NovelToon NovelToon
Younger, Yet More Mature

Younger, Yet More Mature

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

dr. Nayla Azzura percaya satu hal bahwa cinta tidak pernah benar-benar tinggal.

Menjadi salah satu saksi pernikahan orangtuanya yang hancur sejak usianya masih kecil, membuat Nayla tumbuh menjadi perempuan yang dingin, mandiri, dan sulit mempercayai siapapun. Baginya, memiliki pasangan hanya pandai memberi harapan sebelum akhirnya meninggalkan.

Sampai akhirnya sebuah tragedi kecelakaan kerja mempertemukan Nayla dengan Arsen Mahardika, pengusaha muda yang keras kepala, hangat dan yang paling mengganggu adalah usianya tiga tahun lebih muda dari Nayla.

Awalnya Nayla mengganggap semua hanya lelucon biasa, tapi bagaimana mungkin jika lelaki yang usianya lebih muda tapi pandai bicara tentang sebuah keseriusan?.

Namun Arsen berbeda, iya tidak datang membawa janji besar justru ia datang dengan sejuta kesabaran. Saat Nayla menjauh, menunggu saat Nayla merasa takut, dan membuktikan bahwa tidak semua rumah berakhir hancur.

Karena terkadang... Lelaki yang lebih muda justru lebih tahu cara men

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 - Rumah Yang Sudah Tidak Menakutkan

Beberapa minggu terkahir ini ada yang berbeda dengan hidup Nayla, dimana perasaannya kini jauh lebih baiksan tanpa sadar seseorang sudah mulai masuk terlalu jauh dalam rutinitas seorang Nayla.

Pagi hari seperti biasa akan ada pesan singkat yang masuk dari Arsen untuk memberitahu jika ia akan menjemput saat berangkat dan saat pulang kerja.

" Aku jemput pulang kerja nanti, Ya😍"

Makan siang yang selalu muncul entah dari mana dan malam hari selalu ada seseorang yang selalu menunggu Nayla di lobby rumah sakit, Arsen Mahardika dan yang paling membuat Nayla semakin takut karena saat ini dirinya sudah mulai terbiasa.

Pagi ini seperti biasa mobil hitam yang beberapa hari terakhir selalu berada dihalaman rumahnya, kini sudah berada rapih didepan rumahnya. Nayla yang baru saja keluar setelah Arsen mengirimkan pesan dengan sedikit berlari.

" Pagi... tidak perlu lari nanti jatuh, aku tidak kemana-mana" ucap Arsen dengan menggelengkan kepalanya.

" Pagi... Ngomelnya nanti lagi Ar.." jawab Nayla dengan kini sudah duduk rapih dikursi samping kemudi.

" Sudah sarapan belum, Nay?" tanya Arsen dengan tangan yang mulai bergerak dibalik kemudi.

" Ar, kamu selalu tanya itu" Nayla menghela nafas kecil.

" Soalnya kamu selalu melupakan hak tubuh kamu, padahal mereka sudah bekerja keras" jawaban Arsen rerseng sederhana, tapi terlalu konsisten dan tulus membuat Nayla semakin mati gaya.

Di dalam mobil kini suasana semakin terasa tenang dan nyaman, tidak seperti awal-awal yang masih sangat canggung dan tidak terlalu ramai. Obrolan kecil kini menemani diselingi rawa ringan, tidak lupa musik pelan yang semakin menghangatkan suasana.

Bersama Arsen Nayla merasa waktunya tidak pernah terasa berat, saat mobil berhenti di lampu merah Arsen tiba-tiba saja melirik sekilas.

" Nay, kamu suka makanan rumahan gak?" tanya Arsen.

" Hmm... Kenapa?" Nayla mengernyitkan keningnya.

" Enggak apa-apa tanya aja, soalnya Mama masak banyak dirumah ... Dan ini untuk kamu makan siang" Arsen tersenyum kecil dengan tangan yang sudah memberikan paper bag kecil dari kursi belakang.

Nayla kaget seketika tubuhnya terasa kaku, mendapatkan perlakuan yang hangat membuat dirinya bingung harus bersikap seperti apa.

" Terimakasih, kamu enggak capek? Sepertinya aku banyak merepotkan" ucap Nayla lirih.

" Capek...." jawaba Arsen kali ini membuat Nayla menoleh cepat.

" Tapi aku bahagia banget, terimakasih ya sudah mau memberikan aku kesempatan untuk kita menjalani hubungan baik ini" Arsen tersenyum kecil membuat Nayla salah tingkah.

🌟

Siang hari rumah sakit sedang ramai ketika seorang perawat kini masuk kedalam ruang praktik Nayla.

" Siang dok, ada kiriman lagi untuk dokter" Ucap sang perawat dengan tangan yang sudah membawa paper bag.

Nayla langsung tahu siapa lagi yang senang mengirimkan makanan untuk dirinya, sudah pasti Arsen Mahardika apalagi paper bag yang familiar itu yang hadir. Namun kali ini ada sticky note baru dengan tulisan tangan yang sangat rapih dan itu bukan tulisan Arsen membuat Nayla bingung.

" Hallo dokter Nayla 😉 saya Mama nya Arsen, katanya akhir-akhir ini suka melupakan makan ya... Tolong dijaga makannya ya".

" Terimakasih sudah baik sama anak saya ❣️"

Hening cukup lama kali ini, Nayla beberapa kali membaca ulang dan mencerna yang terjadi saat ini. Satu detik, dua detik, lima detik dadanya semakin terasa aneh hangat... Tapi juga takut karena semuanya terasa terlalu indah dan hangat. Hal yang tidak pernah benar-benar akrab dalam hidupnya, bahkan Nayla sudah lupa kapan kehangatan keluarga ini dia rasakan terakhir kali.

Ponselnya bunyi memperlihatkan pesan masuk dari Arsen.

" Mama titip makanan, apakah sudah sampai? 😀 katanya dokter harus makan dengan benar"

Nayla langsung membalas pesan itu dengan mengetik cepat.

" Kamu cerita apa aja ke mama kamu? Aku takut loh, Ar"

Balasan datang dengan lebih cepat.

" Cerita kalau aku lagi suka sama seorang dokter, tapi galak 😆"

Jantung Nayla langsung terasa terlalu berisik, kenapa laki-laki ini selalu terlalu jujur?.

Setelah operasi panjang yang Nayla lakukan, akhirnya selesai juga dan ternyata waktu sudah menunjukkan malam hari. Seperti biasa Arsen sudah duduk manis di lobby rumah sakit, kemeja kerja masih terlihat rapih meskipun wajahnya terlihat sedikit lelah begitu melihat kedatangan Nayla senyuman kecil langsung muncul.

" Capek.. Hmmm?" kini Arsen sudah berada dihadapan Nayla dengan tangan yang mengusap puncak kepala.

" Lumayan" Nayla yang mendapatkan perlakuan manis tanpa sadar memperlihatkan sisi manjanya.

Refleks natural Arsen langsung mengambil tas kerja Nayla tanpa bertanya, seolah-olah itu adalah hal biasa dan anehnya Nayla tidak menolak.

Suasana perjalanan pulang kali ini terasa lebih tenang.

" Nay, Sabtu kosong gak?" Arsen berbicara pelan dan hati-hati.

" Kenapa?" Nayla melirik kecil.

" Main kerumah, Yuk. Mama sama Ayah mau ketemu" ucap Arsen.

" Hahhhh?" Nayla menoleh cepat, bahkan rasa lelahnya entah sudah pergi kemana.

" Mau ngapain, Ar?" Nayla merasa jantungnya kini berdegup kencang sekali.

" Ya makan aja, ngobrol" suara Arsen terdengar santai sekali.

" Kamu serius?"

" Iya, dong"

" Tapi aku enggak cocok, Ar" nada suara Nayla berubah menjadi tegang.

" Maksudnya gimana?" Arsen sedikit mengernyitkan keningnya.

" Keluarga kamu baik dan hangat, Sementara aku?... Aku bahkan enggak tahu gimana caranya ketika berada dilingkungan keluarga kamu" suara Nayla mengecil.

" Usia aku lebih tua, Ar dan dunia kita sangat berbeda" tanpa sadar Nayla mengeluarkan perasaan takutnya.

Nayla merasa semakin dekat dengan Arsen semuanya terasa semakin Menakutkan, takut tidak diterima, takut dibandingkan, takut ditinggalkan seperti dulu.

Mobil berhenti di lampu merah kini Arsen mematikan radio kecil, lalu menoleh penuh kepada Nayla dengan tatapannya yang lembut bahkan terlalu lembut.

" Aku ngajak kamu ke rumah bukan buat minta dinilai siapapun, Aku cuma mau orang rumah kenal... " jeda kecil dengan tatapan yang semakin melembut.

" ... orang yang saya suka" Jantung Nayla langsung terasa sesak hangat tapi juga takut karena tidak ada keraguan sedikitpun Dimata laki-laki itu.

Arsen benar-benar terlihat serius tidak ada malu, tidak ada gengsi seolah-olah tengah membawa Nayla ke dalam hidupnya adalah sesuatu yang memang ia mau.

" Kalau kamu merasa kurang nyaman, tidak apa-apa tidak perlu dipaksakan" Suara Arsen kini melunak

Dan jawaban Arsen lagi-lagi membuat Nayla semakin sulit menolak apalagi menjauh, karena selama ini Arsen tidak pernah memaksa apalagi menekan. Arsen benar-benar memberikan ruang yang nyaman, dan hal itu justru membuat pertahanan Nayla semakin lemah.

1
partini
Thor kehidupan Nayla mirip Vania novel berjudul jodoh pilihan mama ibu nya kaya iblis tapi di sayang bngttttttttttttttttt sama mertuanya
Almeera: Oh ya kak? nanti aku coba mampir yaa 😍😍


Hihihi tapi Nayla ini murni karangan aku aja kak 🙏🙏🥲
total 1 replies
SANG
Lanjut dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
partini
suami nya kelihatan kecintaan Banggt kayanya ga mungkin deh slingkuh terus ningalin
partini: iya itu,,karma ga berlaku buat dia
total 2 replies
partini
udah hempas ke laut masa lalu yg menyakitkan,move on be happy kalian berdua seorang anak perempuan butuh ayah nya untuk jadi wali nikah kan
Almeera: Setujuu kak, hidup harus terus berjalan... kalau dia aja bisa santai kita bisa lebih cerah 😍😍
total 1 replies
partini
pastinya apa karam selalu ada berbuat baik di balas baik berbuat jahat di balas jahat juga,,kau memilih yg katanya hak is ok nikmati saja sekarang,kau meninggalkan suami dan anakmu nanti nya kamu dan anakmu di tinggal suami mu selingkuh
Almeera: Kakakkk setuju setiap perbuatan akan ada balasan dari semesta 🙏🙏

Terimakasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak afirmasi positifnya dikarya sederhana ini 😍😍🙏
total 1 replies
SANG
Mantap banget dek💪👍
SANG: Masama dek
total 2 replies
SANG
Keren habis deh💪👍
SANG: Iya dek Kembali kasih
total 2 replies
SANG
Sembilan belas bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Oke dek. 👍💪
total 2 replies
SANG
Aku fokus ya dek😄
SANG
Like iklan plus komen💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iya, seperti itu lah
SANG
Iya ada apa
SANG
Akhirnya
SANG
Nah bingung kan
partini
ibunya kaya ga bersalah,,dasar ibu lacknat semoga kena penyakit
Almeera: Hehehe 😁😁
total 1 replies
SANG
Baya bunga se kebon untuk adek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Almeera: thankyou kak🙏
total 1 replies
SANG
Kok bingung dek
SANG
Hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!