NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak

Ambil Saja Suamiku, Mbak

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ardila gadis yang selama ini mendapatkan pilih kasih dari keluarganya, harus kembali berhadapan dengan sang kakak ketika dirinya telah berumah tangga.

Sang kakak mengambil dan berselingkuh dengan suami yang begitu dia cintai

Mampukah dia melewati badai dari semua permasalahan yang tengah menghimpitnua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arka vs Raka

Flashdisk kecil di tangan Naya terasa berat. Lebih berat dari map bukti-bukti perselingkuhan kemarin.

"Arka... kamu dapet ini darimana?" bisik Naya. Suaranya masih gemetar setelah menampar Diandra.

Arka tidak menjawab. Ia hanya menarik kursi di ruang tunggu pengadilan untuk Naya duduk. Gerakannya lembut, tapi sorot matanya tetap dingin ke arah Bimo dan Diandra yang masih mematung di pintu.

"Gue bilang, gue punya orang," jawab Arka pelan. Hanya Naya yang bisa dengar. "Istirahat dulu. Napas dulu. Sidang mediasinya gagal, itu bagus buat kita. Minggu depan kita hajar di sidang pokok."

Bimo akhirnya tersadar dari shocknya. Ia melihat flashdisk itu dan panik.

"Rekaman apa? CCTV apa? Itu ilegal! Kamu gak bisa rekam sembarangan! Itu apartemen saya juga!" teriak Bimo, mencoba mencari celah.

Arka berdiri. Tubuhnya yang tinggi menjulang di depan Bimo yang agak pendek.

"Apartemen atas nama Naya, dibeli sebelum nikah, SHM atas nama Naya. CCTV di dalam properti pribadi pemiliknya itu legal. Yang ilegal itu kamu duplikat kunci tanpa izin dan masuk bawa perempuan lain. Itu namanya trespassing. Mau saya jelasin pasalnya, atau mau saya langsung telepon penyidik?"

Bimo terdiam. Diandra mencubit lengan Bimo.

"Udah, Bim, ayo pergi! Aku gak mau di sini! Malu!"

Diandra yang tadi datang dengan dress merah menyala penuh percaya diri, kini menutupi wajahnya dengan kacamata hitam besar dan berjalan cepat keluar pengadilan, diseret Bimo.

Saat mereka lewat di depan Naya, Diandra berhenti sepersekian detik dan berbisik dengan suara penuh benci.

"Kamu boleh menang di pengadilan, Dek. Tapi kamu gak akan pernah menang jadi perempuan. Kamu mandul. Arka juga bakal ninggalin kamu nanti kalo tau kamu gak bisa kasih anak."

Naya membeku lagi. Kata-kata itu adalah racun yang selalu berhasil.

Tapi sebelum racun itu masuk terlalu dalam, sebuah suara lain menyela.

"Cukup, Mbak Diandra."

Raka.

Selama ini Raka hanya diam di pojokan, menjadi penonton saat Arka menjadi pahlawan. Tapi saat mendengar kata "mandul", ia maju.

Ia berdiri di depan Naya, membelakangi Naya, menghadap Diandra.

"Mbak, mending Mbak pergi deh. Kasian janinnya, dengerin ibunya ngomong kasar terus. Gak baik."

Diandra mendengus dan akhirnya pergi dengan hentakan kaki.

Tinggal mereka bertiga di koridor yang sepi. Naya, Raka, dan Arka.

Suasana yang tadi panas karena musuh bersama, kini berubah jadi canggung dan dingin.

Naya memegang map coklat dari Arka. "Ka, makasih... tapi pengacara ini pasti mahal banget. Aku gak bisa..."

"Gue udah bilang, anggap investasi," potong Arka lagi. Ia melirik Raka. "Raka bisa anterin Naya pulang? Gue ada meeting. Gue titip Naya."

Kalimat "Gue titip Naya" itu membuat Raka panas lagi.

"Gak usah dititip, Bro. Naya itu sahabat gue. Udah kewajiban gue jaga dia, bukan titipan," jawab Raka dengan nada yang sama dinginnya.

Arka tersenyum tipis. "Bagus kalo gitu. Jaga baik-baik. Jangan sampai kejadian kayak tadi pagi lagi, digedor-gedor."

Raka mengepalkan tangan. "Kalo lo emang peduli, dari kemarin kemana aja? Kenapa baru muncul pas Naya udah hancur?"

"Rak!" Naya kaget.

Arka tidak marah. Ia malah tertawa kecil. "Pertanyaan bagus. Gue hilang 7 tahun karena gue disuruh bokap gue sekolah di Singapura, bangun bisnis dari nol tanpa nama Wijaya. Gue baru balik 3 bulan lalu. Dan begitu balik, yang gue cari pertama adalah Naya. Tapi yang gue temuin, Naya udah nikah sama Bimo."

Ia menatap Naya dalam.

"Gue telat pertama, gue gak mau telat kedua kalinya."

Naya tidak bisa menatap balik. Dadanya sesak.

Raka menatap Arka, lalu menatap Naya. Ia tahu ia kalah jauh soal kata-kata. Arka bisa merangkai kalimat yang membuat perempuan meleleh. Raka hanya bisa bilang "jangan nangis, Nay".

"Ayo, Nay. Pulang. Lo butuh istirahat," kata Raka akhirnya, menarik lengan Naya pelan.

Naya mengangguk. "Ka, aku pulang dulu ya. Makasih buat semuanya."

Arka mengangguk. "Nanti malam gue telepon pengacaranya biar ketemu lo. Di apartemen Senopati aja biar aman. Gue tunggu di sana."

Naya dan Raka berjalan menuju parkiran. Di dalam mobil Raka yang masih sama, mobil tua yang AC-nya kadang mati, Naya diam memeluk map coklat itu.

"Lo mau pindah ke Senopati?" tanya Raka tiba-tiba saat lampu merah.

Naya kaget. "Aku... aku belum tau, Rak."

"Lo harus pindah, Nay," kata Raka, suaranya berat. "Kata Arka bener. Rumah lo gak aman. Bimo tau alamatnya. Bokap nyokap lo juga masih bela Diandra. Di Senopati lebih aman, ada satpam."

Naya menatap Raka. "Kamu ngusir aku?"

"Gue gak ngusir! Gue..." Raka menghela napas panjang. Lampu hijau menyala. "Gue cuma sadar diri, Nay."

"Apa maksudnya?"

Raka tersenyum, tapi senyumnya pahit.

"Gue cuma supir, Nay. Eh, maksud gue... gue cuma sahabat lo yang kerjaannya serabutan. Gue gak bisa kasih lo pengacara terbaik se-Jakarta. Gue gak bisa kasih lo flashdisk CCTV. Gue cuma bisa kasih lo tumpangan dan dengerin cerita lo."

"Raka, jangan ngomong gitu..."

"Dengerin dulu," potong Raka. "Arka itu bisa kasih lo semua yang gue gak bisa kasih. Dia bisa lindungin lo beneran. Dia bisa bikin Bimo takut cuma modal tatapan. Gue? Gue cuma bisa teriak-teriak doang tadi."

Mobil berhenti di depan rumah hijau Naya. Rahayu mengintip dari jendela.

Naya tidak langsung turun.

"Rak, aku gak butuh pengacara mahal atau apartemen mewah. Aku butuh kamu yang ada waktu Bimo cekik aku di apartemen. Arka di mana waktu itu? Gak ada. Kamu yang ada."

Raka menatap Naya. Mata mereka bertemu.

Untuk sesaat, dunia berhenti.

Raka perlahan mengangkat tangannya, ingin menyentuh pipi Naya yang masih basah.

Tapi HP Naya bergetar lagi.

Kali ini bukan Bimo. Bukan Diandra.

Nama yang muncul: *MAMA - KOST DIANDRA*

Naya mengangkatnya.

"Halo, Naya? Ini Ibu kostnya Diandra... Maaf, Mbak Diandra pendarahan di kost... banyak darah... katanya jatuh di kamar mandi setelah dari pengadilan... ambulans sudah bawa ke RS..."

_PRANG!_

Map coklat di tangan Naya jatuh.

Diandra pendarahan? Hamil?

Naya menatap Raka dengan panik. "Rak, Mbak Diandra... Mbak Diandra pendarahan!"

Raka langsung menyalakan mobil lagi.

Di saat yang sama, dari kaca spion, Naya melihat sebuah mobil Alphard hitam mengkilap berhenti di belakang mobil Raka.

Kaca mobil itu turun. Arka ada di dalamnya, menatap mereka.

Arka juga mendengar telepon itu, karena Naya pakai loudspeaker.

Tanpa banyak bicara, Arka membuka pintu mobilnya.

"Ikut mobil gue. Lebih cepat. Gue tau RS terdekat. Raka, lo ikut belakang."

Musuh boleh pergi, tapi darah tetap lebih kental dari air. Kakak yang jahat tetaplah kakak.

Dan di RS nanti, Naya akan tahu sebuah rahasia besar yang selama ini disembunyikan Diandra dan Bimo, rahasia yang akan mengubah semua jalan cerita perceraian ini.

*Bersambung...*

1
sunaryati jarum
Sahabat jika tulus tidak akan hilang Raka
sunaryati jarum
Baru mampir
Lee Mba Young
Semoga Ada orang yg lbih Dr Arka Dan Raka. Arka Dan Raka gk mungkin melawan vania, mereka Ada hati ke vania.
Lee Mba Young
Iuhhh mnjijikan banget ternyata Arka Dan Raka.

semoga dpt jodoh yg bner bner baik ya, gk kayak Raka Dan Arka.
Ummi Sulastri Berliana Tobing
👏👏👏👏👏
Ma Em
Naya kamu jgn salah pilih lagi untuk pasangan hdp mu jgn karena sahabat kamu memilih dia dan juga karena orang kaya Naya pilih tapi pilihlah lelaki yg baik yg bertanggung jawab cinta dan sayang pada Naya .
Lee Mba Young
Ingat kasus Andre Dan Erin. saat kaya Raya di tinggal cari bini baru.
mending yg kaya sekalian kn 😁
Lee Mba Young
jng mnemani lelaki Dr nol, krn nnti saat sukses km yg akn di buang 😄🤣.
Bimo juga bukan orang kaya selingkuh juga kan😄🤣.
Ragan Fian
"Kalau suka tema rumah tangga + perempuan yang perlahan bangkit, aku juga lagi nulis cerita dengan vibe seperti itu. Judulnya "Kau Sia siakan aku,kunikahi sahabatmu", kalau berkenan boleh mampir 🤍"
falea sezi
🤣🤣 ayah tangisan mu g tulus
falea sezi
🤣🤣 ayah ibunya cm numpang usir nay ortu bangsatt g sudi
falea sezi
goblok🤣 baru aja suka Badas ehh menye lemah
aku
beg* ngapain lu spill rencanamu dg gamblang pdhl tau bimoli tempramen. hadeh cari perkara 😌😌
nuanuan
masih memantau keseruan ceritanya..
jgn nyerah ya nay...
nuanuan
seruuuuuuu kkkk.. ayo lanjuttttt
Soraya
hadir thor
nuanuan
ditunggu lanjutannya ya thorrr💪
salam kenal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!