Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .
Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .
Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .
Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?
Ikuti kisahnya sampai selesai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dunia Lain
Samsuri tidak melihat Abdul di sekitar berarti ada di dalam perangkap pamungkas pikirnya . "Kembalikan anakku kalau tidak kamu akan menyesal ," kata Samsuri dengan mengancam .
Pamungkas tertawa terbahak-bahak karena perkataan Samsuri terdengar sangat lucu ditelinganya , “Punya kekuatan apa kamu mengancamku , ilmu kamu saja baru seujung kuku mau melawanku apa tidak takut kamu mati penasaran ," kata Pamungkas dengan sinis meremehkan Samsuri .
"Lihatlah wajahmu yang sudah tua renta dan keriput , harusnya kamu itu bertaubat jangan berteman dengan iblis nanti matimu bau busuk dan amalmu tidak berguna sama sekali ," kata Samsuri tidak merasa takut sedikitpun .
Pamungkas tidak suka mendengar ceramah Samsuri ia memberikan sebuah umpan agar Samsuri mengikutinya . Siapa sangka Samsuri yang terlihat kalem dan sopan menjadi liar ketika berhadapan dengan orang yang lebih kuat .
Pamungkas terkejut melihat mata Samsuri mengeluarkan kilat cahaya lalu berubah menjadi api yang siap membakar siapa saja dihadapannya .
Dengan ilmu yang dimiliki Samsuri melihat di wajah pemungkas Abdul sedang dalam suatu tempat dan dipuja para kawanan makluk astral . Sepertinya malam ini adalah malam gerhana jadi Abdul akan dijadikan tumbal oleh Pamungkas batin Samsuri menatap lekat wajah Pamungkas .
Pamungkas tahu apa yang sedang dilakukan oleh Samsuri tidak akan membiarkan Abdul lepas begitu saja karena upacara sakral akan segera dimulai ia menghilang dibalik hutan belantara sedangkan Samsuri masih berdiri ditempatnya .
Samsuri pulang dan mencari sesuatu yang ia sembunyikan dan segera pergi ke rumah seorang guru spiritualnya yang berada di desa bernama Mbah Jamblang .
Dengan menggunakan motor buntutnya ia melaju dengan cepat pergi ke desa Mbah Jamblang . Kedatangan Samsuri di sambut oleh anak Guru spiritualnya bernama Kemuning .
"Pak de Samsuri silahkan masuk ayah sudah menunggu di dalam ," katanya menunduk dengan hormat mempersilahkan Samsuri masuk ke dalam rumahnya .
Samsuri duduk di samping Guru spiritualnya bernama Jaladara . "Anakmu bisa selamat jika kamu yang membawanya pulang karena hanya kamu yang bisa mengalahkan dedemit di sana ," kata Jaladara menatap tajam Samsuri .
"Lalu bagaimana dengan Pamungkas , aku ingin membunuhnya karena dia yang sudah membawa anakku ke sana ," kata Samsuri heran dengan gurunya .
"Pamungkas tidak bisa di bunuh dengan menggunakan ilmu yang kamu miliki , kemampuannya sangat luar biasa hebat , dia bukan seperti dulu , kamu butuh ilmu yang lebih tinggi darinya . Tapi saat ini kamu harus bisa membawa anakmu pulang dulu tidak usah mikir yang lain ," kata Jaladara .
Samsuri paham dengan apa yang dikatakan oleh guru spiritualnya . Jaladara hanya membantu Samsuri dari jarak jauh sedangkan Samsuri pergi masuk ke dalam dunia lain .
Saat ini Samsuri berjalan di sebuah hutan yang sangat lebat sedikit cahaya matahari yang masuk , ia berjalan sangat hati-hati karena di sisi kanan ada jurang sangat dalam .
Samsuri melewati dua pohon besar menjulang tinggi yang namakan pintu masuk dunia lain ,Samsuri melihat sekelompok makhluk astral sedang berjaga di sisi kanan dan kiri melihat kearahnya dengan menatap tajam matanya seperti api menyala .
Samsuri tanpa rasa takut melewati mereka dan berhasil masuk ke dalam sebuah tempat keramat yang di dalamnya ada beberapa makhluk astral sedang melakukan ritual pemujaan terhadap nenek moyang mereka .
Tak jauh dari tempatnya berdiri Samsuri melihat anaknya diikat di sebuah tiang tinggi di bawahnya ada sekelompok makhluk kerdil bermuka hewan sedang memujanya sambil menyebutkan mantra pemujaan .
Abdul dengan pandangan kosong hanya mampu melihat apa yang ada di sekitarnya , tanpa perlawanan , Samsuri merasa kasihan melihat anaknya di jadikan tumbal namun sebelum terjadi ia sudah mempersiapkan diri melepaskan anaknya .
Siapa sangka anaknya yang diam itu menjerit histeris ketika melihat kedatangan Samsuri yang berubah menjadi seekor ular raksasa dengan menyemburkan api yang sangat besar .
Semua makhluk di sana melihat hal tersebut menjadi porak poranda , mereka menyerang Samsuri secara bersamaan . Samsuri tanpa bantuan di sana melawan banyak saking banyaknya samali kuwalahan menghadapinya .
Jaladara menyaksikan Samsuri melawan banyaknya makhluk di sana ia membantu dengan sekuat tenaga dan ilmu yang ia miliki mampu menembus dunia lain dengan mudah .
Samsuri menggunakan ekornya mengibaskan ke arah makhluk yang mendekatinya dan mengeluarkan suara bariton yang sangat murka api keluar dari mulut ular sangat besar membuat para makhluk kocar kacir tak berarah . Meraka saling membalas pukulan Samsuri yang berubah wujud tersebut .
Sesaat mata Abdul berubah menjadi normal namun pandangan tetap kosong membuatnya lemah dan pingsan . Samsuri melihat anaknya tak sadarkan diri segera menghabisi para makhluk tersebut . Setelah beberapa waktu para makhluk itu menjadi asap dan masuk ke dalam suatu lubang dan tertutup oleh tumpukan batu yang sangat besar .
Samsuri berubah menjadi manusia biasa langsung melepaskan ikatan di tubuh Abdul dan membawanya keluar dari tempat tersebut . Waktu berada di jalan yang di sisi kirinya jurang ia sangat berhati-hati takutnya anaknya jatuh ke dalam jurang tersebut .
Sampai di pintu dunia lain pohon besar tersebut akan menyatu Samsuri berlari sambil menarik tubuh Abdul yang tidak sadarkan diri dengan sekuat tenaga dan akhirnya keduanya berhasil keluar , Samsuri bernapas lega . Ia istirahat sebentar untuk mengatur napas .
Abdul mengerjapkan mata melihat sekeliling terkejut , Samsuri menyadari adanya pergerakan Abdul menoleh , " Syukurlah kamu sudah sadar ayo kita segera pulang ," Samsuri beranjak dari tempat duduk lalu berjalan lebih dulu . Abdul mengikuti di belakangnya .
Di depan mereka ada titik cahaya sangat terang , keduanya mempercepat jalannya memasuki cahaya yang ternyata adalah pintu , beberapa detik berikutnya keduanya seperti ada yang menarik .
Samsuri berhasil masuk ke dalam tubuhnya sendiri sedangkan Abdul pingsan . Samsuri memindahkan tubuh Abdul ke tempat tidur di sana . Istri Jaladara sedang membuat ramuan untuk Samsuri dan Abdul .
Samsuri menghabiskan minumannya lalu ia merebahkan tubuhnya dengan tenang dn santai . “Apa yang kamu rasakan ?“ tanya Jaladara sambil membaca doa untuk Abdul .
"Tubuhku sakit semuanya ," jawab Samsuri menahan rasa sakitnya , "Minumlah ramuan ini ,“ kata Jaladara ,memberikan gelas berisi air garam lalu kita basuh ke wajah .
Tidak berselang lama Abdul sadar melihat sekeliling merasa asing . " Aku ada dimana ?" tanya Abdul sambil memijat kepalanya yang terasa sakit .
Samsuri mendengar Abdul sadar menoleh . "Apakah kamu baik-baik saja ?" tanya Samsuri . Abdul melihat bapaknya ada di samping terkejut .
"Bapak kok kita ada di sini memangnya apa yang terjadi ?" tanya Abdul heran dengan kondisinya sangat lemah seperti berlari jauh .
"Nanti saja ceritanya sekarang istirahat dulu di rumah Mbah Jaladara , pagi masih lama ,“ jawab Samsuri , keduanya segera tidur karena tubuhnya masih terasa sakit .
Samsuri belum bisa memejamkan mata karena teringat kejadian tadi .