NovelToon NovelToon
Anak Genius: CEO Tampan Ayah Si Kembar

Anak Genius: CEO Tampan Ayah Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri / Badboy / Pembunuhan
Popularitas:525k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nani Anny

Tujuh tahun lalu, Alessia Karina mengalami malam tak terlupakan bersama Leon Arsenio, seorang CEO muda pewaris kerajaan bisnis Arsenio Group. Keesokan harinya, Leon pergi tanpa meninggalkan jejak, membuat Alessia patah hati. Tanpa sepengetahuannya, Alessia hamil dan memutuskan membesarkan sepasang anak kembarnya, Keenan dan Kierra, seorang diri.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Leon menemukan fakta mengejutkan: Alessia adalah ibu dari anak-anaknya. Di tengah kebingungan dan kemarahan Leon, Alessia terpaksa menerima tawaran menikah kontrak dengannya demi masa depan si kembar. Namun, pernikahan ini bukanlah akhir dari perjuangan. Konflik masa lalu, rahasia besar yang melibatkan keluarga Leon, serta godaan dari pihak ketiga menguji cinta mereka.

Sanggupkah Leon membuktikan dirinya sebagai ayah dan suami yang pantas? Dan apakah Alessia bisa kembali mempercayakan hatinya kepada pria yang pernah meninggalkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nani Anny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Noah Si Pria Mesum

Di dalam ruangan pribadi milik Noah. Pria itu terlihat sedang berdiri menghadap jendela besar yang langsung menampilkan seluruh pemandangan kota Bali. Raut wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja saat ini. Sorot mata yang dipenuhi bara api yang membara seperti akan membakar pemandangan indah di malam hari itu. Kedua tangannya terkepal kuat di dalam saku celananya.

Tiga puluh menit yang lalu, saat orang-orangnya menjalankan perintahnya untuk mengikuti mobil mercy milik Niko, mereka malah kehilangan jejak, setelah aksi kejar-kejaran itu terjadi. Anak buahnya juga gagal mendapatkan Kaila saat itu. Mereka sangat terlambat tiba dilokasi bekas perkelahian itu. Disana hanya tersisa seorang pria terkapar di pinggir jalan dalam kondisi babak belur. Namun, beruntungnya anak buah Noah berhasil mendapatkan Kaila kembali dari orang yang mencoba menculiknya. Entah siapa orang yang berani mendahului Noah dalam menjalankan aksinya dan entah bagaimana juga caranya anak buahnya itu bisa mendapatkan wanita itu kembali. Noah tidak tahu. Dan Noah tidak ingin tahu.

Kenyataan yang membuatnya marah saat ini adalah bukan tentang siapa yang hampir menggagalkan rencananya. Soal itu, akan menjadi urusan belakangan. Ada hal yang lebih penting yang sangat membuatnya murka. yaitu pria dengan identitas Niko itu.

"Jelaskan secara rinci tentangnya. Aku tidak ingin terlewati sedikitpun."

Noah berucap tanpa menoleh sedikitpun pada Ben yang sedang berdiri di belakangnya.

"Nicholas Aladrich Rayan. Tujuh tahun yang lalu dia kabur dari Amerika menuju Indonesia, mengubah identitasnya menjadi Niko."

"Kenapa dia kabur?"

"Dia melakukan pemberontakan pada Tuan Abraham yang memaksanya untuk menikahi wanita yang sama, yang akan bertunangan dengan Anda waktu itu Tuan."

Noah mendengus lucu, "Jadi itu sebabnya Daddy menjebakku dengan membakar tambang minyaknya sendiri?"

"Benar Tuan."

"Lalu bagaimana dia bisa dekat dengan Kaila?"

"Soal itu, sepertinya karena kebetulan Tuan. Adik Anda... Ah, Maaf...

Ben berdehem kikuk saat Noah tiba-tiba saja berbalik dan melayangkan tatapan tidak suka saat dia menyebut Niko dengan sebutan adiknya.

"Saat pertama kali Tuan Aladrik menginjakkan kakinya di pulau Bali, dia bekerja sebagai orang rendahan dan hidup susah demi bersembunyi...

"Tapi sepertinya pria tua brengsek itu tak pernah mencari tahu keberadaannya." sela Noah.

"Benar Tuan."

"Jadi, dia benar-benar menyukai Kaila?"

"Sangat. Dia bahkan berkorban seperti orang bodoh untuk wanita itu, mendirikan perusahaan agar membantu wanita itu berkembang dengan usahanya."

Noah menyeringai meremehkan. Dasar bucin. batinnya.

"Masih ada lagi?" Noah bertanya lagi.

"Cukup segitu tuan."

"Bagaimana dengan anak-anak Kaila? Mereka anakku bukan?"

"Soal itu—

"Cukup!" Noah mengangkat tangannya di udara untuk menghentikan Ben. "Aku akan bertanya langsung padanya."

Pria itu pun beranjak dari tempatnya, berjalan penuh karisma meninggalkan ruangan pribadinya dan juga Ben yang masih berdiri mematung dengan tablet di depan dadanya.

Pria itu menatap layar tabletnya. Layar itu menampilkan foto si kembar tiga F.

"Bagaimana reaksinya saat mengetahui ternyata anak ini adalah anaknya." Ben menghela napas pasrah. Dia tidak ingin melihat bosnya meninggal dalam waktu yang singkat.

Ben kembali tersenyum lucu. Dia tidak menyangka pria itu sudah menjadi seorang ayah saja. Rasanya tidak mungkin seorang pria berjiwa bebas memiliki tiga pengacau.

ʕ•ﻌ•ʔ

Mata Kaila bergerak di bawah kelopak matanya. Kesadarannya sudah kembali setelah lebih dari tiga puluh menit dia pingsan akibat pengaruh obat bius tadi. Matanya mengerjap pelan, lalu terbuka perlahan. Dia sedikit heran saat melihat kondisi sekeliling ruangan yang sangat asing baginya.

Sebuah kamar yang terlihat sangat luas dengan tampilan yang sangat mewah. Tubuhnya tertidur di atas kasur yang sangat besar di bawah pencahayaan yang remang-remang.

Kaila masih ingat dengan jelas tentang apa yang terjadi padanya dan Niko beberapa waktu yang lalu. Dia dibekap oleh seorang pria yang tidak dikenalnya dengan obat bius hingga dia kehilangan kesadarannya dan saat dirinya terbangun dia berada di tempat yang sangat elite.

Hei, wanita itu tidaklah bodoh meskipun dia sedikit polos tapi dia tahu apa yang sedang terjadi padanya. Saat ini dia sedang menjadi korban penculikan, tapi penculikan yang dia rasakan berbeda dengan penculikan biasanya. Sepanjang pengetahuannya, korban penculikan selalu di tempatkan di dalam ruangan gelap yang sangat sempit dalam keadaan terikat. Tapi kenapa yang dia rasakan sebaliknya, penculiknya menempatkan dia di tempat yang bagus dalam kondisi dia baik-baik saja, tidak ada luka lecet sedikitpun. Apa jaman sekarang korban penculikan akan diperlakukan dengan baik terlebih dulu sebelum akhirnya disiksa di tempat yang mengerikan. Astaga pikiran Kaila melalang buana.

"Kau sudah sadar, hm?"

Wajah Kaila menoleh ke samping kiri, di sudut kamar terlihat seorang pria dengan bertelanjang dada sedang duduk di sofa single sambil menyesap segelas wine.

Kaila menyipitkan matanya menyelidik. Siapa pria itu? Wajahnya tak tergambar jelas akibat pencahayaan yang sangat kurang. Yang terlihat hanya tubuh bagian bawahnya yang mengenakan celana panjang hitam.

"Kau terlihat bingung sayang."

Manik coklat Kaila melebar saat kembali mendengar suara bariton yang tidak asing lagi di telinganya dan jantungnya berpacu sangat cepat saat pria itu bangkit dari duduknya. Berjalan menawan mendekati Kaila. Seketika tubuhnya berjengit takut saat kini wajah pria itu sudah terpampang nyata di depan matanya.

"Kau...

Leher Kaila tercekat kuat, hingga kata-kata tak berhasil lolos dari kerongkongannya, hanya deru napas tidak beraturan yang terdengar memburu saat ini. Ternyata pria yang dituduhnya itu yang sudah membawanya kesini dan dia pasti merencanakan ini semua. Astaga, bagaimana kondisi Niko saat ini? Apakah pria itu baik-baik saja?

Kaila masih menatap Noah dengan tatapan penuh permusuhan, "kenapa kau melakukan hal ini?"

"Melakukan apa?" Noah berkata dengan nada yang santai, "i don't feel like I'm doing anything wrong." pria itu mengedikkan bahunya.

"Berhenti berpura-pura!" geram Kaila, "Kau merencanakan penculikan ini bukan?"

Noah terkekeh lucu lalu kembali berbalik menuju kursi. Pria itu kembali duduk sambil menyesap kembali wine yang diletakkan di atas meja kecil samping sofa. Yah, dia memang merencanakan penculikan ini.

"what's wrong with your mind?" Wajah Noah masih terlihat sangat santai, "kenapa kau menuduhku merencanakan penculikanmu saat aku sudah menyelamatkanmu."

Noah berucap jujur. Memang benar dia menyelamatkan Kaila dari penculikan. Namun penyelamatannya itu berganti ke penculikan yang baru. Sungguh gila memang pria itu.

Kaila yang mendengar pernyataan Noah pun semakin bingung. Wanita itu pun beranjak dari tempat tidur itu berjalan menghampiri Noah.

"Kau pikir aku percaya padamu!"

"i never asked you to believe in me." Noah tersenyum tipis saat melihat bola mata indah itu menatapnya penuh permusuhan. Ah, dia ingin mengecup lembut mata itu.

"Berhenti tersenyum, karena itu menjijikkan!" geram Kaila. "Dimana mereka? Dimana kau menyembunyikan anak-anakku?"

Emosi Kaila tak tertahankan lagi. Dia tidak peduli lagi dengan tuduhannya pada pria itu. Apakah tuduhannya itu benar atau dia sedang memfitnah pria itu. Entahlah. Yang pasti dia butuh penjelasan dan petunjuk.

Noah memiringkan kepalanya ke kanan, tatapannya semakin menggelap menatap wanita itu. Pembahasan inilah yang sudah di tunggu-tunggu pria itu. Tentang anak.

"Tadi kau menuduhku merencanakan penculikan pada dirimu. Sekarang...." Noah kembali berdiri maju selangkah di depan Kaila.

Melihat Noah yang mendekat membuat wanita itu mundur selangkah.

"Kau juga menuduhku menculik anak-anakmu."

Noah masih bergerak maju selangkah begitu juga Kaila yang sudah sangat takut. Situasi ini mengingatkan Kaila tentang kejadian tujuh tahun yang lalu, saat pria itu mencoba memperkosanya. Tanpa sadar telapak tangannya kembali berkeringat dan kakinya bergetar. Dia masih trauma dengan kejadian itu. Terlebih saat manik abu-abu pria itu sudah semakin menggelap.

"Aku adalah tipe pria yang tidak suka berurusan dengan orang yang tidak penting."

"Dan aku masuk dalam daftar orang-orang tidak penting itu. Kenapa kau masih berurusan denganku." Kaila masih mencoba menantang meskipun lututnya terasa lemas kini. Yah, pengalaman yang lalu mengajarkannya untuk berhenti menjadi wanita yang lemah. Meskipun itu bertolak belakang.

"i know baby. Kau memang tidak termasuk dalam daftar orang-orang penting itu, sebelum malam itu terjadi." Noah kembali mengeram saat mengingat malam panas itu dan itu membuat Kaila semakin takut.

"Kau ingat malam itu baby?"

"Stop!" Kaila berteriak marah di depan wajah Noah. Dia tidak ingin pria itu membahas hal menjijikkan itu lagi.

"Malam itu kita melakukannya berulang kali dan aku keluar dengan deras di dalam milikmu tanpa pengaman...."

"Berhenti! Aku bilang berhenti!" Kaila menutup telinganya sangat kuat dengan kedua tangannya.

"Ahhh,, apa karena itu kau menuduhku menculik anak-anakmu. Karena mereka termasuk orang penting yang berurusan denganku."

Sudut mata Kaila berkedut. Susah payah dia menelan ludahnya sendiri. Dia sadar kini. Astaga dia sangat bodoh. Dia berusaha menutupi identitas anak-anaknya dari pria itu, namun dia juga yang mengatakannya. Harusnya otaknya sedikit cerdas bahwa pria bajingan ini tidak mungkin mengorek hidupnya. Sial!

"Ternyata itulah kenapa kau sangat yakin dengan tuduhanmu," kata Noah. "Apa karena mereka adalah anak-anakku?"

Deg...

Kini punggung Kaila menubruk tembok. Dengan sigap pria itu pun mengunci tubuh kecil wanita itu dengan kedua lengan kekarnya yang ditempelkan di tembok.

"Katakan! Apa mereka adalah benihku?"

Wajah Kaila tertunduk di depan dada bidang pria itu. Saat ini dia sedang memutar keras otaknya untuk berpikir. Namun gagal karena semuanya buntu.

"Say it!" Noah menggeram.

"Ti-tidak...." Ucapan Kaila terbata karena tubuhnya yang bergetar hebat. Di dalam hatinya dia tidak berhenti merutuki kebodohan dan kepolosannya sendiri.

"Tidak apa sayang?" Noah pun mendekatkan bibirnya ke telinga Kaila, "tidak salah lagi kan?"

Nada bicara Noah sangat sensual, membuat bulu kuduk wanita itu meremang kuat dan lututnya mulai lemas. Pria itu pun merasakan tubuh Kaila yang semakin lemah. Dia pun melepaskan tangannya yang mengungkung Kaila. Dia menatap dalam manik coklat wanita itu yang tampak kosong.

Tring... tring....

Tubuh Kaila melompat saat mendengar suara ponsel yang merupakan ponselnya di atas kasur. Entah bagaimana benda persegi itu berada disina, yang pasti dia harus mengangkat panggilan yang entah itu dari siapa. Dia harus berteriak meminta pertolongan pada penyelamatnya itu.

Namun, sejengkal lagi dia berhasil meraup benda itu, tangan lain lebih dulu mengambilnya dan itu adalah Noah.

Dengan cepat Noah menolak panggilan itu lalu menonaktifkannya. Dia sangat yakin seseorang pasti akan melacak lokasi wanita itu, apabila panggilan itu terjawab.

"Kembalikan! itu milikku!" Kaila kembali berteriak berusaha merebut ponselnya dari pria itu yang dia tinggikan di udara dengan tangannya yang menjulang tinggi.

"Berhenti! atau kau akan ku terkam... Kau tahu posisi kita sudah sangat pas sekarang." Noah tersenyum tipis yang sangat menggoda.

Kaila menghentikan aksinya yang melompat-lompat berusaha meraih benda itu, hingga tubuhnya menempel pada tubuh Noah. Astaga, Kaila tidak sengaja menggesek sesuatu benda yang sudah mengeras di bawah situ. Gila memang.

Wanita itu pun melangkah mundur memberi jarak antara keduanya.

"good!" Noah mengelus pucuk kepala Kaila dengan gemas. "Kau memang harus menurut. Jika tidak, sesuatu yang enak akan terulang lagi, kau tau aku haus akan dirimu sayang."

Noah mengeram menahan sesuatu yang bergejolak sudah sangat lama. Yah, Noah merindukan wanita cantik ini berada di bawahnya. Baringan memang, tapi itulah jati diri pria itu sebenarnya.

Noah kembali menetralkan pikiran liarnya dengan beranjak hendak keluar dari kamarnya. Dia harus segera meninggalkan wanita ini, sebelum dirinya kembali khilaf.

Kaila berdecih, "pria mesum."

Langkah Noah terhenti di ambang pintu dengan terkekeh pelan, "kaulah yang membuatku mesum seperti ini."

Dada Kaila semakin naik turun. Rasanya benda yang sangat besar sedang menghimpitnya kuat sehingga dia kesulitan bernafas. "Aku tidak ingin tinggal disini! Aku ingin pulang!" Kaila kembali berucap geram. "Anak-anakku membutuhkanku—"

"Sshhh...." Noah mengulurkan jari telunjuknya ke arah Kaila, "kau tenang saja, aku yang akan mencari anak-anak kita. Kau hanya perlu beristirahat dan menunggu kabar baik. Ok."

"Cih. Mereka bukan anak-anakmu. Brengsek!" Emosi Kaila sudah di ubun-ubun.

"Saat benihku tertanam di dalam rahimmu. Kau masih menyangkal bahwa mereka bukan anak-anakku."

"Jangan terlalu berkhayal, mereka bukanlah benihmu."

Noah tertawa geram. "Baik. Setelah aku berhasil menemukan mereka, kita akan membuktikannya dengan tes DNA, dan sebelum aku menemukan mereka, kau akan tetap berada disini." Noah pun berhasil meraih gagang pintu dan keluar.

"Kau tidak punya hak untuk melakukan ini!" Kaila kembali berteriak kencang, sebelum pintu itu berhasil tertutup. Napasnya semakin memburu, bola matanya memancarkan kilatan api, yang bersiap membakar Noah.

"Setelah malam itu, hak itu secara otomatis sudah kumiliki." Noah menyeringai dibalik pintu yang hampir tertutup, lalu detik berikutnya pintu itupun tertutup rapat dan terkunci.

Perlahan-lahan tubuh Kaila merosot lemah hingga terduduk di lantai. Dia tidak memiliki kekuatan sekarang, bahkan bernafas pun sulit. Bagaimana keadaan anak-anaknya sekarang? apakah mereka baik-baik saja? apakah mereka sudah makan? apakah mereka minum? apakah mereka tidur nyenyak?

Pertahanannya pun runtuh, tubuhnya roboh ke lantai. Wanita itu kembali menangis dengan keras meratapi kesialan yang datang bertubi-tubi.

...Happy Reading ❤...

Author's Note π_π:

Yang kangen dengan cerita ini, kencangin dukungannya dong. hehe.

1
Lai Lai
update please
Nur Yanah
Sampai lupa cerita nya
Lai Lai
semangat semangat update nya
Rafanda 2018
aturan end aja udah thorr
Rafanda 2018
bikin mls baca,,isinya penculikan mulu..sory thor ,end.
Rafanda 2018
katanya jenius ko ga tahu kalau widia jagat ck ck ck
Heri Herawati Siregar
lanjut ka
Dini Badar
lanjut thor
Glastor Roy
7p
Cinta Abadi
lanjut
yonahaku
ini author nya kemana lagi sakit 😷 ya cepat sembuh ya terus berkarya lagi
Diana Hayani
apa artinya triple twins ?
kl kembar dua disebut twins..
kembar tiga disebut triplet...
jangan di gabung jd rancu artinya..
Tha Ardiansyah
terusin dong ceritanya thorr
Zalva LP
Klo ngk di pake, ngapain bayar🤨🤨🤨
Sartika Arruan
udah 1 thn blom ada lanjutanx yh Thor😔
Bunga Kaktus
top markotop.. bagus bgt
Deisse Bunaen
next ka thor
Bilbina Shofie
ini lanjutannya kmn??
Fitri
😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣yakin gk kuat aku nahan ketawa
ngatain nyumpahin dia sendiri judulnya 😂
Fitri
astaga naga yakin bab ini gk liat nahan ketawa anak mu tuh nurun tingkah kamu 😂😂😂😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!