Khayrani Pratiwi seorang wanita muda yang selalu menjadi no.2. Di dalam keluarga,dalam pergaulan maupun dalam percintaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Episode 13
" Nenek datang jam berapa ?," tanya Alex ketika Khay baru keluar kamar mandi .
" Semalam waktu aku telepon katanya sekitar jam sepuluh, kenapa kamu mau keluar, kalau ya silahkan," jawabnya sambil mengeringkan rambut panjangnya.
" Kamu minum obat apa ?," tanya Alex sambil mengambil handuk untuk mengeringkan rambut Khayrani.
" Obat untuk apa, aku tidak berani minum obat macam macam, apalagi aku memberikan asi untuk Alessia," ujarnya .
" Aku sering mendengar bila melakukan operasi Caesar itu rasa nya sakit sekali tapi kamu, seperti nya tidak merasakan sakit."
" Bohong kalau tidak merasakan sakit , cuma aku tidak mau manja, turuti perintah dokter untuk bergerak setelah kebasnya hilang maka rasa kaku pada bagian yang dijahit akan lentur, lagi pula aku harus menyusui jadi aku harus bergerak," beritahu nya.
" Kau tidak bekerja, bukankah kamu bilang ada bisnis yang harus kamu tangani?," tanya Khay saat Alex masih memperhatikan Alessia.
" Assisten ku sudah mengurus nya, dan sekitar jam tiga sore akan datang orang yang membawa dokumen pernikahan tapi ini dokumen dari negara Italia dan aku akan melegalkan pernikahan kita setelah kurang lebih empat bulan kemudian karna prosesnya memang lama. Kenapa bukan dari negara ini, karna kamu tidak mau orang tuamu mengetahui nya dan kita akan memakai wali hakim saat melegalkan ," beritahu Alex sambil memegang handphone nya .
" Khay, aku akan pesan makanan,kamu mau pesan apa ?."
" Jus pare saja ?," jawabnya singkat.
" Apa ?, kamu pesan apa?," Alex terkejut dengan pesanan Khay.
" Aku pesan jus pare, itu bagus untuk ibu menyusui."
" Tapi kan pahit Khay ?, tidak masalah ?."
" Engga, aku diberitahu Nenek jus pare itu selain meningkatkan produksi ASI, juga melancarkan pencernaan dan menyerap gula darah ," katanya menjelaskan.
" Wow, hebat. kamu sampai segitunya untuk Alessia ?."
" Kenapa ?, dia adalah putriku . Maka tugasku untuk memberikan yang terbaik."
" Aku salut dan sangat bahagia. oh ya, aku akan keluar nanti saat Nenek sudah datang," ujar nya pada Khay ketika memperbaiki selimut putrinya .
" Hemmmm," dan Alex hanya melirik mendapatkan jawaban seperti itu.
Tepat jam sembilan lewat lima belas menit nenek tiba dan ia bersama seorang wanita setengah baya beserta seorang gadis muda berusia sekitar empat belas tahun.
" Selamat pagi Alex, Khay Nenek bawa sayur daun katuk dan alpukat, kamu makan sekarang ya ?," Nenek langsung meletakan makanan dimeja makan, sementara Alex memandang nya tidak percaya.
" Kenapa memandang Nenek seperti itu, ini Nenek yang memasak jadi tidak usah khawatir," ucap Nenek sambil mengambil kan makanan untuk Khayrani, " Kamu mau makan ditempat tidur atau disini ?," tanya nenek pada Khay yang memandang nya geli.
" Disana aja Nek ," jawabnya sambil berjalan menuju meja makan.
" Alex, Nenek juga membawa nasi goreng , kamu juga makan temani Khay," ujarnya .
" Alex, Khay. mereka adalah orang yang akan membantu Khay nantinya untuk menjaga Alessia dan juga pekerjaan rumah, yang ini Ibu Parmi dan ini putrinya Lastri " kata nenek memberitahu kan orang yang bersamanya.
" Alex semalam menelpon Nenek, agar mencari orang yang bisa membantu kamu nanti ," jelasnya ketika cucunya memandang heran.
" Hemm, aku tidak mau kalau Nenek maupun dirimu terlalu lelah," jawab Alex singkat begitu melihat tatapan Khay.
" Nek, aku pergi dulu karna ada pekerjaan yang harus aku tangani, mungkin kita akan bertemu setelah tiba dirumah. Nanti akan ada orang yang mengantar kalian namanya Jenny, dia wanita yang dapat diandalkan," kata Alex yang sudah siap dengan jas kerjanya .
" Baiklah.., hati hati,semoga pekerjaan mu berjalan lancar ," ucap nenek yang di aminkan Alex.
"Khay aku keluar dulu," pamitnya pada Khay yang memberikan anggukan kepala tanpa bersuara, " nanti kalau pesananku datang dimakan saja atau dibawa pulang sekalian, terserah saja ," katanya lagi pada Khay.