kisah ini menceritakan tentang gadis bernama Tina yang ingin mengambil kembali hak ibunya, dan tanpa di duga dia bertemu dengan seorang,
Dia Tuan Muda yang aneh
Tiba-tiba memintanya menikah dengannya
Ah ternyata hanya pernikahan kontrak
Bagaimana kisah ini berakhir
Akankah mereka saling jatuh cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Tina menemui ibunya yang di pindah kan ke ruangan khusus yang sudah di atur oleh Kenzo
Ibu suci Terus menatap kearah Tina tanpa ada suara hening sesat Terasa di sana
"Ibu Ada apa? kenapa menatap ku seperti itu" Ucap Tina heran menatap kearah ibunya
"Siapa laki-laki itu? Apa dia kekasihmu?? " Tanya Ibu suci menyelidik
"Ah.. Di.. Dia bos tempat Tina bekerja paruh waktu Bu" Ucap Tina
"Sayang sekali Dia terlihat sangat Kuat dan berkuasa, jika kau bersama dengannya aku yakin aku akan tenang jika aku mati kapan pun" Ucap Suci
"Ibu?!! Hentikan jangan pernah berkata seperti itu, aku lebih baik Ti... Tidak bersama siapapun jika aku harus kehilangan Ibu" Ucap Tina terlihat sungguh-sungguh
"Sayang jangan berkata seperti itu, itu membuat Ibu merasa bersalah, kau harus menikah dan mendapatkan kebahagiaan mu" Ucap Suci sembari meneteskan air matanyaaa
"Tapi bu... " Ucap Tina terpotong
"Berjanjilah.. kau harus menikah agar ada yang menjaga mu, berjanjilah" Ucap Suci dengan wajah penuh harap dia menatap anaknya
"Baik ibu " Ucap Tina
Suci perlahan bangun dari tempat tidur nya, duduk menyandarkan dirinya.
"Tina bantu ibu ambil kotak kecil di sana" Ucap suci
Tina menarik loker kecil dibawah meja di samping ranjang, Tina melihat kotak kecil dan mengambilnya, Tina menengok ke arah ibu-Nya, ibunya tersenyum
"Ini Apa ibu" memberikan kotak kecil itu pada ibunya
Suci masih tersenyum sembari menerima kotak kecil itu, Dengan senyuman Suci membuka perlahan kotak kecil itu dan terlihat sebuah kunci yang tergantung di sebuah kalung
"Ambillah ini" Ucap Suci lemah
"Ini kunci apa ibu" Tanya Tina menatap ibunya lekat
"Ini kunci vila yang di inginkan pamanmu, vila ini di beli khusus untuk mu oleh ayahmu, jaga baik-baik kelak ambillah surat-surat villa kita dari tangan pamanmu" Ucap Suci
"Jadi ibu tau siapa ayahku" Ucap Tina lega
"Akankah bercanda tentu saja sayang, kau anak yang sah lahir karena cinta kami berdua" Ucap Suci
"Lalu kemana perginya ayah?? " Tanya Tina
"Ibu tidak tau" Ucap Suci
"Bagaimana bisa Ibu tidak tau!! Apa... " Ucapan Tina terhenti saat ibunya meringis kesakitan wajahnya semakin pucat
"Ibu... Ibu... " Suci mulai hilang kesadaran Tina berlari mencari dokter
Setelah pemeriksaan selesai dokter menyuruh Tina ke ruangannya
Dokter meminta Tina untuk segera menandatangani surat persetujuan operasi, Dia ingin menandatangani nya namun dia tidak punya uang sebesar 25juta
Tina keluar dari ruangan dokter dengan langkah gontai dia berjalan keruangan ibunya, sesampainya di depan kamar sangat Ibu Tina menepuk pelan kedua pipi nya memaksakan sebuah senyum di sana
Tina membuka pintu terlihat sang ibu memejamkan mata, Tina menghampiri sang ibu, menggenggam erat tangan ibunya dan menciumnya berulang-ulang
"Kau akan segera sembuh ibu aku janji" Ucapan Tina lirih tak terasa air mata berhasil lolos dari matanya membasahi tangan ibunya
Membuat sang ibu membuka matanya
"Kau menangis sayang" Tanya Suci
"Tidak ibu, Aku hanya bahagia sebentar lagi ibu akan di operasi" Ucap Tina
"Benarkah?? Tapi dari mana kau mendapatkan uang sayang, bukankah biaya operasi sangat mahal? " Ucap Suci
"Ibu tenang saja, Ibu tidak perlu mengkhawatirkan itu, Tina mendapatkan pinjaman tanpa bunga dari teman Tina" Ucap Tina berbohong bahkan sekarang dia tidak memegang uang sepeser pun
"Ibu Tina harus berangkat bekerja ibu istirahat lah" Ucap Tina lagi-lagi berbohong
"Baiklah"
Tina keluar dari rumah sakit dia duduk termangu di sebuah taman dekat rumah sakit
dia menatap langit yang hampir senja
"Haruskah aku menemuinya??? " Ucap Tina sembari menatap langit senja itu terbayang dalam benaknya wajah Kenzo
"Syarat apa yang akan dia ajukan? bisakah aku menerimanya" Ucap Tina berdialog pada dirinya sendiri
"Itu tidak penting Tina bukankah ibumu jauh lebih penting" Ucap Tina lagi pada dirinya
Akhirnya Tina memutuskan untuk kembali ke Bar itu, Tina menaiki taksi untuk ke sana membiarkan uang yang tersisa di kantungnya habis begitu saja untuk membayar taksi
Kini kakinya telah menginjak lantai Bar itu, matanya terus mencari keberadaan Kenzo dan dia menemukan nya dia sedang berada di meja kecil Bar itu
Tina melangkahkan kakinya menuju kenzo, Kenzo pun akhirnya menyadari keberadaan Tina dan tersenyum melihat Tina berjalan ke arahnya
Tina ber dehem menetralkan perasaan tegang yang dia rasakan
"Tak ku sangka kau akan secepat ini mencari ku" Ucap kenzo sembari menatap Tina
dan semangat buat mbk Yuniar
eneng2 wae /Joyful//Joyful/
/Scream//Scream/
kita akan menantikan kisah bima dan queen
lalu kisak kai dan gladis
pasti dia ada niat jahat../Chuckle//Chuckle/
siapa kemal....?
😂