[Ding!!! Sistem Elit Global diaktifkan!]
"?"
"sialan! Apakah ini jari emasku?"
Seorang pria muda yang menjadi seorang top global di game yang ia mainkan terkejut karena suara yang tiba-tiba muncul di pikirannya. Dirinya mendapatkan kemampuan cheat yang biasa di dapatkan oleh MC di cerita fiksi.
"hih. Hih. Hih."
"hahahaha! Sepertinya ini adalah waktunya aku untuk bergerak!"
"bersiaplah dunia! Kalian akan menghadapi legenda yang telah terlahir!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "L", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Markas Servan.
Siang ini Jack hanya bermalas-malasan saja dirumahnya. Untuk pertama kalinya ia bersantai menikmati segala fasilitas mansion. Berenang, nonton film, main game, golf, dan gym.
Hingga malam telah tiba dan ia sudah siap dengan pakaian kemeja dan celana hitam. Ia berencana untuk menyerang dengan terang-terangan. Meskipun dirinya juga menggunakan masker untuk mengurangi jumlah orang yang mengenalinya.
Jack berangkat jam 7 malam menggunakan mobil bugatti Divo. Hingga akhirnya sampai di sebuah kawasan markas utama perusahaan Servan.
"berhenti! Ada keperluan apa datang kemari?"
Jack membuka jendela mobilnya lalu berkata.
"aku Jack. Aku ingin menemui Roger Servan."
Mendengar nama bosnya, para penjaga gerbang lantas mengkonfirmasi pada atasan. Namun malam ini tidak ada pertemuan dengan seseorang apalagi mereka tidak mengenali nama Jack.
"maaf tuan! Anda tidak memiliki janji temu dengan boss. Sebaiknya kembalilah nanti jika sudah membuat janji."
Mendengar hal itu, Jack keluar dan langsung menyerang penjaga tersebut.
"bugh.."
Hanya dengan satu pukulan, Jack membuat penjaga tersebut langsung pingsan. Dirinya tidak menggunakan energi Qi sama sekali. Karena jika ia menggunakan energinya, ada kemungkinan jika penjaga itu langsung terbunuh. Hanya dengan kekuatan fisiknya saja sudah cukup.
"sialan! Ada serangan."
Teman-teman penjaga lain langsung beraksi karena salah satu dari mereka diserang. Hingga akhirnya pertarungan solo VS squad pun terjadi.
Namun, meski mereka mengeroyok Jack dengan 6 orang, mereka bukan tandingan untuk Jack. Pada akhirnya mereka harus tumbang satu per satu. Menyisakan seorang yang tidak dibuat pingsan oleh Jack.
"jika kau tidak ingin mati, maka buka gerbang ini."
Jack menakuti pria tersebut menggunakan energi Qi yang jelas membuatnya tampak seperti seorang iblis. Meskipun apa yang dilakukan oleh Jack hanya membuat lawan kesulitan untuk menjawab.
Pada akhirnya mau tidak mau penjaga tersebut membuka gerbang dengan enggan.
Setelah gerbang terbuka, Jack mengendarai mobilnya masuk. Tak lama dirinya melihat puluhan orang telah berdiri menyambutnya. Tentu bukan sebuah sambutan hangat karena mereka membawa beberapa senjata tumpul.
Jack berhenti di depan mereka dan keluar dari mobilnya.
Setelah Jack turun, seorang pria kekar maju ke hadapan Jack.
"ku akui keberaniamu membuat kekacauan di markas Servan. Sepertinya kau sangat meremehkan kemampuan dari perusahaan ini."
"heh.. Kemampuan? Hanya sekelompok sampah seperti kalian berani bersikap angkuh didepanku? Ketahuilah tempatmu sampah!"
Mendengar hinaan Jack, pemimpin regu tersebut menggertakkan giginya. Dirinya sangat marah mendapat hinaan tersebut. Meskipun ia tidak sekuat anggota inti perusahaan, namun karena perusahaan inilah ia bisa memiliki sedikit pengaruh di kota jawa.
" sudah bosan hidup kau rupanya. Serang dia!"
Dengan perintah darinya, 35 orang maju dengan membawa berbagai senjata. Namun tidak membuat Jack takut sama sekali. Dirinya dengan santai maju dan menerjang puluhan orang tersebut.
"habisi dia!"
"orah..."
Serangan demi serang mengarah ke Jack namun dengan sangat mudah dihindari olehnya. Dan diantara serangan mereka, Jack dengan mudah menumbangkan mereka satu per satu hanya dengan satu serangan.
Pemimpin regu yang merasa masalah ini akan cepat selesai karena tidak mungkin Jack yang seorang diri dengan tangan kosong bisa menang. Namun kejadian selanjutnya membuatnya terkejut. Bukan Jack yang tumbang. Malahan anak buahnya yang satu per satu tumbang. Menyisakan 5 orang saja yang kewalahan mengenai Jack.
"siapa orang ini? Bagaimana ada orang yang bisa menang menghadapi puluhan orang dengan tangan kosong?"
"sepertinya aku harus turun tangan sendiri."
Ketika Jack menumbangkan lawan terakhir, pemimpin regu tersebut langsung menyerang Jack dengan brutal dengan menggunakan tongkat baseball. Serangan demi serang membuat Jack tidak diberi kesempatan untuk membalas. Namun dengan satu kali percobaan, Jack berhasil menangkap senjata lawan dan memberikan serangan tepat di wajah orang tersebut.
"bugh.."
Cukup satu pukulan saja Jack dapat menumbangkan lawan.
"heh.. Lemah."
Setelahnya Jack menatap sebuah gerbang yang perlahan terbuka. Menampilkan 8 orang dengan pakaian yang sama. Menggunakan jubah dengan logo Servan dibagian belakang.
Jack melihat mereka dan mengenali seseorang yang merupakan boss tempat ini. Roger Servan. Wajahnya sama seperti yang ditampilkan pada data sistem.
"akhirnya boss tempat sampah ini datang juga!"
Mendengar ucapan Jack salah satu pria dengan penampilan punk berteriak marah.
"woi sialan! Jaga mulutmu. Atau aku akan membuatmu makan dengan bantuan selang medis!"
Dengan ekspresi marah, pria terbuat berniat untuk maju menyerang. Namun dihentikan oleh orang yang berada di samping kanan Roger. Pria dengan penampilan rapi dan ketenangan yang besar. Dia bernama Siwa.
"berhenti Drake. Kau bukan lawannya."
"apa kau sudah tidak setia pada boss? Apa kau berniat membiarkan bocah ini menghina kelompok kita?"
"aku juga marah mendengar hinaan darinya. Tapi kita harus waspada karena kita tidak mengenali lawan."
"heh.. Kau seperti biasanya. Selalu menjadi mengecut."
Namun suara bariton dan Roger menghentikan perdebatan mereka.
"diam!"
Mereka berdua segera menghentikan perdebatan mereka. Dan mulai menunggu instruksi boss besar.
"apa yang kau inginkan? Kenapa kau menyerang markas kami."
Mendengar pertanyaan Roger, Jack tersenyum dan menjawab.
"aku ingin kau menjadi bawahanku!"
Jawaban dari Jack membuat mereka terkejut. Drake tidak tahan untuk tidak berkomentar.
"puft.. Hahahah... Apa aku tidak salah dengar? Ingin menjadikan boss sebagai bawahan? Sepertinya otakmu sudah diganti dengan otot!"
"bukankah otakmu juga sama?" balas Siwa.
"apa?"
Sementara mereka berdebat, Roger masih memperhatikan Jack dengan teliti. Dengan pengalaman dirinya di zona perang, Roger merasa jika Jack bukan sosok sembarangan.
Dirinya tidak pernah ragu untuk menyerang musuhnya meskipun nyawa taruhannya. Namun dihadapan Jack, entah kenapa ia merasakan sedikit ketakutan yang membuatnya heran dengan keadaannya.
"huhhahh.. Apa yang aku dapatkan jika aku menjadi bawahmu?"
Pertanyaan Roger mengejutkan anak buahnya. Tidak pernah terlintas di pikiran mereka jika roger yang dikenal sangat tegas membuat pertanyaan tersebut.
Namun pertanyaan Roger membuat Jack senang. Baginya sekarang adalah waktu untuk bernegosiasi.
" bagaimana dengan uang?"
"aku tidak kekurangan uang!"
"lalu bagaimana dengan kekuatan?"
"aku memiliki bawahan yang kuat disampingku."
Mendengar jika Roger mengakui kekuatan mereka, dengan wajah senang mereka menatap Roger.
Namun berbeda dengan Jack yang malah memandang rendah mereka.
"sampah seperti mereka kau anggap kuat? Sepertinya pengalaman bertarungmu di militer sudah tumpul."
Mendengar hinaan Jack yang langsung tertuju pada mereka, membuat mereka sangat marah. Apalagi Jack menyinggung soal karir militer Roger yang menjadi hal yang tabu untuk mereka bicarakan.
Tanpa pikir panjang, Drake mengeluarkan pedangnya dan menyerang Jack.
"mati kau!"
Namun serangan tersebut tidak mampu untuk membuat kaki Jack berubah posisi. Dengan mudah Jack menangkap pedang tersebut lalu menendang perut Drake dengan keras. Membuat Drake harus melepaskan pedangnya dan terdorong hingga 10 meter dari posisinya. Hingga akhirnya berhenti dan memuntahkan darah dari mulutnya.
cerita anjing