NovelToon NovelToon
Inikah Garis Takdirku?

Inikah Garis Takdirku?

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:468.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anita Lailajuliant

Alexa, sejak kecil hanya hidup berdua dengan ibunya, ia rela menjadi tukang penjual koran demi memenuhi kebutuhan dirinya dan juga ibunya yang sakit-sakitan. Hingga pada akhirnya sang ibu pergi menutup mata untuk selama-lamanya.

Dan, pada saat itulah hadir seorang pria yang mengaku sebagai ayah kandungnya. Karena haus akan kasih sayang membuat Alexa dengan senang hati menerima kehadiran sang ayah.

Namun, siapa sangka kehadiran sang ayah bukannya memberikan Alexa sebuah untaian kebahagiaan, justru menyeret Alexa kedalam sebuah hubungan yang tidak pernah di inginkannya yaitu, 'Pernikahan' dengan seorang pria yang bernama Saga Hawiranata Kusuma dan hanya untuk demi sebuah kata 'Pelunasan Hutang'.

Akankah Alexa bisa menjalani takdir hidupnya yang penuh tekanan?

Akankah cinta hadir di antara keduanya dan memberi warna di dalam kehidupan mereka?

Ikuti kisah mereka di dalam novel ini 👉👉👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Lailajuliant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(IGT) CHAPTER 12

Setelah selesai memilih barang-barang yang diperlukan, Pak Hendra dan Alexa segera menuju ke arah kasir.

"Dua juta tujuh ratus tuan!" seru petugas kasir setelah menghitung semua belanjaan, dengan menggunakan mesin penghitung.

Mendengar jumlah pembayaran yang harus dikeluarkan sangatlah mahal, Alexa menarik kembali barang-barang belanjaannya dari tangan petugas kasir. Sehingga membuat beberapa orang yang berada di sana menatapnya dengan heran.

"Mau diapakan barang-barang itu?" tanya Pak Hendra ketika melihat putrinya hendak bergegas pergi ke tempat asal mereka mengambil barang-barang itu.

"Akan ku kembalikan ke tempatnya Yah! harganya mahal sekali." jawab Alexa dengan polos, sehingga membuat semua orang yang menatapnya tertawa lepas seketika.

Pak Hendra segera menarik kembali barang-barang belanjaannya, kemudian berkata,

"Kau lihat ini? Kau tahu ini apa?"

Alexa mengangguk kemudian menggelengkan kepala, karena Alexa tidak pernah melihat benda itu sebelumnya.

"Ya, aku lihat Yah, tapi aku tidak tahu itu apa dan untuk apa?" jawab Alexa dengan kepolosannya.

Dan kembali membuat semua pengunjung di mall itu tertawa terbahak-bahak. Pak Hendra merasa malu, dengan apa yang telah dilakukan oleh putrinya. Namun, ia tidak dapat berbuat apa-apa karena itu memanglah kenyataannya. Secara tidak langsung ini adalah kesalahannya sendiri.

"Dengar baik-baik, ini namanya ATM card, fungsinya untuk membayar belanjaan, menabung dan banyak lagi transaksi lainnya." jelas Pak Hendra.

"Aku tidak paham Yah," celetuk Alexa.

Memang, selama ini Alexa tidak pernah melihat apalagi memiliki yang namanya kartu ATM, oleh karena itu, wajar baginya jika merasa asing dengan benda tersebut.

"Intinya sekarang kau bebas belanja apapun, dan bayar dengan menggunakan kartu ini!"

Alexa berdecak kagum melihat benda pipih yang menurutnya ajaib. Ya, Alexa menganggap kartu ATM itu ajaib karena bisa membeli apapun tanpa mengeluarkan uang. Dia tidak tahu saja, kalau dibalik ATM card itu, tersimpanlah uang.

Alexa menurut saja dengan apa yang dikatakan oleh Pak Hendra, bahkan setelah keluar dari mall itu, Pak Hendra mengajak Alexa makan malam di sebuah restoran yang mewah.

Seakan Pak Hendra ingin memenuhi seluruh tanggung jawabnya selama ini dalam waktu semalam. Alexa merasa benar-benar bahagia, Malam ini ia merasa seperti seorang putri yang sangat dimanjakan.

Sekitar jam 10 malam, mereka tiba di mansion kembali.

Suasana di dalam mansion tampak sepi, Lampu-lampu telah dipadamkan. Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, Pak Hendra dan Alexa bergandengan tangan memasuki mansion nya.

Setelah menutup pintu kembali, tiba-tiba terdengar sebuah suara,

CEK LEK.

Tiba-tiba lampu menyala.

"Oh, kalian telah pulang rupanya, dari mana saja?!" tanya Bu Lusi dengan suara yang mengeras.

"Mama!" seru Pak Hendra terkejut.

"Belum tidur ma?" lanjut Pak Hendra bertanya.

"Ya, belum, karena jika aku tidur maka aku tidak akan pernah mengetahui kalau suamiku telah memborong semua belanjaan untuk sang putri tercinta!" ejek Bu Lusi, ia merasa sangat tidak suka melihat Pak Hendra terlalu dekat dengan Alexa.

"Alexa, pergilah ke kamar mu, dan beristirahat lah!" perintah Pak Hendra kepada Alexa, yang langsung dipatuhi oleh Alexa.

"Baik Yah!" jawab Alexa. Kemudian berjalan menuju ke arah kamarnya.

"Enak ya, di perhatikan, di manja!" ejek Bu Lusi kepada Alexa ketika melintasinya.

Mendapat perilaku yang kurang baik, Alexa hanya tersenyum seraya menganggukan kepala kepada Bu Lusi. Alexa melewati Bu Lusi begitu saja.

Tak dapat dielakkan lagi, Bu Lusi bertanya dengan nada sedikit keras.

"Oh jadi sekarang papa pilih kasih, sekarang papa lebih menyayangi Alexa ketimbang Tiara?"

"Bukan begitu ma, Tiara sejak kecil telah hidup mewah dengan segalanya terpenuhi, sedangkan Alexa? dia hidup dalam serba kekurangan ma, apa salah jika papa juga ingin Memanjakan putri papa?"

"Jadi sekarang papa Hitung-hitungan, papa tidak mau memberikan Tiara perhatian lagi, dan akan memberikan semuanya kepada Alexa? Iya!" sergah Bu Lusi yang langsung pergi dari depan suaminya, sepertinya ia sedang merajuk.

"Mama salah paham!" teriak Pak Hendra, namun, Bu Lusi telah pergi dari hadapannya.

Pak Hendra hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan ia pun berpikir, ia tidak bisa membiarkan situasi seperti ini semakin berlarut-larut.

Keputusannya untuk menikahkan Alexa dengan Saga, adalah keputusan yang terbaik untuk Alexa. Karena ia akan menjadi ratu di dalam istana orang terkaya di kota itu.

Malam pun semakin larut, hawa dingin mulai menusuk tulang. Alexa diam terpaku sembari memandangi tumpukan barang yang baru saja ia beli bersama Ayahnya.

"Apa aku bisa terus bertahan dalam situasi seperti ini? Istri Ayah dan juga anaknyatidak menyukai diriku sama sekali." bisik Alexa, pikirannya mulai kalut. Alexa tidak tahu harus berbuat apa.

"Ini akan menjadi mimpi buruk untukku, jika berlangsung setiap hari." resah Alexa.

Alexa merebahkan dirinya di antara tumpukan barang-barang, mungkin karena terlalu lelah, akhirnya Alexa terlelap.

************************************************

"Putri Ayah cantik sekali!" seru Pak Hendra ketika melihat Alexa yang baru saja selesai berdandan.

'Pantas saja, tuan Saga sangat menginginkan Alexa menjadi istrinya.' batin Pak Hendra.

Alexa yang memang cantik alami, hanya dengan mempoleskan sedikit make up saja, telah membuat ia benar-benar cantik, hingga membuat Pak Hendra hampir pangling.

"Sudah siap?" tanya Pak Hendra kemudian.

"Sudah Yah!" jawab Alexa dengan senyum yang semakin mempercantik wajahnya.

"Ayo kita berangkat!"

Alexa pun menganggukkan kepalanya, mengikuti langkah Pak Hendra keluar dari kamarnya.

"Papa tidak sarapan dulu?" tanya Bu Lusi ketika melihat suaminya berjalan bersama Alexa yang hampir melewatinya.

"Tidak usah nanti saja di kantor!" jawab Pak Hendra seraya terus melangkah bersama Alexa.

Tidak hanya Pak Hendra yang merasa pangling melihat kecantikan Alexa. Sementara itu, Tiara yang saat itu sedang duduk bersama ibunya, tidak berkata sepatah katapun. Hanya pandangannya tertuju kepada Alexa yang terlihat sangat menawan.

Dengan menggunakan mobil pribadinya, akhirnya Pak Hendra dan Alexa segera pergi dari mansion itu.

Satu jam kemudian, mereka baru saja sampai di suatu tempat yang membuat Alexa merasa aneh.

"Rumah siapa ini Yah?" tanya Alexa dengan mengerutkan keningnya.

Ketika melihat sebuah bangunan megah di depannya.

"Ini mansion tuan Saga!" jawab Pak Hendra dengan cepat.

"Tuan Saga?" sepertinya nama itu familiar di telinga Alexa.

Pak Hendra mengangguk.

"Ayo, cepat turun!" ajak Pak Hendra.

Sebenarnya Alexa ingin bertanya tentang sesuatu. Namun, ia urungkan ketika melihat Pak Hendra telah membuka pintu mobil dan turun.

Alexa menatap sekeliling halaman luas dan indah, hamparan permadani hijau serta bunga-bunga yang tertata rapi, menambah indahnya pemandangan.

"Untuk apa kita kesini Yah?" tanya Alexa yang masih merasa bingung.

Pemikirannya yang tadi berharap Ayahnya akan membawanya ke kantor, kini mulai ragu.

'Untuk apa Ayah membawaku kesini?' batin Alexa.

Kemudian mereka melangkah memasuki mansion itu, namun, dari pintu samping membuat Alexa semakin heran.

1
Sabrina
Kecewa
Sabrina
Buruk
Nuna Nrw
udah ga ada gunanya pak
Nuna Nrw
kenapa kau bilang? pasti si hendra bukan orang baik
Nuna Nrw
sebenarnya bagus, cuman gimana yah, hak alexa juga untuk menolak
Nuna Nrw
ga kebalik tuh saga??
Nuna Nrw
skill alexa ni, buat si saga mati kekesalan
Nuna Nrw
terus berdiri dalam kebenaran alexa, meskipun kadang tidak menguntungkan dan bahkan menjadi luka, tetap jangan goyah,
Nuna Nrw
benar. apalagi kenangan yang selalu menyiksa batin
Nuna Nrw
masih ada ayahnya alexa. tapi... ibunya ga setuju alexa ketemu ayahnya
Nuna Nrw
Tuhan selalu bersamamu alexa.
Nuna Nrw
merinding aku bacanya. baru saja alexa menyuapi ibunya, ya ampun kasian mau alexsa😭😭😭
Nuna Nrw
kalian itu yang jadi sampah, bahkan benalu masyarakat yang merayap ta ada gunanya
Nuna Nrw
kalau ditanya dia pengen seperti itu, tentu jawabnya tidak. namun apa daya, itu takdir yang harus ia terima. jika disuruh pilih iya juga tidak mau, dari pada kalian suka menggunjing orang mendingan bantu orang tua
Nuna Nrw
kasihan ya alexa, harus kerja demi sesuap nasi meskipun tak begitu banyak
Nuna Nrw
alexa anak yang berbakti yah, baik pula, bagus alexa,
al-del
kebayang deh adegannya seperti apa.
al-del
emang iya aku, kata si bapak 😅
al-del
ternyata kalung liontin itu yang akan membongkar identitasmu lexsa.
al-del
kok tau ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!