NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:362.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mystorios _ Writer

𝙋𝙚𝙧𝙨𝙖𝙝𝙖𝙗𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙣𝙘𝙪𝙧 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙥𝙖𝙝𝙖𝙢𝙖𝙣.

Itulah yang terjadi dengan hubungan persahabatan Lyra dan Adhisti.

Yang menyebabkan Lyra harus menikah dengan Ares yang adalah kakak Adhisti, pria yang sama sekali tidak di kenalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mystorios _ Writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peristiwa “ Diandra dibawa ke rumah sakit”

Mungkinkah tuduhan itu salah, batin Ares.

Setibanya di rumah Ares langsung masuk ke ruang kerjanya. Dia duduk di kursi itu dengan terus memandang beberapa foto yang berserakan di atas meja.

Ares kembali teringat saat dia menemui Adhisti dan meminta penjelasan mengenai permasalahannya dengan Lyra. Adhisti menyerahkan foto-foto itu. Di foto itu nampak Lyra yang keluar dari rumah dengan seorang pria, begitu juga foto-foto lainnya menampakkan Lyra di restoran dengan pria yang berbeda, dan beberapa moment Lyra berpelukan dengan mesra dengan para pria.

“ Aku juga baru tahu ternyata Lyra adalah perempuan murahan, ia menjual diri kepada para pria dengan menggoda mereka. Kalau aku tahu dari awal sifatnya aku tidak mau berteman dengannya” . Ucapan Adhisti itu kembali muncul di ingatan Ares.

Oleh alasan itulah dia datang ke apartemen. Ares merasa sangat marah entah kenapa, dia ingin menunjukkan pada Lyra bahwa ia tidak boleh berhubungan dengan pria lain. Tapi lagi-lagi ketika dia bertemu dengan Lyra emosinya selalu tidak tertahan.

Dia muak melihat Lyra selalu menyangkal hal itu, menurutnya lebih baik akui saja. Tapi tidak Lyra selalu bertingkah seakan dia tidak bersalah, dan entah mengapa juga Ares tidak tahan jika melihat gadis itu menangis.

“ Dia pintar menggunakan tangisan palsu” guman Ares.

Sementara setelah kepergian Ares, Lyra tetap meringkuk di sofa, memeluk lututnya dan terus menangis. Dia sudah menangis cukup lama hingga tanpa sadar terlelap ke alam mimpi.

Tring tring tring🎶

Alarm dari handphone Lyra berbunyi dan membangunkan Lyra. Dia merasa kacau, kepalanya pusing, juga matanya bengkak dan sembab karena menangis semalam. Tapi Lyra tetap harus pergi kuliah, hari ini dia harus mengikuti praktik lapangan untuk mata kuliah Rancangan Pembangunan Kota. Praktik itu dilakukan di sebuah hotel.

Dengan sisa kekuatan yang dikumpulkannya Lyra pun langsung berangkat ke hotel yang telah di tentukan oleh dosennya.

“ Maaf ya, aku datang terlambat” ucap Lyra ketika dia menghampiri teman-temannya, yang nampaknya sudah lama menunggu.

“ Tidak apa-apa Lyra, tugas kita sudah di bagi. Kita akan melakukan peninjauan di lantai 2 hotel ini, karena kita semua sudah di sini. Mari kita langsung bekerja saja” jawab Shera. Dia adalah ketua kelompok Lyra.

“ Baiklah Terima kasih”

Mereka pun segera pergi ke lantai 2 hotel itu. Hotel tempat mereka melakukan penelitian adalah sebuah hotel terbaik dikota, milik perusahaan Founding Company, yang merupakan pesaing perusahaan Simson Company. Universitas Lyra di sponsori oleh Founding Company. Oleh karena itu mahasiswa dari kampusnya kerap mendapatkan pelatihan di hotel-hotel milik perusahaan itu.

Lyra juga mendapat beasiswa dari Founding Company pada saat di adakannya lomba desain hotel. Beruntungnya desain yang dikirim Lyra di pilih menjadi pemenang dan berhak mendapatkan beasiswa.

“ Lantai 2 hotel ini berisi kamar-kamar hotel, 4 dari 20 kamar adalah kamar VIP. Kita di tugaskan untuk merancang ulang desain yang lebih baik dari desain sebelumnya. Jadi silakan kalian lakukan pengamatan, dan menggambarkan desainnya, hasilnya akan kita kumpulkan, dan rangkum jadi satu desain.” ucap Shera selagi mereka terus berjalan.

“ Bagaimana kalau kita bagi tugas lagi, supaya semua tempat dapat kita amati”

“ Baiklah”.

Lyra berjalan sendirian sekarang, karena setelah pembagian tugas dari kelompoknya, dia ditugaskan untuk mengamati kamar VIP.

“ Semuanya bagus, aku bingung harus menambahkannya apa” guman Lyra saat dia mengamati bentuk, susunan, dan isi satu kamar VIP. Mereka memang sudah di beritahu sebelumnya, mana kamar yang sedang kosong saat itu, hinggap mereka dapat masuk ke dalam kamar dan juga di beri kunci akses masuk kamar tersebut.

Sudah beberapa menit Lyra mengamati kamar itu, sembari tangannya sibuk menggambar di atas kertas. Setelah merasa sudah cukup dia memutuskan untuk keluar menemui teman-temannya.

Lyra membuka pintu, tapi tiba-tiba dia menabrak seorang pria yang juga baru keluar dari kamar di depan kamar yang Lyra masuki.

“ Aduh! maaf aku minta maaf Tuan” ucap Lyra sambil menunduk dia belum sempat melihat jelas siapa pria itu.

“ Oh, baiklah tidak apa-apa, tapi apa Nona baik-baik saja? ”

“ Ehh ya saya baik-baik saja”

“ Maaf tapi karena air itu tumpah ke pakaian Anda, emm i-itu.. ”

Lyra lalu melihat ke arah yang di tunjuk oleh pria itu. Kemeja putih yang dikenakannya basah dan itu buruk karena kemeja basah itu jadi transparan. Sontak Lyra kaget dan berusaha menutupi tubuhnya karena atasan dalamnya terpampang jelas.

“ Okay, maaf Nona aku tidak bermaksud. Tapi jika Nona mau aku bisa meminjamkan bajuku sebentar, sembari Anda mengeringkan kemeja Anda”

Ooh! sial sekali. Kalau aku pergi seperti ini pasti sangat memalukan, pikir Lyra.

“ Ba-baiklah Tuan, maaf merepotkan”

“ Tidak masalah, mari masuk” ajak pria itu membuka pintu kamarnya. Lyra mengikuti pria itu dari belakang.

“ Anda bisa mengeringkannya di kamar mandi, aku akan mengambil baju yang bisa Anda pakai”

Lyra lalu masuk ke kamar mandi, membuka kemejanya dan menaruhnya di mesin pengering. Dia menunggu pria itu memberikan baju.

“ Tuan, apa Anda sudah menemukan bajunya? ” tanya Lyra dari kamar mandi karena sudah begitu lama tapi pria itu belum memberikan bajunya.

“ Tunggu sebentar ya Nona”

Aku menyusahkan saja, kenapa juga harus mementingkan warna apa yang sesuai. Dasar bodoh!, pikir Pria itu.

“ Ini Nona”

Lyra membuka sedikit pintu kamar mandi dan menjulurkan tangannya meraih baju yang di berikan pria itu.

Lyra segera menggunakan baju itu, pria itu memberikan sebuah kemeja hitam. Kemeja itu nampak longgar dan kebesaran untuk tubuh Lyra. Dia lalu keluar dari kamar mandi.

“ Terima kasih Tuan”

“ Iya baiklah, tapi maaf Nona aku harus pergi. Ada urusan penting. Jika pakaiannya sudah kering Nona pergi saja, tidak perlu menunggu saya kembali”

“ Baiklah Tuan”

Pria itu pun meninggalkan Lyra sendirian di kamar itu.

Bagaimana seorang wanita bisa terlihat sangat cantik dengan kemeja kebesaran, batin Pria itu.

Setelah beberapa menit sendirian di kamar itu, Lyra masih menunggu bajunya kering.

Tring tring

Handphone Lyra berbunyi pertanda ada telepon masuk. Dia meraih handphonenya dan melihat nama yang tertera di sana.

Dari panti, ada apa?

“ Halo”

“ Halo Nona Lyra, saya Tara”

“ Iya Tara, ada apa? ”

“ Ibu Diandra pingsan, sekarang kami dalam perjalanan ke rumah sakit dengan ambulan Nona”

“ Apa?! ”

“ Betul Nona, saya harap Nona dapat segera menyusahkan ke rumah sakit, kami akan pergi ke rumah sakit X. ”

“ Baiklah aku akan segera pergi”

Lyra segera meraih ranselnya dan segera keluar dari kamar itu. Dia berlari melalui lorong hotel itu.

“ Lyra ada apa? ” tanya teman sekelompoknya saat melihat Lyra berlari.

“ Maaf teman-teman, tapi aku harus pergi sekarang. Shera aku minta tolong beritahu aku minta izin kepada dosen kita. Maaf ya” ucap Lyra sembari terus berlari.

“ Baiklah hati-hati! ” teriak Shera

Lyra berjalan secepatnya setelah keluar dari lift. Dia segera menghentikan taksi yang lewat. Lalu naik dan menuju ke rumah sakit.

Pria itu kembali ke kamar hotelnya.

Dia sudah pergi rupanya, batin pria itu.

Dia lalu masuk ke kamar mandi bermaksud sekadar memastikan.

“ Dia pergi meninggalkan kemejanya dan tetap memakai kemejaku. Ada apa dengan wanita itu? ” gumannya lalu mengambil kemeja yang Lyra masukkan ke mesin pengering.

“ **Hidup adalah sepuluh persen yang terjadi padamu dan sembilan puluh persen bagaimana kamu menanggapinya”-Lou Holtz

Mistorios_Writer 💓**

1
Hosniyah Niyah
💞💞💞💞👌👌👌👌👍👍👍
Cahaya Langit
kok formal lagi manggilnya thor
Entin Wartini
kutunggu cerita adhisti vs Gavril
Mayang
lnjutin cerita adhisti sm gavrill thor....
Mayang
suatu saat ketemu sm tu cwok yg tsbrsksn sm lyra n blg klu bju lilyra msih k tinggslan d hotel...hmm slh paham lgi atuh sang suami...
Rizkina
bagus
Maya
Luar biasa
bunga
luar biasa
Naomi Boru Angin
ikut mamfir kk
Itami
ceritanya bagus banget👍🏻👍🏻semangat 💪💪
Tatin Tin
ceritanya bagus
terus ceritanya gavril sama Adisti mana thor
Elisa Jambak
bagussss ssukaaa aq y
Elisa Jambak
dr awal baca sampai end aq ngk da komen,,bingung j mau komen apa🤭 pokok aq suka karya y kk smga banyak yg like ya Bun👍👍
Fransisca Dwi Kurniati
breuuu
Fransisca Dwi Kurniati
Bahagia itu, kalau cerita tidak terputus
Mystorios _ Writer: udah tamat kok novel ini kak😃
total 1 replies
Mom FA
bonchap dong tor🤗
Mom FA
wah happy ending❤️❤️❤️
Mystorios _ Writer: makasih atas dukungannya kak☺☺
total 1 replies
Nusa Fera
lah jadi gimana kelanjutan adhisti dengan gavrill nya kog gantung gitu
Ade Tiara: harus ya ini brlanjut knp udhan padahal cerita ya masih bisa panjang sl lg bagus2 ya alur cerita udhan ga seru ah,lanjut aj bab dua
total 2 replies
Yunita Widiyatin
lanjut judul baru thor yg lebih greget dan hot....
Yunita Widiyatin
berakhir dg kebahagiaan.....ceritanya bagus...aq suka...
Mystorios _ Writer: makasih atas dukungannya untuk novel ini kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!