NovelToon NovelToon
Because I Love You

Because I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Eka July

"Baiklah saya langsung saja, saya Dean D, umur sembilan belasa tahun saya cerdas dan cantik, saya juga orang yang setia." gadis itu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum lembut dan suarah yang mantap, Hermawan mengangguk sembil menahan senyumnya karena gadis itu sangat percaya diri.

'Apa hubungannya denganku?' pikir Hermawan, mencoba bersikap biasa saja, walau sebenarnya dirinya ingin tertawa sekeras-kerasanya, gadis kecil itu sangat mengemaskan.

"Saya datang kesini untuk melamar anda Hermawan untuk menjadi suami saya." gadis itu tersenyum setelah mengatakan hal itu senyum yang sangat lembut.

Hening sesaat.

'Apa aku di lamar gadis ini?' Hermawan melongo sesaat kemudian tertawa lepas. "Hahahah, anda salah orang nona, saya tidak mengenal anda dan saya tidak tertarik pada anda." Jawab Hermawan sambil tertawa bahkan memengangi perutnya, yang mulai terasa sakit, beberapa cairan keristal mulai muncul di sudut mata Hermawan, laki-laki itu tertawa sambil mengelap air matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka July, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 SEPIH

“Aku pulang!”

Hermawan berteriak setelah membuka pintu apartemennya, tapi semua tampak kosong, tidak ada suara jawaban dari dalam sana, ia lupa kalau tadi Dean pamit untuk pergi. Hermawan segera membersihkan diri di kamarnya berganti pakaian kemudian menuju dapur untuk masak makan malam, ia selalu melakukan itu jauh sebelum Dean hadir dalam hidupnya.

Hermawan segera menyantap makan malamnya, ia masih menatap bangku kosong di depannya, biasanya wanita itu akan melahap apapun yang ia masak, terkadang tingkahnya aneh, Dean wanita itu sangat manja, dia gampang sekali tersinggung dan selalu tersenyum walau dia tidak suka sesuatu.

Selama tiga minggu menikah Hermawan sudah mulai terbiasa dengan Dean, entah mengapa malam ini ia merasa kesepian, karena tidak melihat sosok wanita yang suka bermalas-malasan duduk di raung tivi sambil mengunyah biskuinya, dan memasang wajah serius saat menonton, bahkan mengabaikan kehadiran Hermawan dan lebih fokus pada tontonya. Apakah Hermawan mulai merindukan sosok wanita itu?

Drettt...., sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Hermawan, ia segera membukanya. berharap itu dari Dean.

From : +6285688*****

Hay, apa kamu sudah tidur?

Aulia

‘Apa Aulia, menghubungi ku? dari mana ia mendapatkan nomerku?’ Hermawan hanpir meloncat karena senang ia mirip seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta, dengan cepat ia membalas pesan singkat itu dan segera menyimpanya dalam kotak ponselnya.

From : Hermawan

Belum, kamu sediri kenapa belum tidur?

Mereka terus berkomunikasih yang awalnya hanya pesan singkat kemudian menjadi pangilan telpon, mengobrol berjam-jam sampai tengah malam, membahas hal-hal kecil mengenai kebiasaan yang dulu mereka sering lakukan, serta tertawa bersama saat keduanya teringat kejadian yang dulu mereka alami. Hermawan bahkan mengabaikan sebuah pesan singkat yang masuk, karena terlalu hanyut dengan obrolan bersama Aulia, ia baru membukanya saat di kantor.

From +62819*******

Maaf menganggu tidurmu, aku harap kamu baik-baik saja,

Maafkan aku sudah membuatmu marah,

Aku ke Surabaya, kemungkinan lusa aku pulang.

Semoga kamu bahagia bersama Aulia, aku selalu mendukungmu.

Dean.

Hermawan tersenyum, entah mengapa ia merasa senang dengan pesan singkat itu, ada sedikit kelegaan dalam hatinya saat Dean mengabarinya.

From : Wawan

Aku tidak marah,

Semoga kamu menikmati liburanmu,

Terimakasih dukunganya.

****

“Dean!” sapa Ahmad, membuat Dean terkejut dan segera memasukan ponselnya.

“Dari tadi tersenyum sendiri, apa kamu mencintainya?”

Pertanyaan Ahmad yang tiba-tiba membuatnya gugup, sungguh Dean tidak menyangkah Ahmad akan mempertanyakan tentang perasaanya pada suaminya itu.

“Aku, aku tidak tahu Om, sudah lebih baik tunjukan padaku tempatnya.”

Ahmad hanya diam lalu tersenyum lembut pada keponakanya, laki-laki paru baya itu tahu Dean sedang mengalami sesuatu yang sulit saat ini, karena itu ia memutuskan untuk tidak bertanya lagi, Ahmad yakin Dean akan menyadari perasaanya suatu saat nanti.

Dean melangkah keluar dari mobil yang membawah Ahmad dan dirinya menuju lokasi proyek, walau Dean adalah pemilik perusahaan, ia selalu bertingkah manja dan keras kepala, ia bahkan tidak pernah mengenakan blezer dengan bawahan rok atau celana bahan, ia selalu mengenakan pakaian santai seperti baju kaus dan celana jins ketat, dan kaadang celana pendek sepaha dengan baju kaus yang kebesaran, ia terlihat seperti ramaja pada umumnya, hanya saja otak dan kekayaanya diatas rata-rata.

****

Hermawan sibuk dengan tugas yang menumpuk di atas mejanya, sudah jam makan siang, tapi ia masih berkutak dengan berkas-berkas itu, kegiatanya terhenti saat seorang wanita yang ia cintai masuk kedalam ruangannya.

“Ini makanlah.” Aulia memberikan kotak makanan berwarnah abu-abu.

“Untuk ku?” laki-laki itu bertanya seolah tidak mengerti

“Ya, aku yang memasaknya tadi sebelum ke kantor.” Jelas Aulia.

Dengan cepat Hermawan membukanya, tampak sebuah cake coklat dengan taburan kacang almon, sangat menguga selerah, laki-laki itu bahkan mencium aroh cake yang sangat harum, Hermawan merasakan air liurnya akan menetes keluar jika tidak menyantap cake itu.

“Terimakasih.” dengan lahap laki-laki itu menghabiskanya.

“Nanti malam kita nonton ya.” Aulia membuka suara, setelah menertawan cara makan Hermawan yang terlihat sangat lahap dan seperti anak kecil. Aulia mengambil sehelai tisu untuk membersihkan sudut bibir Hermawan yang terdapat sisa cake di sana.

Sentuhan lembut yang Aulia berikan mampu membut laki-laki itu membeku, Hermawan hanya bisa mengangguk menangapi pertanyaan Aulia, suara laki-laki itu seakan tertahan dan tidak bisa lolos di tengorokanya karena terlalu gugup.

***

Waktu dua jam sudah Hermawana dan Aulia habiskan untuk menonton film romantis, selama itu pula Aulia tidak pernah lepas memeluk lengan Hermawan, laki-laki itu tidak menolak sama sekali, ia menikmati saat-saat itu. Kali ini Hermawan benar-benar merasa bersukur atas perginya Dean karena itu membuat hubungan dia dan Aulia semakin dekat. ‘Seharusnya Dean pergi untuk selamnya dari hidupku.’ itu adalah harapan yang ia inginkan.

“Her, aku boleh mampir ke apartemenmu malam ini?” Aulia memohon dengan memperlihatkan pupil eyes yang sangat lucu, sungguh laki-laki itu tidak akan tegah jika Aulia melakukan itu, dari dulu ia tidak pernah bisa menolak apapun permintaan Aulia, Hermawan sempat ragu, tapi segera ia tepis keraguan itu mengginggat tidak ada siapapun di sana dan Dean baru akan pulang besok.

***

1
Katherina Ajawaila
waaaauuu, kejadian yg aneh aja 🙂
Wahyuni Yuni
Luar biasa
ICA
Menurut aku si hermawan nya ngg SEkejam itu sma si DEANNYA karna dean pun apa apa ngg bisa terkecuali si hermawan ada maki2 si deannya baru itu kejam flasback sma kejadian sebelum nya aja cara mereka ketemu smpai menikah kurasa masij normal aja nma jga orang yg ngg kita kenal tiba ajak nikah gimana perasaan klian ngg mingkin dong langsung akrab gitu aja
Hanifah Henny
paragrafnya buat sakit mata gk ada spasinya
Agle
Luar biasa
PANJUL MAN
suka skali ceritanya walaupun bacanya sambil kesal liat tulisannya tapi bikin penasaran
Nancy Bondan
Luar biasa
Fafaaa
👍🏻👍🏻👍🏻
Gita Risnawati
ko sakit yaa
Gita Risnawati
harus banget kya gitu ya dean??
Gita Risnawati
haduuhhh si wawan
Gita Risnawati
ko mau ya wawan masakin, nikahnya kan d jebak
Gita Risnawati
apa wawan gx penasaran sma dean sebenernya siapa yaa??
Gita Risnawati
gemes banget ama dean
Gita Risnawati
dean dean,...
Gita Risnawati
dean²,....
Gita Risnawati
haduh ada² aja dean
Gita Risnawati
baru baca 1 bab, kayaknya seru, jdi penasaran
FUZEIN
Dah tahu yg dtolong masa lalu...masih juga lupa dengan masa depan...wawannn ni..ishhh
Dewi Kurniawati
bagus walau akhirnya membosankan...🙇‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!