Rara, Seorang gadis muslimah yang hidup diperantauan harus bisa bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikannya dengan kuliah sambil bekerja. Berharap bisa kerja di tempat yang nyaman, Rara malah dipertemukan dengan Adimas (Duda ber anak 1) Majikan yang dingin dan galak. Akankah cinta mereka bersemi dan berujung bahagia???
Ikutin ceritanya yahhhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodyguard Cantik 12
Sampai dirumah Adimas dengan cepat mengambil Kotak P3K di belakang. Bagas dan Rara duduk di ruang tamu.
"Buka baju mu biar saya obati lukanya" Adimas melepas dasi yang mengikat di lengan Rara.
"Apa pak???? buka baju??"
"Maksud saya gulung sedikit lengan bajumu".
"Papa nih ngomongnya gitu, kak rara kan jadi salah nangkep hehehe".
Adimas nampak salah tingkah,
Rara menggulung lengan bajunya dan nampak goresan pisau itu lumayan lebar.
"Kita bawa ke rumah sakit aja pa"
"Eh gak usah pak, anu emmm saya takut jarum suntik. di kasih obat aja nanti juga sembuh".
"Ya sudah terserah kamu".
Adimas membersihkan luka Rara agar tidak infeksi, kemudian di berinya obat pada lukanya.
Rossa baru keluar dari kamarnya dan melihat adimas yang begitu perhatian dengan Rara.
"Kamu kenapa ra??"
"Kena pisau. Tante Rossa gak lihat ya??"
"Loh kak dim, itu kenapa mukanya lebam??" Rossa duduk di samping Adimas dan melihat luka lebamnya.
"Jangan sentuh aku. Kamu gak lihat saya lagi ngobatin Rara??"
"Lagian kok bisa sih rara kena pisau di lengannya??"
"Kami habis di hadang sama bandit tante"
"Ohh gitu, tapi kalian gak papa kan??"
"tante bisa lihat aja sendiri"
Rossa begitu kesal saat bagas terus menjawabnya. Padahal ia berharap Adimas yang meresponnya sementara Rara hanya menahan perih akibat luka itu.
"Nah udah selesai. Kalau mandi jangan sampai kena air".
"Iya pak. Emm itu luka lebamnya baiknya di kompres pake es pak".
Bagas dengan cepat mengambilkan Es bantu di kulkas dan memberikan kepada rara.
"Tolong kompreskan papa ya kak".
"Sini biar tante aja gas"
"Kak rara aja tanteeeee, kan kak rara tadi yang bertarung juga sama papa".
Rossa bertambah kesal dengan sikap bagas terhadapnya.
Rara mengambil kain dan memasukkan es batu kedalamnya kemudian mengompreskan ke luka lebam Adimas. Rara dengan takut- takut menempelkan es itu,
"Aduhhh" Adimas kaget karena hawa dingin es.
"Eh maaf pak saya kurang hati-hati".
Rara tak berani menatap mata Adimas, ia memalingkan pandangannya kemana-mana.
"Kamu itu liha kemana?? luka nya disini"
Adimas memegang tangan Rara dan mengarahkan nya ke luka adimas di ujung bibirnya. Rara langsung kaget dan baru menatap wajah seorang Adimas yang begitu rupawan. Rossa yang tidak senang melihat mereka pun pergi kekamarnya sementara Bagas diam-diam meninggalkan papa dan rara di ruang tamu.
Setelah sekian lama saling memandang, tetesan air es menyadarkan adimas,
"Kamu mau sampai kapan menatap saya begitu??"
Deg
Deg
Deg
Begitu jelas debaran jantung keduanya, Rara merasa malu.
"Maaf pak, saya permisi dulu".
Rara membawa baskom kecil berisi air es kedapur dengan terburu-buru. Sementara Adimas masih duduk termenung mengingat kembali wajah manis rara yang begitu dekat dengannya. Tangannya merasakan debaran jantung yang memburu seakan ingin keluar.
"Apa aku jatuh hati sama rara??? Secepat itukah??".
.
.
Begitu sampai di dapur, rara merasakan detak jantungnya seolah maraton, wajahnya merah dan panas.
"Aku kenapa yaa jadi dag dig dug kalau lihat pak Adimas dari dekat, Ya Allah " Rara mengelus dadanya sendiri menenangkan dirinya.
Rara kembali kekamarnya untuk membersihkan dirinya.
.
.
.
Malamnya...
Semua orang berkumpul untuk makan malam, Malam ini Rossa tampil berbeda dari biasanya. Tampilannya begitu se*y dan menggoda kaum pria.
Rara melihatnya begitu kaget dan langsung menutup mata Bagas.
"Bagas gak boleh lihat. Ayo ikut kak Rara".
Rara langsung beranjak pergi kekamar bersama Bagas.
"Rossa apa yang kamu lakukan???!"
"Memangnya ada yang salah ya kak??" Rossa mendekati adimas.
"Jaga sikapmu. Tak pantas kamu melakukan hal rendahan seperti ini".
"Kak Adimas. Bukan kah aku begitu mirip dengan mb raisa? Bahkan dulu kak dimas gak bisa bedain kami berdua" Rossa menggoda Adimas.
"Jangan pernah kamu samakan dengan Raisa. Cepat ganti pakaianmu!!!" Adimas meninggikan suaranya yang membuat dapur itu menggelegar.
"Kak adimas sadar gak sih kalau aku tuh cinta kakak!"
Adimas begitu kaget mendengar ucapan adik iparnya itu.
"Aku tuh sudah lama suka sama kak dimas, tapi kak dimas gak pernah memberiku kesempatan untuk masuk ke dalam hati kakak!"
"Tutup mulutmu!, Apa kamu lupa kalau aku ini kakak iparmu??"
"Iya kakak ipar saat kak raisa masih ada. Sekarang sudah gak ada. Apa aku gak bisa milikin kakak??"
"Cukup Rossa !. Sekarang cepat ganti bajumu itu!!!".
Adimas begitu marah dengan Rossa yang bertindak semaunya. Sementara Rossa berlari kekamarnya dengan menangis. Rara dan Bagas tak mendengar sama sekali pertengkaran Adimas dan Rossa. Mereka lebih memilih untuk mengerjakan PR bagas.
.
.
Setelah Sholat isya, Rara pergi kebalkon atas dan dilihatnya adimas yang sudah berdiri menunggunya.
"Kau telat 5 menit".
"Maaf pak, tadi saya sholat dulu".
Adimas menatap tajam ke arah Rara, dan rara merasa pak adimas dalam keadaan marah besar. Adimas langsung menyerang rara tanpa pemanasan seperti biasa. Rara dengan masih kaget menangkis serangan dari pak adimas. Terjadilah pertarungan yang sengit diantara keduanya. Adimas yang terpancing amarahnya sejak tadi tak membiarkan rara lepas.
Saat rara lengah sedikit...
Duukkkkkk
"Ahhhhhh" Rara jatuh kelantai akibat pukulan keras diwajahnya. Rara memegangi pipinya yang kena tinjuan dari adimas.
"Cepat bangun!!!"
Rara dengan nafas yang ngos-ngosan mencoba untuk kembali berdiri.
"Sepertinya pak adimas di penuhi rasa amarah. Aku tak bisa membuatnya terus dikuasai amarahnya. Aku harus mengalahkan dan menyadarkannya". Gumamnya dalam hati rara.
Rara berlari dengan cepat dan menendang kearah perut Adimas dengan kaki kirinya,
"Hiaaaaaaaa!!!"
Namun Adimas masih bisa mengelak dari tendangannya, dan saat berbalas sebelah kanan
Dukkkkkkk
"Aaaaaa" Tepat kaki kanan Rara mengenai kepala adimas dengan keras. Seketika adimas jatuh kelantai. Kemudian dengan cepat rara mengunci tangan adimas dengan posisi adimas tengkurap dan tangan di belakang.
"Lepaskan Aku".
"Saya akan melepaskan bapak asal bapak gak emosi lagi"
"Siapa yang emosi??"
"Pak dimas. Dari tadi saya lihat bapak itu kayak mau makan saya. Ini cuma latihan pak ". Rara melepaskan Adimas dan membantunya untuk bangun. Keduanya berdiri dan memandangi langit cerah penuh bintang.
"Maaf saya terbawa emosi. "
" Saya tahu pak dimas emosi karena ulah mbak rossa. Jadinya saya yang kena sasarannya. Hehe".
Adimas menoleh kearah Rara.
"Kamu saja yang kurang waspada"
"Hehe iya kali ya". Rara masih terus menatap kedepan.
"Malam ini dia begitu keterlaluan"
"Saya tahu gimana rasanya ditinggal orang yang kita cintai itu berat. Tapi kita gak bisa melawan takdir. Setiap manusia sudah memiliki jalan cerita hidupnya masing-masing.
"Memangnya kamu tau apa soal kehilangan??"
"Saya punya seorang kakak perempuan, Kami begitu akrab tapi dia meninggalkan saya 2 tahun lalu. Saat itu rasanya saya ingin menyusul dia. Tapi akhirnya saya sadar kalau kita itu gak bisa melawan takdir pak".
"Jadi apa yang harus saya lakukan??"
"Ikhlaskan pak, Saya yakin mb raisa akan merasa bahagia kalau bapak mengikhlaskannya. saya pernah denger gini pak, Jika seorang suami ditinggal meninggal istrinya, maka dia tetep menjadi jodoh suaminya, dan jika suami itu menikah lagi maka istrinya pun juga jodohnya".
"Benarkah??"
"Coba pak dimas cari tahu sendiri. Hehe...."
"Kamu ini bicara kayak pernah punya kekasih aja"
"Heheeh meskipun saya belum pernah punya kekasih pak, tapi saya terus belajar bagaimana memantaskan diri saya untuk suami saya kelak".
"Tapi saya kan pernah menyentuh kamu"
Dukkkkkkk
Rara memukul bahu Adimas dengan keras,
"Itu karena insiden gak sengaja!!!"
Rara langsung berlari keluar dari balkon, dan adimas masih berdiri memandangi langit di atas sana.
.
.
.
Jangan lupa like, coment dan vote nya yahhh....
Biar uni makin semangat nulisnya🤗
Tengcuuu semua😍
Baca juga
*Dokter kirana
*Menikah Muda
*Mengejar Istri yang kabur
❤❤❤❤❤❤❤❤
tinggal ngmng doang jg..🤦