NovelToon NovelToon
Papa Gula Dan Semutnya

Papa Gula Dan Semutnya

Status: tamat
Genre:Patahhati / CEO / Romansa / One Night Stand / Pelakor / Tamat
Popularitas:116.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Red Lily

Naura itu capek hidup miskin! Mana dia suka di bully lagi! makannya mending cari Papa gula aja yang bisa bikin hidupnya lebih baik!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuan Naura

🌹SELAMAT MEMBACA ANAK KESAYANGAN EMAK. 🌹

🌹JANGAN LUPA FOLLOW IG : @REDLILY123.🌹

🌹EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. 🌹

Ketika Nathan mendengarkan penjelasan Naura tentang bagaimana dirinya bisa menjadi cinta pertama perempuan itu, pria itu hanya terdiam merasa heran dengan apa yang terjadi. 

Apalagi ketika Naura tidak berhenti berjingkrak dan memeluk Nathan dengan erat sambil mengatakan, "My first love pokoknya. Jodoh gak kemana ya, Om?"

Panggilan itu berubah menyesuaikan dengan ingatan Naura tentang masa kecilnya dengan Nathan. Rasanya bahagia sekali, dimana pandangannya terhadap Nathan kini berbeda. Bukan hanya inginkan uangnya, tapi juga karena perasaan yang sudah lama terpendam olehnya. 

"Om? Om? Kok diem aja sih?" Tanya Naura dengan kesal.

"Kok bisa sih? Dunia sempit banget." Nathan berdecak dengan heran. 

Karena Nathan ditarik untuk duduk, Naura yang tidak memakai apa apa dengan tanpa malunya duduk di atas paha sang sugar daddy dengan tatapan matanya yang berbinar. Diberikan kecupan bertubi tubi di pipinya. "Om? Daddy? Kan udah duda nih. Gak ada niatan buat jadiin aku istri? Aku bisa masak loh, aku juga bisa bersih bersih. Bisa bikinin kamu anak juga. Masa iya gak mau?" Tanya Naura dengan mata yang berkaca kaca. "Masa iya kamu gak mau punya anak dari aku sendiri?"

"Nau, kamu jadi aneh."

Merangkup pipi Nathan dan berkata, "Kita kebiasaan ngomongnya jangan formal ya. Masa udah wikwik masih aja formal. Emang Om gak ngerasa lagi nidurin anak didik sendiri?"

"Yaudah senyamannya kamu aja." Tangannya melingkar di pinggang Naura dan melihat berapa rusaknya tubuh ini dengan banyak sekali ruam ruam merah akibat bibirnya sendiri tadi malam. Ada lebam, tapi ini menambah keseksiannya. Dimana tangan Nathan terangkat dan mencubit ujung dadaa Naura. 

"Om? Gak mau nikahin aku?"

"Jangan bercanda, Naura. Saya gak berminat."

Naura sedih, tapi dia tidak akan berhenti untuk mengejar Nathan dan mencari segala cara supaya bisa mendapatkan cinta pertamanya. 

Cincin sebelumnya dipegang oleh Naura kemudian yang milik Nathan dikembalikan. "Ngapain kamu?" Tanya Nathan dengan kesal 

"Pakein ini. Kan ini punya Om. Yang ini punya aku, jadi kita couple. Keren kan?"

"Ngaco kamu." Nathan melepas cincin miliknya yang tadi dipasangkan Naura. 

"Ih kok dilepas sih Om?! Hmmpphhh!"

Dibungkam oleh Nathan dengan bibir. Kemudian melingkarkan kaki Naura di pinggangnya sehingga Nathan bisa membawanya pergi ke kamar mandi. 

"Hhhh! Aduh pengab!" Teriaknya saat ciuman itu akhirnya terlepas. "Jangan kayak gitu lagi nanti. Om mau bikin aku mati?"

"Abis gemes. Mandi bareng ya?"

Berdecak mendengarnya, mau bagaimana lagi ketika dirinya diturunkan di bawah guyuran shower kemudian salah satu kakinya diangkat. Dan batang itu kembali dimasukan pada milik Naura yang masih lengket. 

"Ngggg hg… . " Desaahannya keluar, tangannya mereka punggung Nathan yang begitu liat saat milik pria itu kembali keluar masuk dengan cepat, brutal hingga membuatnya kewalahan. 

Sekali lagi, ada perbedaan di mata Naura untuk Nathan sekarang. Dimana dia mengharapkan untuk menjadi pendamping hidupnya di kemudian hari. 

Naura berjanji pada dirinya sendiri akan membuat pria ini bertekuk lutut padanya. 

"Om, om. Naura suka Om, sayang sama Om."

Nathan hanya terkekeh tanpa berhenti bergerak saat mendengar ocehan anak ini. 

***

Naura menatap Nathan yang sedang menelpon. Duh, dia jadi ingin cepat cepat menikah dengan pria itu mengingat sekarang dirinya sedang memasak. Tidak apa jika dirinya jadi ibu tiri Savana, itu akan lebih baik untuknya mengajarkan anak itu apa yang namanya etika. 

"Om? Makan dulu. Jangan nelpon terus."

Nathan menatapnya tajam seolah melarangnya untuk bicara. "Hah? Enggak kamu salah denger kali, Nak. Jangan lupa sarapan ya? Daddy juga sayang kamu." Nathan terlihat terkekeh sendiri. Kemudian wajahnya tiba tiba menegang. 

"Oiyaa? Kenapa baru kasih tau Daddy sekarang? Emangnya jam berapa?"

Naura malah duduk di pangkuan Nathan tiba tiba dan memainkan dasi pria di depannya itu. Ingin menggoda juga dengan kecupan di lehernya. Dan itu berhasil membuat Nathan menahan desahannya, tangannya juga meremmass pinggang Naura. "Iya. Gak papa kamu fokus aja kuliah. Nanti berarti ke rumah dulu ya. Kalau bisa nginep di sana ya? Gak papa kan?"

Nathan terkekeh, entah apa yang membuat pria ini tertawa karena savana. "Oke, Daddy juga sayang sama kamu."

"Kenapa, Om?" Tanya Naura langsung saat panggilan berakhir. 

"Orangtua saya mau datang ke rumah. Malem ini saya gak bisa tidur di sini. Kamu perawatan diri sendiri ya biar saya pas pulang bisa langsung gass kamu lagi." Pantattnya dipukul hingga Naura menggigit bibir bawahnya menahan dessahan akibat rasa sakit. 

"Gak boleh ikut?"

"Ya gak boleh lah. Kamu gila apa?"

"Hih, kan mau ketemu sama calon mertua, Om."

Nathan terkekeh mendengarnya. "Udah saya bilang kalau saya sayang sama Savana dan gak bakalan nikah dulu. Lagian kalau nikahnya sama kamu, dia pasti sakit hati. Kamu seumuran banget sama dia."

Naura dengan percaya dirinya turun dari pangkuan Nathan dan tersenyum miring. "Kita liat aja nanti. Mau sampe mana Om tahan sama aku. Pokoknya aku mau bikin Om jatuh cinta sama aku sampe gak tahan mau nikahin aku."

Nathan tertawa lagi. "Mimpi kamu." Pria itu suka dengan keantuasiasan Naura. "Coba aja kalau bisa. Lagian saya gak tertarik sama anak gembel kayak kamu buat dijadiin istri."

"Gembel? Liat aja. Pokoknya bakalan jadi princess yang bikin Om gak bisa berkedip pokoknya." Naura kembali mengaduk sup dengan posisi membelakangi Nathan. Sesekali pantattnya berputar mencoba menggoda pria itu. "Katanya gak tertarik, liatin aku kenapa kayak gitu ya?" Tanya Naura menyindir saat melihat pantulan tatapan Nathan pada tubuhnya lewat kaca pantry di depannya. 

Nathan segera berdehem dan memalingkan wajahnya. 

***

To be continue

Komentarnya? 

1
Vida Liz
lanjutanya mana maakk
gia nasgia
Dasar pelakor cilik 😂😂😂
gia nasgia
Next
gia nasgia
kirain aku aja yg kepikiran klau Savana🤔
gia nasgia
ihhh 😂😂
gia nasgia
sepertinya Naura butuh waktu untuk mengambil hatinya savana
gia nasgia
semangat Naura untuk membuat papa gula klepek "
gia nasgia
jodoh kayaknya
gia nasgia
Kira"kalau Naura jadi ibu tirinya Savana 😂😂
gia nasgia
pasangan teraneh yg pernah ada
gia nasgia
oh begitu kisahnya Savana kasihan juga, semoga Naura dan daddy Nathan berubah jadi kontrak seumur hidup 🤭
gia nasgia
oh ternyata si Lampir bukan anaknya daddy Nathan 😏
gia nasgia
ihhh Naura udah di ubun"😂😂
gia nasgia
penasaran dgn visualnya daddy Nathan 🤭
gia nasgia
Somplak 😂🤣🤣🤣
gia nasgia
pantas aja anaknya ratu bully ternyata titisan dari bokapnya
gia nasgia
Aku kira sugar daddy Naura produk LN ternyata yg punya yayasan, dan punya anak titisan Mak Lampir 😏🤦‍♀️
gia nasgia
Mampir aku Othor 😘
Dee
Jangan² Savana malah jatuh cinta sama Nathan
Dee
Mau....mau....mau.... please 🥺🙏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!