NovelToon NovelToon
Selamatkan Putri Kita, Tuan CEO

Selamatkan Putri Kita, Tuan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Reinata Ramadani

"Tinggalkan putraku, maka aku akan membantu biaya pengobatannya."

Di malam hujan itu, Alina akhirnya memilih pergi. Pergi sejauh mungkin tanpa tau jika saat itu ia tengah mengandung.

Empat tahun berlalu. Takdir kembali mempertemukan keduanya.

Kebencian itu terlihat jelas dari manik mata itu. Sakit. Tapi demi biaya pengobatan sang buah hati, ia pun rela menurunkan harga dirinya.

"Tidak apa-apa. Sakiti hatiku sesukamu sampai kamu puas. Ini semua kesalahanku. Aku sadar akan itu. Hingga saatnya tiba, aku berharap kamu akan tau, jika aku sangat mencintaimu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Kembali

Tiga hari berlalu, Alina mulai terbiasa dengan ritme pekerjaannya. Meski terkadang ia merasa lelah karena harus membagi waktu antara bekerja dan menemani sang putri di rumah sakit, namun ia tetap bersyukur karena masih diberikan pekerjaan yang layak.

Saat itu, jarum jam menunjukkan pukul sembilan malam. Sudut-sudut perusahaan telah sepi. Lampu-lampu telah dimatikan sebagian karena tak lagi berpenghuni.

Sementara itu, Alina masih harus membersihkan ruang CEO sebagai tugas akhir hari ini.

Dengan sisa tenaga yang ia punya, Alina mulai mendorong troli pembersihnya masuk kedalamnya. Mewah dan megah, itulah kesan pertamanya saat menatap pada ruangan yang luasnya hampir menyerupai rumah minimalis.

Sesuai dengan arahan dari atasannya, Alina mulai mengepel lantai marmer yang tampak mengkilap, merapikan beberapa buku tebal di meja kerja utama, dan memastikan tidak ada setitik pun debu yang tertinggal.

Klik.

Suara gagang pintu yang bergerak di keheningan malam itu seketika membuat gerakan tangan Alina terhenti. Pintu perlahan terbuka, menampilkan sosok laki-laki bertubuh jangkung dengan balutan jas hitamnya kini perlahan menyeruak.

Mungkin itu adalah pemilik ruangan ini. Batin Alina, cemas. Ia menunduk dalam, tak berani mengangkan kepala sama sekali.

Tak ingin membuat kesalahan fatal yang bisa berujung pada pemecatan, gegas Alina merapikan peralatan kebersihannya. Namun, baru dua langkah kakinya bergerak, suara bariton itu menahannya.

"Tunggu."

Suaranya berat, dalam, dan entah mengapa terdengar sangat familiar.

Alina menahan napas dalam-dalam sebelum akhirnya ia berbalik dan membungkuk sopan. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?"

Sejenak ruangan itu diselimuti oleh keheningan yang mencekam. Tatapan intens laki-laki itu seolah menguliti sosok Alina yang kini gemetar.

Hingga pada akhirnya, laki-laki itu kembali berseru. "Lama tidak berjumpa."

Membuat Alina sontak mendongak. Manik matanya membulat sempurna, mengunci pandangan pada wajah tampan yang bertahun-tahun ini terkunci rapat dalam memori masa lalunya.

"Mas-"

Langkah kaki Alina bergerak maju, mencoba mengikis jarak diantara keraguan yang kini menyeruak.

Benarkah itu suaminya. Jadi, laki-laki itu akhirnya selamat dari kecelakaan maut malam itu?

Langkah itu perlahan mengalun mendekat. Namun, belum sempat ia meraih laki-laki itu, Leon kembali bersuara.

"Berhenti!"

Suaranya keras, raut wajahnya tampak nyalang membuat siapapun yang menatapnya merasa terintimidasi.

"Mas Leon—" suaranya lirih. Ada keraguan disana. Suaminya bahkan tak sekalipun pernah membentaknya.

"Apa kita sedekat itu hingga kamu lancang memanggilku dengan sebutan seakrab itu?" potong laki-laki itu, dingin.

Alina terpaku. Ia tak sanggup mencerna kalimat kejam yang baru saja didengarnya. Bukankah dulu mereka pernah menjalin hubungan paling sakral? Sebuah pernikahan yang sah.

"Mas ... lupa sama Alina?" Suaranya bergetar menahan tangis. Ada ketakutan yang perlahan menyeruak. Mungkinkah kecelakaan hebat waktu itu membuat suaminya amnesia?

Laki-laki itu terkekeh sinis. "Bagaimana bisa aku melupakan perempuan yang tega meninggalkanku saat aku sedang sekarat, hmm?"

"M-maksud Mas? Alina ... Alina tidak bermaksud seperti itu. Alina bisa jelaskan. Waktu itu—"

"Sudahlah, tidak ada yang perlu dijelaskan!"

"Di mana selingkuhanmu?" lanjutnya telak.

Selingkuhan? Alina mengerutkan kening.

Selingkuhan apa yang dimaksud laki-laki ini?

"Apa dia membuangmu setelah puas memakaimu?"

Pertanyaan itu bagai tamparan keras. "Maksud Mas apa? Selingkuhan apa? Alina nggak paham."

Laki-laki itu berdecak, menatapnya penuh muak. "Kamu mau pura-pura bodoh di sini? Perlu aku ambilkan semua foto murahanmu itu?"

Alina mematung, masih berusaha keras merangkai benang kusut dalam kepalanya.

Tanpa membuang waktu, laki-laki itu melangkah lebar memutari meja kerjanya. Ia menyentak laci paling bawah, mengambil lembaran foto, lalu melemparkannya tepat ke wajah Alina.

Jantung Alina mencelos. Dengan tangan gemetar, ia berjongkok memunguti foto itu satu per satu. Di sana, jelas terpajang potret dirinya tengah berpelukan mesra dengan seorang pria yang sama sekali tidak ia kenal.

"Tidak. Aku tidak pernah selingkuh mas." bisik Alina lirih, mendongak menatap laki-laki itu dengan mata berkaca-kaca.

Leon tersenyum sinis. "Lalu, bagaimana dengan foto-foto itu. Apa kamu masih menganggapku sebagai laki-laki bodoh seperti empat tahun lalu?"

Alina hampir-hampir kehabisan kata-kata. "Tidak. Sungguh. Kali ini saja. Percaya sama Alina, mas."

"Lalu apa kamu bisa jelaskan kenapa kamu pergi begitu saja saat saya sedang sekarat?" tuntut Leon, suaranya meninggi, menuntut jawaban yang selama empat tahun ini menyiksanya tanpa henti.

Alina meneguk ludahnya susah payah, tenggorokannya terasa kering dan tercekik. "Jika Alina bilang... Alina terpaksa pergi agar Mama mau membiayai semua biaya rumah sakit Mas saat itu, apa Mas akan percaya?"

☆☆☆☆☆☆☆

Annyeong Chinguu

Happy reading

Saranghaja

1
Nar Sih
sabar alina ,pssti ada keajaiban untuk marsha ,smoga leon trrbuka hati nya dan sgra menolong putri nya
Nia Rahmadini
kak boleh update nya double hehehe
Nar Sih
semoga dgn cerita dri umi hanah kmu bisa sadar akan slh mu leon ,dan sgra cri tau keadaan 4th lalu saat kmu tk sadar stlh kecelakaan itu
Sunarti Narti
Alhamdulillah akhirnya kebenaran segera terungkap, semoga kamu ga menyesal Leon
Nar Sih
semoga kali ini leon tebuka hti nya sadar akan kesalahan nya ,dan bnr,,bisa bantu marsha biar sembuh lgi ,dobel up lgi ya kak rei🙏🥰🥰
May Satibi Satibi
jangan lama" kak update nya ini novel favorit aku bulan ini
apiii
di tunggu up selanjutnya thor❤️
apiii
astagaa bacanya sambil tahan napas tegang bangt baca setiap kalimat ngena bngt🥹
apiii
parah banget jadi bapak🥹
apiii
thor singkat bangt🥲
Nia Rahmadini
kapan sih update lagi kak
apiii
akhirnya up lgi 🥲🥰
Nar Sih
dobel up yaa kakk 🙏👍
Nia Rahmadini
update lagi kak naangung cerita
apiii
makin penasarannn tapi harus nungguin part selanjutnya🥲
Nia Rahmadini
update kak lagi, cerita nya bagus banget.
Yuni Afiatun
suka setiap karya nya,,
tapi tunggu up nya harus bersabar
yulithong
hrs sabar menunggu ini🤔
Sun Rise
ok
Nar Sih
semoga kali ini sgra terungkap semua nya yg sbnr nya dan leon sadar dgn salah nya ,semagat ya alin juga semagatt untuk kak reinata moga up nya lancar💪💪🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!