NovelToon NovelToon
Sekar

Sekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sekar, kembang desa Wanasari, seharusnya menikah dengan Lindu, pria tampan, mapan, dan kebanggaan banyak orang. Namun, tepat di hari pernikahan, Sekar tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Sejak saat itu, kebahagiaan berubah menjadi misteri yang tak terpecahkan. Ada yang mengira jika Sekar kabur dengan orang lain.

Beberapa bulan kemudian, teror mulai menghantui desa Wanasari. Kejadian-kejadian aneh bermunculan, membuat warga hidup dalam ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kematian Shinta

Malam itu, Dila tidur memeluk bantal kecil miliknya. Suara musik dari pesta pernikahan Wulan dan Lindu samar-samar masih terdengar sampai ke rumah mereka.

Di dalam tidurnya, Dila melihat seseorang berdiri di tengah jalan berkabut.

"Kak Sekar..." lirih Dila pelan.

Gadis itu langsung mengenali sosok kakaknya yang berdiri tidak jauh darinya. Sekar tampak memakai pakaian putih dengan wajah pucat dan mata yang terlihat sedih.

"Dila..." Panggil Sekar lirih.

"Kak!" Dila langsung berlari kecil ingin menghampiri kakaknya.

Namun saat dia hampir sampai, sosok Sekar tiba-tiba menghilang begitu saja.

"Kak Sekar!" Panggil Dila panik sambil melihat ke kanan dan kiri.

Kabut di sekelilingnya semakin tebal.

Hanya suara Sekar yang terdengar lirih entah dari mana.

"Dila..."

"Kakak di mana?" tanya Dila hampir menangis.

Terdengar suara Sekar lagi, kali ini penuh kesedihan.

"Kakak nda bisa pulang Dila..."

Dila langsung menoleh mencari arah suara itu.

"Kenapa, Kak? Pulanglah." Ucapnya sambil menangis.

"Bukan karena Kak Sekar nda ingin pulang..." suara itu terdengar makin jauh.

"Tapi... karena Kak Sekar nda bisa kembali."

"Dila..." suara itu mulai samar.

"Kak Sekar!" teriak Dila panik sambil berlari mencari kakaknya di tengah kabut.

Namun Sekar tidak muncul lagi.

Yang tersisa hanya kesunyian dan kabut putih yang perlahan menelan semuanya.

Dila langsung terbangun dengan napas memburu dan wajah basah oleh air mata. Gadis kecil itu menoleh ke kanan dan kiri mencari sosok kakaknya. Namun, hanya dia yang ada di dalam kamar itu.

Keesokan paginya, saat matahari baru naik dan Bu Ratmini sedang menyiapkan sarapan di dapur, Dila tiba-tiba datang menghampirinya dengan wajah gelisah.

"Bu..." panggilnya pelan.

"Iya, Dila. Kenapa nduk?" Tanya Bu Ratmini sambil tetap menata piring.

Dila tampak ragu sesaat sebelum akhirnya berkata.

"Semalam Dila mimpi Kak Sekar."

Tangan Bu Ratmini langsung berhenti bergerak.

Perlahan wanita itu menoleh ke arah anak bungsunya.

"Mimpi apa?" Tanyanya lirih.

Dila lalu menceritakan semuanya. Tentang Sekar yang berdiri di tengah kabut, memanggil namanya, lalu menghilang saat ia mencoba menghampiri.

Dan bagaimana suara Sekar berkata. Bahwa dirinya bukan tidak ingin pulang. Tapi dia tidak bisa kembali.

Semakin Dila bercerita, wajah Bu Ratmini semakin pucat.

Sampai akhirnya wanita itu terduduk lemas di lantai dapur.

"Bu!" Dila langsung panik dan berjongkok di dekat ibunya.

Bu Ratmini menutup mulutnya dengan tangan gemetar. Air matanya perlahan jatuh tanpa bisa ditahan.

"Bu... ibu kenapa?" Tanya Dila takut.

Dengan mata berkaca-kaca, Bu Ratmini menatap anaknya.

"Semalam..." Suaranya bergetar pelan.

"Ibu juga mimpi Sekar." Katanya.

Dila langsung terdiam.

"Ibu dengar dia manggil ibu." Lanjut Bu Ratmini lirih sambil menangis.

"Tapi ibu nda bisa lihat dia jelas."

Entah kenapa, mimpi mereka terasa terlalu nyata untuk sekadar bunga tidur biasa.

Firasat buruk perlahan mulai menyelubungi hati Bu Ratmini.

Apalagi, setelah mendengar mimpi Dila yang begitu mirip dengan mimpinya sendiri, dada wanita itu terasa semakin tidak tenang.

Tangannya bahkan masih gemetar saat mengusap air mata di pipinya.

Namun di tengah rasa takut yang terus mengganggu pikirannya, Bu Ratmini tetap berusaha menguatkan hatinya sendiri.

"Mudah-mudahan Mbak Sekar nda kenapa-kenapa." Lirihnya pelan.

Dila langsung memeluk lengan ibunya erat.

Bu Ratmini menengadah pelan, menahan tangis yang kembali ingin pecah.

"Semoga Allah selalu melindungi mbak mu di mana pun dia berada." Ucapnya penuh harap.

Karena sebagai seorang ibu, meski hatinya dipenuhi firasat buruk, dia tetap ingin percaya bahwa putrinya masih hidup dan berada dalam lindungan Yang Maha Kuasa.

****

Pagi itu, anak Pak Harto, Shinta, ditemukan meninggal di kamarnya oleh ibunya sendiri.

Awalnya, Bu Harto hanya ingin membangunkan putrinya yang belum juga keluar kamar sejak pagi.

"Shinta... bangun, Nduk." Panggil Bu Harto sambil membuka pintu kamar perlahan.

Namun saat pintu terbuka, tubuh Bu Harto langsung membeku.

"YA ALLAH!" Teriaknya histeris.

Di atas ranjang, tubuh Shinta sudah terbujur kaku dengan mata terbuka. Wajah gadis itu tampak pucat dan menyeramkan.

Teriakan Bu Harto membuat Pak Harto yang berada di luar rumah langsung berlari masuk.

"Ada apa?!" Tanyanya panik.

Namun begitu melihat keadaan anaknya, langkah Pak Harto langsung melemah.

"Shinta..." Lirihnya tidak percaya.

Pria itu segera menghampiri ranjang dan mengguncang tubuh putrinya.

"Shinta... bangun, Nduk..." Suaranya mulai bergetar.

Namun tubuh Shinta sudah dingin dan kaku.

Napasnya sudah tidak ada.

Dan yang paling membuat Pak Harto dan istrinya ketakutan.

Di sekujur tubuh Shinta penuh tanda merah dan biru seperti bekas tekanan dan lebam.

Bu Harto langsung menangis histeris melihat keadaan putrinya, sementara Pak Harto terduduk lemas di samping ranjang dengan wajah pucat.

Tidak butuh waktu lama, kabar kematian Shinta langsung menyebar dan membuat satu desa menjadi rusuh.

Kabar kematian Shinta yang mendadak langsung membuat warga desa geger dan penuh tanda tanya.

Orang-orang berbondong-bondong datang ke rumah Pak Harto untuk melihat keadaan gadis itu secara langsung.

Namun begitu melihat kondisi tubuh Shinta, banyak warga langsung merinding ketakutan.

Seluruh tubuh gadis tujuh belas tahun itu dipenuhi tanda merah lebam bercampur biru lebam.

Bekas-bekas itu terlihat jelas di tangan, kaki, leher, hingga wajahnya.

"Ya Allah..."

"Ini kenapa tubuhnya bisa begitu?"

"Semalam dia masih sehat, kan?"

Bisik-bisik mulai terdengar di antara warga yang berkumpul.

Shinta dikenal sebagai anak yang sehat dan ceria. Tidak pernah terdengar dia sakit parah atau mengeluh apa pun sebelumnya.

Namun pagi itu. Gadis itu ditemukan sudah tidak bernyawa di kamarnya sendiri tanpa ada yang tahu apa penyebab kematiannya.

Yang membuat warga semakin takut, wajah Shinta terlihat seperti menyimpan rasa ketakutan sebelum meninggal.

Beberapa ibu-ibu mulai membaca istighfar pelan.

"Lebamnya seperti habis dipukul, ya..." bisik seorang ibu pelan saat melayat ke rumah Pak Harto.

"Iya..." sahut ibu lain sambil merinding. "Seperti dianiaya."

Beberapa warga langsung saling berpandangan dengan wajah tegang.

"Tapi ulah siapa?" Tanya yang lain pelan.

"Kan nda mungkin Pak Harto atau istrinya yang menganiaya anak mereka sendiri."

"Itu nda mungkin." Sahut seorang ibu cepat membela.

"Bu Harto sama Pak Harto itu sayang betul sama anak mereka."

"Iya, apalagi anak semata wayang. Perempuan lagi." Tambah yang lainnya.

Orang-orang yang datang melayat terus berbisik membicarakan kondisi tubuh Shinta yang dianggap tidak wajar.

Sebagian warga mulai merasa ketakutan.

Karena jika memang bukan orang tuanya yang melakukan.

Lalu siapa?

Dan kenapa gadis tujuh belas tahun itu bisa meninggal mendadak dengan tubuh penuh lebam merah dan biru seperti itu?

Di sudut rumah, Bu Harto masih menangis histeris sambil memeluk pakaian milik putrinya.

Sementara Pak Harto hanya duduk diam dengan wajah kosong, seolah belum bisa menerima kenyataan bahwa anak semata wayang mereka telah pergi untuk selamanya.

1
M.S Inisial
Suka banget sama karya author satu ini
Yulia Lia
ceritanya bagus
Riska Salahudin
seru kak
Yulia Lia
lanjut KK ,,nah yg kmaren ngatain sekar lari SM laki2 lain taunya dia ada di dlm sumur
Yulia Lia
lanjut ya kk
Yulia Lia
mudah2 itu Sekar biar gosip yg berenar gk bener
Nurr Tika
warga heboh knp sekar mati
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
harusnya tdi di angkat sekalian yah, gara" takut akhirnya lupa
Siti Yatmi
jgn2 Sekar itu..ya Tuhan ...
Wiwit
lanjut thor
Nurr Tika
bnr kah itu mayat sekar
Riska Salahudin
pasti sekar
Nurr Tika
mayat sekar di buang ke sumur
Nurr Tika
bagus
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
oh ternyata baskoro dan wulan ada hubungan
Elgi 07
aduhhh thor keren sekali ceritanya. serasa gantung banget babnya.
sepatal city
thor bagus banger, selalu di buat penasaran sama karya horor author
Nanda
mantappu............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!