Lauren adalah gadis cantik anak orang kaya raya di London,namun ia menyembunyikan kecantikan dan kekayaannya dari semua orang termasuk teman teman sekolahnya,ia tidak pernah mengumbar itu semua semata mata ingin mempunyai teman yang tulus apa adanya..ia mempunyai musuh bebuyutan bernama justin,disekolah justin hampir setiap hari membully lauren,namun sifat justin kepada lauren itu bukan semata mata karena ia benci,namun justru bullyan itu adalah tanda cintanya kepada lauren,.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon paijo paijem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 12
"kamu bener bener mau ninggalin aku Jus,kamu bahkan sudah berjanji akan menjadi temanku selamanya." ucap Lauren kecil yang masih bergelayutan ditangan Justin kecil.
"maaf.. (menunduk) maafkan Justin,Cubi.. Justin janji akan kembali.." ucap Justin yang memandang sendu Lauren.
aku janji akan kembali Lauren,sampai kapanpun,kamu akan menjadi Cubi kesayanganku
"tante.. biarkan Justin disini saja,biarkan dia tinggal bersama kami,ya mah,, bolehkan Justin tinggal bersama kita.? " tanya Lauren penuh harap dan berharap semuanya menyetujuinya..
Namun harapan tinggalah harapan,tidak ada satupun yang mendukungnya. Entah kenapa Lauren benar benar tidak ingin melepaskan Justin. Justin ***** kesayangannya itu sudah berhasil merebut posisi terindah dari dalam hati Lauren.
Lauren tak henti hentinya menangis saat dirasa Justin sudah harus melangkahkan kakinya dari rumah bak istana milik keluarga Lauren.
Justin,Virza,papah dan mamah Justin sudah berada didalam mobil,Justin membuka jendela dan mengeluarkan kepalanya hingga kini matanya bersitatap dengan mata berair milik Lauren.
maafkan Justin,cubi.! Justin akan kembali untukmu.!
"daaa Lauren,, Justin akan kembali,tunggu Justin ya..'' teriak Justin sambil melambaikan tangan kearah Cubi kesayangannya itu.
"Justiiiinn.........." teriak Lauren yang langsung berlari cepat mengejar mobil yang semakin menjauhi kediamannya.
"kamu tidak apa apa sayang..ayo kembali,jangan seperti ini kakak yakin,Justinmu akan kembali." membantu Lauren berdiri, Lauren terjatuh saat mengejar Justin yang sudah menjauhinya,lututnya kini berlumuran darah..
Mungkin karena terpukul,tiba tiba Lauren tergulai lemas dalam dekapan Jacob,darah mengucur deras dari kedua lututnya. dengan cepat Jacob membawa Lauren kembali kerumah dan membawanya kekamar. mamah dan papah Lauren pun segera mengobati luka dilutut anak gadisnya itu..
cihh.. bahkan luka ini masih membekas disini karenamu *****. aku sangat membencimu.!
Lauren menyentuh kedua lututnya yang masih terlihat jelas luka yanh membekas disana,tidak diduga diujung mata indahnya kini terlihat kristal yang akan segera tertumpah diwajah cantiknya.
"ren...hallo,are you oke.? " tanya Carrol, menepuk pelan pundak Lauren yang terlihat sedang larut berada dimasa kecilnya dulu.
"ehhh..ehe aku baik baik aja kok roll,udah belum makannya,aku bayar dulu ya.. " beranjak dari tempat duduknya..
"ren,,kita bayar sendiri aja ya." kata Silfi takut takut,memang semenjak Lauren membongkar jati dirinya,ia selalu membuat ke3 temannya itu merasa bahagia,Lauren tidak pernah mengizinkan dari ke 3 orang itu mengeluarkan uang sedikitpun untuk jajanan mereka. Lauren selalu membayarnya,dan akan mengancam jika ada yang membantah,ia tidak mau lagi berteman dengannya.
"yaudah yaudah.. sana deh cepetan bayarnya.!'' saut Silfi kembali saat Lauren berbalik dan menatapnya dengan tajam,
coba lihatlah.! dia malah lebih ganas dari Stevani sekarang.! sorot mata dibakik kacamata itu seakan akan ingin mencabik cabikku tadi..haha dasar Lauren. Silfi
"udah deh Sil,kita nurut aja sama Lauren,walaupun kita menolak sekeras apapun,ia pasti tidak mau tau,kita hanya bisa membalasnya dengan selalu menjadi sahabatnya saja."
"iya bener yang dikatakan Carrol,Sil..aku bangga pada Lauren,walaupun dia kastanya berada diatas kita,tetapi dia tidak malu berteman dengan kita.."
"Lauren memang the best," saut Silfi penuh semangat
Jam sudah menunjukkan waktu pulang sekolah,hari ini Jacob tidak bisa menjemput Lauren,karena ia harus segera mengurus kepergiannya yang tinggal beberapa minggu lagi.
Sedangkan ke3 sahabatnya harus pulang terlebih dahulu karena ada kepentingan masing masing, dengan langkah malas malas,Lauren berjalan menuju pintu gerbang,diujung sana sudah terlihat jelas ada wanita ular yang sedang memandanginya dengan sorot mata yang sudah tidak bersahabat lagi.
ciihhh.. mau apa wanita ular itu,melihatnya saja aku sangat enggan.!
"heh culun.!"
tuhkan bener, apaan sii.? aku lagi gak berselera nih bertengkar sama ular kayak kamu.!
"heh.! lo budek,apa tuli sih.! "
apaan sii.! aku gak budek ataupun tuli ya,aku hanya males liat muka ngeselinmu itu.!
"hmm.. apa.?'' jawab Lauren dengan nada malasnya.
Wanita didepannya itu memandanginya dengan penuh rasa benci,sorot mata itu seakan akan ingin mencongkel kedua mata Lauren yang kini berada dihadapannya itu. " heh,lo sok banget ya sekarang,mentang mentang sekarang lo jadi primadona disekolah ini,hah.! gue aja liat muka lo sangat jijik.!"
yaelah,siapa juga yang nyuruh liat mukaku,dasar aneh.! gak mau liat kok malah menghalangi jalanku.
"bangga ya lo sekarang dikejar kejar Justin,jangan mimpi lo dapetin dia.!"
owalah,Justin.!
haha padahal sama sekali aku nggak berselera dengannya. lebih baik Justin tololku dari pada Justin itu.!
" apasih.! kalau kamu mau Justin ya sana diambil,kenapa marah marah sama aku sihh.? dasar aneh.!"
Wanita yang berada didepan Lauren saat ini berubah jadi pias,amarahnya sepertinya semakin membuncah ketika Lauren menatapnya dengan sedikit melototkan matanya," berani banget lo ya sekarang.! " , tamparan yang sepertinya akan melukai pipi Lauren berhasil terhempas,entah sejak kapan laki laki cool itu berada disamping wanita ular itu,
"Justin.! " ucap Caley dengan gelagapan,kini ia memegangi tangannya yang baru saja terhempas oleh tangan Justin.
"apaan sih lo,norak.! " ucap Justin dengan menatap tajam Caley,tatapan itu seolah olah menandai jika Lauren adalah kepemilikannya,dan tidak ada satupun yang boleh menyentuh apalagi menyakitinya.
'' g-gue ,gue hanya bercanda kok Jus,ia nggak ren," memandangi Lauren,berharap ia akan mengiyakan pembelaan darinya,tapi mungkin dia lupa,jika Lauren bukanlah Lauren yang dulu.
Lauren membuang muka,dan mengabaikan pembelaan wanita ular didepannya ini,ia tidak mau melihatnya muka menyebalkannya itu.
"pergi.! " ucap Justin dengan sedikit nada yang meninggi ,hingga membuat Caley mengurungkan niatnya untuk memberi pelajaran kepada Lauren.
"Cubi,lo gak papa kan.? " tanya Justin yang tiba tiba reflek mengelus pipi Lauren dengan ibu jarinya,Lauren yang menyadarinya langsung menepiskan tangan Justin dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari Justin.
deg
*deg
deg
woi hati,ngapain sii kamu berdebar kag gini,kamu cuman milik ***** seorang,jangan aneh aneh deh*,
"ren*...?"
"Lauren..?"
"ehh..hmm,ada apa.?" aku baik baik aja kok,makasih atas bantuannya,tapi aku rasa kamu tidak usah melakukannya lagi,aku bukanlah Lauren yang dulu,yang seenaknya dijadiin bahan bullyan,!"
jleb.!
ya ampun ren,segitunya kah lu ngebenci gue,bahkan lu kagak mau natap gue,? gue jadi penasaran,apa jadinya kalau lu tau,kalau gue ini Justin ***** milik lu.
"ren,maafin gue ya.? gue nyesel.! " memandang sendu penuh harap jika Lauren mau menatapnya dan memaafkannya.
ya ampun,kenapa sii kamu harus liat aku seperti itu,jantungku mau lompat tau gak.!
"gak ada yang perlu dimaafkan,kamu gak punya salah,! udah aku mau pulang,sekali lagi makasih.! ucap Lauren dengan sedikit ketusnya,tapi itu semua malah membuat Justin semakin bersemangat untuk mendapatkan Lauren kembali..
.
.selamat menikmati gengs.💕
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🔥🔥🔥
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos 🌸🌸🌸
tinggalkan like and comment ya 🙏🙏
plisss 🙏🙏🙏
3 kali sehari num obat kali ah😆