiam.

"Kayla, tunggu—" panggil Arga

Tapi Kayla sudah pergi. Langkahnya cepat. Tanpa menoleh. Arga berdiri di tempat. Bingung. Sore itu, saat latihan drumband, suasana terasa berbeda. Kayla fokus pada gerakannya. Tidak melihat ke depan. Tidak melihat Arga. Arga beberapa kali mencoba mendekat. Namun Kayla selalu menghindar. Sampai akhirnya latihan selesai.

"Kayla."

Suara itu menghentikannya. Ia menutup matanya sebentar. Lalu berbalik.

"Iya, Kak?"

"Kamu kenapa sih?" tanya Arga

Kayla menatapnya. Untuk pertama kalinya tanpa senyum.

"Aku yang harusnya tanya itu."

Arga terdiam.

"Aku lihat kamu kemarin."

Suasana langsung berubah.

"Dengan cewek itu."

Arga sedikit kaget.

"Itu gak kayak yang kamu pikir—"

Namun Kayla memotong.

"Aku gak mau tahu, Kak."

Suaranya pelan tapi tegas.

"Aku cuma… gak mau jadi bagian dari permainan."

Arga terdiam. Kayla menatapnya. Matanya berkaca-kaca.

"Aku udah berusaha jaga diri aku…"

"Dan aku gak mau kehilangan itu lagi."

Sunyi. Arga ingin bicara. Namun kata-katanya tertahan. Kayla menarik napas dalam.

"Mulai sekarang… kita biasa aja ya, Kak."

Kalimat itu seperti garis batas. Ia berbalik. Dan berjalan pergi. Kali ini ia tidak menangis di depan Arga. Namun begitu sampai di tempat sepi air matanya jatuh lagi. Sakit. Tapi berbeda dari dulu.Kali ini ia tetap berdiri. Karena ia tahu memilih menjauh dari sesuatu yang menyakitkan adalah bentuk keberanian. Dan untuk pertama kalinya Kayla memilih dirinya sendiri. Hari-hari setelah kejadian itu membuat Kayla berubah. Bukan berubah menjadi lemah tapi justru menjadi lebih tenang dan dingin. Di sekolah, Kayla tetap seperti biasa di mata orang lain. Ia tetap tersenyum tetap menyapa. Namun bagi orang-orang yang benar-benar mengenalnya ada yang berbeda. Ia tidak lagi banyak bicara. Tidak lagi mudah tertawa. Dan yang paling terlihat ia benar-benar menjauh dari Arga. Saat latihan drumband, Kayla hanya fokus pada gerakan. Tatapannya lurus ke depan. Tidak lagi mencari sosok mayoret di depannya. Jika Arga memberi aba-aba ia mendengar. Tapi tidak menanggapi lebih. Jika Arga mendekat Kayla akan tetap sopan.

"Iya, Kak."

"Baik, Kak."

Singkat. Jelas. Tanpa emosi. Arga merasakan itu. Dan untuk pertama kalinya ia tidak tahu harus berbuat apa. Sementara itu Kayla mulai mengisi hidupnya dengan hal lain. Ia belajar lebih serius. Sepulang sekolah, ia langsung duduk di meja belajar. Membuka buku matematika. Bukan untuk melarikan diri tapi untuk membangun dirinya. Soal demi soal ia kerjakan. Kadang sulit, kadang membuatnya hampir menyerah. Namun kali ini ia tidak berhenti.

"Aku gak akan kalah sama perasaan sendiri," bisiknya pelan.

Di kelas, perubahan itu semakin terlihat. Guru mulai sering menunjuk Kayla. Dan hampir selalu jawabannya benar.

"Bagus, Kayla," kata guru suatu hari.

Teman-temannya mulai memperhatikan.

"Kay sekarang pinter banget ya…"

"Iya, rajin banget dia…"

Namun Kayla tidak terlalu memikirkan itu. Ia hanya fokus. Suatu hari, guru matematika mengumumkan sesuatu.

"Bulan depan akan ada lomba matematika antar sekolah." tanya bu guru di depan kelas

Kelas langsung ramai.

"Siapa yang mau ikut seleksi?"

Beberapa siswa ragu. Namun perlahan satu tangan terangkat.

Kayla.

Semua menoleh. Bahkan guru pun tersenyum.

"Baik, Kayla."

Sejak hari itu target Kayla berubah. Ia tidak lagi memikirkan Arga. Tidak lagi memikirkan gosip. Ia punya tujuan baru. Setiap malam, ia belajar lebih lama. Mencari soal tambahan. Mencoba hal-hal yang lebih sulit. Kadang ia lelah. Kadang ia ingin berhenti. Namun setiap kali itu terjadi ia mengingat satu hal.

"Aku gak boleh jatuh lagi karena hal yang sama." gumam Kayla

Di sisi lain Arga hanya bisa melihat dari jauh. Ia melihat Kayla di kelas. Serius. Fokus. Ia melihat Kayla saat latihan. Tenang. Jauh. Dan untuk pertama kalinya Arga merasa kehilangan. Suatu sore, setelah latihan, Arga mencoba lagi.

"Kayla…" panggil Arga

Kayla berhenti. Namun tidak mendekat.

"Iya, Kak?"

Arga terdiam sejenak.

"Aku… mau jelasin soal kemarin—"

Namun Kayla menggeleng pelan.

"Gak perlu, Kak."

Arga terdiam. Kayla menatapnya.

"Aku gak marah." Kayla menjawab dengan santai

"Tapi aku juga gak mau lagi terlalu dekat." lanjutnya

Kalimat itu sederhana tapi tegas.

"Aku lagi fokus sama diri aku sekarang."

Sunyi. Arga tidak memaksa. Ia hanya mengangguk pelan.

"Oke…"

Kayla mengangguk. Lalu pergi. Tanpa menoleh. Malam itu, Kayla kembali membuka bukunya. Ia mengerjakan soal yang lebih sulit dari biasanya. Dan saat ia berhasil menyelesaikannya ia tersenyum. Bukan karena siapa-siapa. Tapi karena dirinya sendiri. Di dalam hatinya, ia berkata:

"Aku mungkin pernah salah, tapi aku gak akan berhenti berkembang."

Dan kali ini Kayla tidak hanya menjadi kuat. Ia mulai menjadi versi terbaik dari dirinya.

1
Ditzz
semangat buat kakaknya😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!