NovelToon NovelToon
Hanya Seorang Figuran

Hanya Seorang Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Vaestra

Renazia Putri Maharaja, adalah salah satu orang yang beruntung di dunia. Selain pintar dan cantik, wanita yang baru saja menginjak umur 27 tahun itu, juga memiliki keluarga yang sangat sayang padanya, serta teman yang banyak.

Ditambah dengan kesuksesannya di dunia desainer, membuat orang-orang iri padanya.

Namun, semuanya hilang dalam semalam, ketika Rena tiba-tiba terbangun di tempat yang asing dengan tubuh yang berbeda, dengan nasib yang berbeda juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaestra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tiga belas

Setelah tiga hari dikurung di dalam ruangan itu, akhirnya Rena bisa keluar dari sana. Wanita itu menarik dan menghembuskan napas lega ketika dia sudah berada di balkon kamarnya. Di dalam ruangan itu, Rena hanya menghabiskan waktunya dengan melukis di kanvas yang Via berikan.

Namun, walaupun dia sudah keluar dari ruangan itu, pengawal yang ditempatkan oleh Dante di sekitarnya, kini bertambah.

"Via, sebenarnya siapa sih, orang yang berani mengusik Dante sampai dia menempatkan banyak pengawal sekitar mansion?"

"Maaf, Nyonya. Saya juga tidak tau."

Rena menghela napas, merasa percuma bertanya pada Via. Karna, wanita itu juga bawahannya Dante. Suara ketukan mengalihkan perhatian mereka. Via mendekati pintu, dan membukanya, ketika mengetahui jika yang berada di luar adalah Riri.

Via kembali mendekati Rena, setelah Riri memberitahu tujuannya. "Nyonya, di bawah ada teman Nyonya."

Alis Rena mengerut. "Siapa?"

"Nona Valerie."

Rena terdiam sejenak. Lalu, dia menatap Via. "Aku akan turun." Via menganggukkan kepalanya.

Keduanya melangkah keluar dari kamar Rena, dan melangkah turun. Sampai, di ruang tamu. Dia langsung disambut dengan pelukan erat dari Valerie. Saat Valerie melepaskan pelukannya, Rena bisa lihat, ada riak kekhawatiran di wajah Valerie.

"Kamu tidak apa- apa, kan? katanya, kemarin ada yang mencoba masuk ke dalam mansion."

Salah satu alis Rena terangkat, dia tidak menyangka berita yang seharusnya tidak boleh diketahui orang lain, malah diketahui oleh Valerie.

"Kamu tau darimana?"

Pertanyaan Rena, membuat Valerie terdiam sejenak. "Dari suamimu."

Lagi-lagi, Rena merasa heran. Namun, dia segera menyadari jika, kedekatan Dante dengan Valerie mungkin sudah mulai. Kalo begitu, dia harus segera pergi dari mansion ini.

"Oh, begitu. Silakan duduk."

Rena melepaskan tangan Valerie dan, melangkah duluan ke arah sofa dan, duduk di sana. Valerie sempat terdiam di tempat, namun segera menyusul Rena.

"Kamu apa kabar, Rena?"

"Sejauh ini, aku baik-baik saja."

Valerie melirik ke arah Via, lalu tiba-tib duduk di samping Rena. Dan, berbisik. "Suamimu baik, kan? Dia memperlakukanmu dengan baik, kan?"

Rena merasa heran dengan pertanyaan Valerie. Namun, ketika kembali mengingat apa yang menyebabkan Valerie masuk ke dalam mansion ini, Rena jadi mengerti.

"Tenang saja. Dia baik kok sama aku."

Walaupun, Rena sudah menjawab dengan kenyataan, tapi Valerie sepertinya tidak mempercayai Rena. Dia masih merasa khawatir dengan posisi Rena di sana. Dia kembali mendekat, dan berbisik.

"Bagaimana kalo aku bantu keluar dari tempat ini?"

Rena sontak menegakkan tubuhnya. Sejujurnya, dia cukup kaget dengan apa yang dikatakan oleh Valerie. Memang menggiurkan tapi, jika Valerie membantu Rena kabur dari mansion ini, otomatis kisah cinta Valerie dengan Dante tidak akan berkembang.

"Kamu bicara apa, sih?" Rena mendorong tubuh Valerie, dengan melirik sekilas ke arah Via. Takut, apa yang Valerie katakan, didengar oleh Via.

"Tapi--"

Rena bangkit berdiri. "Mending kamu pulang saja. Aku mau istirahat." Rena beralih menatap Via. "Via, antar Valerie keluar. Dia sudah mau pulang."

Via maju, mendekati Valerie. "Silakan, Nona."

Valerie menatap tidak percaya ke arah Rena yang mengusir dirinya. Namun, dia sadar, dia tidak boleh bertindak lebih di mansion ini. Banyak mata-mata Dante yang ditempatkan di sekitar Rena. "Rena, kalo kamu butuh bantuan, kamu bisa menghubungi aku. Aku pulang dulu."

Rena hanya diam, menatap punggung Valerie yang melangkah keluar dari mansion. Dia menarik dan menghembuskan napas, lalu kembali duduk di sofa.

...

"Jadi, dia menemui Daniel?"

Dante meletakkan tabnya ke atas meja, lalu mengangkat kepalanya menatap ke arah Enzo yang baru saja melaporkan apa yang Julian lakukan di luar negeri.

"Iya, Tuan. Dan, seperti perkiraan Tuan, dia memberikan tuan Daniel buku itu untuk disimpan di sana."

"Kalo begitu, tambahkan orang kita di tempatnya Daniel. Lakukan secara diam-diam."

"Baik, Tuan." Enzo beranjak keluar dari ruang kerja Dante.

Dante mengambil tabnya, dan membuka rekaman CCTV di mansionnya. Pria itu ingin memantau keadaan mansion, sekaligus dia ingin melihat apa yang dilakukan Rena. Alisnya mengernyit ketika melihat sosok Valerie yang memasuki mansion.

"Dia langsung datang berkunjung, begitu dia tau akses ke mansion sudah dibuka," gumamnya.

Tidak lama, muncul Rena. Dan, mereka duduk di sofa. Dante menegakkan tubuhnya, ketika melihat Valerie membisikkan sesuatu pada Rena, dia tidak bisa mendengarkan apa yang Valerie bisikkan pada Rena.

Namun, ketika melihat reaksi Rena, Dante menjadi penasaran apa yang dibisikkan oleh Valerie. Dante beralih mengambil ponselnya, dan menghubungi Via.

Tidak butuh waktu lama, Via mengangkat telpon darinya. Seakan paham akan tujuan Dante menelponnya, Via langsung menceritakannya.

"Terus pantau dia." Dante mematikan sambungan telponnya, lalu kembali menatap layar tabnya. Dia mengalihkan rekaman CCTV di area kamar. Di sana, terlihat Rena yang berada di balkon kamar dan, lagi dan lagi, wanita terlihat terus menatap ke arah pepohonan di belakang mansion.

Dante menopang dagunya. Dia merasa ada yang berbeda dari Rena, akhir-akhir ini. Apalagi, setelah melihat interaksinya dengan Valerie. Tidak seperti biasanya. Dan, Rena juga sudah tidak terlihat takut lagi terhadapnya.

Via juga mengatakan hal yang sama. Rena sudah tidak pernah marah-marah lagi sama Via maupun, pelayan yang lainnya. Wanita itu juga tidak memperlihatkan sikap waspadanya lagi, walaupun tatapan tajamnya masih ada.

Satu hal lagi, yang menganggunya, setelah Rena keluar dari ruangan itu, Dante diperlihatkan hasil lukisan Rena di atas kanvas. Bukan lukisan pemandangan, atau lukisan abstrak yang dulu biasanya Rena lukis dulu, melainkan lukisan seorang wanita yang menggenakan dress pengantin.

...bersambung

1
tׁׁׅׅhׁׁׅׅ֮֮ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁׅׅ
lanjut, thor, makin penasaran/Determined/
tׁׁׅׅhׁׁׅׅ֮֮ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁׅׅ
wih, banyak rahasia ternyata/Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!