Generasi ketujuh keluarga The Blairs
Ada lima cerita disini tentang bagaimana cicit Abimanyu Giandra, Edward Blair dan Stephen Blair mendapatkan cinta dan pasangannya.
Duncan dan Scarlett adalah putra dan putri Bayu O'Grady dan Ajeng Pratiwi ( My 100th Secretary )
Aslan dan Diana adalah putra dan putri Omar Zidane dan Nadya Blair ( Love and Justice )
Indiana adalah putra Nelson Blair dan Marisol Braga ( Love and Justice ).
Seperti biasa, cerita ini sangat Membagongkan macam authornya.
DILARANG PLAGIAT KARENA JIWA GESREK KITA BERBEDA!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiba Di Staten Island
kantor Jang Corp di Staten Island
Setelah menempuh perjalanan lumayan, Duncan dan Serena tiba di kantor yang terkamuflase dengan toko kelontong yang diberi pagar besi tinggi. Serena bisa melihat ada penjaga, kamera CCTV canggih disana dan Duncan meminta pria itu membuka pagarnya untuk memarkirkan mobilnya.
Keduanya pun turun dan tak lama penjaga itu menghampiri Duncan dengan wajah bingung.
"Mr O'Grady? Ada apa malam - malam kemari? Apakah ada masalah?" tanya penjaga itu.
"Tidak ada, Meeks. Aku hanya ingin memeriksa saja. Apakah Maruyama dan Lawson masih bekerja?" tanya Duncan.
"No, Sir. Ini kan hari Minggu jadi mereka tidak kemari."
Duncan menepuk bahu Meeks. "Thanks Meeks. Aku masuk dulu."
"Baik Sir ... Oh Mr O'Grady, apakah nona ini juga masuk?" tanya Meeks yang langsung waspada.
"Absolutely, dia partner aku. Ayo, Kirrin" ajak Duncan sambil mengulurkan lengannya membuat Meeks melongo.
"Okay O'Grady" jawab Serena sambil merangkul lengan pria itu dan keduanya masuk ke dalam bangunan itu lewat pintu belakang.
Meeks menggaruk kepalanya. Partner? Apakah Mr O'Grady sudah punya pacar? "Tapi kok panggilnya nama belakang?" gumam Meeks.
***
Keduanya masuk ke dalam dan menuju area dengan tulisan 'OFFICE'. Duncan membuka pintu itu dan Serena bisa melihat ini adalah ruang kantor biasa tapi Duncan terus berjalan lalu memencet sebuah tombol. Tak lama pintu rahasia terbuka, lampu pun otomatis menyala dan Serena bisa mencium bau mesiu, bau bahan kimia dan semua hal yang berhubungan dengan laboratorium senjata.
Duncan masuk ke dalam dengan diikuti Serena dan tak lama pintu itu tertutup dengan sendirinya. Ruangan yang didominasi dengan warna putih dan kuning lembut itu memiliki lorong yang cukup panjang dengan ruangan kaca anti peluru di kiri kanannya, seperti halnya laboratorium pada umumnya.
"Apakah ada banyak pegawai disini?" tanya Serena.
"Ada beberapa peneliti tapi memang yang memegang proyek PW-12 hanya Maruyama dan Lawson. Lainnya meneliti penemuan berbeda" jawab Duncan.
Keduanya kini tiba di sudut laboratorium dan Duncan membuka sebuah penutup di dinding lalu memencet tombolnya, melakukan retina recognition, serta menempelkan ibu jari untuk sidik jari.
Tak lama pintu itu terbuka dan Serena melongo melihat ruangan data yang sama canggihnya dengan milik MI6.
"Ayo masuk." Duncan mengedikkan kepalanya untuk berjalan ke dalam ruang data.
"Ya ampun O'Grady ... Ini ruang data yang superb !" ucap Serena sambil melihat sekeliling nya.
"Bagaimana dengan milik MI6? Keren mana?" senyum Duncan sambil menuju iMac di sebuah meja sudut.
"Ini gila, O'Grady !" seru Serena.
"Masih kalah sama yang di Poughkeepsie" sahut Duncan santai. Pria itu lalu duduk di kursi depan iMacnya dan mulai mencari data. Sementara Serena membuka ponselnya dan ada pesan dari agen Atlas.
📩 Agen Atlas : Serena, ada pengkhianat lagi di MI6 ! Aku masih mencari siapa !
Serena menatap ke Duncan. "O'Grady, apakah aman jika aku melakukan panggilan telepon disini? Pengawasku mendapatkan masalah lagi."
"Memang apa yang terjadi?" tanya Duncan yang masih memeriksa CCTV.
"Ada pengkhianat lagi di MI6 dan pengawasku sedang mencari tahu. Aku lebih suka menelpon."
Duncan menoleh. "Siapa, Kirrin?"
"Belum tahu." Serena langsung menghubungi agen Atlas. "Halo, Agen. Siapa yang anda maksud Sir ?"
"Kamu bersama dengan Duncan O'Grady?" tanya agen Atlas.
"Iya, ini aku loud speaker. Siapa agen Atlas?" tanya Serena tidak sabar.
"O'Grady, apakah kamu kenal dengan pria bernama Timothy Jones ?" tanya Agen Atlas.
"Dia dulu satu angkatan dengan ku di MIT. Hanya saja aku lulus duluan, dia masih menyelesaikan tugas akhirnya. Kenapa?"
"Apakah kamu pernah mengatakan di forum kalau hasil penelitian nya tidak masuk akal?"
Duncan tampak berpikir. "Rumus electromagnetic yang gagal itu?" ucapnya kemudian.
"Yes. Dia berhasil membeli salah satu perusahaan senjata lalu membuatnya lebih besar hingga banyak law enforcement memakai pistol dari perusahaan miliknya."
"Lalu apa masalahnya?" tanya Duncan.
"Dia ingin senjata yang hebat dan dia ingin desain PW-10 kamu" jawab Agen Atlas.
"Siapa orang yang kamu curigai sebagai mata-mata selalin Ivan Abramovich..." tanya Duncan yang kemudian menoleh ke layar iMac. "Gotcha !" serunya.
"Apakah kamu menemukan sesuatu, O'Grady?" tanya agen Atlas.
"Ohya, dan sangat gamblang. Namanya...."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaa
Sorry pendek sebab aku sudah mengantuk
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️