NovelToon NovelToon
LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: ꧁Diajeng rini꧂

Elara Safira Nirmala hanyalah gadis yatim piatu biasa di dunia modern, ia ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil dan dia tinggal di kos-kos an sederhana di salah satu kota. Pagi itu Elara hanya ingin pergi ke sekolahnya tetapi ada suatu yang terjadi padanya, ada sebuah tragedi membuatnya terbangun sebagai Elara Mirabel Astoria, lady terbuang dan tak berguna di kerajaan kuno, dengan kemampuan modern yang canggung dan komentar sarkastiknya Elara harus bertahan di tengah drama keluarga bangsawan, intrik politik, dan mungkin sedikit cinta yang tak terduga. Langsung baca aja yuk ceritanya daripada penasaran!!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ꧁Diajeng rini꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Pagi itu halaman Mansion Astoria sudah riuh. Dua kereta kuda megah bersiap di depan lobi. Duke Alaric berdiri dengan gagah mengenakan seragam kebesaran bangsawan yang penuh medali, sebagian besar medalinya mungkin hasil cari muka di istana awokawok.

"Ayah Aku tidak mau duduk di kereta yang sama dengan si Elara, gaunku bisa kotor tertular aura kemiskinannya!" rengek Lilian sambil menghentak-hentakkan kakinya. Gaun pink nya yang super mekar itu benar-benar memenuhi teras mansion.

Duke Alaric memijat pangkal hidungnya yang berdenyut "Iya Lilian. Kau akan duduk bersama Ayah di kereta utama. Biarkan Elara di kereta kedua sendirian"

Elara yang baru saja keluar dari pintu besar cuma bisa melongo. "Idih ada gitu? seru dong? Aku dapet VIP private? Makasih Lilian. Akhirnya aku bisa selonjoran tanpa harus denger suara cempreng kamu di sebelah kupingku"

"KAU—!" Lilian baru saja mau membalas tapi Duke sudah menarik tangannya untuk masuk ke kereta pertama.

Elara berjalan santai menuju kereta kedua yang sedikit lebih kecil namun tetap mewah. Sebelum naik dia melirik ke arah dahan pohon besar di pojok halaman. Dia tidak melihat siapapun tapi dia merasakan ada sepasang mata yang mengawasinya dengan tenang.

"Xander... kamu nonton kan? Lihat nih aku mau 'dijual' ke istana, nyuruh doang yang bisa, bantuin kaga" batin Elara sambil tersenyum miring lalu memutar bola matanya.

Begitu pintu kereta ditutup Elara langsung melepas sepatu hak tingginya dan menaikkan kakinya ke kursi di depannya "Ah begini baru namanya hidup. Di dunia dulu boro-boro naik kereta kuda, naik angkot aja harus rebutan sama emak-emak bawa belanjaan"

Kereta mulai bergerak. Di kereta depan Duke dan Lilian mungkin sedang sibuk menyusun strategi cara mengambil hati Pangeran Mahkota Kaelen. Sementara di kereta kedua Elara justru sedang asyik meraba balik gaunnya memastikan linggis kecil kesayangannya masih ada di sana.

"Hari ini adalah panggungnya" gumam Elara sambil menatap jendela.

Tiba-tiba dari celah jendela kereta yang sedikit terbuka sebuah benda kecil jatuh tepat di pangkuan Elara. Sebuah cokelat kecil berbentuk mawar yang dibungkus kertas perak. Tidak ada pesan tertulis kali ini tapi Elara tahu siapa pengirimnya.

"Dasar bos roti gumbu, perhatiannya lewat jalur udara terus ngga ada estetik-estetiknya jir" bisik Elara sambil memasukkan cokelat itu ke mulutnya "Oke, mari kita lihat seberapa besar kekacauan yang bisa aku buat di gerbang istana nanti"

___

Kereta berhenti sempurna. Duke Alaric turun dengan dagu terangkat disusul Lilian yang sibuk memperbaiki posisi tiaranya agar terlihat paling berkilau. Di belakang mereka Elara melangkah turun dari keretanya sendiri. Dia menarik napas dalam-dalam dan merapikan korsetnya

"Lihat saja nanti" batin Elara sambil menatap pintu besar Istana yang menjulang tinggi  "Aku bakalan bikin kalian malu sampai pengen pindah planet. Ini baru permulaan Duke. Kalian pikir aku seperti domba yang kalian seret ke pelelangan? Salah besar"

Mereka bertiga berjalan beriringan menyusuri koridor panjang menuju Aula Utama. Di sepanjang jalan puluhan prajurit berzirah perak berdiri tegak. Pelayan-pelayan istana yang sedang berlalu-lalang mendadak berhenti dan bisik-bisik pun mulai menjalar seperti api.

"Itu... Lady Elara? Lady yang katanya membongkar perlakuan keluarga Duke di pesta ulang tahun lady Lilian kemarin?" bisik seorang pelayan di balik pilar.

Elara yang pendengarannya setajam kucing menoleh ke arah pelayan itu. Bukannya menunduk maludia justru mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum lebar "Selamat pagi, semangat ya kerjanya nanti jangan lupa makan siang!"

Pelayan itu melongo sementara prajurit yang berjaga sampai hampir menjatuhkan tombaknya karena kaget disapa begitu ramah dan aneh oleh seorang bangsawan.

"Elara berhenti menyapa pelayan!" desis Duke Alaric dengan wajah merah padam.

Elara hanya diam tak mengiyakan ungkapan Duke yang terdengar di telinga Elara sangat tidak masuk akal itu, hanya menyapa pelayan mengapa tidak boleh? Bukannya itu bagus bisa menyapa dan ramah kepada semua orang.

___

Mereka sampai di depan pintu ganda raksasa berlapis emas. Dua prajurit penjaga pintu menghantamkan tombak mereka ke lantai

DUM!

memberikan tanda bahwa tamu agung telah tiba. Salah satu prajurit penjaga pintu menarik napas panjang dan berteriak dengan suara bariton yang menggema ke seluruh ruangan

"MEMASUKI RUANGAN! DUKE ALARIC ASTORIA BESERTA LADY LILIAN ASTORIA, DAN LADY ELARA MIRABEL ASTORIA!"

Pintu terbuka lebar, cahaya dari lampu gantung kristal di dalam aula hampir membutakan mata. Di ujung sana di atas singgasana yang megah, duduklah Pangeran Kaelen yang berwajah tegas dan di sampingnya berdiri Oliver yang menatap tajam ke arah pintu.

Elara melangkah masuk dengan kepala tegak. Setiap ketukan sepatu hak tingginya di lantai marmer terdengar seperti detak jam yang menghitung mundur kehancuran keluarga Astoria.

Ayo Elara tunjukkan pada mereka cara yang elegan di depan Putra mahkota dan Baginda Raja, batinnya menyemangati diri sendiri.

"Hormat kami kepada Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Putra mahkota" ucap Duke Alaric sambil membungkuk dalam diikuti Lilian yang melakukan curtsy paling sempurna yang pernah dia latih.

Elara? Dia melakukan curtsy juga tapi sambil memberikan tatapan lurus ke arah Pangeran Kaelen seolah-olah menantang pria itu untuk memulai permainan.

Raja heist hanya menopang dagunya dan menonton pertunjukan yang diberikan Pangeran Kaelen dengan baik.

Pangeran Kaelen berdiri tegak. Tatapannya dingin namun saat matanya bertemu dengan Elara, disana ada kilatan intensitas yang sulit dijelaskan.

"Duke Alaric" suara Kaelen bergema berat "Terima kasih sudah memenuhi undangan pribadiku ke Istana, seperti yang kukatakan dalam surat, aku ingin mendiskusikan keamanan Putri Pertama mu secara langsung"

Duke Alaric membungkuk sangat dalam "Suatu kehormatan Pangeran Mahkota. Kami sangat menghargai perhatian Anda terhadap keamanan Elara"

Kaelen berjalan menuruni tangga podium, berhenti tepat di depan Duke namun matanya tetap menatap Elara "Keamanan adalah hal yang serius Duke. Terutama setelah kejadian di pesta kemarin, di mana seorang Lady dari keluarga terpandang bisa mengatakan kalau dirinya tidak diperlakukan dengan adil, Anda tahu bukan kalau Baginda Raja sangat membenci orang-orang yang menelantarkan anaknya sendiri"

Elara berdehem pelan memotong suasana tegang itu "Wah Pangeran Mahkota beneran perhatian ya soal keamanan. Padahal saya ngerasa aman-aman aja kok dulu... ya walaupun 'aman' versi saya itu berarti harus makan makanan basi dan mengerjakan pekerjaan rumah bahkan sering di siksa keluarga dan para pelayan rendahan" ucap Elena dengan muka yang dibuat se dramatis mungkin, bahkan sampai pipinya berkerut "Ini udah menyedihkan ga sih, apa kurang kerut-kerut nih pipi" batinnya

Duke Alaric langsung berkeringat dingin. "Elara jaga sikapmu di depan Yang Mulia!"

Pangeran Kaelen tidak menghiraukan Duke. Dia justru menatap Elara dengan senyum tipis yang misterius "Disiksa pelayan rendahan? Menarik, sepertinya standar 'keamanan' di kediaman Astoria memang butuh evaluasi total jika Putri Pertama nya sendiri merasa lebih aman di dalam gudang kumuh daripada di dalam mansion mewahnya sendiri"

Kaelen menoleh kembali ke arah Duke, auranya mendadak berubah menjadi sangat mengancam "Jadi Duke... coba jelaskan padaku bagaimana protokol keamananmu sampai seorang Lady harus kau suruh tinggal di gudang untuk mencari 'rasa aman'?"

Lilian yang berdiri di samping Duke mulai pucat pasi. Dia tahu kalau Pangeran sudah mulai menyudutkan ayahnya dan Elara justru terlihat sangat menikmati momen itu sambil menyapa beberapa prajurit penjaga di dekatnya dengan lambaian tangan kecil yang santai

_______________________________________________

1
Pa Muhsid
linggis itu linggis
Diajeng rini: hai kakk jangan lupa tunggu kelanjutannya yaa
total 1 replies
aku
sumpahmu basi li 😌 krn yg kluar dr mulutmu cm bau jigong 🤣
Diajeng rini: hai kakkk jangan lupa baca kelanjutannya yaaa
total 1 replies
aku
beneran iq ndlosor kluarga siji ki. udh kyk gt loh pdhl sifate 😌 msh d blg kesayangan 🙄 😌
aku: kan yg nulis anda autooooorr 😭😭 napa jd ikut heran 🤣🤣🤣
total 2 replies
Pa Muhsid
awokawok
Pa Muhsid
jangan sampai ada plot cinta segi tiga
Pa Muhsid
Xander tor chemistry nya dapat di Xander kalo kaelen dari awal seperti,,,, teman👯👯👯 asik aja gak ada feel nya
Diajeng rini: YAKANNNNNNN, tunggu aja kelanjutannya gimana, kira2 xander atau kaelen😍
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🗿
Diajeng rini
makasiiii🫶🫶🫶🫶
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* moga-moga nggak ada genre haramnya
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* hancurkan dan bumi hanguskan wanita murahan itu
Diajeng rini: ahahahah😭😭
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 👍
McBos
pilih Kaisar Udin aja thor
Diajeng rini: haha udin
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* up
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Smile/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🙂
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Shy/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
McBos
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
McBos
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
McBos
ingat komen ya kalau suka~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!