NovelToon NovelToon
Ekspektasi Dalam Cinta

Ekspektasi Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:136
Nilai: 5
Nama Author: Mega Harsa

Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.

Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.

Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

"Tunggu, saya punya bukti!" ucap seorang laki - laki yang baru saja keluar dari mobil.

"Farhan, kamu tidak perlu membela teman yang sangat memalukan ini, Nak" Kata Sartika.

"Nggak Bi, kita akan buktikan" Farhan melepaskan tangan Sartika yang memegang tangannya. lalu ia berjalan mendekat ke arah Alina. Tetapi, Alina justru hanya menunduk tanpa meminta bantuan kepada Farhan untuk membuktikannya. "Bapak dan Ibu semuanya, saya minta tolong kalian bubar saja ya. Besok sore datang saja ke sini untuk melihat hal sebenarnya!" Jawab Farhan sedikit berteriak, karena mereka berbuat keributan.

"Kamu di tuduh hamil dengan Bayu. Kamu tahu kan cara membuktikan kebenarannya?"

"hmmm... Tentu."

"Jangan nangis, Alina. Kenapa kamu tidak berpikir ide seperti apa yang aku pikirkan sebelumnya?"

"Aku panik, jadi tidak bisa berpikir dengan tenang."

"Nak, Bayu. Silakan masuk dulu." Kata Ibu Alina dengan ramah.

"Terima kasih, Bu. Tapi maaf lain kali saja masih ada yang harus dikerjakan"

"Oh, iya."

"Saya pamit ya semuanya, Assalamu'alaikum!"

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab semuanya secara serempak.

"Alina, cepat masuk ke dalam rumah. Kita harus bicarakan hal ini."

"iya, Ayah."

Seluruh keluarga sedang duduk bersama, termasuk Sartika Bibinya Alina.

"Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, Alina?" tanya Sartika dengan ketus.

"Aku akan menggunakan alat tes kehamilan sebagai bukti, Bi"

"Kamu harus membuktikan kalau kamu tidak bersalah, Nak"

"Oh, iya. Kamu juga belum menjelaskan kok tidak pulang sejak kemarin, kenapa?"

"Maaf, Ayah. Aku kemarin mencari kontrakan yang dekat dengan tempat kerja agar tidak harus bolak balik ke Bogor terlalu jauh. Jadi, aku sekarang tinggal di Jakarta. Namun, sesekali aku akan datang main ke sini"

Setelah itu, Ibu meminta Alina untuk beristirahat di kamarnya, di saat yang bersamaan Sartika juga pamit pulang.

Alina baru saja sampai di depan pintu kamar, pikirannya yang sedang tidak karuan teralihkan ke satu notif di handphonenya.

Bayu

Pake baju warna couple dong, warna abu ya....

Alina

iyaaa.... Bawel.

Alina menyimpan handphone-nya di atas kasur, lalu membuka lemari pakaian untuk mencari baju yang kira - kira cocok untuk acara sore ini. Sebetulnya, bukan acara spesial sih, hanya bertemu dengan orang tuanya Bayu. Alina memilih rok dan juga blouse sebagai atasan, untuk kerudungnya ia menggunakan hijab segi empat. Selanjutnya, Alina bergegas untuk pergi mandi.

"Ibu, Alina akan pergi ke rumah teman. Lalu, akan pulang ke kontrakan. Jadi, Ibu jangan tunggu aku ya, jangan lupa makan juga" ucap Alina sambil memperhatikan Ibunya yang sedang memasak.

"Iya, Nak. Kamu jangan nakal ya, jangan buat masalah apalagi cari masalah."

"Tentu, saja Ibu" Alina mencium punggung tangan Ibunya. Lalu segera pergi secara diam - diam untuk menghindari interogasi Ayah. Untung saja, Ayah sedang berada di dalam kamar sehingga Alina lebih leluasa untuk pergi. Alina pergi dengan taksi online yang sebelumnya sudah Alina pesan. Walau sebenarnya ia ingin menggunakan motornya tetapi cuaca saat ini tidak mendukung.

Saat ini, Alina sedang menuju ke rumah Bayu. Ia sesekali memperhatikan jam tangan karena khawatir terlambat. Alina beralih menatap kaca mobil yang kini sudah dibasahi oleh gerimis yang cukup deras. "Semoga saja, cuma gerimis tanpa adanya petir" batinnya. Di lihatnya handphone tampak sunyi, tidak ada pesan masuk atau telepon. "Ish, apa mungkin dia lupa?" Alina bertanya - tanya dalam hatinya.

Suasana di rumah Bayu cukup sepi, karena hanya ada Bunda dan juga Bayu saja. Bunda sedang menghidangkan beberapa camilan dan Bayu tampak sedang mondar mandir di teras rumah menunggu kedatangan Alina.

Sebuah mobil berhenti di depan rumah Bayu, ia pun bergegas membawa payung menghampiri mobil tersebut.

"Aku kira kamu lupa" ucap Alina yang kini sedang berjalan cukup dekat dengan Bayu, karena mereka memakai satu payung yang sama.

"Nggak dong" Jawab Bayu singkat, ia masih fokus memperhatikan langkah kaki Alina, tetap kompak berjalan bersama agar pakaian Alina tidak basah.

"Bunda, coba lihat ini!" Panggil Bayu.

"Iya, sebentar!" sahut Bunda dari dapur.

Bayu membawa Alina ke meja makan, Alina sangat canggung, ia hanya berjalan mengikuti Bayu dari belakang. "Duduk aja dulu, nanti Bunda ke sini. Masih di dapur, lagi buat sesuatu buat kamu. Aku ke kamar dulu, sebentar" Baru saja Bayu berjalan beberapa langkah, Alina berkata, "ish, kok di tinggalin" Alina cemberut. Bayu berjalan mendekat ke Alina yang sedang duduk di kursi, dengan sedikit membungkukkan badannya agar sejajar dengan Alina, lalu ia berkata, "Kenapa sayang, mau ikut?" belum sempat Alina menjawab, datanglah Bunda dengan membawa nasi goreng. "Eh, apa - apaan ini? Katanya cuma teman, kok berani manggil sayang." tanya Bunda sambil meletakkan nasi goreng di atas meja. Alina yang sedang duduk seketika berdiri menatap Bayu. "Masya Allah, kamu imut banget sih." ucap Bunda seraya tersenyum, lalu Alina mencium punggung tangan Bunda. "Eh, kok kamu berdiri nggak apa - apa duduk aja. Nih, Tante sudah buatkan nasi goreng, kita makan bersama ya" Bunda memberikan sepiring nasi goreng untuk Alina.

"Terima kasih, Tante" ucap Alina.

"Sama - sama, cantik"

Bayu pun ikut duduk di sebelah Alina, sebenarnya ia ingin mengambil handphone miliknya yang tertinggal di kamar tetapi Alina memberikan isyarat untuk tidak pergi.

"Bay, jangan sibuk memperhatikan Alina terus dong. Kasihan tuh, Alina nggak nyaman." Bayu tersenyum tipis, lalu ia ikut makan nasi goreng juga.

"Eh, gimana Alina suka nggak sama nasi goreng nya?"

"Suka banget, Tante."

"Alhamdulillah, Bayu bilang kamu juga suka es cendol ya. Ini Tante bikinin khusus buat kamu"

"Waaah, jadi ngerepotin deh"

"Nggak kok, Tante juga suka sama es cendol, jadi sekalian bikinnya lebih banyak. Sayang banget sekarang lagi turun hujan, padahal kalau nggak hujan kita jalan - jalan keluar"

"Insyaallah, next time ya Tante"

"Iya, Nak. Kalian berdua dulu aja ya, Bunda mau ke kamar sebentar"

"Kamu kok membiarkan Bunda melakukan hal ini, kasihan jadi ngerepotin Bunda."

"Bunda melakukannya dengan senang hati. Kamu nginep aja ya, di kontrakan juga sendiri kan. Aku rasa, Bunda juga pasti nggak akan mengizinkan kamu pulang"

"Nggak enak nginep di rumah teman cowok.

"Gimana, keadaan di Bogor? Amankan?" Alina menggeleng - gelengkan kepalanya

"Hah, serius? Tanya Bayu, seketika berhenti mengunyah.

"Iya, tapi aku ada ide untuk menyelesaikan masalah ini. semoga saja berhasil" Jawab Alina.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!